Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

OOPTIMALISASI SISTEM ZONASI DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI SMAN 17 MAKASSAR: ANALISIS DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN Salwia, Salwia; Nurlela, Nurlela; Hidayat, Ahmad
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 19, Nomor 2 (Oktober 2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v19i2.66204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak dari diterapkannya sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru terhadap kualitas pendidikan di SMAN 17 Makassar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian terdiri dari guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penerimaan peserta didik baru melalui sistem zonasi telah berjalan optimal, terdapat penurunan signifikan dalam kualitas pedidikan terutama dalam aspek prestasi, karakter, dan moralitas. Peserta didik yang diterima melalui sistem ini cenderung memiliki kemampuan kognitif dan motivasi belajar rendah sehingga menyulitkan guru dalam proses pembelajaran. Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekolah mengimplementasikan kelas kejuruan di bidang kedokteran, kedinasan, dan bidang lainnya dengan harapan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan daya saing sekolah.
Edukasi Kekerasan Seksual pada Anak Di UPT SPF Inpres Cambayya 1 Salwia, Salwia; Jusnawati, Jusnawati; Mario, Mario; Amandaria, Riri; Amsal, Bahrul
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 04 Nomor 01 (April 2025)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v4i1.7810

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan isu yang semakin mengkhawatirkan dan dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk di sekolah dasar. Minimnya pengetahuan anak mengenai bentuk, dampak, serta cara pencegahan kekerasan seksual menjadikan mereka rentan menjadi korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Dasar UPT SPF SD Inpres Cambayya 1 terkait kekerasan seksual melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan sesuai usia. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok, pemutaran video edukatif, serta penggunaan alat peraga visual yang mudah dipahami anak. Kegiatan ini juga melibatkan guru dan pihak sekolah secara aktif sebagai mitra dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis-jenis kekerasan seksual dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan. Selain itu, kegiatan ini membangun kesadaran kolektif untuk bersama-sama menja ga dan melindungi anak dari bahaya kekerasan seksual. Program edukasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah dasar lainnya dalam upaya perlindungan anak di lingkungan pendidikan..
Sosialisasi Pencegahan Perundungan/Anti Bullying dan Deklarasi Bersama Mewujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan di SMA 5 Makassar Nurlela, Nurlela; Salwia, Salwia; Taufik, Parham; Sakmawati, Sakmawati; Nur'aini, Tiara
Humanis Vol. 24, No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i1.73152

Abstract

Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pencegahan perundungan (bullying) di kalangan siswa dan guru di SMA Negeri 5 Makassar melalui sosialisasi dan deklarasi bersama. Sosialisasi ini dilakukan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan pihak sekolah. Kegiatan ini meliputi penyampaian materi mengenai dampak negatif perundungan, jenis-jenis perundungan, serta cara-cara pencegahannya yang efektif dalam lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga diakhiri dengan deklarasi bersama yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respon positif dari peserta, baik siswa maupun guru, yang secara aktif berpartisipasi dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Pihak sekolah juga memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan karena dianggap sangat relevan dan mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta budaya sekolah yang lebih inklusif, empatik, dan bebas dari perundungan, serta dapat menjadi langkah awal dalam membangun sekolah yang lebih aman dan mendukung perkembangan siswa secara holistik
Sosialisasi Anti Narkoba di SMP Datuk Ribandang Kota Makassar Jusnawati, Jusnawati; Amandaria, Riri; Amsal, Bahrul; Sunaniah, Sunaniah; Salwia, Salwia
Humanis Vol 24, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i1.72559

