cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016): APRIL 2016." : 6 Documents clear
Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan pada jarak tanam yang berbeda Ayuningsih Ria Sapitri; Nunik Cokrowati; Rusman .
Depik Vol 5, No 1 (2016): APRIL 2016.
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.1.3843

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to determine the best planting space on the growth of regenerated tissue culture Kappaphycusalvarezii. The completely randomized design (CRD) was utilized in this study, thre treatment was four different planting spaces; P1: 15cm, P2: 20 cm, P3: 25 cm, and P4: 30 cm with initial weight of 100g/hill. Every treatment has four replicates (four rafts). The data were subjected to one way of analysis of variance (ANOVA) at 5% of error levels and followed by Least Significant Difference (LSD) test. The Anova test showed that planting space gave a significant affect on weight gain and growth rate where the best planting space was 25 cm with weight gain and growth rate of 331.4 g and 4.87% perday, respectively. Keywords: K.alvarezii;space; tissue culture regenerated;growth;photosynthesis Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jarak tanam optimum untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan menggunakan bibit hasil kultur jaringan dengan jarak tanam yang berbeda yakni P1: jarak tanam 15cm , P2: jarak tanam 20 cm, P3: jarak tanam 25 cm, dan P4: jarak tanam 30 cm dengan berat awal 100 g/rumpun, masing-masing perlakuan dengan empat kali ulangan pada 4 rakit. Data penelitian yang diperoleh, ditabulasi menggunakan Microsoft excel dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%, kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut (P0,05), dimana jarak tanam terbaik adalah 25 cm dengan pertambahan bobot 331,4 g dan laju pertumbuhan 4,87% per hari.Kata Kunci: K. alvarezii; Jarak tanam; kultur jaringan; pertumbuhan; fotosintesis
Analisis pengaruh faktor kualitas air terhadap resiko penyakit white spot syndrome virus (wssv) pada udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen Zulpikar Zulpikar; Teuku Reza Ferasyi; Sugito Sugito
Depik Vol 5, No 1 (2016): APRIL 2016.
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.1.3753

Abstract

Abstract. Research on water quality that influence the risk of White Spot Syndrome Virus (WSSV) in vannamei (L vannamei) shrimps in Peudada Subdistrict of Bireuen District has been done. This research was conducted on October 16 until December 12, 2014 which aimed to study the effects of water quality on the risk of WSSV disease on vannamei shrimpsover 100 fishponds in Peudada Subdistricts. The results showed that 6 % of vannamei fishponds were infecetd by WSSV. Salinity and water resources were statistically significant on the WSSV ( P 0.05) over infected fishponds. Penelitian tentang pengaruh kualitas air terhadap resiko penyakit White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada udang vannamei (Lvannamei) di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan pada 6 Oktober hingga 12 Desember 2014 dengan tujuan mengetahui pengaruh faktor kualitas air terhadap tingkat infeksi WSSV pada udang vannamei di tambak dalam kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Sampel air dan tambak udang diambil dari 100 tambak udang vannamei di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Sampel air dan udang diambil dari setiap tambak. Dari hasil kajian ditemukan bahwa sejumlah 6% tambak terinfeksi WSSV. Sementara itu dari hasil pemeriksaan kualitas air menunjukkan bahwa salinitas dan sumber air berpengaruh terhadap infeksi WSSV (P0.05).Kata kunci: udang vannamei; WSSV; salinitas; infeksi; prevalensi
Pencemaran merkuri di perairan dan karakteristiknya: suatu kajian kepustakaan ringkas M. Adlim
Depik Vol 5, No 1 (2016): APRIL 2016.
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.1.3968

