cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
jurnaltashwir@uinantasari.ac.id
Phone
+6282350565148
Journal Mail Official
jurnaltashwir@uinantasari.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Ahmad Yani KM. 4,5 Kel. Kebun Bunga Kec. Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin 70235
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tashwir: Jurnal Penelitian Agama dan Budaya
ISSN : 23389702     EISSN : 30321166     DOI : https://doi.org/10.18592/jt
The focus of this journal is on important and actual issues regarding Islam, social and culture, such as; Religious Values, and Local Wisdom Issues, Islam Integration, History of Islam and Turats. o Contemporary Islamic Religious Social Phenomena o Islamic Spirituality o Religious Values o Local Wisdom Issues o Islam Integration o History of Islam dan Turats.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2023)" : 10 Documents clear
AKULTURASI BUDAYA LOKAL DAN ISLAM PADA TRADISI MAPANRERITASI DI PANTAI PAGATAN KALIMANTAN SELATAN Huriyah Huriyah
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9338

Abstract

Abstract: Cultural acculturation is a merger between cultures, so as to produce a new culture without losing the original culture. Culture is formed from traditions carried out by the community. The acculturation of local culture with Islam in the implementation of mapanreritasi has experienced cultural integration with adjustments to Islamic law in the process of its implementation and meaning. A qualitative method with the type of ethnographic design used in this study. The validity of the data uses emic data because it explains phenomena that occur in a community from the point of view of the local community through interview methods related to the implementation of mapanreritasi local culture. To analyze the results of the data findings used using triangulation techniques. This method is used to test the validity of the data obtained from the mapanreritasi local culture. The culture of the mapanreritasi tradition is an expression of gratitude for the people of Tanah Bumbu Regency with those who work as fishermen from the Bugis tribe for the seafood given by Allah SWT, and expect abundant results the following year, and ask for safety to avoid danger when fishermen are in the middle of the sea.Keywords: Cultural Acculturation, Islam, Mapanreritasi Traditions Abstrak: Akulturasi budaya merupakan suatu penggabungan antar budaya, sehingga menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan budaya aslinya. Kebudayaan terbentuk dari tradisi yang dilakukan oleh masyarakat. Akulturasi budaya lokal dengan Islam pada pelaksanaan mapanreritasi telah mengalami integrasi budaya dengan penyesuaian pada syariat Islam pada proses pelaksanaan dan pemaknaanya. Metode kualitatif dengan jenisnya rancangan etnografis yang digunakan dalam penelitian ini. Keberlakuan data menggunakan data emik karena menjelaskan fenomena yang terjadi pada suatu masyarakat dari cara pandang masyarakat daerah tersebut melalui metode wawancara terkait pelaksanaan budaya lokal mapanreritasi. Untuk menganalisis hasil data temuan digunakan menggunakan teknik triangulasi. Cara ini dilakukan dalam menguji kevaliditasan data yang diperoleh dari budaya lokal mapanreritasi. Kebudayaan tradisi mapanreritasi sebagai ungkapan kesyukuran masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu dengan yang berprofesi sebagai nelayan dari Suku Bugis atas hasil laut yang diberikan Allah SWT, dan mengharapkan hasil melimpah pada tahun berikutnya, serta memohon keselamatan agar terhindar dari bahaya saat nelayan di tengah laut.Kata Kunci: Akulturasi Budaya, Islam, Tradisi Mapanreritasi 
DAMPAK ANONYMOUS CHAT TELEGRAM TERHADAP PENYEBARAN MEDIA CYBERSEX DI KALANGAN MAHASISWA UIN ANTASARI Ahmad Mahdiani; Saamil Thalib
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9423

