cover
Contact Name
Nurul Wakia
Contact Email
hisabuna@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282196614501
Journal Mail Official
hisabuna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Kampus 2
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak
ISSN : 27467082     EISSN : 27467090     DOI : 10.24252/hisabuna
This journal is to develop academic insights in the field of phalactic science that integrates religion and science as well as related sciences in order to advance science. The scope of the journal is as follows: - Beginning of the Kamariah Month - Prayer Time - Qibla Direction - Eclipse - Astronomy
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 3 (2020): November 2020" : 5 Documents clear
Peran Penyuluh Agama Dalam Upaya Pengakurasian Arah Kiblat Masjid (Analisis Pegawai Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggara Syariah Kementerian Agama Kabupaten Sinjai) Wiwik Triulan Wiwik; Dr.Fatmawati, M.Ag.
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v1i3.17161

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana upaya pengakurasian arah kiblat masjid di Kabupaten Sinjai? Pokok masalah tersebut kemudian dibagi ke dalam beberapa rumusan masalah yaitu : 1) Bagaimana Tugas dan Fungsi Penyuluh Agama di Kementerian Agama Kabupaten Sinjai?, 2) Bagaimana Peran Penyuluh Agama Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggara Syariah dalam Upaya Pengakurasian Arah Kiblat Masjid?Penelitian ini tergolong dalam penelitian lapangan (field research) kualitatif, dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: pendekatan syar’i, pendekatan astronomis dan pendekatan normatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, sedangkan sumber data skunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, dan tulisan ilmiah yang berkaitan dengan objek penelitian. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam pengolahan data, pada penelitian ini dilakukan dengan tahapan, yaitu: peringkasan data (reduksi), penyajian data, penyimpulan dan verifikasi, dan kesimpulan akhir.Dalam melaksanakan tugas dan fungsi penyuluh agama berdasarkan pada Peratutan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012. Berdasarkan Peran penyuluh agama seksi Bimas Islam dan Penyelenggara Syariah Kementerian Agama Kabupaten Sinjai dalam melakukan penentuan arah kiblat maupun verifikasi arah kiblat masjid harus memberikan bimbingan kepada masyarakat mengenai pelaksanaan ibadah yang baik khususnya arah kiblat sebab menjadi syarat sah shalāt. Pemahaman penyuluh agama terkait arah kiblat dan penggunaan alat dalam penetuan arah kiblat diperlukan.Implikasi dari penelitian ini Diharapkan kepada Kementerian Agama Kabupaten Sinjai lebih aktif memberikan bimbingan kepada masyarakat terkait dengan pentingnya melakukan ibadah yang baik dalam hal ini akurasi arah kiblat dan memberikan pelatihan pengukuran arah kiblat kepada penyuluh agama pada Kantor Urusan Agama.Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk memperhatikan mengenai pemahaman terkait Ilmu Falak atau arah kiblat. Kata Kunci : Penyuluh Agama, Arah Kiblat, dan Masjid
UJI AKURASI AWAL WAKTU SHALAT BERDASARKAN HISAB KONTEMPORER DI MASJID KELURAHAN MACANANG KABUPATEN BONE darwa ti; Dr. Muh. Rasywan Syarif, S.H.I Rasywan Syarif
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v1i3.22746

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji Keakuratan Awal Waktu Shalat Berdasarkan Hisab Kontemporer Di Masjid Kelurahan Macanang Kabupaten Bone. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana metode awal waktu shalat berdasarkan hisab kontemporer dan bagaimana akurasi awal waktu shalat berdasarkan hisab kontemporer di masjid Kelurahan Macanang Kabupaten Bone. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa metode awal waktu shalat berdasarkan hisab kontemporer menggunakan metode ephemeris yang merupakan metode perhitungan falak. Dan metode yang digunakan pada masjid-masjid yang ada di Kelurahan Macanang yakni menggunakan jadwal sepanjang masa dan jam digital. Awal waktu shalat dari beberapa masjid yang ada di Kelurahan Macanang Kabupaten Bone, jika dibandingkan dengan metode ephemeris 1 masjid yang memilki selisih 1menit sedangkan masjid yang lainnya memilki selisih 5-9 menit, sehingga menurut penulis waktu shalat yang ada di Kelurahan Macanang Kabupaten Bone perlu ditinjau kembali. Kata Kunci : Akurasi, Waktu Shalat, Hisab Kontemporer
ANALISIS KRITIS KEBERADAAN SYAFAQ ABYADH DAN IMPLIKASINYA PADA PENETAPAN AWAL WAKTU SALAT ISYA (STUDI KASUS PANTAI BAROMBONG, LOSARI, AKKARENA, MUNTE) Asdar Asdar; Drs. H. Mahyuddin Latuconsina, S.H., M.H Latuconsina
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v1i3.23014

