cover
Contact Name
Besti Novianda
Contact Email
bestinovianda@eb.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edaj@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Economic Development Analysis Journal
ISSN : 22526560     EISSN : 25022725     DOI : -
Core Subject : Economy,
Focus and Scope Economic Development Analysis Journal is a scientific journal who published by Department of Economic Development, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. this journal published four times per year on February, May, August, and November and start publishing since 2012. The journal scope is related to the research in developing countries such as a development studies, poverty adequate, inequality, unemployment studies, behavioural economics, human development problems and others economics issues. Economics Development Analysis Journal also publish an articles related to the branch of development studies, such as, industry economics, international trade, bank and financial institutions, agriculture economics, financial studies, digital economics, small and medium enterprises, and tourism economics. It also published the study of development policy such as monetary economics, public economics, macro economics, micro economics, and economics policy. Therefore, this journal also received an articles related to spatial studies such as Urban, Regional, Development planning and Rural economics. Base on the scope, Economics Development Analysis Journal welcome a multidicipline articles who related to the economics and development studies.
Articles 585 Documents
ANALISIS KEPUTUSAN TENAGA KERJA PERDESAAN MELAKUKAN MIGRASI SEKTORAL DI LUAR PERTANIAN Yuliyanto Yuliyanto
Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 4 (2013): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v2i4.3216

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Fenomena migrasi sektoral tenaga kerja perdesaan usia produktif yang didominasi oleh arus migrasi dari sektor pertanian ke sektor di luar pertanian dapat dikatakan sudah merata terjadi di wilayah Jawa Tengah, bahkan di daerah yang ditetapkan sebagai basis pertanian di Jawa Tengah. Salah satunya adalah Kabupaten Temanggung yang merupakan satu dari lima Kabupaten penghasil Tembakau terbesar di Jawa Tengah. Penelitian ini menganalisis keputusan tenaga kerja perdesaan usia produktif melakukan migrasi sektoral di luar pertanian yang terjadi di Kabupaten Temanggung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis triangulasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer yang diperoleh dari 100 sampel angkatan kerja yang telah bekerja baik di sektor pertanian maupun di luar sektor pertanian yang berada di Kabupaten Temanggung. Hasil triangulasi menunjukkan dan menjelaskan alasan tenaga kerja perdesaan usia produktif melakukan migrasi sektoral di luar pertanian.   Abstract ___________________________________________________________________ Sectoral migration phenomenon of productive age rural labor occur in Central Java. The migration is dominated by the migration from agriculture to non agriculture. Temanggung district is one of big five district tobacco producer in Central Java. This research analyze the decision of productive age rural labor migration outside the farming in Temanggung district. It was used triangulation method. Types of data used are primary and secondary data. Primary data were obtained from 100 samples of the labor force that has worked in the agricultural sector and outside the agricultural sector, which is in Temanggung district. Results of triangulation show and explain the reason of productive age rural labor have decicion for migration outside the agricultural sector.
ANALISIS PENGEMBANGAN POTENSI EKONOMI DAERAH DI KAWASAN BANGLOR TAHUN 2007-2011 Abdul Bakhirnudin
Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 4 (2013): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v2i4.3217

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Kawasan Banglor merupakan salah satu Kawasan di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki tingkat pertumbuhan yang paling rendah dan terletak jauh lebih rendah dibandingkan dengan kawasan lainnya. Diantara kawasan-kawasan lainnya hanya kawasan Banglor sajalah yang memiliki pertumbuhan di bawah 4 persen yaitu 3,5 dan hal tersebut terletak jauh dibawah rata-rata dengan nilai rata-rata sebesar 4,89 persen pada tahun 2011. Sedangkan untuk kawasan lainnya memiliki pertumbuhan diatas 4 persen pada tahun 2011. Populasi penelitian ini adalah PDRB Kabupaten Rembang dan Blora atas dasar harga konstan tahun 2000, sedangkan sampel penelitian ini adalah PDRB Kab. Rembang dan Blora serta Jawa Tengah tahun 2007-2011 atas dasar harga konstan tahun 2000. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini yaitu PDRB, pertumbuhan ekonomi, sektor-sektor ekonomi, penduduk, komponen Shift Share, dan SWOT. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan kuesioner. Dalam penelitian ini digunakan analisis SLQ, DLQ dan Shift Share guna menentukan potensi ekonomi daerah yang dapat dijadikan sektor basis atau sektor unggulan. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mengetahui tingkat ketimpangan antar daerah dalam kawasan Banglor. Berdasarkan analisis LQ dan Shift Share dapat diketahui potensi ekonomi daerah di kabupaten dalam kawasan Banglor, yaitu sektor industri pengolahan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor Listrik,Gas, dan Air bersih, sektor perdagangan, hotel dan restoran di Kabupaten Rembang. Sedangkan di Kabupaten Blora Potensi Ekonomi Daerahnya adalah sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Industri Pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor Keuangan, Persewaan dan jasa perusahaan serta sektor Listrik,Gas, dan Air bersih. Selanjutnya digunakan analisis SWOT guna menganalisis strategi kebijakan pengembangan sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor Pertambangan dan Penggalian. Saran yang dapat diajukan pada kedua daerah dalam kawasan Banglor ini yaitu bahwa dalam pengembangan sektor-sektor ekonomi hendaknya tidak mengabaikan peran sektor Non basis dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Karena dalam pengembangan potensi ekonomi daerah harapannya dapat menjadi sektor unggulan yang pada akhirnya dapat bersama-sama mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di kedua kabupaten dalam kawasan Banglor.   Abstract ___________________________________________________________________ Banglor region is one of the areas in Central Java Province which has the lowest rate of growth and is much lower compared with other regions. Among other areas, the region only Banglor alone have growth below 4 percent that is 3.5 and it is located well below average with an average value of 4.89 percent in 2011. As for the other areas have growth above 4 percent in 2011. The population was Rembang and Blora District GDP at constant prices of 2000, while the sample is GDP Kab. Rembang and Blora and Central Java in 2007-2011 at constant prices of 2000. The variables that were examined in this study, namely GDP, economic growth, economic sectors, population, shift share components, and SWOT. Data collection method used is the method of documentation and questionnaires. This study used analysis of SLQ, DLQ and shift share to determine the economic potential of the area that can be used as a base or sector leading sectors. In addition, this study also aims to determine the level of inter-regional disparities in Banglor region. Based on LQ and shift share analysis can be seen in the area of economic potential in the region Banglor districts, namely manufacturing, mining and quarrying, electricity sector, gas, and water supply, trade, hotels and restaurants in the district of Rembang. While in the Economic Potential Blora terrain is Mining and Quarrying sector, Manufacturing sector, the trade, hotel and restaurant sector, Finance, Leasing and business services sector and Electricity, Gas, and Water Supply. SWOT analysis is then used to analyze the development of policy strategies Manufacturing sector, trade sector, hotels and restaurants, as well as the Mining and Quarrying sector. Suggestions can be submitted in two areas in this Banglor region is that the development of economic sectors should not ignore the role of non-base sectors in order to increase economic growth. Because the development of the economic potential of the region hopes to be a leading sector which in turn can jointly support economic growth in the two districts in the region Banglor
ANALISIS KAUSALITAS VOLATILITAS NILAI TUKAR MATA UANG DENGAN KINERJA SEKTOR KEUANGAN DAN SEKTOR RILL Muh Nurrohim
Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 4 (2013): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v2i4.3218