Abstract

Abstract. The issue of mercury pollution in Aceh waters, Indonesiadue to gold mining activities hasbeen a polemic in local media and Aceh Local Government and the communities have much concern on this case. The impact of mercury pollution in the Teunom and Tangse (Aceh)rivers was often assumed that it has similarity with Minamatapollution in Japan. This article intends to enlighten the characteristic mercury either as elements or compounds including methyl mercury which is highly toxic. Gold mining using elemental mercury is poorly soluble in water, the solubility is only 0.06 g per ton of mercury but the solubility can increase indark the sea-bed and ina lot of dissolved oxygen. Based on the properties of solubility, it is understood that the mercury levels in the Teunom and Tangse rivers still below the tolerance limit, but the gold mining activities still bringsthe risk of environmental damage especially inadequate supervision. Many researchers were trying to prove the natural conversionfrom mercury into methyl mercury (biomethylation) but they usedthe salt instead of the elemental mercury in their experiments. Methyl mercury is found in nature, but the process mercury conversion into methyl mercury compound is still controversial and it has not obtained adequate evidence for the natural alteration,therefore gold pollution which is due to releasing elemental mercury into environment might not be analogue to Minamata case.Keywords: Aceh; Methyl-mercury; Minamata; Mining; Gold Abstrak. Informasi pencemaran merkuri di perairan Aceh dan kaitannya dengan aktivitas pertambangan emas telah menjadi polemik sehingga menjadi perhatian Pemda Aceh dan Masyarakat. Dampak pencemaran merkuri di Sungai Teunom dan Tangse sering dianalogikan dengan kasus pencemaran merkuri di teluk Minamata, Jepang. Artikel ini bermaksud memberi pencerahan kharakteristik merkuri baik sebagai unsur maupun sebagai senyawa seperti metil merkuri yang sangat beracun. Penambangan emas menggunakan unsur merkuri yang sukar larut dalam air, kelarutannya hanya 0,06 g per ton unsur merkuri  namun kelarutannya dapat meningkat jika di dasar laut yang gelap dan banyak oksigen terlarut. Berdasarkan sifat kelarutannya, dapat dipahami bahwa kadar merkuri di Sungai Teunom masih di bawah batas toleransi, namun aktivitas penambangan emas tetap saja memiliki resiko kerusakan lingkungan apalagi jika tidak mendapat pengawasan yang memadai. Banyak peneliti berusaha membuktikan perubahan merkuri menjadi metil merkuri (biometilasi) tetapi mereka menggunakan garam merkuri dan bukan unsur merkuri dalam ekperimen mereka. Metil merkuri memang ditemukan di alam tetapi proses perubahan dari senyawa merkuri menjadi metil merkuri masih diperdebatkan dan belum diperoleh bukti yang kuat perubahan dari unsur merkuri menjadi metil merkuri dalam air sehingga di Peraian Aceh belum tentu tercemar metil merkuri sebagaimana kasus Minamata.Kata kunci: Aceh; metil-merkuri; minamata; penambangan; emas
Pendugaan tingkat pemanfaatan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Prigi, Jawa Timur Agus Setiyawan
Depik Vol 5, No 1 (2016): APRIL 2016.
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.1.3831

Abstract

Abstract. Skipjack fishing activity in Prigi waters mostly used purse seine and troll line. The aims of the research was to determinate the utilization rate of skipjack. Catch per Unit Effort (CPUE), Maximun Sustainable Yield (MSY), and IMP were calculated from primary data of ship log book and secondary data were the statistic report of PPN Prigi from year 2000 - 2011. The research was conducted frm Februari to Nopember 2013.  The result showed that fishing season occurred on June to July and from September to November, where the peak season at September with Effort value (EMSY)  was 245 trip/year and number of catch sustainable (hMSY) was 1.219 ton/year. The highest Estimation of Utilization rate (196.98%) was occurred on 2002, while the lowest (73.54%) was recorded on 2011. In addition the average value was 106% indicate the overfishing, therefore it is crucial to plan the sustainable fisheries management in relation to protect the skipjack fishery in Prigi waters.Keywords: Utilization Rate; Skipjack; Prigi Waters Abstrak. Kegiatan penangkapan ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Prigi, sebagian besar menggunakan alat tangkap pukat cincin dan pancing tonda.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemanfaatan ikan cakalang. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Fisheries (MSY), dan Indeks Musim Penangkapan didapatkan dari data primer berupa log book kapal dan data sekunder berupa data statistik Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi dari tahun 2000 - 2011. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Nopember tahun 2012. Hasilnya menunjukkan bahwa Pola Musim Penangkapan terjadi pada bulan Juni – Juli dan September – Nopember, musim puncak penangkapan terjadi pada bulan September dengan nilai effort lestari (EMSY) sebesar 245 trip/tahun dan total hasil tangkapan lestari (hMSY) sebesar 1.219 ton/tahun. Hasil pendugaan terhadap tingkat pemanfaatan menunjukkan hasil tertinggi dengan nilai sebesar 196,98% pada tahun 2002, sedangkan nilai terendah sebesar 73,54% pada tahun 2011. Dari data menunjukkan rata – rata nilai tingkat pemanfaatan sebesar 114,9%. Diduga telah terjadi upaya penangkapan yang berlebih, jadi dibutuhkan rencana pengelolaan perikanan yang berkelanjutan untuk menjaga perikanan cakalang di Perairan Prigi.Kata Kunci: Tingkat Pemanfaatan; Cakalang; Perairan Prigi
Kajian kesesuaian lingkungan untuk pengembangan wisata di Pantai Ganting, Pulau Simeulue, Provinsi Aceh Herdiana Mutmainah; Gunardi Kusumah; Try Altanto; Koko Ondara
Depik Vol 5, No 1 (2016): APRIL 2016.
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.1.3844

