cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalrhizome@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora
Published by Actual Insight
ISSN : 27764850     EISSN : 27755851     DOI : https://doi.org/10.56393/rhizome.v1i1.28
Rhizome: Jurnal Kajian Ilmu Humaniora adalah jurnal penelitian yang bergerak sebagai jaringan akar keilmuan yang merambah di bidang ilmu-ilmu humaniora, termasuk di bidang antropologi, linguistik, seni klasik & kontemporer, sosial-politik, tradisi lisan, filologi, sastra. Rhizome menyediakan ruang kajian bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini juga mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): Juli" : 5 Documents clear
Nilai Kesukarelaan dalam Mengantisipasi Bencana Alam sebagai Bentuk Penerapan Sila Kedua Pancasila Jayadi, Naura Lathifah; Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i2.230

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menelaah nilai kesukarelaan yang dilakukan warga negara dalam mengantisipasi bencana alam. Nilai kesukarelaan itu menjadi bentuk penerapan konkret dari Pancasila. Fenomena bencana alam yang terjadi di Indonesia dihadapkan pada tantangan agar warga negara terlibat dan bertindak dengan semangat kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur. Peneliti berupaya mendeskripsikan nilai kesukarelaan dalam peristiwa bencana. Temuan penelitian memuat dua hal ini, yaitu pertama, landasan nilai kesukarelaan didasarkan pada sila kedua Pancasila yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab. Temuan kedua, adanya bentuk penerapan nilai kesukarelaan dengan prinsip-prinsip  penanggulangan  bencana yang dilakukan dengan cepat dan tepat. Respon cepat dan tepat pada saat terjadi bencana dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui BPBD dengan mendirikan posko pengendali yang memiliki tugas  pokok  mengarahkan,  dan    dalam  koordinasi  dengan  pihak  lain,  seperti  Dinas  Sosial, Kesehatan,  Polisi,  TNI,  Organisasi  Masyarakat,  Lembaga  Swadaya  Masyarakat  terlibat  aktif  dengan  berbagai  upaya  untuk  evakuasi,  pertolongan,  pemenuhan kebutuhan dasar dan pencarian orang.
Peran Pancasila dalam Menumbuhkan Nasionalisme bagi Warga Negara Indonesia Zainab, Meisya Siti; Dewi, Dinie Anggraeni
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i3.231

Abstract

Pancasila dianggap sesuatu yang sakral sehingga warga negaranya pun harus hafal dan paham makna dari Pancasila itu sendiri. Warga negara Indonesia perlu  melakukan penghayatan dan pengamaan nilai-nilai luhur Pancasila untuk kelestarian dan kesaktian pancasila, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti Pancasila sebenarnya dan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian dengan bahasan peran Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme bagi warga negara Indonesia dilakukan dengan pendekatan deskriptif. Temuan penelitian, pertama peran Pancasila lebih pada bentuk-bentuk pengajaran yang materi didominasi oleh hal-hal yang berkaitan dengan nasionalisme. Dengan pengajaran, kesadaran warga negara bisa terbentuk terutama dalam bentuk konseptual.  Penulis ingin menggambarkan dan memaparkan fakta yang ada di lapangan. Kedua, peran Pancasila didasarkan pada kemanusiaan yang beradab sebagai basis dialog moralitas. Dengan adanya dialog moral, relasi antar warga negara bisa terjadi keakraban yang didasarkan pada nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan.
Pemilihan Umum 2020 dan Covid-19 Dalam Perspektif Program Riset Andriani, Nini
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i2.421

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak penyelenggaraan Pemilu 2020 yang telah dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19. Upaya menganalisis program riset terkait solusi penanganan terhadap dampak pelaksanaan Pemilihan Umum di tahun 2020 dalam perspektif Imre Lakatos. Hasil penelitian menemukan bahwa hard core atau kerangka kerja merupakan bagian yang terdiri atas hipotesis teoritis umum yang berguna untuk membentuk dasar teori ilmiah dan membentuk ciri khas dari suatu program riset. Oleh karena itu, kerangka ini termasuk ke dalam heuristik negatif. Perkembangan maupun perubahan metodologis yang mungkin muncul tidak akan dapat membantah atau memodifikasi isi dari inti pokok, sehingga akan terlindungi dari ancaman falsifikasi. Maka, ada beberapa poin dalam penelitian ini yang dikaitkan pada dampak penyelenggaraan Pemilu 2020 dalam masa pandemi Covid-19 yang berperan sebagai hard core dalam program riset ini, yaitu:pertama, pandemi Covid-19 memberikan pengaruh terhadap sektor pemerintahan. Kedua, perencanaan Pemilihan Umum 2020 yang dijadwalkan menuai kontra dari masyarakat. Ketiga, penyelenggaraan Pemilihan Umum 2020 menimbulkan masalah ketidakadilan.
Kajian Relasional antara Pandemi Covid-19 dengan Sains dan Agama Dalam Paradigma Ilmu Arois, Shohibul
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i3.424

Abstract

Studi ini mengkaji hubungan agama, sains, dan Covid-19 dalam perspektif sosial-agama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data deskriptif. Pengumpulan data yang ditempuh dalam penelitian ini dengan melakukan studi kepustakaan, sumber data penelitian berasal dari sumber-sumber yang telah terkumpul dari perpustakaan. Hasil penelitian yaitu, pertama, kajian relasional mengenai Covid-19 dan agama dan sains, adalah dengan meletakkan kembali kehidupannya pada nilai-nilai agama, sehingga religiusitas dapat menjadi benteng dalam meredam kegaduhan di masyarakat. Agama menjadi penting karena memiliki paradigma keilmuan untuk memberikan langkah praktis dalam menangani Covid-19 dengan menjelma dalam nilai spiritualitas dalam membendung kepanikan masyarakat. Paradigma keilmuan dalam sains memberikan kejelasan secara ilmiah untuk memaknai tanggung jawab dengan lebih dalam sehingga pemecahan permasalahan wabah. Maka, menanggapi pandemi Covid-19 ini diperlukan sebuah paradigma keilmuan untuk mengantisipasi Covid-19 yang dapat bermutasi. Rekomendasi penelitian bahwa masyarakat perlu penyesuaian dengan kebijakan baru dengan melihat situasi kondisi terkini.
Keinginan Papua untuk Memisahkan Diri dari Indonesia Kaitannya dengan Kemanusiaan Salwia, Salwia
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i2.458

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji alasan Papua ingin memisahkan diri dari Indonesia. yang dibahas dengan pemikiran Paul Feyerabend. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci, dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi. Hasil penelitian ini yaitu bahwa sejak Papua menjadi bagian dari NKRI, sebagian penduduk Papua merasa kurang puas karena secara fakta mereka masih marginal dan miskin. Ketidakpuasan secara ekonomis itu menjadi faktor kemunculannya semangat Papua untuk memerdekan diri. Pemerintah Pusat dinilai gagal dalam membangun kesejahteraan di Papua, dan diadakannya Operasi Militer oleh Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk mengatasi pemberontakan separatisme. Sudut pandang Paul Feyerabend menentang otoritas dan organisasi hierarkis dalam melakukan hubungan dalam menjaga taraf kemanusiaan. Banyak faktor yang membuat Papua tidak bebas untuk melakukan sesuatu dan serta ada tekanan karena perlakuan diskriminasi yang ditimbulkan dari masyarakat Indonesia itu sendiri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5