cover
Contact Name
Mahfuzi Irwan
Contact Email
mahfuziirwan@gmail.com
Phone
+6281315782453
Journal Mail Official
jurnalpenmas@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Fakultas Ilmu Pendidikan Ged.72 Lt.2, Universitas Negeri Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Education For All: Media Informasi Ilmiah Bidang Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 23031743     EISSN : 30261406     DOI : https://doi.org/10.24114/jefa
Core Subject : Education, Social,
ournal Education For All encompasses research articles, original research report, reviews, and scientific commentaries in community education, including Education for Human Resources Development, Adult Education, Community Empowerment, Social Entrepreanurship, and Family Education by means of nonformal and informal education.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2024): December-Journal Education For All" : 6 Documents clear
DAMPAK IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DI WILAYAH 3T INDONESIA Ramania, Ramania; Megawati, Neni
Journal Education for All: Media Informasi Ilmiah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Vol 13 No 2 (2024): December-Journal Education For All
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jefa.v11i2.51703

Abstract

Pendidikan adalah salah satu hal yang fundamental dan telah menjadi kebutuhan bagi seluruh masyarakat. Ketiadaan akses informasi dan teknologi untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman menjadikan mereka tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya adalah akses terhadap pendidikan.Program Kampus Mengajar yang diluncurkan Kemdikbud diharapkan akan menjadi salah satu solusi terkait permasalahan keterbatasan akses pendidikan di wilayah 3T. Penelitian mengenai dampak dari implementasi Merdeka Belajar Program Kampus Mengajar di Wilayah 3T dimana program Kampus Mengajar telah dilaksanakan dari tahun 2021 sampai tahun 2022 ini sudah memasuki Angkatan ke-4. Jenis Penelitian adaah Literatur Review. Teknik Pengumpulan data wawancara dengan teknik kepada 10 di anggap cocok untuk dijadikan Narasumber, Pengumpulan data juga dengan mengumpulkan berbagai literatur yang sesuai baik dalam bentuk teks tertulis maupun soft copy. Data dianalisis dan di reduksi dari berbagai informasi yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian ada 2 dampak dari Implementasi kamppus mengajar yaitu Dampak Positif dan Dampak Negatif.
TRADISI INJAK TELUR DALAM ADAT PERNIKAHAN SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT SUKU JAWA Ira Sefi Andini; Mei Nita Simanihuruk; Mahfuzi Irwan
Journal Education for All: Media Informasi Ilmiah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Vol 13 No 2 (2024): December-Journal Education For All
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jefa.v13i2.65357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan fungsi tradisi injak telur dalam adat pernikahan masyarakat Suku Jawa sebagai bentuk komunikasi budaya dan pendidikan sosial. Tradisi ini melibatkan prosesi di mana mempelai laki-laki menginjak telur hingga pecah, diikuti oleh mempelai perempuan yang membersihkan kakinya. Simbolisme tradisi ini mencakup harapan akan kelahiran keturunan, kerja sama dalam membangun rumah tangga, dan keharmonisan hubungan suami-istri. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan analisis deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumen, hasil wawancara, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi injak telur tidak hanya menjadi bagian penting dari adat pernikahan, tetapi juga berfungsi sebagai media pendidikan sosial yang mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab, saling menghormati, dan komunikasi efektif dalam keluarga. Selain itu, tradisi ini telah meluas dari Pulau Jawa ke berbagai wilayah di Indonesia, menunjukkan adaptasi budaya dalam masyarakat multietnis. Temuan ini mempertegas peran tradisi sebagai sarana komunikasi dan pendidikan yang relevan dalam kehidupan masyarakat modern
ANALISIS EMPIRIS FAKTOR PENDIDIKAN DAN SOSIAL EKONOMI YANG MEMBENTUK USAHA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA SELAMA PENDIDIKAN TINGGI Ernita
Journal Education for All: Media Informasi Ilmiah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Vol 13 No 2 (2024): December-Journal Education For All
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jefa.v13i2.65358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris faktor-faktor pendidikan dan sosial ekonomi yang memengaruhi mahasiswa dalam membentuk usaha kewirausahaan selama masa pendidikan tinggi. Studi ini dilakukan di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan, dengan fokus pada mahasiswa Angkatan 2020yang menjalankan usaha sambil kuliah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan 48 responden sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa angket yang telah diuji validitasnya menggunakan rumus product moment dan reliabilitasnya menggunakan rumus alpha. Analisis data dilakukan dengan uji kecenderungan dan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecenderungan faktor-faktor yang memengaruhi mahasiswa mendirikan usaha berada pada kategori tinggi sebesar 20,83%, kategori sedang sebesar 66,66%, dan kategori rendah sebesar 12,50%. Temuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana pendidikan dan faktor sosial ekonomi berkontribusi terhadap motivasi mahasiswa dalam mengembangkan usaha selama menempuh pendidikan tinggi, sekaligus memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung kewirausahaan mahasiswa.
Gambaran Kebiasaan Makan Pagi Sebagai Faktor Risiko Status Gizi Pada Remaja Adelina Irmayani Lubis; Siti Maisyaroh Fitri Siregar
Journal Education for All: Media Informasi Ilmiah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Vol 13 No 2 (2024): December-Journal Education For All
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jefa.v13i2.65360