Abstract

Penyalahgunaan narkoba adalah masalah serius yang mengancam masa depan remaja, kesehatan, bahkan merenggut nyawa penggunanya. Problem ini telah banyak menimpa remaja yang ada di kota Makassar. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan sosialisasi anti narkoba dengan memberikan pemahaman mendalam dan menguatkan kesadaran remaja sejak awal tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya atau biasa disingkat dengan narkoba. Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis narkoba, dampak negatifnya bagi kesehatan fisik dan mental, serta sanksi hukum yang dapat dikenakan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif dan diskusi dengan pendekatan partisipatif dari siswa sebagai peserta, serta kuiz untuk menguji tingkat pemahaman siswa. Sasaran utama kegiatan pengabdian ini adalah siswa-siswi SMP Datuk Ribandang kelas 2 & 3. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya narkoba serta munculnya sikap kritis dan penolakan terhadap penggunaan narkoba. Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa dapat menjadi agen perubahan yang turut serta dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba
Keinginan Papua untuk Memisahkan Diri dari Indonesia Kaitannya dengan Kemanusiaan Salwia, Salwia
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v1i2.458

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji alasan Papua ingin memisahkan diri dari Indonesia. yang dibahas dengan pemikiran Paul Feyerabend. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci, dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi. Hasil penelitian ini yaitu bahwa sejak Papua menjadi bagian dari NKRI, sebagian penduduk Papua merasa kurang puas karena secara fakta mereka masih marginal dan miskin. Ketidakpuasan secara ekonomis itu menjadi faktor kemunculannya semangat Papua untuk memerdekan diri. Pemerintah Pusat dinilai gagal dalam membangun kesejahteraan di Papua, dan diadakannya Operasi Militer oleh Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk mengatasi pemberontakan separatisme. Sudut pandang Paul Feyerabend menentang otoritas dan organisasi hierarkis dalam melakukan hubungan dalam menjaga taraf kemanusiaan. Banyak faktor yang membuat Papua tidak bebas untuk melakukan sesuatu dan serta ada tekanan karena perlakuan diskriminasi yang ditimbulkan dari masyarakat Indonesia itu sendiri.
Peningkatan Kemampuan Berbicara dan Bercerita melalui Aktivitas Mendongeng bagi Siswa SDN 82 Pattene Darmayanti, Dyan Paramitha; Manda, Darman; Sakka, Abdul Rahman A.; Salwia, Salwia; Arifin, Iqbal
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan bercerita siswa SDN 82 Pattene melalui aktivitas mendongeng. Dengan demikian, mendongeng terbukti efektif sebagai metode pembelajaran kreatif yang dapat mengembangkan kemampuan berbicara dan membangun budaya literasilingkungan sekolah. Metode yang digunakan berupa pelatihan mendongeng interaktif yang melibatkan penjelasan teknik mendongeng, demonstrasi oleh pendongeng profesional, dan praktik langsung oleh siswa secara berkelompok. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2025 dengan narasumber utama Kak Chairunnisa Latief, S.Pd (Kak Nisa), pendiri Kampung Dongeng Mardhati Makassar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keberanian, ekspresi, dan kemampuan berbicara siswa. Siswa menjadi lebih aktif, komunikatif, serta memiliki minat yang lebih tinggi terhadap kegiatan literasi. Program ini juga mendorong lahirnya gerakan “Satu Hari Satu Cerita” sebagai bentuk keberlanjutan di sekolah. Dengan demikian, mendongeng terbukti efektif sebagai metode pembelajaran kreatif yang dapat mengembangkan kemampuan berbicara dan membangun budaya literasi di sekolah dasar.Kata kunci: Mendongeng; Kemampuan Berbicara;  Bercerita; Literasi Anak
SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI UPT SPF SD NEGERI KAKATUA: - Jusnawati, Jusnawati; Salwia, Salwia; Khaidir, Muhammad; Saifuddin, Saifuddin; Aksha Wahda, Muhammad
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 02 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i2.4796

