cover
Contact Name
Ivo Christiana Siregar
Contact Email
mattheosagala@gmail.com
Phone
+6281376650009
Journal Mail Official
operator@sttpaulusmedan.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapiten Purba 1, Mangga, Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 26853493     DOI : https://doi.org/10.47166/sot.v2i1
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah untuk memublikasi hasil penelitian bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, baik bagi para dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Theologia Paulus, Medan maupun STT dan institusi lain yang terkait dalam rumpun ilmu Teologi Kristen, di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Lingkup penelitian di SOTIRIA adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi dan Kontekstual Pendidikan Agama Kristen SOTIRIA menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1: Juni 2019" : 5 Documents clear
Pandangan Kristen tentang Kebudayaan dan Adat Istiadat di dalamnya Pilemon Bukit
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 1: Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i1.2

Abstract

Humans are creatures that cannot live alone and that is why humans must live in groups. Therefore social scientists call humans social beings. Humans also have thoughts, feelings and desires and human thoughts, feelings and wills are used to be able to live in the social, cultural and natural environment. Human thoughts, feelings and will result in the emergence of adaptation strategies for humans, so they can survive in their social, cultural and natural environment. Social sciences experts adopt the adaptation strategy with culture. Therefore, humans are united with their culture or in other words humans cannot live without their culture, including the customs in it. Thus, Christianity must see, understand and treat humans together with the culture and customs that are in it, so that there are no collisions that should not occur. Abstrak: Manusia itu adalah mahluk yang tidak dapat hidup sendiri dan itu sebabnya manusia itu harus hidup berkelompok. Karena itu para ahli ilmu sosial menyebut manusia sebagai mahluk sosial. Manusia juga memiliki fikiran, perasaan dan kehendak serta fikiran, perasaan dan kehendak manusia itu dipakai agar dapat hidup di lingkungan sosial, budaya dan alamnya. Fikiran, perasaan dan kehendak manusia itu mengakibatkan munculnya strategi adaptasi bagi manusia, sehingga dapat bertahan hidup di lingkungan sosial, budaya dan alamnya. Para ahli ilmu sosial menyebu strategi adaptasi itu dengan kebudayaan. Karena itu, manusia bersatu dengan kebudayaannya atau dengan kata lain manusia tidak dapat hidup tanpa kebudayaannya, termasuk adat istiadat yang ada di dalamnya. Dengan demikian, kekristenan harus melihat, memahami dan memperlakukan manusia bersama-sama dengan kebudayaan dan adat istiadat yang ada di dalamnya, supaya tidak terjadi benturan-benturan yang seharusnya tidak terjadi.
Menyikapi Perbedaan Pandangan Christology from Above and Christology from Below Robert Pangaribuan
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 1: Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i1.4

Abstract

The existence of Jesus in the world at the past time has raised many questions about who He really is. He has the power to carry out powerful and miraculous services that other ordinary human beings cannot possibly do. Pluralists and Liberals question the existence of Jesus; is he really the God who has descended from heaven and become human. To see the existence of the two, it is known the Christology from above and below. This article aims to criticize that theory. The method used is descriptive, using related variables to explain the ratio of both theories of Christology. Abstrak: Kehadiran Yesus di dalam dunia pada masa lalu telah memunculkan banyak pertanyaan tentang siapakah Dia sesungguhnya. Ia berkuasa melakukan pelayanan yang penuh kuasa dan mujizat yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh manusia biasa lainnya. Kaum Pluralis dan aliran Liberal mempersoalkan keberadaan Yesus; apakah Ia benar-benar Tuhan yang telah pernah turun dari surga dan menjadi manusia. Untuk melihat keberadaan yang dua itu dikenallah teori Kristologi atas dan bawah. Artikel ini bertujuan untuk mengkritisi teori tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif, menggunakan iteratur yang terkait untuk menjelaskan nisbah kedua teori kristologi tersebut.
Pelayanan Kaum Muda dalam Menciptakan Generasi yang Bersinar Herawati Barus
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 1: Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i1.3