Abstract

Penetapan awal dan akhir waktu salat erat kaitannya dengan fenomena matahari. Namun persoalan muncul ketika keberadaan syafaq menimbulkan perdebatan dalam menentukan awal waktu salat isya, atas dasar itu sangat penting untuk diteliti dengan melakukan pengematan di pantai Barombong, Losari, Akkarena, dan munte yang merupakan lokasi terjangkau dari peneliti untuk memberi kepastian hukum. Sehingga masalah yang diangkat dalam penelitian ini terkait keberadaan syafaq abyadh di empat pantai dan implikasinya terhadap penetapan awal waktu salat isya. berdasarkan pemasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan syafaq abyadh di tempat pantai tersebut untuk mengetahui penetapan awal waktu salat isya. Setelah penelitian dilakukan di empat pantai tersebut hasil yang diperoleh yaitu hanya ada satu Pantai yang penulis dapat temukan fenomena syafaq abyadh yaitu Pantai Barombong. dengan proses matahari sudah tidak dapat diamati oleh pengamat yang berada diatas tepi pantai namun cahayanya masih terlihat akibat pembiasan dari unsur-unsur atmosfer bumi yang disebut dengan senja atau syafaq dengan tahapan yang diawali munculnya syafaq ahmar atau senja merah saat posisi matahari berada pada ketinggian -1˚ hingga -12˚ di bawah ufuq barat lalu memudar kemudian muncul sisa-sisa cahaya berwarna putih yang disebut syafaq abyadh pada posisi -13˚ di ufuk barat setelah itu cahaya menghilang disaat posisi matahari berada pada ketinggian -14˚. Namun tiga pantai lainnya yang terlihat hanya berupa fenomena syafaq ahmar yang muncul disaat posisi matahri berada pada ketinggian -1˚ hingga -13˚ dibawah ufuk barat yang disebabkan kondisi cuaca dan atmosfer yang tidak mendukung.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TONGKAT ISTIWA’ DAN GOOGLE EARTH DALAM MENENTUKAN ARAH KIBLAT DI KELURAHAN ADATONGENG KECAMATAN TURIKALE KABUPATEN MAROS Firda Lestari M; Dr. Musfika Ilyas M. HI.
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v1i3.23138

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui metode pengukuran arah kiblat masjid di Kelurahan Adatongeng Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.Pertanyaan penelitian ini adalah Bagaimana metode umum penentuan posisi arah kiblat di masjid Kelurahan Adatongeng Kecamatan Turikale Kabupaten Maros dan Bagaimana efektivitas Tongkat Istiwa’ dan google earth dalam penentuan arah kiblat di Kelurahan Adatongeng Kecamatan Turikale Kabupaten Maros .Berdasarkan hasil penelitian ini dapat Metode umum pengukuran arah kiblat pada masjid di Kelurahan Adatongeng Kecamatan Turikale Kabupaten Maros menggunakan metode yang bervariasi yakni Masjid Nurul Hidayah menggunakan kompas, Masjid Nurul Salam menggunakan kompas, Masjid Al- Yabis menggunakan kompas, Masjid Nurul Qolbi menggunakan kompas, Masjid Nurul Ikhsan Qiblat Tracker Metode pengukuran arah kiblat yang digunakan peneliti yakni metode tongkat istiwa’ dan google earth.Dari hasil pengukuran hanya ada satu masjid yang tidak mengalami kemelencengan yaitu Masjid Nurul Ikhsan dan empat masjid lainnya mengalami kemelncengan yang berbeda-beda yaitu Masjid Nurul Hidayah mengalami kemelencengan sebesar 6°, Masjid Nurul Qolbi mengalami kemelencengan 17°, Masjid Al-Yabis mengalami kemelencengan sebesar 21° dan Masjid Nurul Salam mengalami kemelencengan sebesar 9°.
KAJIAN TEORITIS ALASAN KOTA GREENWICH DIJADIKAN SEBAGAI STANDAR WAKTU DUNIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP WAKTU SHALAT ummu hani hani; Dr. Alimuddin, M.Ag Alimuddin
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v1i3.25045

Abstract

Abstrak Waktu shalat merupakan Salah satu ibadah yang paling berpengaruh dengan adanya waktu. Ada dua sumber utama mempengaruhi perubahan waktu di muka bumi ini yaitu dipengaruhi oleh dua benda angkasa yaitu matahari dan bulan. sering kita dapatkan tentang garis bujur dan garis lintang. Garis bujur atau garis meridian merupakan garis khayal yang membujur dari kutub utara dan kutub selatan. Garis bujur 0˚ melauli kota Greenwich dekat London, Inggris. Dalam hal tersebut banyak orang-orang belum menhetahui secara umum tentang keberadaan kota tersebut yang mana merupakan standar yang cukup berpengaruh terhadap awal waktu shalat. Penetapan greenwich sebagai patokan garis meridian adalah hasil dari konferensi internasional yang diadakan di Washington tahun 1884 yang dihadiri oleh 25 negara, bermula dengan pengguna maritime dan kemajuan rel kereta api yang membutuhkan waktu yang menjadikannya standar waktu dunia. implikasi terhadap waktu shalat tidak begitu menyulitkan dalam penetapan awal waktu shalat karena tetap berdasar pada Al-Qur’an dan Al-Sunnah tetapi bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan pola jadwal waktu shalat yang berdasar pada Greenwich Mean Time (GMT) akan merasa canggung dengan standar waktu yang baru. Juga dapat menghindari kekacauan penanggalan diseluruh muka bumi. Kata kunci: kota Greenwich, meridian utama, GMT, Waktu Shalat Abstract Prayer time is one of the most influential acts of worship with time. There are two main sources of influencing changes in time on earth, which are influenced by two celestial bodies, namely the sun and the moon. often we get about longitude and latitude. Longitude lines or meridians are imaginary lines that extend from the north pole and south pole. Longitude 0˚ passes through the city of Greenwich near London, England. In this case, many people do not know in general about the existence of the city which is a standard that is quite influential on the beginning of prayer times. The establishment of Greenwich as the benchmark meridian was the result of an international conference held in Washington in 1884 which was attended by 25 countries, starting with maritime users and the progress of railroads which took time which made it the world standard of time. The implications for prayer times are not so difficult in determining the initial prayer time because it is still based on the Qur'an and Al-Sunnah but for people who are accustomed to using a pattern of prayer times based on Greenwich Mean Time (GMT) will feel awkward with the standard time. the new one. Also can avoid calendar chaos all over the face of the earth. Keywords: Greenwich city, prime meridian, GMT, Prayer Times

Page 1 of 1 | Total Record : 5