cover
Contact Name
Asep Dadan Suganda
Contact Email
asep.dadan@uinbanten.ac.id
Phone
+6281511475475
Journal Mail Official
jurnal.tazkiya@uinbanten.ac.id
Editorial Address
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jln. Jend. Sudirman, No. 30 Ciceri, Serang, Banten 42118
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan
ISSN : 14117886     EISSN : 30472695     DOI : https://doi.org/10.32678/tjk3.v24i2
Tazkiyya is a periodical scientific publication intended for researchers who want to publish their articles in the form of literature studies, research, and scientific development in the field of Islamic Studies, Communities, and Cultures.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 01 (2017): Januari - Juni 2017" : 8 Documents clear
PERGESERAN DAN PERUBAHAN MAKNA KATA سَيَّارَةٌ DALAM AL-QURAN Faridl Hakim
Tazkiya Vol 18 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discuss the meaning of sayyarah in the Qur'an. The theory that have been used historical semantic theory. Historical semantics is the study of meaning in terms of the history of the language or word. The results of this study was first sayyarah used in the Qur'an in several verses. Both words sayyarah experience shifts and changes in a different context, according to the needs of speakers of language, the aspects of both linguistics are widespread, narrow or balance.
PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH DI PROVINSI BANTEN 2016 Alim Sumantri
Tazkiya Vol 18 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana perbankan syariah (BUS & UUS) dapat tumbuh dan berkembang di Provinsi Banten. Dengan potensi ekonomi dan potensi sosiologis yang dimilikinya, Provinsi Banten idealnya menjadi wilayah market potensial bagi perbankan syariah untuk mengembangkan bisnisnya. Hasil studi ini menunjukkan bahwa maka kinerja perbankan syariah di Provinsi Banten lebih baik dalam menyerap pasar di wilayahnya dibandingkan dengan rata-rata market share di wilayah provinsi lain. Kondisi tersebut tercermin dari market share asset perbankan syariah terhadap perbankan umum di Provinsi Banten pada tahun 2016 sebesar 5.5%, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan market share secara nasional pada tahun yang sama sebesar 5.3%. sedangkan dari distribusi berdasarkan Kota/Kabupaten di Provinsi Banten, maka Kota Tangerang memberikan kontribusi paling besar dibandingkan Kota/Kabupaten lain dengan volume aset mencapai 3.586 milyar atau 40% dari total kinerja aset perbankan syariah seluruh Provinsi Banten. Sedangkan sebaran jaringan kantor bank perbankan syariah di banten pada tahun 2016, dari jumlah kantor bank syariah (BUS & UUS) secara nasional sebanyak 2201, jumlah kantor bank syariah yang berada di Provinsi Banten berjumlah 93 kantor atau 4.2% dari total kantor secara nasional, dengan komposisi terdiri dari KC berjumlah 19 kantor, KCP berjumlah 66 kantor dan KK berjumlah 8 kantor.
PEMIKIRAN PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM MAHMUD MUHAMMAD THAHA Roji Fathullah
Tazkiya Vol 18 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahmud Muhammad Thaha, pemikir Islam asal Sudan, memberikan perspektif baru dalam melihat Islam dan produk syariatnya. Beliau membagi Islam pada dua periodesasi, yaitu periode Mekkah (610-622 M) yang disebut dengan “ar-risalah al-ula” (The First Message) dan periode Madinah (622-632 M) yang disebut dengan “ar-risalah ats-tsaniyah” (The Second Message). Karakter Islam yang terbangun dalam Misi Pertama adalah ajaran-ajaran yang bernuansa universal, substantif, penuh dengan semangat perlindungan HAM, semangat egaliter, dan bercirikan sistem yang demokratis. Sedangkan Islam pada masa Misi Kedua sudah menjadi bangunan keislaman yang cenderung mapan, berorientasi penuh ke dalam (in wordly), dan penuh dengan aturan-aturan “syariat” kolektif. Ia berpendapat banyak konsep-konsep hukum Islam yang berkembang bukanlah murni dari ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah tapi merupakan kebudayaan yang sudah berkembang pada masa ataupun masyarakat sebelum datangnya Islam sehingga memungkinkan untuk dilakukan perubahan agar tercapainya keadilan bagi masyarakat.
KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA TENTANG EKONOMI SYARIAH Anisa Fitri Yani
Tazkiya Vol 18 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekonomi sangat terkait dengan kebijakan suatu pemerintahan, maka dalam prateknya pada setiap masa pemerintahan sistem ekonomi ini memiliki wajah yang beragam. Adanya keragaman ini, kiranya kita dapat menjadi pelajaran berbgai setiap orde pemerintahan dalam perumusan suatu kebijakan yang mungkin bisa merujuk pada cita-cita mulia dari sistem ekonomi itu sendiri. Alasan suatu negara menerapkan konsep kebijakan ekonomi Islam adalah untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya ekonomi yang ada dan mengatasi masalah ekonomi antara lain semakin meningkatnya angka pengangguran, menurunya daya beli masyarakat, menurunya nilai investasi, dan sebagainya. Selain itu dalam melaksakan kebijakan ekonomi sangat diperlukan peran serta pemerintah supaya tidak terjadi penyelewengan anggaran sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.