Abstract

 Abstract: Cybersex has become a growing sexual phenomenon. People from various backgrounds, including students with internet access, are able to engage in cybersex. Cybersex involves typing or observing sexual behaviors through applications or features such as Anonymous Chat. This research aims to describe and understand individuals' experiences in using Anonymous Chat Telegram as a medium for cybersex among students at UIN Antasari. This research adopts a qualitative method and a phenomenological approach, assisted by a Google Form distributed to several student whatsapp groups at UIN Antasari with 21 respondents. From the research findings, several impacts of the anonymous chat feature on the spread of cybersex among UIN Antasari students were identified, including psychological, religious, social, and cultural impacts. To address these issues, a proactive approach is needed from educational institutions, families, and society to promote a better understanding of ethics and values in sexual relationships. This will help prevent UIN Antasari students, and society in general, from being trapped in harmful cybersex behaviors.Keywords: Cybersex, Anonymous Chat, student. Abstrak:  Cybersex telah menjadi fenomena seksual yang semakin berkembang. Orang dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa yang memiliki akses internet, memungkinkan mereka untuk terlibat dalam cybersex. Cybersex melibatkan mengetik atau mengamati perilaku seksual melalui aplikasi atau fitur seperti Anonymous Chat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami pengalaman individu dalam menggunakan Anonymous Chat Telegram sebagai media cybersex di kalangan mahasiswa UIN Antasari. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif dan pendekatan fenomenologi, penelitian ini dibantu oleh google form yang disebarkan kebeberapa grup whatsapp mahasiswa UIN Antasari dengan 21 respomden. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa dampak dari fitur anonymous chat terhadap penyebaran cybersex dikalangan mahasiswa UIN Antsari, seperti damapak psikologis, agama, sosial dan budaya. Dari permasalah tersebut perlu dilakukan pendekatan yang lebih proaktif dari lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk mempromosikan pemahaman yang baik tentang etika dan nilai-nilai dalam hubungan seksual. Hal ini akan membantu mencegah mahasiswa UIN Antasari pada khususnya dan masyarakat pada umumnya agar tidak terjebak dalam perilaku Cybersex yang merugikan.Kata kunci: Cybersex, Anonymous Chat, mahasiswa.
PERMAINAN TRADISIONAL BALOGO PADA MASYARAKAT KALIMANTAN SELATAN DALAM KARYA SASTRA Sri Normuliati; Nida Urahmah
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9476

Abstract

Abstract: This study aims to describe the traditional game of the people of South Kalimantan called balogo in literary works. This study uses qualitative research with descriptive methods. The data collected are in the form of words, phrases, sentences, dialogues of the characters and paragraphs related to the depiction of the traditional balogo game. After the data is collected, the data will be analyzed using descriptive methods. In the analysis process, the research data obtained will be described in detail. After the data analysis process, the last activity is to provide conclusions on research results. From the research that has been done, obtained research results about: (1) The shape of the logo in the form of an animal or other shapes such as the shape of a kite, (2) The interaction of the characters in playing balogo related to the process of playing the logo, (3) Messages from balogo game to be careful when hitting the logo so that the logo that is hit does not enter other people's pages, and (4) The existence of the balogo game for children divides the story into two groups, namely the East Antasan children's group who plays the logo and the children's group Western Antasan who is not interested in playing logoKeywords: Traditional Games; Balogo; Literary Works. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan permainan tradisional masyarakat Kalimantan Selatan yang bernama balogo dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, frasa, kalimat, dialog para tokoh dan paragraf yang berhubungan dengan penggambaran permainan tradisional balogo. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Pada proses analisis, data penelitian yang didapatkan akan dideskripsikan secara detail. Setelah proses analisis data, kegiatan terakhir adalah memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Dari Penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian tentang: (1) Bentuk logo yang berbentuk binatang atau bentuk-bentuk lainnya seperti bentuk layang-layang, (2) Interaksi para tokoh dalam bermain balogo yang berkaitan dengan proses bermain logo, (3) Pesan dari permainan balogo agar berhati-hati dalam memukul logo agar logo yang dipukul tidak masuk halaman orang lain, dan (4) Eksistensi permainan balogo bagi anak-anak bagi dalam cerita yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok anak Antasan Timur yang memainkan logo dan kelompok anak Antasan Barat yang tidak tertarik bermain logo.Kata Kunci: Permainan Tradisional; Balogo; Karya Sastra.
FRIKSI PEMIKIRAN GERAKAN KESETARAAN GENDER (FEMINISME): PRO DAN KONTRA Riskina Salsabila
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9718

