cover
Contact Name
Ivo Christiana Siregar
Contact Email
mattheosagala@gmail.com
Phone
+6281376650009
Journal Mail Official
operator@sttpaulusmedan.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapiten Purba 1, Mangga, Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 26853493     DOI : https://doi.org/10.47166/sot.v2i1
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah untuk memublikasi hasil penelitian bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, baik bagi para dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Theologia Paulus, Medan maupun STT dan institusi lain yang terkait dalam rumpun ilmu Teologi Kristen, di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Lingkup penelitian di SOTIRIA adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi dan Kontekstual Pendidikan Agama Kristen SOTIRIA menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Desember 2019" : 5 Documents clear
Ketrampilan Komunikasi Interpersonal, Penguasaan Teori Praktik Fisioterapi, dan Kompetensi Profesi Fisioterapis Mahasiswa yang Belajar Praktik Pengalaman Klinis di Rumah Sakit Ortopedi Prof. R. Soeharso Surakarta Sumartinah Sumartinah
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i2.14

Abstract

The research is aimed at describing the interpersonal communication skills, the mastery of physiotherapy theory and practice, and the competence of physiotherapist profession of the students of the physiotherapy students conducting clinical practice at the Orthopedics Hospital Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. The research used a qualitative-etnomethodology by describing the process of the students’ clinical practice. Subject of the research were 82 Physiotherapy students who conducted clinical practice at the Orthopedics Hospital Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Data of the research were taken by collecting the clinical status records made by the students, and the use of the documents. The results of the research shows that (1) The interpersonal communication skills of the students of Diploma 3 in Physiotherapy range from Poor, Fair, Fairly Good, to Good (dominated by Fairly Good, and Good categories). Meanwhile, the interpersonal communication skills of the students of Diploma 4 in Physiotherapy range from Poor, Fair, Fairly Good, to Good (dominated by Poor and Good categories). (2) The mastery of physiotherapy theory and practice of the students of Diploma 3 in Physiotherapy range from Fair, Fairly Good, to Good (dominated by Good categories). Meanwhile, the mastery of physiotherapy theory and practice of the students of Diploma 4 in Physiotherapy range from Fair, Fairly Good, Good, to Very Good (dominated by Fairly Good categories). (3) The Competence of Physiotherapist Profession the students of Diploma 3 in Physiotherapy range from Fair, Fairly Good, Good, to Very Good (dominated by Fairly Good, and Good categories). Meanwhile, the Competence of Physiotherapist Profession the students of Diploma 4 in Physiotherapy range from Fair, Fairly Good, Good, to Very Good (dominated by Fair categories). Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan komunikasi interpersonal, penguasaan teori dan praktik fisioterapi, dan kompetensi profesi fisioterapis mahasiswa mahasiswa fisioterapi yang melakukan praktik klinis di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Penelitian ini menggunakan kualitatif-etnometodologi dengan menggambarkan proses praktik klinis siswa. Subjek penelitian adalah 82 mahasiswa Fisioterapi yang melakukan praktik klinis di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Data penelitian diambil dengan mengum-pulkan catatan status klinis yang dibuat oleh siswa, dan penggunaan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keterampilan komunikasi interpersonal dari siswa Diploma 3 dalam Fisioterapi berkisar dari kategori Buruk, Adil, Cukup Baik, hingga Baik (didominasi oleh kategori Cukup Baik, dan Baik). Sementara itu, keterampilan komunikasi interpersonal siswa Diploma 4 dalam Fisioterapi berkisar dari Buruk, Adil, Cukup Baik, hingga Baik (didominasi oleh kategori Buruk dan Baik). (2) Penguasaan teori fisioterapi dan praktik mahasiswa Diploma 3 dalam Fisioterapi berkisar dari Adil, Cukup Baik, hingga Baik (didominasi oleh kategori Baik). Sementara itu, penguasaan teori fisioterapi dan praktik para mahasiswa Diploma 4 dalam Fisioterapi berkisar dari Adil, Cukup Baik, Baik, hingga Sangat Baik (didominasi oleh kategori Cukup Baik). (3) Kompetensi Profesi Fisioterapis mahasiswa Diploma 3 dalam Fisioterapi berkisar dari Cukup, Cukup Baik, Bagus, hingga Sangat Bagus (didominasi oleh kategori Cukup Bagus, dan Baik). Sementara itu, Kompetensi Profesi Fisioterapis mahasiswa Diploma 4 dalam Fisioterapi berkisar dari Wajar, Cukup Baik, Bagus, hingga Sangat Bagus (didominasi oleh kategori Wajar).
Peranan Pemuda dalam Meningkatkan Kualitas Ibadah di BNKP Jemaat Hilisawato Simalingkar Medan Rosmawati Ndraha
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i2.8