SISTEM EKONOMI KAPITALIS, SOSIALIS, DAN ISLAM Itang Itang; Adib Daenuri
Tazkiya Vol 18 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu ekonomi lahir dari adanya tujuan untuk mengalokasikan dan menggunakan sumber daya yang terbatas. Karena kelanggkaan inilah kemudian setiap individu akan dihadapkan pada berbagai pilihan tentang apa yang harus diproduksi, bagaimana memproduksinya, untuk siapa, bagaimana membagi produksi dari waktu kewaktu serta bagaimana mempertahankan dan menjaga tingkat pertumbuhan produksi tersebut. Sistem ekonomi yang dikenal oleh masyarakat secara global adalah sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Sistem kapitalis dipengaruhi oleh semangat mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan sumber daya yang terbatas. Sistem ekonomi kapitalis memiliki beberapa kecenderungan antara lain : kebebasan memiliki harta secara perorangan, kebebasan ekonomi dan persaingan bebas, serta ketimpangan ekonomi. Sedangkan sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama. Filosofi ekonomi sosialis, adalah bagaimana bersama-sama mendapatkan kesejahteraan. Ciri-ciri ekonomi sosalis diantaranya: pemilikan harta oleh negara, kesamaan ekonomi, dan disiplin politik. Selain kedua sistem tersebut, kita juga mengenal ekonomi Islam, tentu berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis yang didasarkan pada ajaran kapitalisme, dan juga berbeda dengan sistem ekonomi sosialis yang didasarkan pada ajaran sosialisme. Memang, dalam beberapa hal, sistem ekonomi Islam merupakan kompromi antara kedua sistem tersebut, namun dalam banyak hal sistem ekonomi Islam berbeda sama sekali dengan kedua sistem tersebut. Sistem ekonomi Islam memiliki sifat-sifat baik dari kapitalisme dan sosialisme, namun terlepas dari sifat buruknya. Sistem ekonomi islam bersandar pada nilai-nilai Ilahiah, tidak serta-merta bersandar kepada akal pemikiran manusia semata.
PEMIKIRAN QASIM AMIN TENTANG HIJAB Masruroh Masruroh
Tazkiya Vol 18 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Qosim Amin adalah tokoh gerakan pembaharuan yang pendapatnya kontroversial. Munculnya Qosim Amin sebagai pembaharu sebagai reaksi atas kekalahan umat Islam dari Barat terutama yang ia saksikan di Mesir. Keterbelakangan Mesir dari dunia Barat salah satunya disebabkan keadaan wanita yang kurang terdidik. Qosim Amin adalah seorang mujaddid yang concern terhadap masalah-masalah wanita. Salah satu ijtihadnya adalah mengoreksi kesalahan masyarakat mesir dalam memaknai dan menerapkan makna hijab. Oleh karena itu ia menganjurkan wanita Mesir untuk „melepaskan‟ Hijab yang selama ini dipraktekkan dalam masyarakat Mesir.
SAYYID QUTB IBRAHIM HUSAIN ASY-SYAZALI (BIOGRAFI, KARYA DAN KONSEP PEMAPARAN KISAH DALAM AL-QUR’AN) Muhajirin Muhajirin
Tazkiya Vol 18 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayyid Qutb Ibrahim Husain Asy-Syazali termasuk salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin, salah satu karyanya yang terkenal adalah “Tafsir Fi Dhilalil Qur‟an, Al Adatul Ijtima‟iyah Fil Islam dll.” Dalam pembahasan ini akan diungkapkan pemikiran beliau (Sayyid Qutb) dalam hal penafsiran Al-qur‟an dengan memperhatikan keseimbangan dari segala sesuatu yang berkenaan dengan sastra, budaya dan kemasyarakatan (social). Sayyid Qutb dalam menghampiri Al-Qur‟an adalah pendekatan tashwir (penggambaran) yaitu suatu gaya penghampiran yang berusaha menampilkan pesan Al-qur‟an sebagai gambaran pesan yang hadir, yang hidup dan kongkret sehingga dapat menimbulkan pemahaman “aktual” bagi pembacanya dan memberi dorongan yang kuat untuk berbuat. Oleh karena itu, menurut Sayyid Qutb, Qashash yang terdapat dalam al-Qur‟an merupakan penuturan drama kehidupan yang senantiasa terjadi dalam perjalanan hidup manusia, ajaran-ajaran yang terkandung dalam cerita tidaka akan pernah kering dari relevansi makna untuk dapat diambil sebagai tuntunan hidup manusia. Dengan demikian, segala pesan yang terdapat dalam al-Qur‟an akan selalu relevan untuk dibawah dalam zaman sekarang. Mengaca dari metode tashwir yang dilakukan oleh Sayyid Qutb, bisa dikatakan bahwa tafsir fi dzilalil qur‟an dapat digolongkan kedalam tafsir al-Adabi al-ijtima‟i (sastra, budaya, dan kemasyarakatan). Hal ini mengingat background beliau yang merupakan seorang satrawan hingga beliau bisa merasakan keindahan bahasa serta nilai-nilai yang dibawah al-Quran yang memang kaya akan gaya bahasa yang sangat tinggi.
WAKAF PRODUKTIF DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Yayat Hidayat
Tazkiya Vol 18 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Pusat Kajian Islam dan Kemasyarakatan (PKIK), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian masyarakat dalam pemahaman tentang harta wakaf masih seputar wakaf tanah dan bangunan, selain itu peruntukan wakaf tanahpun hanya berkisar, mushola, masjid, pesantren, kuburan ataupun lainnya. Wakaf merupakan salah satu filantropi Islam yang berbeda dengan zakat infak dan shadaqah, dalam wakaf diperlukan pengelolaan yang professional dan transparan. Dengan semakin berkembangnya kajian-kajian ekonomi Islam klasik maupun kontemporer, maka muncul kembali kajian wakaf produktif dalam pengelolaan wakaf tanah dan bangunan yang selama ini non produktif dan kajian wakaf uang yang keberadaannya sudah dikenal pada abad ke 2 Hijriah. Jika melihat potensi wakaf uang dengan jumlah masyarakat muslim di Indonesia maka hal ini merupakan potensi yang sangat besar dan sebagai salah satu sumber untuk pemberdayaan ekonomi umat.

Page 1 of 1 | Total Record : 8