Abstract

Abstract: Feminism is a thought movement that was born and developed in the West. Over time, feminism developed simultaneously in various parts of the world and began to be adopted in various countries. This movement demands gender equality, equal rights and justice for women. The development of the idea of feminism gave rise to various responses among the public. Many of them are pro with the idea of feminism, but not a few of them are against this idea. This study aims to find out the background of the differences in views between the two opinions (pros and cons), and to analyze why there is a clash in viewing the feminist movement between the two opinions. This research method uses library research, using a comparative or comparative approach. Based on the results of the research, it can be concluded that the differences of opinion between the two opinions (pros and cons) towards the feminist movement are based on historical backgrounds and different thoughts. Pro-feminists think that the gender equality movement needs to be carried out, this is motivated by the dark history of the patriarchal system in the West so they want justice. Therefore, the logic of their thinking also wants equality. Meanwhile, the counter-feminists, who in general come from Conservative Muslims, think that from the point of view of Islamic history, Islamic law really protects and safeguards women's rights. Moreover, the narrative conveyed by the feminist movement is contrary to the teachings of Islam, because it allows women to act freely and even secularly. Conservative Muslims think not only using logic, but standards of action related to right and wrong referring to religious teachings.Keywords: Feminism, Friction, Pros, Cons.Abstrak: Feminisme merupakan sebuah gerakan pemikiran yang lahir dan berkembang di Barat. Seiring berjalannya waktu feminisme berkembang secara bersamaan diberbagai penjuru dunia dan mulai diadopsi diberbagai negara. Gerakan ini menuntut kesetaraan gender, persamaan hak dan keadilan bagi perempuan. Bekembangnya ide feminisme melahirkan berbagai respon dikalangan masyarakat. Banyak diantara mereka yang pro dengan ide feminisme, namun tidak sedikit diantara mereka yang kontra dengan ide ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang perbedaan pandangan antara dua opini (pro dan kontra), serta untuk menganalisa mengapa terjadi benturan dalam melihat gerakan feminisme diantara kedua opini tersebut. Metode penelitian ini menggunakan penelitian library research, dengan menggunakan pendekatan komparatif atau perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwasannya perbedaan pendapat antara kedua opini (pro dan kontra) terhadap gerakan feminisme didasari oleh latar belakang sejarah dan pemikiran yang berbeda. Kalangan pro feminis menganggap bahwa gerakan kesetaraan gender perlu dilakukan, hal ini dilatarbelakangi oleh sejarah kelam sistem patriarki di Barat sehingga mereka menginginkan keadilan. Oleh karena itu, logika pemikiran mereka pun menginginkan kesetaraan. Sedangkan kalangan kontra feminis yang secara garis besar berasal dari kalangan Islam Konservatif menganggap bahwasannya dalam kacamata sejarah Islam, syariat Islam sangat melindungi dan menjaga hak-hak perempuan. Terlebih narasi yang disampaikan oleh gerakan feminisme bertolak belakang dengan ajaran agama Islam, karena membiarkan perempuan berlaku bebas bahkan sekuler. Kalangan Islam konservatif berfikir tidak hanya memakai logika, namun standar perbuatan yang berkaitan dengan benar dan salah mengacu pada ajaran agama.Kata kunci: Feminisme, Friksi, Pro, Kontra
AL-WASATHIYYAH UNTUK GEN-Z: PERSPEKTIF HABIB HUSEIN JA'FAR AL-HADAR Annisa Annisa
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9739

Abstract

Abstract: The concept of al-wasathiyyah has now become the direction or school of Islamic thought for the benefit of the Islamic world at this time. This shows that Muslims should take the middle way, not to be extreme and not to be fanatic in religion. This research uses qualitative methods with library research. Data was collected using exploratory methods, interpretation, and analysis. After the data is collected, it is then analyzed using a descriptive content analysis technique. The results of the research found are Habib Husein Ja'far al Hadar's thoughts in conveying wasathiyyah is very necessary considering the many threats of radicalism, racism and fanaticism, especially the Z-gen which is easily provoked. In the social, cultural and religious context, it is important for Gen-Z to understand and respect existing diversity, uphold the values of moderation in religion, and work together in creating a harmonious and tolerant environment. From Habib Ja'far's delivery, it was very easy for various groups to accept. The media that he often uses in preaching is social media.Keywords: Al-Wasathiyyah, Habib Ja’far, Gen-Z. Abstrak: Konsep al-wasathiyyah saat ini telah menjadi arah atau aliran pemikiran Islam untuk kepentingan dunia Islam pada saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa hendaknya umat Islam mengambil jalan tengah, tidak ekstrim dan tidak juga selayaknya bersikap fanatik dalam beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan menggunakan metode eksploratif, interpretasi, dan analisis. Setelah data terkumpul, lalu dilakukan analisis menggunakan teknik descriptive analysist content (analisis deskriptif konten). Hasil penelitian yang ditemukan adalah pemikiran Habib Husein Ja’far al Hadar dalam menyampaikan tentang wasathiyyah sangat diperlukan mengingat banyaknya ancaman radikalisme, rasisme dan fanatisme terkhusus gen-Z yang mudah terprovokasi. Dalam konteks sosial, budaya, dan agama, penting bagi gen-Z untuk memahami dan menghormati keragaman yang ada, menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi dalam beragama, dan bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan toleran. Dari penyampaian Habib Ja’far sangat mudah di terima berbagai kalangan. Adapun media yang sering ia gunakan dalam berdakwah adalah media sosial.Kata Kunci: Al-Wasathiyyah, Habib Ja’far, Gen-Z.
AKULTURASI BUDAYA LOKAL DAN ISLAM PADA TRADISI MAPANRERITASI DI PANTAI PAGATAN KALIMANTAN SELATAN Huriyah, Huriyah
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9338