Abstract

Makan pagi merupakan makanan penting yang memberikan energi pada remaja untuk memulai hari. Makan pagi memiliki peran untuk aktivitas, fungsi kognitif, emosional, dan fisik remaja. Kebiasaan tidak makan pagi cenderung memicu konsumsi makanan jajanan tidak sehat seperti makanan cepat saji dan cemilan tinggi kalori yang berkontribusi gizi lebih. Penelitian bertujuan mengetahui kebiasaan makan pagi pada remaja sebagai faktor risiko status gizi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 61 remaja. Pengumpulan data dengan teknik random sampling menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data kebiasaan makan pagi dan alasan tidak makan pagi pada remaja. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 82% remaja memiliki kebiasaan makan pagi yang tidak baik yaitu tidak pernah atau kadang-kadang saja makan pagi dalam seminggu. Sekitar 52% remaja tidak makan pagi karena alasan terburu-buru berangkat pagi ke sekolah, 22% remaja dengan alasan tidak menyukai makanan di pagi hari serta 14 % dan 12 % remaja dengan alasan merasa malas untuk makan pagi dan merasa mual jika makan di pagi hari. Edukasi pada remaja dan orangtua tentang pentingnya sarapan sehat dan peran orangtua dalam menyediakan makanan sehat sangat penting. Sekolah juga memiliki peranan dalam menyediakan akses terhadap sarapan bergizi yang mudah diakses bagi remaja di lingkungan sekolah.
Dampak Implementasi Merdeka Belajar Program Kampus Mengajar Di Wilayah 3T Indonesia Nur Andini; Maria Marsela
Journal Education for All: Media Informasi Ilmiah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Vol 13 No 2 (2024): December-Journal Education For All
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jefa.v13i2.65361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membangun motivasi kewirausahaan masyarakat sebagai upaya strategis dalam meningkatkan perekonomian melalui pendidikan nonformal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur, yang menganalisis berbagai jurnal dan buku sebagai sumber utama data. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah sumber-sumber relevan yang mendukung analisis teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kewirausahaan masyarakat dipengaruhi oleh minat, kesadaran akan peluang usaha, dan dukungan pendidikan nonformal. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam memulai dan mengembangkan usaha, seperti keterbatasan akses modal, keterampilan, dan jaringan pemasaran. Evaluasi terhadap peran pendidikan nonformal mengungkapkan pentingnya program-program pelatihan yang berbasis kebutuhan lokal untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan masyarakat secara berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk pengembangan kebijakan dan program pendidikan nonformal yang lebih efektif dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Implementasi Merdeka Belajar Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Nonformal pada Daerah Tertinggal Aulia Rusnaini Hasibuan; Ariana
Journal Education for All: Media Informasi Ilmiah Bidang Pendidikan Luar Sekolah Vol 13 No 2 (2024): December-Journal Education For All
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jefa.v13i2.65363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi merdeka belajar dalam meningkatkan mutu pendidikan nonformal di daerah tertinggal. Penelitian yang dilakukan menggunakan Dimana dalam hal ini, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan penelitian deskriptif dan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka (studi literatur). Studi literatur merupakan bentuk penelitian yang dilakukan melalui penelusuran-penelusuran dengan membaca berbagai sumber baik buku, jurnal, dan terbitan-terbitan lain yang berkaitan dengan topik, isu atau permasalahan yang ada. Pendidikan nonformal di daerah tertinggal merupakan suatu bentuk pendidikan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, hal ini berbeda dengan konsep pendidikan yang diminati di kota - kota besar. Dalam hal ini masyarakat desa tertinggal menyesuaikan kondisi mereka dengan pendidikan dalam arti kata mereka tidak akan meninggalkan identitas kepribadian mereka dan budaya mereka. Harus diakui bahwa dalam merdeka belajar kita tidak boleh membatasi hak akan pendidikan bagi seluruh masyarakat atau warga belajar, akan tetapi yang harus dipertimbangkan adalah bahwa tidak semua masyarakat memiliki kemampuan yang sama, baik kemampuan akademik maupun sosial ekonominya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6