Abstract

This essay foccused on Youth and their power. Youth is a period of human being where they are full of pirit, power and also talanted. All of that kind are groove inside them. If all of aspects lead perfectly to the human calling as a witnessed of Almighty based on The God’s Words (Gen.1:26-28), The youth will produce the good deeds for the benefide oh human being and also will lead to glorified The Creator of everything. Unfortunately,If the parents, the leader or the spiritual guider of them rule them into the wrong way, means there are many disasters are waiting for their generation, not only for human being but also for the continiously living in this universe will be in danger. The point of leading and coaching them in a good perseptive are needed in youth period in case to build the shining generation for the future,because the Young people are the agent of transformation. Abstrak: Fokus utama dari tulisan ialah tentang pemuda dan kekuatannya. Pemuda adalah sebuah masa dalam kehidupan manusia, dimana semua semangat, kekuatan dan talentanyasedang berkobar-kobar. Bila semangat,kekuatan dan talenta ini di arahkan dengan tepat sesuai dengan kodrat kemanusiaan, yaitu menjadi berkat dan pengelola yang sesuai dengan Firman Tuhan (Kej.1:26-28), maka pemuda itu akan menghasikan gelombang-gelombang keberhasilan yang membawa kebahagian bagi manusia dan dunia ini dan sekaligus membawa kemuliaan bagi nama Tuhan. Namun sebaliknya bila orang tua dan pendidik atau pemimpin mereka ; baik secara rohani dan intelektual gagal membimbing mereka berarti akan diprediksikan bahwa akan ada zaman kekacauan pada masa mereka kelak. Jadi pembinaan dan pelatihan pemuda dalam porsi yang benar sangat diperlukan untuk sebuah jaman dimana akan di temukan sebuah zaman yang generasinya akan bersinar, karena pemuda adalah agent perubah.
Memahami Theologia dalam Surat Titus Parluhutan Manalu
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 1: Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i1.7

Abstract

The epistle of the apostle Paul to Titus was grouped in a letter of the pastorate. This letter is very short, consisting of 46 verses which formed 3 chapters. This is what makes many theologians less interested in discussing it. But if it is explored deeper, they will give some theologies within. This article purposed to show the theology in the Letter of Titus. Abstrak: Surat kiriman rasul Paulus kepada Titus dikelompokkan dalam surat pengembalaan. Surat ini sangat pendek, terdiri dari 46 ayat yang membentuk 3 pasal. Inilah yang membuat banyak theolog kurang memberi minat untuk membahasnya. Namun jika diselami lebih dalam lagi, maka dapat dilihat beberapa theologia yang terkandung. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan theologia yang terdapat dalam Surat Titus.
Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan Pendidikan Antonius Remigius Abi
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 1: Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i1.5

Abstract

Educational leadership that has the criterion of emotional quotient is the leader with the ability to influence the educational community through self-awareness and self-management. This ability helps school leaders to understand the society. In other words, the leader has the social awareness and skill management. It is the skill to interact with the shcool community their wants. In addition, the school leaders are required to be honest to their selves and the whole educational community for their building of self strength, self-conscience, honor, and responsibility to the whole school community. To conclude that the cooperation between leaders and society (social community) the goal of the education will be achieved. Abstrak: Kepemimpinan pendidikan yang memiliki kriteria quatition emosional adalah kepemimpinan dengan kemampuan untuk mempengaruhi komunitas pendidikan melalui kesadaran diri dan manajemen diri. Kemampuan ini membantu para pemimpin sekolah untuk memahami masyarakat. Dengan kata lain, pemimpin memiliki kesadaran sosial dan manajemen keterampilan. Ini adalah keterampilan untuk berinteraksi dengan komunitas shcool yang mereka inginkan. Selain itu, para pemimpin sekolah dituntut untuk jujur pada diri mereka sendiri dan seluruh komunitas pendidikan untuk membangun kekuatan diri, hati nurani, kehormatan, dan tanggung jawab mereka kepada seluruh komunitas sekolah. Untuk menyimpulkan bahwa kerja sama antara para pemimpin dan masyarakat (komunitas sosial) tujuan pendidikan akan tercapai.

Page 1 of 1 | Total Record : 5