Abstract

This study aims to determine whether youth play a role in improving the quality of worship at the Hilisawato Simalingkar Congregation in Medan, to determine the extent of youth involvement in worship services towards improving the quality of worship at the Hilisawato Simalingkar Congregation in Medan. To obtain the required data, this research was conducted with qualitative methods, namely by conducting observations and interviews. The subjects observed by researchers were the Reverend BNKP Hilisawato Simalingkar Medan Church, the BNKP Assembly, the BNKP Youth. The instrument used in this study was the technique of reading and taking notes. Then the data analysis technique used is exposure technique. The results of this study are as follows. First, it is absolutely necessary to involve the youth participating in youth to improve the quality of worship. Secondly, It is impossible to get quality worship without a quality service. Third, Pastors should increase the number of advisory personnel to equip youth before being deployed in worship services so that quality is maintained. Fourth, worship is not just a religious ritual ceremony that must be beautiful only from its aesthetics, but worship involves a lifestyle that is reflected in the behavior of everyday life so that worship becomes a living, holy and pleasing worship to Him. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemuda berperan untuk meningkatkan kualitas Ibadah di BNKP Jemaat Hilisawato Simalingkar Medan, untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan pemuda di dalam pelayanan Ibadah menuju peningkatan kualitas ibadah di BNKP Jemaat Hilisawato Simalingkar Medan. Untuk memperoleh data yang diperlukan, penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif yaitu dengan melakukan observai dan wawancara. Adapun Subjek yang diamati oleh peneliti ialah Pendeta BNKP Jemaat Hilisawato Simalingkar Medan, Majelis BNKP, Pemuda BNKP. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik membaca dan mencatat. Lalu teknikanalisa data yang digunakan adalah teknik pemaparan. Hasil Penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, Adalah mutlak melibatkan pemuda berperan serta pemuda untuk meningkatkan kualitas ibadah. Kedua, Adalah mustahil untuk mendapatkan ibadah yang berkualitas tanpa Pelayan Ibadah yang berkualitas pula. Ketiga, Pendeta hendaknya menambah personil pembina dalam memperlengkapi pemuda sebelum diterjunkan dalam pelayanan ibadah sehingga kualitasnya tetap terjaga. Keempat, Ibadah bukan sekedar upacara ritual keagamaan yang harus indah hanya dari estetikanya saja, tetapi ibadah menyangkut gaya hidup yang tercermin dalam perilaku hidup sehari-hari sehingga ibadah itu menjadi ibadah yang hidup, kudus dan berkenan kepadaNya.
Logos dan Sophia dalam Perjanjian Baru Adolfina Elisabeth Koamesakh
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i2.9