Abstract

Abstract: Cultural acculturation is a merger between cultures, so as to produce a new culture without losing the original culture. Culture is formed from traditions carried out by the community. The acculturation of local culture with Islam in the implementation of mapanreritasi has experienced cultural integration with adjustments to Islamic law in the process of its implementation and meaning. A qualitative method with the type of ethnographic design used in this study. The validity of the data uses emic data because it explains phenomena that occur in a community from the point of view of the local community through interview methods related to the implementation of mapanreritasi local culture. To analyze the results of the data findings used using triangulation techniques. This method is used to test the validity of the data obtained from the mapanreritasi local culture. The culture of the mapanreritasi tradition is an expression of gratitude for the people of Tanah Bumbu Regency with those who work as fishermen from the Bugis tribe for the seafood given by Allah SWT, and expect abundant results the following year, and ask for safety to avoid danger when fishermen are in the middle of the sea.Keywords: Cultural Acculturation, Islam, Mapanreritasi Traditions Abstrak: Akulturasi budaya merupakan suatu penggabungan antar budaya, sehingga menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan budaya aslinya. Kebudayaan terbentuk dari tradisi yang dilakukan oleh masyarakat. Akulturasi budaya lokal dengan Islam pada pelaksanaan mapanreritasi telah mengalami integrasi budaya dengan penyesuaian pada syariat Islam pada proses pelaksanaan dan pemaknaanya. Metode kualitatif dengan jenisnya rancangan etnografis yang digunakan dalam penelitian ini. Keberlakuan data menggunakan data emik karena menjelaskan fenomena yang terjadi pada suatu masyarakat dari cara pandang masyarakat daerah tersebut melalui metode wawancara terkait pelaksanaan budaya lokal mapanreritasi. Untuk menganalisis hasil data temuan digunakan menggunakan teknik triangulasi. Cara ini dilakukan dalam menguji kevaliditasan data yang diperoleh dari budaya lokal mapanreritasi. Kebudayaan tradisi mapanreritasi sebagai ungkapan kesyukuran masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu dengan yang berprofesi sebagai nelayan dari Suku Bugis atas hasil laut yang diberikan Allah SWT, dan mengharapkan hasil melimpah pada tahun berikutnya, serta memohon keselamatan agar terhindar dari bahaya saat nelayan di tengah laut.Kata Kunci: Akulturasi Budaya, Islam, Tradisi Mapanreritasi 
DAMPAK ANONYMOUS CHAT TELEGRAM TERHADAP PENYEBARAN MEDIA CYBERSEX DI KALANGAN MAHASISWA UIN ANTASARI Mahdiani, Ahmad; Thalib, Saamil
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9423

Abstract

 Abstract: Cybersex has become a growing sexual phenomenon. People from various backgrounds, including students with internet access, are able to engage in cybersex. Cybersex involves typing or observing sexual behaviors through applications or features such as Anonymous Chat. This research aims to describe and understand individuals' experiences in using Anonymous Chat Telegram as a medium for cybersex among students at UIN Antasari. This research adopts a qualitative method and a phenomenological approach, assisted by a Google Form distributed to several student whatsapp groups at UIN Antasari with 21 respondents. From the research findings, several impacts of the anonymous chat feature on the spread of cybersex among UIN Antasari students were identified, including psychological, religious, social, and cultural impacts. To address these issues, a proactive approach is needed from educational institutions, families, and society to promote a better understanding of ethics and values in sexual relationships. This will help prevent UIN Antasari students, and society in general, from being trapped in harmful cybersex behaviors.Keywords: Cybersex, Anonymous Chat, student. Abstrak:  Cybersex telah menjadi fenomena seksual yang semakin berkembang. Orang dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa yang memiliki akses internet, memungkinkan mereka untuk terlibat dalam cybersex. Cybersex melibatkan mengetik atau mengamati perilaku seksual melalui aplikasi atau fitur seperti Anonymous Chat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami pengalaman individu dalam menggunakan Anonymous Chat Telegram sebagai media cybersex di kalangan mahasiswa UIN Antasari. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif dan pendekatan fenomenologi, penelitian ini dibantu oleh google form yang disebarkan kebeberapa grup whatsapp mahasiswa UIN Antasari dengan 21 respomden. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa dampak dari fitur anonymous chat terhadap penyebaran cybersex dikalangan mahasiswa UIN Antsari, seperti damapak psikologis, agama, sosial dan budaya. Dari permasalah tersebut perlu dilakukan pendekatan yang lebih proaktif dari lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk mempromosikan pemahaman yang baik tentang etika dan nilai-nilai dalam hubungan seksual. Hal ini akan membantu mencegah mahasiswa UIN Antasari pada khususnya dan masyarakat pada umumnya agar tidak terjebak dalam perilaku Cybersex yang merugikan.Kata kunci: Cybersex, Anonymous Chat, mahasiswa.
PERMAINAN TRADISIONAL BALOGO PADA MASYARAKAT KALIMANTAN SELATAN DALAM KARYA SASTRA Normuliati, Sri; Urahmah, Nida
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9476