Abstract

Abstract. Simeulue Island is situated Indian Ocean in western part of Aceh Province, this is one of the outer island in Indonesia. Simeulue has big potency in marine resources such as  clean waters and beautiful beach, coral reefs and mangrove ecosystems. Therefore, Simeulue is very promising as an ecotourism destination. The objective of present study was to evaluate the condition of the water quality and the potency for a marine ecotourism development. The feasibility study was conducted on August in Ganting Beach, Village of Kuala Makmur, Simeulue Island. The purposive random sampling method was used to determine twelve sampling stations. The measured water quality parameters were pH, temperature, salinity, turbidity, dissolved oxygen, brightness, BOD5, odors, oil and debris. These parameters were analyized and mapped using software ODV, and then compared to the sea water quality standard for marine tourism as well as the characteristics of the coast to the suitability index of recreational area. The results showed that the water quality of Ganting Beach is very suitable for recreational activities (index 77, category S1)  andit is suitable for swimming and also for boating tourism activities, banana boats and jet skis (index 16, category S2).Keywords: water quality; marine tourism; Ganting Beach Abstrak. Pulau Simeulue, merupakan salah satu pulau terdepan sebelah barat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan terletak di Samudera Hindia.Simeulue memiliki potensi sumberdaya laut yang besar, diantaranya perairan yang besih dan jenih, pantai yang indah, terumbu karang dan hutan bakau, sehingga sangat berpotensi untuk dikembang menjadi tujuan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi kualitas perairan dan potensi kesesuaian wisata Pulau Simeulue.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 bertempat di Pantai Ganting, Kelurahan Kuala Makmur, Kabupaten Simeulue. Sebanyak 12 lokasi pengambilan sampel kualitas air ditetapkan secara purposive random sampling. Kualitas air yang diukur meliputi; pH, suhu, salinitas, kekeruhan, oksigen terlarut, kecerahan, BOD5, bau, lapisan minyak dan sampah. Data tersebut kemudian dipetakan dan dianalisis menggunakan software Ocean Data View (ODV), kemudian dibandingkan dengan baku mutu air laut untuk wisata bahari serta karakteristik pantai untuk indeks kesesuaian kawasan wisata rekreasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Pantai Ganting sangat sesuai untuk kegiatan rekreasi dan berenang (indeks 77, kategori S1) dan sesuai untuk kegiatan wisata berperahu, banana boat dan jet ski (indeks 16, kategori S2).Kata kunci:kualitas perairan; wisata bahari; Pantai Ganting.
Kontaminasi senyawa poliklorobifenil (PCB) pada kerang hijau, Perna viridis dari Teluk Jakarta Edward Edward
Depik Vol 5, No 1 (2016): APRIL 2016.
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.1.3967

Abstract

The objective of this research was to examine the contamination level of polychlorinated biphenyl compound in green mussels. Green mussels samples were collected in Jakarta Bay in March 2013. Polychlorinated biphenyl level were quantified by gas chromatography HP 5880 series II completely with Electron Capture Detector (ECD). The levels of polychlorinatedbiphenyl in small size mussels was 0.846 ppb, in medium size mussels was 0.854 ppb, and in biger size mussels was 2.018 ppb. These levels were lowercompared to the safe threshold value for seafood which in 2,000 ppb. Therefore the green mussels from Jakarta Bay is safe to consumpt. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kontaminasi senyawa polikloro bifenil dalam kerang hijau. Contoh kerang hijau dikumpulkan di Teluk Jakarta pada bulan Maret 2013. Kadar polikloro bifenil diukur  dengan alat kromatografi gas HP 5880 series II, yang dilengkapi dengan detektor penangkap elektron (ECD). Kadar polikloro bifenil dalam kerang hijau ukuran kecil adalah 0,846 ppb, kerang ukuran sedang adalah 0,854 ppb dan kerang ukuran besar adalah 2,018 ppb. Kadar ini masih rendah bila dibandingkan dengan nilai ambang batas aman untuk makanan hasil laut yakni 2000 ppb. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat apakah kerang hijau di Teluk Jakarta ini masih aman untuk dikonsumsi. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2016 2016