Abstract

Kekerasan seksual pada anak merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian khusus dan tindakan preventif, salah satunya di lingkungan sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran siswa dan para guru di UPT SPF SD Negeri Kakatua mengenai pencegahan kekerasan seksual, serta cara melindungi diri dari ancaman kekerasan seksual. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif dan diskusi dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia anak, serta games dalam mengarahkan fokus siswa menerima materi. Sasaran utama kegiatan pengabdian ini adalah siswa-siswi SD Negeri Kakatua kelas 5 dan 6 serta para guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dan guru tentang pentingnya menjaga batasan diri, mengenali tanda-tanda kekerasan seksual, serta tindakan yang harus diambil jika mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual di lingkungan sekitar. Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman anak terkait kekerasan seksual, dan membangun kesadaran kolektif tentang tanggungjawab dan pentingnya menjaga keamanan anak di lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan agar menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan positif.
PENGUATAN PENDIDIKAN BAHARI BERBASIS KEAGAMAAN MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN MARITIM BAGI SISWA DI SD 82 PATTENE KABUPATEN MAROS Rifal, Rifal; Nurfaathirany Heri, Ririn; Hardiyanti Arhas, Sitti; Salwia, Salwia; Rijal, Muh
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4881

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan bahari berbasis keagamaan melalui pelatihan keterampilan maritim bagi siswa SD 82 Pattene, Kabupaten Maros. Maros memiliki potensi maritim yang besar, namun belum diimbangi dengan pendidikan yang memadai untuk menanamkan kesadaran bahari sejak dini. Selain itu, integrasi nilai-nilai keagamaan dalam konteks kemaritiman menjadi penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia sekaligus mencintai potensi lokal. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) sosialisasi konsep pendidikan bahari berbasis agama melalui ceramah interaktif dan diskusi; (2) pelatihan keterampilan maritim dasar seperti navigasi sederhana, keselamatan di laut, dan pengenalan ekosistem pesisir. Kegiatan melibatkan 50 siswa kelas VI-V. Selain itu, siswa mampu menciptakan produk kerajinan dari bahan laut sebagai wujud kreativitas dan kepedulian lingkungan. Program ini juga mendorong sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terwujudnya generasi muda yang kompeten di bidang maritim, berkarakter religius, dan siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan wilayah pesisir. Melalui pendekatan holistik ini, pendidikan bahari tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga media penguatan identitas budaya dan spiritual masyarakat Maros.
Implikasi Tradisi Mabbaca Unti dalam Mendukung Pendidikan Karakter di SMA Negeri 9 Marusu Sakmawati, Sakmawati; Salwia, Salwia
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 16 No. 1 (2026): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol16No1.pp51-55

Abstract

This study aims to analyze the implications of the Mabbaca Unti tradition in supporting character formation and strengthening students' cultural identity at SMA Negeri 9 Marusu, Maros Regency. Using a qualitative approach with a case study type, data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, students, and traditional leaders. The results of the study show that Mabbaca Unti not only functions as a ceremonial ritual but has also been integrated as a school culture that contains religious values, social solidarity, responsibility, and discipline. Theoretically, this tradition can be understood as a rite of passage that strengthens students' mental readiness as well as a mechanism for forming collective solidarity between the school, family, and community. The cultural values contained within it transform into psychological and social capital that supports students' motivation and academic resilience. The integration of local wisdom in formal education shows that tradition and modernity can go hand in hand in shaping a generation that has character and is rooted in local cultural values.
Analisis Resepsi Penggemar K-Drama terhadap Adaptasi A Business Proposal Versi Indonesia Salwia, Salwia; Gibbran Prathisara
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i2.7564

Abstract

This study aims to analyze the audience reception of K-Drama fans toward the Indonesian adaptation of A Business Proposal. The research employs a qualitative approach using reception analysis based on Stuart Hall’s theory, particularly through the concepts of encoding and decoding. Data were collected through in-depth interviews with ten informants who are active K-Drama viewers. The findings indicate that audience interpretations are diverse and are influenced by their experience of watching the original version, expectations toward the adaptation, as well as their social and cultural backgrounds. The analysis identifies three decoding positions: dominant, negotiated, and oppositional. The dominant position is reflected in audiences who accept the intended meaning constructed by the producers and perceive the adaptation as still relevant within the local context. However, the negotiated and oppositional positions are more prevalent. In the negotiated position, audiences accept the core narrative but express criticism toward emotional delivery, dialogue, and production quality. Meanwhile, the oppositional position reflects a rejection of the adaptation, as it is perceived as failing to adequately represent the essence of the original version. These findings confirm that audiences play an active role in interpreting media texts.