cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
fpanipahan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jsi@uinsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.682, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294: Program Studi Sosiologi FISIP UIN Sunan Ampel
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
The Sociology of Islam
ISSN : 27742814     EISSN : 27752143     DOI : https://doi.org/10.15642/jsi
Core Subject : Social,
Jurnal The Sociology of Islam memfokuskan kajiannya pada isu-isu kontemporer dalam masyarakat muslim, termasuk identitas agama, transformasi sosial, relasi gender, isu-isu tentang cyber-religion, hubungan lintas agama, radikalisme dan kajian sosiologis lain yang berkaitan dengan tema Islam dan masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2024): December" : 5 Documents clear
Dimensi Rasionalitas dan Kultural Religiusitas dalam Tindakan Ekonomi Pedagang Etnis Arab, Jawa dan Madura Azizah, Siti; Tohari, Amin
The Sociology of Islam Vol. 7 No. 2 (2024): December
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jsi.2024.7.2.114-132

Abstract

Penelitian yang dilakukan di kawasan wisata religi Sunan Ampel Surabaya ini menganalisis tentang moral dan rasionalitas dalam tindakan ekonomi pedagang etnis Arab, Jawa dan Madura dengan fokus penelitian tentang tindakan ekonomi pedagang berdasarkan latar belakang etnis, budaya dan religiusitas yang berbeda dan bentuk dualitas moral dan rasionalitas dalam tindakan ekonomi pedagang etnis Arab, Madura dan Jawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan teori yang digunakan sebagai analisis data adalah teori Strukturasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan ekonomi yang dilakukan pedagang etnis Arab, Madura dan Jawa berada dalam dimensi rasional dan dimensi moral yang terintegrasidalam kultural religiusitas. Dalam proses perdagangan tindakan ekonomi yang pedagang lakukan,tidak ada perbedaan signifikan antara etnis Arab, Madura dan Jawa, interaksi social yang mereka bangun dalam aktivitas perdagangan di kawasan wisata religi Sunan Ampel ini melahirkan akulturasi budaya,tetapi budaya etnis Arab mendominasi di kawasan ini karena pedagangnya kebanyakan beretnis Arab, Jika ditampilkan dengan sistem hirarki, etnis arab memiliki kedudukan tertinggi dalam perdagangan. Tindakan ekonomi pedagang seperti memaknai kerja sebagai pedagang, strategi dalam berdagang serta persaingan usaha diantara pedagang multi etnis ini berdasarkan rasionalitas tetapi juga didasari dari moralitas yang dibentuk dari struktur masyarakat tersebut. Sebagaimana dalam teori strukturasi Anthony Giddens agensi dan struktur adalah dualitas yang saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan, individu sebagai actor memiliki kemampuan menciptakan atau memproduksi struktur dalam masyarakat melalui pembuatan norma, penerapan nilai-nilai dan melakukan tindakan tersebut secara kontinyu, tetapi individu mendapatkan pembatasan dari struktur sosial yang ada.
Komunitas Hijaber dan Trend Muslim Fashion: Studi Hijaber Community Malang Jawa Timur Setianingsih, Dwi; Thohir, Mohamad
The Sociology of Islam Vol. 7 No. 2 (2024): December
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jsi.2024.7.2.133-149

Abstract

This article examines the phenomenon of the hijaber community in Malang, East Java. The presence of the hijaber community provides a separate space for Muslim women to express their religion in building spirituality with various forms of activities, either through religious activities or the symbols they wear, including fashion that always follows market developments. As an implementation, various types of hijaber communities for women have emerged. This article explores how the social construction built by the hijaber community in looking at the dynamics of the development of Muslim fashion trends and the dynamics that occur in the hijaber community which not only functions as a gathering place but also as a center for the development of Muslim fashion that is relevant to these religious values. By using a qualitative approach, as well as observations and interviews as a database. The findings of this study show that in addition to religious activities, the hijaber community also adapts to the development of fashion so that it is able to form a Muslim fashion trend.
Fenomenology Masyarakat Islam Nusantara Hakim, Lukman; Mukhlis, Zainal
The Sociology of Islam Vol. 7 No. 2 (2024): December
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jsi.2024.7.2.150-171