Abstract

Abstract: This study aims to describe the traditional game of the people of South Kalimantan called balogo in literary works. This study uses qualitative research with descriptive methods. The data collected are in the form of words, phrases, sentences, dialogues of the characters and paragraphs related to the depiction of the traditional balogo game. After the data is collected, the data will be analyzed using descriptive methods. In the analysis process, the research data obtained will be described in detail. After the data analysis process, the last activity is to provide conclusions on research results. From the research that has been done, obtained research results about: (1) The shape of the logo in the form of an animal or other shapes such as the shape of a kite, (2) The interaction of the characters in playing balogo related to the process of playing the logo, (3) Messages from balogo game to be careful when hitting the logo so that the logo that is hit does not enter other people's pages, and (4) The existence of the balogo game for children divides the story into two groups, namely the East Antasan children's group who plays the logo and the children's group Western Antasan who is not interested in playing logoKeywords: Traditional Games; Balogo; Literary Works. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan permainan tradisional masyarakat Kalimantan Selatan yang bernama balogo dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, frasa, kalimat, dialog para tokoh dan paragraf yang berhubungan dengan penggambaran permainan tradisional balogo. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Pada proses analisis, data penelitian yang didapatkan akan dideskripsikan secara detail. Setelah proses analisis data, kegiatan terakhir adalah memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Dari Penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian tentang: (1) Bentuk logo yang berbentuk binatang atau bentuk-bentuk lainnya seperti bentuk layang-layang, (2) Interaksi para tokoh dalam bermain balogo yang berkaitan dengan proses bermain logo, (3) Pesan dari permainan balogo agar berhati-hati dalam memukul logo agar logo yang dipukul tidak masuk halaman orang lain, dan (4) Eksistensi permainan balogo bagi anak-anak bagi dalam cerita yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok anak Antasan Timur yang memainkan logo dan kelompok anak Antasan Barat yang tidak tertarik bermain logo.Kata Kunci: Permainan Tradisional; Balogo; Karya Sastra.
FRIKSI PEMIKIRAN GERAKAN KESETARAAN GENDER (FEMINISME): PRO DAN KONTRA Salsabila, Riskina
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9718

