cover
Contact Name
Serepina Yoshika Hasibuan
Contact Email
serepinahasibuan1991@gmail.com
Phone
+6282337313706
Journal Mail Official
serepinahasibuan1991@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimangguk, RT.01/RW.02, Ujung Gn. Ilir, Kec. Menggala, Kab. Tulang Bawang, Lampung 34693
Location
Kab. tulang bawang,
Lampung
INDONESIA
Mawar Saron: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Gereja
ISSN : 26454857     EISSN : 29868319     DOI : https://doi.org/10.62240/msj
Core Subject : Religion, Education,
Mawar Saron: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Gereja adalah jurnal publikasi baik hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Kristen dan Gereja yang memiliki nomor ISSN 2986-8319 (Online), 2654-4857 (Print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi. Jurnal Mawar Saron terbit 2 kali dalam setahun (Maret dan Oktober).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober" : 5 Documents clear
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Memerangi Radikalisme dan Ekstremisme: Menumbuhkan Cinta, Perdamaian, dan Rasa Hormat Jefrit Johanis Messakh; Esti Regina Boiliu
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v6i2.57

Abstract

The spread of radicalism and extremism has become a global concern in recent decades. Issues regarding radicalism and extremism continue to develop in a flurry of problems. This requires the active role of Christian Religious Education to be carried out in a structured manner in order to be able to overcome this challenge by cultivating love, peace and respect. The purpose of this study is to describe the role of Christian Religious Education in fighting radicalism and extremism. The method used in this research is literature study. The result of this research is that Christian religious education can be a powerful force in fighting radicalism and extremism by instilling universal values such as love, peace and respect for fellow human beings. Christian Religious Education also plays a role in developing a deep understanding of Christian teachings which include values such as love for others, forgiveness, understanding, and tolerance. Christian Religious Education must build intercultural skills, and integrate social issues in the Christian Religious Education curriculum.
Peran Orangtua Sebagai Pendidik Spiritual Anak Berdasarkan Ulangan 6:4-9 Di Era Revolusi Industri 4.0: Tinjauan Teologis Dan Pedagogis Dalam Pendidikan Agama Kristen Nova Ritonga
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v6i2.59

Abstract

Era Revolusi Industri 4.o adalah era keterbukaan, di mana semua informasi dapat dengan mudah diakses oleh siapapun termasuk anak-anak kristen. Kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi dapat mempengaruhi spiritual anak-anak. Anak-anak dengan mudah terpengaruh tayangan-tayangan yang menarik hati mereka sehingga membuat mereka kurang memperhatikan pertumbuhan imannya. Selain itu, kepedulian orangtua dalam mendidik iman anak juga semakin berkurang karena orangtua dituntut dengan berbagai kesibukan yang menyita waktu mereka. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana peran orangtua dalam mendidik spiritual anak-anak berdasarkan Ulangan 6:4-9 di era revolusi 4.0. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan di mana data diperoleh dari sumber-sumber atau literatur yang dipilih berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa ada orangtua yang memberikan perhatian terhadap pendidikan spiritual anak-anaknya dengan berpedoman kepada Alkitab dan ada juga orangtua yang tidak memberi perhatian terhadap pendidikan spiritual anak-anak. Peran orangtua sebagai pendidik spiritual anak dilakukan dengan berbagai cara seperti mengajak anak doa pagi atau doa malam, membaca Alkitab, memutarkan film rohani, menyediakan buku renungan, mengajak anak ke gereja dan menasihati anak untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa orang tua kristen memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan spiritual anak baik ditinjau dari tinjauan teologi maupun pedagogik Pendidikan Agama Kristen. Ditinjau dari sisi teologis dan pedagogik PAK, orang tua dalam menjalankan perannya sebagai pendidik spiritual anak, orang tua harus lebih dahulu memiliki spiritual yang benar di hadapan Allah, mengenal Allah secara benar, menjadi motivator, fasilitator, guru, sahabat bahkan menjadi teladan bagi anak-anaknya.
Makna Teologis Frasa ‘Allah Menyesal’ Dalam Kitab Yunus Dan Implikasinya Bagi Orang Kristen Masa Kini Daniel Ello; Serepina Yoshika Hasibuan
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v6i2.60

Abstract

Salah satu frasa yang sulit dipahami dalam Perjanjian Lama adalah bagaimana memahami makna Allah menyesal. Apakah makna penyesalan dalam diri Allah sama seperti perasaan menyesal dalam diri manusia? Apakah melalui frasa ini dapat disimpulkan bahwa Allah tidak konsisten dengan perkataan-Nya? Apakah penyesalan Allah berimplikasi pada ketidakmampuan Allah mengetahui masa depan sehingga bergantung pada respons penduduk Niniwe? Artikel ini bertujuan untuk menggali makna teologis dari frasa ‘Allah menyesal’ melalui studi naratif. Menurut perspektif peneliti, narasi kitab Yunus yang terdapat frasa ‘Allah menyesal’ di dalamnya akan dipahami secara lebih mendalam melalui studi narasi. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif berdasarkan pendekatan studi naratif, peneliti menggali makna frasa “Allah Menyesal” baik dari sudut pandang penulis kitab Yunus maupun pembaca masa kini. Hasil penelitian mengenai makna teologis frasa ‘Allah menyesal’ adalah Allah menunjukan ekpresi belas kasihan-Nya terhadap bangsa Niniwe karena Allah begitu mengasihi bangsa Niniwe. Dasar inilah yang menjadi pengharapan bagi umat Kristen masa kini. Allah menginginkan pertobatan dan Ia selalu berbelas kasihan.  
Pastoral Konseling Dalam Mengatasi Malas Belajar Terhadap Mahasiswa Daniel Tamera; Gresia Monica; Juliana Siburian; Kesia Natalia Berutu; Riowardana Samaloisa
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v6i2.62

