cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Health and Sport
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "VOL 7, NO 1, 2013" : 8 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN BADAN BALITA DI DESA BERLIAN KECAMATAN TILONGKABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Talibo, Sofyawati D
Jurnal Health and Sport VOL 7, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.946 KB)

Abstract

Kekurangan gizi pada bayi dan anak menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang apabila tidak diatasi secara dini dapat berlanjut hingga dewasa. Usia 6 - 59 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan gizi ibu dan status gizi balita serta mengetahui hubungan kedua variabel tersebut di Desa Berlian Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan rancangan potong lintang. Subjek penelitian sebanyak 44 orang. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Fisher exact pada level signifikansi =0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 41% ibu balita berpengetahuan kurang baik tentang gizi dan terdapat 18% balita mengalami gangguan pertumbuhan berat badan; tidak terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut.
(PATTERN OF RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) Mycobacterium tuberculosis RESISTAN RIFAMPISIN (RIF) AND ISONIAZID (INH) IN MAKASSAR) ., Purwanta; Maidin, Asaad
Jurnal Health and Sport VOL 7, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.284 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pola RAPD M. tuberculosis (MTB) isolat klinik resisten isoniazid (INH) dan rifampisin (RIF) di Kota Makassar dengan metode Polymerase Chain Reaction Random Amplified Polymorphic DNA (PCR-RAPD). Penelitian dilakukan di laboratorium Bioteknologi Pusat Kegiatan Penelitian (PKP) Universitas Hasanuddin, dengan jumlah sampel masing-masing isolat klinik resisten rifampisin (RIF) 6 sampel, dan isolat klinik resisten isoniazid 7 sampel. Penelitian meliputi ekstraksi DNA dengan kit komersial Wizard, amplifikasi DNA dan elektroforesis. Primer yang digunakan 5 primer yaitu OPN-02 (5'ACCAAGGGGCA, 70% G+C), OPN-09 (5'TGCCGGCTTG 3',70% G+C), OPN-20 (5'GGTGCTCCGT 3', 70% G+C), BG-65 (5' CTCGAGCGGC 3',80% G+C), BG-66 (5'CGACGCTGCG 3'. 80% G+C). Diversitas genetik isolat dianalisa dengan metode Dendro UPGMA: A Dendogram Construction Utility dari Valive, S.G. (2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 primer yang digunakan memberikan hasil amplifikasi yang jelas. Pita DNA yang berhasil diamplifikasi berukuran antara 200 sampai 1500 bp. Variasi genetik dilihat dari perbedaan jumlah fragmen, ukuran fragmen, jumlah pita polimorfik dan persentase (%) polimorfik. Persentase polimorfik tertinggi ditemukan pada kelompok isolat klinik MTB resisten Rif berkisar 80 - 100% atau rata-rata 93,76%, sedangkan pada kelompok isolat klinik MTB resisten INH berkisar 50 - 100% atau rata-rata 90%. Analisis dendogram dengan metode UPGMA antara isolat RIF dan INH memberikan nilai koefisien kekerabatan 0-40% atau terdapat keragaman populasi 60-100%. Tingginya polimorfisme disebabkan oleh mutasi pada gen pengkode resistensi obat anti TB.
GIZI BAYI GOI, MISRAWATIE
Jurnal Health and Sport VOL 7, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.215 KB)

Abstract

Bayi (usia 0-11 bulan) merupakan periode emas sekaligus periode kritis karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang mencapai puncaknya pada usia 24 bulan. Tujuan pemberian gizi yang baik adalah tumbuh kembang anak yang adekuat. Rekomendasi WHO dalam rangka pencapaian tumbuh kembang optimal yaitu memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih. Selain diare dan infeksi pernafasan, ASI juga ditengarai dapat menurunkan insiden infeksi telinga (otitis media) dan berbagai penyakit lainnya. Selain itu, ASI dan kegiatan menyusu memiliki pengaruh terhadap kemampuan motorik dan bahasa anak, serta kemungkinan memiliki pengaruh terhadap inteligensia. Pemberian ASI tidak hanya memberikan menfaat bagi bayi dan anak saja. Manfaat lainnya juga bagi kesehatan ibu. Sebuah penelitian yang melibatkan 14.000 responden menyatakan bahwa bila wanita memiliki anak menyusui selama 4-12 bulan, maka risiko kanker payudara pada wanita pre-menopausal tersebut dapat dikurangi sampai 11%.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN HIPERTENSI DI RSUD TOTO KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Tumenggung, Imran
Jurnal Health and Sport VOL 7, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.065 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi 31,7%. Angka ini cukup tinggi dan cenderung meningkat seiring dengan gaya hidup yang erat kaitannya dengan pola makan. Salah satu masalah penatalaksanaan hipertensi adalah kepatuhan pasien dalam menjalankan diet. Dukungan sosial keluarga merupakan faktor yang memiliki kontribusi mempengaruhi kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan diet pasien hipertensi. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang pasien hipertensi yang dirawat inap di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango selama bulan Februari 2013, yang diambil dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa dukungan sosial keluarga sebagian besar berkategori baik (86,7%), dan kepatuhan diet pasien hipertensi sebagian besar juga berkategori baik (80%). Uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kapatuhan pasien hipertensi dalam menjalankan diet, dengan nilai p = 0,001 pada = 0,05.
LATIHAN DRILL TERHADAP KETEPATAN SERVIS PADA PERMAINAN SEPAK TAKRAW ., RUSLAN
Jurnal Health and Sport VOL 7, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.025 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam melakukan ketepatan servis dengan kaki bagian dalam, melalui latihan drill, karena itu pengujian persyaratan analisis yang dilakukan adalah uji homogenitas varians populasi terhadap skor yang dicapai sebelum eksperimen (X1) dan sesudah eksperimen (X2). Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh harga x_hitung^2 sebesar 0,17. Sedangkan dari daftar distribusi chi-kuadrat diperoleh x_daftar^2 sebesar 3,81. Ternyata harga x_hitung^2 lebih kecil dari x_daftar^2 (0,17 < 3,81), sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil penelitian memiliki varians populasi yang homogen.
PENGARUH AKUPRESUR DALAM MEMINIMALISIR DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES MATARAM TAHUN 2013 ., Mardiatun
Jurnal Health and Sport VOL 7, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.625 KB)

