cover
Contact Name
Wahyuning Tiyas
Contact Email
wahyuningtiyas@untirta.ac.id
Phone
+6282134441515
Journal Mail Official
jurnalmatra@untirta.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/matra/about/editorialTeam
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Matra
ISSN : -     EISSN : 28092775     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Musik Tari Teater dan Rupa MATRA: Jurnal Musik Tari Teater & Rupa adalah jurnal peer-review yang diterbitkan pada bulan Januari dan Juli. Isi jurnal dikelola oleh Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Untirta. MATRA menyediakan ruang bagi akademisi, profesional, peneliti, dan seniman untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan berdasarkan hasil penelitian dan kreasi seni musik, Tari, Teater, Rupa, dan bidang sejenis lainnya.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022)" : 8 Documents clear
Bentuk Penyajian Tari Kreasi Bandrong Ing Cilegon Di Sanggar Duta Seni Ks Kota Cilegon Banten Ira Saputri; Fuja Siti Fujiawati,; Alis Triena Permanasari
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBanten's cultural treasures have diversity that comes from community arts, one of which is the Bandrong Ing Cilegon Creation Dance which originates from Bandrong silat. The purpose of this study is to describe how the form of presentation of the Bandrong Ing Cilegon Dance is seen in terms of motion, musical accompaniment, costumes, make-up and venue. This research method uses an ethnochoreological approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data Analysis Techniques consist of data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the research show that the Form of Presentation of the Bandrong Ing Cilegon Dance has no doubt the developmental movement of the Bandrong Silat which has 15 main movements and movements based on songs. The dance accompaniment consists of drums, trumpets, kecrek, gong angkeb and other percussion instruments, with identical black dress, thick with silat and gold, signifying the glory of Cilegon City, make-up using as well as a venue where performances can be performed. outdoors or indoors.Keywords: Presentation Form, Creative Dance, Bandrong Ing CilegonABSTRAKKhazanah budaya Banten memiliki keanekaragaman yang berasal dari kesenian masyarakat, salah satunya adalah Tari Kreasi Bandrong Ing Cilegon yang bersumber dari Silat Bandrong. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsi bagaimana Bentuk Penyajian Tari Bandrong Ing Cilegon dilihat dari segi gerak, iringan musik, kostum, tata rias dan tempat pertunjukan. Metode penelitian ini mengunakan kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis Data terdiri reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Bentuk Penyajian Tari Kreasi Bandrong Ing Cilegon memiliki unsur gerak pengembangan dari Silat Bandrong yang memiliki 15 gerak pokok dan gerak peralihan. Iringan tari terdiri alat musik kendang, terompet, kecrek, ketuk, gong angkeb dan alat perkusi lainnya, dengan tata busana menggunakan identik berwarna hitam yang kental dengan silat dan emas menandakan kejayaan Kota Cilegon, tata rias menggunakan corrective makeup, serta tempat pertunjukan dapat dilakukan di ruang terbuka atau di dalam ruangan.Kata Kunci: Bentuk Penyajian,Tari Kreasi, Bandrong Ing Cilegon.