Abstract

The formation of Islamic society in Indonesia is both dynamic and polycentric. Experts from various fields have assigned diverse labels, such as political Islam, cultural Islam, traditionalist Islam, modernist Islam, spiritual Islam (Islam Kebtinan), puritanical Islam, and so forth. However, these typologies are inseparable from two key influences: globally inspired views of Islam on the one hand and locally rooted views of Islam on the other. This article examines the phenomenology of Islamic society in Indonesia, with a particular focus on traditionalist Muslims, Islam kejawen, and puritanical Islam. Using a literature review of the religious symbols of researched Islamic society and employing phenomenological tools, the findings illustrate unique typologies of the Muslim people of Nusantara. Traditional Islamic society integrates religion and both sacred and profane aspects into an attitude of respect for the great intellectual and spiritual traditions of Islam. This respect is manifested through behavioral symbols such as the traditions of maintaining a sanad and adhering to a madzhab in addressing religious and socio-cultural matters. These practices are rooted in ideational symbols, such as the concept of the ukhuwah—basyariyah, wathaniyah, and diniyah— expressed through religious material symbols. In contrast, the phenomenological awareness of puritanical Islamic society emphasizes the sacred and profane by focusing on the authenticity and exotericism of Islam. Meanwhile, Javanese Islam perceives religion as an intersubjective awareness connecting God, nature, and the human self.
Analisis Wacana Kritis Media dalam Pemberitaan Peristiwa Kerusuhan Mahasiswa Papua di Surabaya Pranata, Rian Pandi; Rohmad, Ahmad Khubby Ali; Umam, Moh. Khoirul
The Sociology of Islam Vol. 7 No. 2 (2024): December
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jsi.2024.7.2.172-194

Abstract

This research employs critical discourse analysis of media to examine the news coverage of the Papua student riot in Surabaya.  This study analyzes how media texts and narratives apply news coverage of the incident in the Papuan Student riots in Surabaya. This study adopts a qualitative descriptive approach, utilizing Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis as its analytical framework. Data collection methods include observation and documentation. The findings of this study indicate that the media's amplification of the Papua student riots in Surabaya reflects historical factors, situational konteks, and the hegemony of media institutions, leading to interpretative insinuation in news narratives that tend toward media-driven judgment. This tendency is reflected in headlines such as "Refusing to Hoist the Red and White Flag" and "Discovery of a Bag with the Morning Star Emblem," which historically connected to the issue of the Papuan independence movement community. The media's tendency toward insinuative or provocative reporting has exacerbated anarchic conflicts in several regions, including Manokwari, Jayapura, Fakfak, and Sorong.
Tindakan Diskriminatif Terhadap Minoritas Muslim Di Era Pemerintahan Narendra Modi di India Rochmatillah, Devi Asri; Maulida, Ardila; Setiawati, Nita
The Sociology of Islam Vol. 7 No. 2 (2024): December
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jsi.2024.7.2.195-208

Abstract

Penelitian ini membahas tindakan diskriminatif terhadap komunitas minoritas muslim. Pemerintahan Modi, yang didukung oleh Partai Bharatiya Janata (BJP), seringkali dikaitkan dengan kebijakan-kebijakan yang dianggap memperkuat nasionalisme Hindu, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang penurunan hak-hak minoritas, khususnya Muslim. Artikel ini mengeksplorasi berbagai kebijakan dan peristiwa yang mencerminkan diskriminasi struktural, termasuk amandemen kewarganegaraan, perubahan kebijakan kepolisian, serta meningkatnya insiden kekerasan komunal. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari laporan hak asasi manusia, studi akademik, dan pernyataan publik untuk mengevaluasi dampak kebijakan Modi terhadap kesejahteraan dan hak-hak warga Muslim India. Temuan menunjukkan bahwa politik yang diusung oleh pemerintahan Modi mengancam pluralisme dan stabilitas sosial di India. Artikel ini berupaya memberikan wawasan mendalam mengenai peran kebijakan pemerintah dalam membentuk hubungan antar-komunitas di India, serta relevansi fenomena ini dalam diskursus politik Islam dan hak asasi manusia global.

Page 1 of 1 | Total Record : 5