Abstract

Hearing about the word "logos" often causes people to been set of leading their thoughts to the confusing Greek philosophy. Indeed for Greek philosophers, the word refers to the group of angels they know by the name demiourgos. This demiourgos angel according to Greek philosophy became human. If this thought is followed, then what turns into a person is not God but angels. For this reason, the notion of logos according to Christianity differs from the beliefs of philosophers. Christian logos are God's incarnated Word. Abstrak: Mendengar kata “logos” seringkali orang terjebak yang mengarahkan pikirannya ke filsafat Yunani yang membingungkan itu. Memang bagi filsuf Yunani, kata itu mengarah kepada kelompok malaikat yang mereka kenal dengan nama demiourgos. Malaikat demeourgos inilah menurut filosofi Yunani yang menjadi manusia. Jikalau pemikiran ini diikuti, maka yang menjelma menjadi manusia itu bukkan Allah tetapi malaikat. Karena itulah, pengertian logos menurut Kekristenan berbeda dengan keyakinan para filsuf. Logos orang Kristen adalah: Firman Allah yang menjelma.
Teologi di Asia dari Perspektif Perjanjian Lama V. Mangandar Siringoringo
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i2.10

Abstract

When Theology in Asia being compared to theology in the West is very different. Asia referred to here is India, Japan and Korea. Basically, in these three nations theology was built from the life experiences of the people, albeit differently from each nation. Basically, these three nations have a society that lives in agony controlled by people in power. In India, it is controlled by a higher caste; in Japan dominated by Buddhism; in Korea by the ruling class. Based on the experiences experienced by the people of these three nations, the Church struggled to free them from the suffering they experienced. Abstrak: Theologi di Asia jika dibandingkan dengan theologi di Barat sangat berbeda. Asia dimaksud di sini adalah India, Jepang dan Korea. Secara pokok pada ketiga bangsa ini theologi dibangun dari pengalaman hidup masyarakat, walaupun secara berbeda-beda dari setiap bangsa. Pada dasarnya ketiga bangsa ini mempunyai masyarakat yang hidup dalam penderitaan yang dikuasai oleh orang-orang yang berkuasa. Di India, dikuasai oleh kasta yang lebih tinggi; di Jepang dikuasai oleh agama Buddhis; di Korea oleh kelas yang berkuasa. Berdasarkan pengalaman yang dialami oleh masyarakat dari ketiga bangsa ini, maka Gereja bergumul untuk membebaskan mereka dari penderitaan yang mereka alami.
Memahami Teologi Paulus tentang Dosa Natanael Wasiyono
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i2.12

Abstract

The term in the field of theology which is often discussed and even taken place in the study of religious education is sin. One term that is easy to read but has a fundamental and profound meaning if examined further. Indonesian means sin with a very simple sentence. But if we study sin based on the Greek terminology, the meaning will be very broad and very profound. In this case the terms of sin will be explained by the Apostle of all tribes, the Apostle Paul. The term sin received much and deep attention in the theology of the Apostle Paul. By the Apostle Paul, sin was not just breaking God's law. Therefore an explanation of the terms of sin put forward by the Apostle Paul in Greek terminology and its meaning in depth combined with a discussion of the origin of sin, the universality of sin, and the consequences of sin will be discussed in this paper. Abstrak: Istilah dalam bidang ilmu Theologia yang kerap diperbincangkan bahkan mengambil tempat dalam kajian pendidikan keagamaan adalah dosa. Satu istilah yang mudah untuk dibaca namun memiliki makna yang mendasar dan mendalam jika dikaji lebih lanjut. Bahasa Indonesia memaknai dosa dengan kalimat yang sangat sederhana. Namun jika kita mengkaji dosa berdasarkan terminologi dalam bahasa Yunani maka maknanya akan sangat luas dan sangat mendalam. Dalam hal ini akan dijabarkan istilah-istilah dosa yang dibahas oleh sang Rasul segala suku bangsa yaitu Rasul Paulus. Istilah dosa mendapat perhatian yang banyak dan mendalam dalam theologia Rasul Paulus. Oleh Rasul Paulus, dosa ternyata tidak hanya sekedar melanggar hukum Tuhan. Oleh sebab itu penjelasan istilah-istilah dosa yang dikemukakan oleh Rasul Paulus dalam terminologi bahasa Yunani dan artinya secara mendalam yang dipadukan dengan pembahasan asal mula dosa, universalitas dosa, dan akibat dosa akan dibahas dalam tulisan ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5