Abstract

Abstract: Feminism is a thought movement that was born and developed in the West. Over time, feminism developed simultaneously in various parts of the world and began to be adopted in various countries. This movement demands gender equality, equal rights and justice for women. The development of the idea of feminism gave rise to various responses among the public. Many of them are pro with the idea of feminism, but not a few of them are against this idea. This study aims to find out the background of the differences in views between the two opinions (pros and cons), and to analyze why there is a clash in viewing the feminist movement between the two opinions. This research method uses library research, using a comparative or comparative approach. Based on the results of the research, it can be concluded that the differences of opinion between the two opinions (pros and cons) towards the feminist movement are based on historical backgrounds and different thoughts. Pro-feminists think that the gender equality movement needs to be carried out, this is motivated by the dark history of the patriarchal system in the West so they want justice. Therefore, the logic of their thinking also wants equality. Meanwhile, the counter-feminists, who in general come from Conservative Muslims, think that from the point of view of Islamic history, Islamic law really protects and safeguards women's rights. Moreover, the narrative conveyed by the feminist movement is contrary to the teachings of Islam, because it allows women to act freely and even secularly. Conservative Muslims think not only using logic, but standards of action related to right and wrong referring to religious teachings.Keywords: Feminism, Friction, Pros, Cons.Abstrak: Feminisme merupakan sebuah gerakan pemikiran yang lahir dan berkembang di Barat. Seiring berjalannya waktu feminisme berkembang secara bersamaan diberbagai penjuru dunia dan mulai diadopsi diberbagai negara. Gerakan ini menuntut kesetaraan gender, persamaan hak dan keadilan bagi perempuan. Bekembangnya ide feminisme melahirkan berbagai respon dikalangan masyarakat. Banyak diantara mereka yang pro dengan ide feminisme, namun tidak sedikit diantara mereka yang kontra dengan ide ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang perbedaan pandangan antara dua opini (pro dan kontra), serta untuk menganalisa mengapa terjadi benturan dalam melihat gerakan feminisme diantara kedua opini tersebut. Metode penelitian ini menggunakan penelitian library research, dengan menggunakan pendekatan komparatif atau perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwasannya perbedaan pendapat antara kedua opini (pro dan kontra) terhadap gerakan feminisme didasari oleh latar belakang sejarah dan pemikiran yang berbeda. Kalangan pro feminis menganggap bahwa gerakan kesetaraan gender perlu dilakukan, hal ini dilatarbelakangi oleh sejarah kelam sistem patriarki di Barat sehingga mereka menginginkan keadilan. Oleh karena itu, logika pemikiran mereka pun menginginkan kesetaraan. Sedangkan kalangan kontra feminis yang secara garis besar berasal dari kalangan Islam Konservatif menganggap bahwasannya dalam kacamata sejarah Islam, syariat Islam sangat melindungi dan menjaga hak-hak perempuan. Terlebih narasi yang disampaikan oleh gerakan feminisme bertolak belakang dengan ajaran agama Islam, karena membiarkan perempuan berlaku bebas bahkan sekuler. Kalangan Islam konservatif berfikir tidak hanya memakai logika, namun standar perbuatan yang berkaitan dengan benar dan salah mengacu pada ajaran agama.Kata kunci: Feminisme, Friksi, Pro, Kontra
AL-WASATHIYYAH UNTUK GEN-Z: PERSPEKTIF HABIB HUSEIN JA'FAR AL-HADAR Annisa, Annisa
TASHWIR Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v11i1.9739

Abstract

Abstract: The concept of al-wasathiyyah has now become the direction or school of Islamic thought for the benefit of the Islamic world at this time. This shows that Muslims should take the middle way, not to be extreme and not to be fanatic in religion. This research uses qualitative methods with library research. Data was collected using exploratory methods, interpretation, and analysis. After the data is collected, it is then analyzed using a descriptive content analysis technique. The results of the research found are Habib Husein Ja'far al Hadar's thoughts in conveying wasathiyyah is very necessary considering the many threats of radicalism, racism and fanaticism, especially the Z-gen which is easily provoked. In the social, cultural and religious context, it is important for Gen-Z to understand and respect existing diversity, uphold the values of moderation in religion, and work together in creating a harmonious and tolerant environment. From Habib Ja'far's delivery, it was very easy for various groups to accept. The media that he often uses in preaching is social media.Keywords: Al-Wasathiyyah, Habib Ja’far, Gen-Z. Abstrak: Konsep al-wasathiyyah saat ini telah menjadi arah atau aliran pemikiran Islam untuk kepentingan dunia Islam pada saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa hendaknya umat Islam mengambil jalan tengah, tidak ekstrim dan tidak juga selayaknya bersikap fanatik dalam beragama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan menggunakan metode eksploratif, interpretasi, dan analisis. Setelah data terkumpul, lalu dilakukan analisis menggunakan teknik descriptive analysist content (analisis deskriptif konten). Hasil penelitian yang ditemukan adalah pemikiran Habib Husein Ja’far al Hadar dalam menyampaikan tentang wasathiyyah sangat diperlukan mengingat banyaknya ancaman radikalisme, rasisme dan fanatisme terkhusus gen-Z yang mudah terprovokasi. Dalam konteks sosial, budaya, dan agama, penting bagi gen-Z untuk memahami dan menghormati keragaman yang ada, menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi dalam beragama, dan bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan toleran. Dari penyampaian Habib Ja’far sangat mudah di terima berbagai kalangan. Adapun media yang sering ia gunakan dalam berdakwah adalah media sosial.Kata Kunci: Al-Wasathiyyah, Habib Ja’far, Gen-Z.

Page 1 of 1 | Total Record : 10