Abstract

Primary Dysmenorhea is menstruation pain that its not because of pathology but there is over prostaglandin in menstruation blood so its make hyperactivity uterus. One of therapy non farmakologi that could be their alternatif is acupressure therapy because this therapy have many of advantage, one of them is not have any side effect. The purpose of this experiment is to know the efectivity of acupressure therapy to minimize primary dys-menorhea of girls. This experiment uses quasy experiment by using one group pre-test and post-test. The sample in this experiment is use one group that contain 9 girls whom suffering primary dysmenorhea. The pain intensity of each subject is measured before and after therapy, then the different of them is measured to know the efectivity of acupressure therapy. By using sample-paired t-test, the result of this research is p (0.00) < 0,05 so there is significant differences between before and after therapy and Ho is reject and H1 is accepted. The conclution is acupressure therapy effective to minimize primary dysmenorhea of gilrs.
ANALISIS TIPE KEPEMIMPINAN PEJABAT ESELON III DALAM PELAKSANAAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DI DINAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO Tarigan, Flora
Jurnal Health and Sport VOL 7, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.645 KB)

Abstract

Pejabat Eselon III di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, memiliki latar belakang pendidikan yang tingkat spesifik tersendiri, memiliki pengalaman dan karakteristik berbeda satu dengan yang lain, dan dari kegiatan evaluasi program yang dilaksanakan secara rutin baik di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo maupun secara evaluasi ditingkat Provinsi, diperoleh berbagai asumsi berbeda-beda dan hal ini tidak akan terlepas dari kepemimpinan dari para Pejabat Eselon III di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Tujuan Penelitian, Untuk mengetahui tipe kepemimpinan Pejabat Eselon III di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dalam keberhasilan pelaksanaan fungsi manajemen. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah survey dengan rancangan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik random sampling. Hasil Penelitian, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan perencanaan oleh pejabat eselon III di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo belum maksimal dimana sebanyak 47 responden (82,5 % ) menyatakan hal tersebut, kegiatan pengorganisasian pejabat eselon III di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo sudah baik dimana sebanyak 31 responden (54,4 % ), fungsi pelaksanaan pejabat eselon III di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo sudah baik di mana sebanyak 54 responden 94,7 % responden menyatakan hal tersebut, fungsi pengawasan dan pengendalian pejabat eselon III di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo sudah baik dimana 32 responden (56,4) yang menyatakan hal tersebut.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN FILARIASIS DI DESA KASANG LOPAK ALAI KECAMATAN KUMPEH ULU KABUPATEN MUARO JAMBI ., Monalisa
Jurnal Health and Sport VOL 7, NO 1, 2013
Publisher : JURNAL HEALTH AND SPORT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.133 KB)

Abstract

Prevention in health is defined as the science and art of preventing disease, and prolonging life and improving physical and mental health of efficiency for various community groups for health workers, family doctors through a process of individual and community activities one of which is the prevention of filariasis. This study aims to determine the relationship of knowledge and attitudes of families with filariasis prevention behaviors. This research is quantitative cross-sectional design. Population of 456 with a sample of 87 respondents using proportional random sampling technique.. Instrument used questionnaires. Data that has been tested for validity and reabiliti analyzed using univariate and bivariate chi-square test. Research findings show that of the 87 respondents, 47 (54%) had poor behavior toward prevention of filariasis and 40 (46%) had good behavior, 45 (51.7%) had a low level of knowledge and 42 (48.3% ) has a high level of knowledge, 38 (43.7%) had a poor attitude and 49 (56.3%) had a good attitude. Statistical test results obtained knowledge that there is a relationship (p-value =008) and family attitudes (p-value = 0.010) with filariasis prevention behaviors. Nurses are expected to improve their counseling, both individually and collectively to the public and researchers to come. For further research are expected to conduct research about lifestyle and environment that may affect the incidence of filariasis.

Page 1 of 1 | Total Record : 8