Bentuk Penyajian Dan Struktur Gerak Tari Kreasi Dogdog Lojor Di Sanggar Putra Panglipur Kabupaten Lebak-Banten Yeyen Nurhaeni; Alis Triena Permanasari; Hadiyatno Hadiyatno
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe study of Presentation Form and Dance Structure of Dogdog Lojor Creation Dance based on the lack of reference to Dogdog Lojor creation dance. The purpose of this study is to know the presentation form and dance structure of Dogdog Lojor.This study used qualitative descriptive method and conducted in Putra Panglipur Studio Lebak District, Banten. The data collection technique used is by study literature, observation, interviews, and documentation. Data reduction, data presentation, and data deduction is being used for data analysis techniques. And for the validity technique used extension of observation, the observer perseverance, and triangulation. Based on the results of this study, the source of Dogdog Lojor creation dance is from the art of Dogdog Lojor in Lebak District which has a presentation form of movement, music, make-up, costume, and property. The dance movement has a pure and meaningful type of motion, musical accompaniment used tradisional instruments such as kendang, goong, bonang, tilingtit, saron, and angklung. The make-up used a corrective type of make-up. For the custom, they used the characteristic of Baduy. And for the property used Angklung and Dogdog. As for the dance structure of this dance, it has the main type of motion consist of 29 movement motives, and for the transitional consist of one movement motif. The name of this movement is taken from some of the basic movements of the dance and from the dance movements form.Keywords : presentation form and dance structure, Dogdog Lojor ABSTRAKPenelitian Bentuk Penyajian dan Struktur Gerak Tari Kreasi Dogdog Lojor ini dilatar belakangi oleh kurangnya referensi tentang tari kreasi Dogdog Lojor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk penyajian dan struktur gerak tari kreasi Dogdog Lojor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif . Adapun penelitian ini dilakukan di Sanggar Putra Panglipur Kabupaten Lebak. Teknik pengumpulan data meliputi teknik stadi keperpustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penyimpulan data. Dilanjutkan dengan Teknik pemeriksan keabsahan menggunakan perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamat dan tringulasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tari kreasi Dogdog Lojor bersumber dari kesenian Dogdog Lojor yang ada di Kabupaten Lebak yang memiliki bentuk penyajian dengan unsur  gerak, musik, tata rias, busana dan properti. Gerak tarian ini memiliki jenis gerak murni dan gerak maknawi, iringan menggunakan alat musik  tradisional seperti kendang, goong, bonang, tilingtit, saron dan angklung. Tata rias menggunakan jenis riasan korektif. Busana yang digunakan merupakan ciri khas Baduy. properti yang digunakan adalah Angklung dan Dogdog. Adapun struktur gerak pada tarian ini memiliki jenis gerak pokok yang terdiri dari 29 motif gerak dan gerak peralihan terdiri dari 1 motif gerak. Nama gerak ini diambil dari beberapa gerak dasar tari dan dilihat dari bentuk gerak tari.Kata Kunci : Bentuk penyajian dan Struktur gerak, Dogdog Lojor
Fungsi Kesenian Ubrug Mang Cantel Bagi Masyarakat Kampung Prisen Kecamatan Walantaka Kota Serang Banten Uyi Lasmana; Alis Triena Permanasari; Giri Mustika Roekmana
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRACT.Ubrug art is a traditional theater art that has elements of jokes, jokes or commonly referred to as genre comedy.This research aims to describe the function of ubrug traditional theater art for the community.The source of this research data is Ubrug Mang Cantel workshop located in prisen village, Walantaka district, Serang Banten City.The theory used in research is function theory and cultural studies.The method used is a descriptive qualitate method. The collection of research data is conducted with interview techniques, direct observation, documentation and literature studies.From the results of the study found several Functions of Art Ubrug Mang Cantel for the people of Kampung Prisen including as a medium of entertainment and spectacle, Ubrug as an economic media for the perpetrators, as a medium of defense of The Javanese language Serang and Sunda Banten, as a medium of moral planting for and as a media of cultural defense banten.Kata kunci : fungsi, ubrug, teater rakyat banten.