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering terjadi dikalangan para mahasiswa saat ini adalah kemalasan dalam belajar  Sifat malas belajar ini biasanya menjadi kebiasaan mahasiswa yang dibentuk sejak menjalani pendidikan sebelumnya dan berlanjut ke jenjang mahasiswa menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sementara itu mahasiswa merupakan individu yang diharapkan pemerintah dapat menjadi penerus masa depan bangsa Indonesia dan cita-cita bangsa indonesia yaitu menghasilkan generasi yang unggul dan berprestasi. Jika malas belajar tetap menjadi kebiasaan buruk mahasiswa maka siapa yang akan menjadi penerus bangsa yang berkarakter baik dan berkompeten di masa yang akan datang. Selain dari itu, ada dua faktor yang mempengaruhi mahasiswa sehingga menjadi malas belajar, dari faktor internal contoh, seperti emosi yang belum stabil, atau tidak dapat mengelola emosi dengan baik, mental yang belum dewasa dan gangguan indera yang berakibat kurang menangkap pelajaran yang disampaikan. Sedangkan dari faktor eksternal contoh, lingkungan sekitar dan cara mengajar dosen yang monoton dan faktor broken home. Melihat fenomena malas belajar pada mahasiswa, penulis tertarik untuk menulis artikel ini yang berjudul ‘’Konseling Pastoral Dalam Mengatasi Malas Belajar Terhadap Mahasiswa’’. Sebelum itu hal-hal yang dibahas dalam artikel ini yaitu malas belajar, faktor malas belajar,bentuk perilaku malas belajar dan dampak malas belajar. Penulis memakai metode kualitatif deskriptif melalui study pustaka (Library Research), artikel jurnal, literature-literature dan dari situs internet dalam pemecahan masalah malas belajar terhadap mahasiswa Kemudian untuk membantu mahasiswa yang malas belajar menggunakan pendekatan-pendekatan, prinsip-prinsip Konseling Pastoral yang menyadarkan mahasiswa agar dapat mengenali dirinya sendiri serta memperbaiki relasi mereka dengan Tuhan. Sehingga, menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas. diharapkan juga dari Konseling Pastoral bisa berkontribusi dalam upaya menyelesaikan masalah malas belajar terhadap mahasiswa.
Filsafat Pemikiran Progresif John Dewey Vs Sentralitas Alkitab Menjadi Fokus Pengenalan Akan Filsafat Pendidikan Agama Kristen Christono Ade Andreas Tonggembio; Ampinia Rahap Wanyi Rohy; Indraldo Undras; Mario Alberto Manodohon; Nelson Hasibuan
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v6i2.63

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini terkait filsafat pemikiran progresif Jhon Dewey (1859-1952) berpengaruh terhadap pendidikan Kristen dan perkembangannya. Guru tidak termotivasi untuk belajar lebih tekun dengan dalih mereka hanya fasilitator, anak harus aktif belajar sendiri, mereka tidak membutuhkan disiplin, tidak membutuhkan otoritas dalam kelas, dapat menerapkan pola belajar mereka sendiri, dan menerapkan belajar melalui pengalaman (learning by doing) dengan sendirinya sebagai konstruktor pengetahuan. Sekolah Kristen sudah bukan lagi sekolah yang hidup karena simbol-simbol kekristenan, bukan lagi sekolah yang hidup dalam nilai-nilai religiusitas semata. Sudah seharusnya sekolah Kristen lahir dalam keseharian hidup, berelasi dengan Tuhannya, mengalami Tuhan, dan memiliki spiritualisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal apa saja yang dilakukan oleh pemikir pendidikan Kristen dalam meresponinya, sehingga pendidik tidak tersesat dan terbawa oleh arus dunia ini. Sementara itu, metode kualitatif studi kepustakaan melaui analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini bahwa seharusnya pendidik Kristen memahami pemikiran filsafat Kristen yang berdasarkan kepada kebenaran Alkitab. Filsafat pendidikan yang dianut sebuah sekolah sangat menentukan praksis pembelajaran yang berlangsung, yang ujungnya bermuara pada pembinaan dan kualitas pendidikan. Filsafat pendidikan Kristen memiliki sentralitas Alkitab. Semua prinsip pendidikan digali dari kebenaran firman Tuhan. Spiritualisme dalam operasional sekolah yang lahir melalui disiplin, kurikulum, dan metode dalam mandat Injil. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah pendidikan Kristen harus berakar dari manusia ciptaan Tuhan, diciptakan dalam gambar dan rupa Allah. Natur manusia yang telah jatuh ke dalam dosa dan sudah ditebus oleh kasih Allah sehingga manusia memahami hidupnya di dunia. Sentralitas Alkitab menjadi fokus pengenalan akan filsafat pendidikan Kristen, yaitu: Realitas Ciptaan Allah, Mandat Penciptaan, Perjanjian Antara Allah dan Umat Pilihan-Nya, Mandat Amanat Agung.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5