Pelatihan Tari Kreasi Banten Ing Tanah Jawara di Sanggar Seni Rajawali Pandeglang Siti Nurasiah Jamil; Alis Triena Permanasari,; Hadiyatno Hadiyatno
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe Banten Ing Tanah Jawara dance training is a dance training process created by Rajawali Pandeglang art studio for male dancers. The Rajawali Pandeglang art studio was one of the studios in Pandeglang Regency that is active in the dance training and has a fairly good dancing quality, especially for male dancers. This can be seen from the techniques and movements performed by male dancers. This study aims to find out the process of the Banten Ing Tanah Jawara dance training for male members, as well as what factors are supporting and inhibiting the training process. This study used a descriptive method using a qualitative approach and supported by other supporting theories by looking at the training process of the Banten Ing Tanah Jawara creation dance at Rajawali Pandeglang art studio. Data collected  by using observational studies, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was shown that the training process for the creation of Banten Ing Tanah Jawara dance at the Rajawali Pandeglang art studio was held four times gradually, scheduled and systematic, each meeting covering planning, implementation, observation and evaluation, and the supporting factors for the training are the dancers's basic abilities and the trainers's roles, whereas the inhibitin factors in the training process is the discipline of training time.Keywords: Creative Dance Training Process, Creative Dance, Banten Ing Tanah Jawara.ABSTRAKProses pelatihan tari kreasi Banten Ing Tanah Jawara adalah proses pelatihan tari yang dilakukan di sanggar seni Rajawali Pandeglang dan diberikan kepada penari laki-laki. Sanggar seni Rajawali Pandeglang merupakan salahsatu sanggar yang ada di Kabupaten pandeglang yang aktif dalam proses pelatihan tari dan memiliki kualitas kepenarian yang cukup baik terutama bagi penari laki-laki. Hal ini dapat dilihat dari teknik dan pengolahan gerak yang dilakukan penari laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelatihan tari Banten Ing Tanah Jawara bagi anggota laki-laki, serta apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam proses latihan tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta ditunjang dengan teori pendukung lainnya dengan melihat proses pelatihan tari kreasi Banten Ing Tanah Jawara di sanggar seni Rajawali Pandeglang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa proses pelatihan tari kreasi Banten Ing Tanah Jawara di sanggar seni Rajawali Pandeglang dilakukan sebanyak empat kali pertemuan secara bertahap, terjadwal dan sistematis setiap pertemuan meliputi perencanaan,pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, dengan adanya faktor pendukung yakni kemampuan dasar penari dan peran pelatih, serta faktor yang menjadi penghambat dalam proses latihan adalah kedisiplinan waktu latihan. Kata Kunci : Proses Pelatihan, Tari kreasi,  Banten Ing Tanah Jawara
Penggunaan Metode Drill Untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Dalam Bermain Alat Musik Angklung Di Kelas X IPA 2 MAN 1 Kragilan Ahmad Mujahid; Suhaya Suhaya; Rian Permana
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCultural Arts Learning has a goal to grow skills, but found a problem related to skills. This is because the use of learning methods used cannot stimulate students so that students become inactive. The purpose of this study was to stimulate skill's student by using the drill method in playing 'angklung' musical instrument. The method used is the Classroom Action Research (CAR) method, while the design used is the Kemmis and Taggart model which begins with planning, acting, observing and reflecting. The average score achieved in the pre-action was 65.06. In the first cycle, the average score achieved by the students was 71.3. In cycle II the average score achieved by students is 82.6. It can be concluded that the use of the drill method can improve skill's students in playing 'angklung' musical instrument, it can be used as recommendation material in improving student skills. Keywords: Drill Method, Skill, Angklung  ABSTRAKPembelajaran Seni Budaya memiliki tujuan yaitu untuk menumbuhkan keterampilan, namun ditemukan suatu permasalahan yang berkaitan dengan keterampilan. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan metode pembelajaran yang digunakan tidak dapat menstimulasi siswa sehingga siswa menjadi tidak aktif. Tujuan dariopenelitianoini untuk menstimulus meningkatkanoketerampilan siswa denganomenggunakanometodeodrill dalam bermain alat musik angklung. Metodeoyang digunakan adalahometodeoPenelitian TindakanoKelas (PTK), sedangkan desain yang digunakan yaitu model Kemmiso&oTaggart yangodimulai denganorencana (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), refleksi (reflecting). Hasilorata-rata nilaioyang dicapaiopada pratindakanoadalah 65,06. Padaosiklus I, hasil rata – rata nilaioyang dicapaiosiswa adalahosebesar 71,3. Padaosiklus II hasilorata – rata nilai yang dicapaiosiswa adalahosebesar 82,6. Denganodemikianodapat ditarik kesimpulan bahwaopenggunaan metode drill dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam bermain alat musik angklung, hal tersebut dapat dijadikan sebagai bahan rekomendasi dalam meningkatkan keterampilan siswa. Kata Kunci: Metode Drill, Keterampilan, Angklung
Metode John Thompson’s Pada Pembelajaran Piano Di Unity Music School Serang Dandi Adhi Septian; Suhaya Suhaya; Dadang Dwi Septiyan
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTLearning is something that must be taken by a student to complete the achievement in obtaining things that are not known to be known. The scope of this research refers to the learning methods that support piano learning at Unity Music School Serang, Banten Province. The learning method in question is the piano learning method in the realm of song repertoire, namely the method of John Thompson's Modern Course for the Piano series. This piano learning method has a grade in each class taught by piano students at Unity Music School Serang. In addition to knowing the extent of the piano learning process at Unity Music School Serang using John Thompson's method, The researcher also attempts to analyze John Thompson's method in the realm of song repertoire, The presentation is in the form of song analysis items and steps in using John Thompson's method at Unity Music School Serang. Thus, the discussion in this study refers to the overall method of John Thompson's which is packaged in descriptive qualitative research. Keywords: Piano Learning, John Thompson’s Methods, Song Repertoire, AnalysisABSTRAKPembelajaran merupakan hal yang harus ditempuh seorang siswa untuk menuntaskan ketercapaian dalam memperoleh hal-hal yang tidak diketahui menjadi diketahui. Pada lingkup penelitian ini mengacu pada metode pembelajaran yang menunjang dalam pembelajaran piano di Unity Music School Serang Provinsi Banten. Metode pembelajaran yang dimaksud yaitu metode pembelajaran piano dalam ranah pembendaharaan lagu, yaitu metode John Thompson’s seri Modern Course for the Piano. Metode pembelajaran piano ini memiliki tingkat pada setiap kelas yang diampu oleh siswa piano di Unity Music School Serang. Selain mengetahui sejauh mana proses pembelajaran piano di Unity Music School Serang dengan metode John Thompson’s, peneliti juga berupaya menganalisis metode John Thompson’s dalam ranah pembendaharaan lagu, sajiannya berupa butir analisis lagu dan langkah-langkah dalam menggunakan metode John Thompson’s di Unity Music School Serang. Dengan begitu pembahasan pada penelitian ini mengacu pada keseluruhan metode John Thompson’s yang dikemas dalam penelitian kualitatif secara deskriptif.Kata Kunci: Pembelajaran Piano, Metode John Thompson’s, Pembendaharaan Lagu, Analisis
PROSES PEMBELAJARAN SENI TRADISIONAL CALUNG DI SANGGAR PANGHEGAR MANAH KABUPATEN PANDEGLANG Septian Malik Ibrahim; Suhaya Suhaya; Syamsul Rizal
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh pengaruh tranformasi budaya yang menyebabkan semakin tergerusnya nilai-nilai tradisional, hal ini menjadi salah satu ancaman bagi eksistensi seni tradisional baik dibidang musik atau yang lainnya. Hal ini diperkuat dengan hasil di lingkungan masyarakat yang menunjukkan kepopuleran alat musik tradisi barat / modern lebih populer dibanding alat musik tradisional, seperti Calung. Akibat rendahnya kepopuleran seni tradisional calung, menjadikan alat musik tradisional menjadi kurang dikenal dan kurang diminati. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembelajaran dan hasil dari proses pembelajaran seni tradisional calung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa di sanggar Panghegar Manah. Teknik pengumpulan data yang digunakan, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini melibatkan 4 kegiatan yaitu apersepsi, pembukaan, inti dan penutup. Kemudian untuk hasil dari proses pembelajaran seni tradisional calung yaitu  bisa menambah skill dan kemampuan siswa dalam memainkan kesenian calung. Kata Kunci:  Proses Pembelajaran, Seni Tradisional Calung, Sanggar Panghegar ManahFauzan, R., & Nashar, N. (2017). “Mempertahankan Tradisi, Melestarikan Budaya” (Kajian Historis dan Nilai Budaya Lokal Kesenian Terebang Gede di Kota Serang). Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah, 3(1), 1. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v3i1.2882Fitriani, Y. (2015). Kontribusi Seni Calung Wisanggeni Terhadap Perkembangan Pariwisata Di Kabupaten Purbalingga. Skripsi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri yogtakarta.Juliansyah, J., Syam, C., & Indrapraja, D. K. (2016). Kajian Etnomusikologi Alat Musik Alo’ Galing di Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 5(2), 1–11.Lubis, Zulkifli B. (2005). Kanalisasi Ketegangan Etnik dan Kompetisi Budaya dalam Sektor Publik. Jurnal Antropologi Sosial Budaya ETNOVISI, Vol. I, 2005, Medan: USUMoleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rosda.Simeon, J. J. C. (2015). The U9 Xylophone : An Innovation in Music Classroom Teaching. Wacana Seni Journal of Arts Discourse, 14, 147–165.Rustaman, N. (2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Inperial Bakti UtamaSagala, Syaiful. (2010). Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.Sugiono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, R&D. Bandung: Alfabeta.Somawijaya, A. (1996). Khasanah Musik Bambu. Laporan Penelitian Dosen STSI Bandung: Tidak Diterbitkan._______. (2003). Orkestra Musik Bambu AWI SADA, Thesis, ISI Yogyakarta, hal.1-2.Upandi, Pandi. 2009. Metode Pembelajaran Kliningan Kawih Dan Gending Pirigannya. Bandung: STSI Press.Zahrotul, F., & Rachman, A. (2020). Aransemen Vokal Sebagai Identitas O.K Congrock 17 di Semarang. Gondang : Jurnal Seni Dan Budaya, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.24114/gondang.v4 i1.17951
Penyajian Teater Tutur Maca Syekh Pada Masyarakat Kampung Keluncing Kecamatan Kasemen Kota Serang Banten Pahruji Pahruji; Suhaya Suhaya; Giri Mustika Roekmana
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBanten is a province that has the same arts family as West Java. The people of Banten have one type of spoken theatrical art. The oral theater in Banten is the traditional theater of maca sheikh, a traditional art that will later show the characteristics and identity of art among people in other areas. This study uses a qualitative research method with a grounded theory approach that is based on a systematic procedural approach that performs abstract analysis with the hope that this analysis can create certain theories in order to explain phenomena more specifically. This research will also describe the results of the research in a narrative manner, and the data collection uses 3 stages, namely: (1) observation, (2) interviews and (3) documentation. From the results of the study, it can be concluded that in the presentation of the traditional speech theater, there are important elements in the performing arts, namely: (1) actors, (2) audiences, and (3) place. In this case, the maca sheikh tradition in Banten can be categorized as one of the types of oral theater performances owned by the people of Banten and makes it a distinctive traditional performing art owned by the people of Banten.Keywords: performing arts, oral theater, and maca sheikh. ABSTRAKBanten merupakan suatu Provinsi yang memiliki kesenian satu rumpun dengan Jawa Barat. Masyarakat Banten mempunyai salah satu jenis kesenian teater tutur yang di lisankan. Teater tutur yang terdapat di Banten adalah teater tradisi maca syekh, suatu kesenian tradisi yang nantinya akan menunjukan karakteristik dan identitas kesenian antar masyarakat yang berada di daerah lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory yang berpijak pada pendekatan secara prosedural sistematis yang melakukan analisis abstrak dengan harapan analisis tersebut yang dapat menciptakan teori tertentu agar dapat menjelaskan fenomena secara lebih spesifik. Penelitian ini juga akan banyak mendeskripsikan hasil  penelitian secara naratif, serta pada pengumpulan datanya menggunakan 3 tahapan yaitu : (1) observasi, (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa di dalam penyajian teater tutur trdisi maca syekh terdapat unsur-unsur penting dalam seni pertunjukan yaitu: (1) pelaku, (2) penonton, dan (3) tempat. Dalam hal tersebut maka tradisi maca syekh yang ada di Banten dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis seni pertunjukan teater tutur yang dimiliki oleh masyarakat Banten dan menjadikannya suatu seni pertunjukan tradisi yang khas yang dimiliki oleh masyarakat Banten.Kata kunci: seni pertunjukan, teater tutur, dan maca syekh.

Page 1 of 1 | Total Record : 8