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Fundamental ekonomi yang salah satunya nilai tukar mata uang lebih dominan untuk dikaji. Nilai tukar yang berfluktuatif juga mempunyai keterkaitan dengan sektor rill, dalam hal ini fenomena nilai tukar yang berfluktuatif berdampak langsung mempengaruhi inflasi begitu pula sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kausalitas dan kointegrasi antara nilai tukar dengan IHSG dan nilai tukar dengan inflasi. Penelitian ini menggunakan data bulana periode Januari 1999-Desember 2012, data diperoleh dari Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Alat analisis menggunakan uji kausalitas Granger untuk mengetahui hubungan sebab-akibat dan uji kointegrasi untuk mengetahui hubungan keseimbangan jangka panjang. Hasil penelitian uji kausalitas Granger menunjukkan bahwa nilai tukar dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) ada terjadi hubungan kausalitas satu arah, dan dari uji kointegrasi menunjukkan terdapat hubungan jangka panjang untuk periode Januari 1999-Desember 2012. Untuk hasil penelitian lain uji kausalitas Granger menunjukkan bahwa nilai tukar dengan inflasi ada juga terjadi hubungan kausalitas satu arah, dan dari uji kointegrasi menunjukkan terdapat hubungan jangka panjang untuk periode Januari 1999-Desember 2012. Berdasarkan dari penelitian ini Bank Indonesia harus dapat mengendalikan volatilitas nilai tukar yang optimal dalam rangka pencapaian kestabilan harga dan investasi. Perlunya juga peran pemerintah untuk membantu bank sentral dalam upaya mengendalikan nilai tukar agar fundamental ekonomi terjaga stabil dan kuat. Abstract ______________________________________________________________ Economic fundamentals that one exchange is dominant for review. The exchange rate has also fluctuated linkages with the real sector, in this case the phenomenon of fluctuating exchange rates affect inflation directly affects vice versa. This study aims to analyze the causality and cointegration relationship between the exchange rate and the stock index with the inflation rate. This study uses data bulana the period January 1999-December 2012, the data obtained from Bank Indonesia (BI) and the Central Statistics Agency (BPS). Analysis tools using Granger causality test to determine the causal relationship and cointegration test to determine the long-term equilibrium relationship. Granger causality test research results show that the exchange rate of the composite stock price index (CSPI) there occurs one-way causality, and of cointegration test showed that there were long-term relationship for the period January 1999-December 2012. For the results of other studies show that the Granger causality test exchange rate with inflation there have also been a one-way causality, and of cointegration test showed that there were long-term relationship for the period January 1999-December 2012. Based on this research by Bank Indonesia should be able to control the optimal exchange rate volatility in order to achieve price stability and investment . Also the need for the government's role to assist the central bank in an effort to control the exchange rate that maintained stable economic fundamentals and strong.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL TAS DI KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS Rizal Arief Hidayat
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 4 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i4.3219

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Strategi pengembangan usaha merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu mengenai upaya-upaya suatu industri yang diperlukan guna mengembangkan usahanya dalam rangka mencapai tujuan industri secara efektif dan efisien. Strategi pengembangan usaha juga merupakan upaya mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul di masa mendatang yang sulit dipastikan dan dapat memberikan arah kegiatan operasional bagi pelaksanaan kegiatan industri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki industri kecil tas serta untuk merekomendasikan strategi pengembangan yang tepat digunakan. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode deskriptif terhadap 95 pengusaha tas. Variabel yang diteliti adalah permodalan, tenaga kerja, teknologi dan pemasaran. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kecil tas di Kecamatan Jati Kabupaten Kudus memiliki kekuatan yaitu kemudahan interaksi karena dibentuk sentra industri tas di Kecamatan Jati. Sedangkan kelemahan yang dimiliki adalah inovasi dan desain produk masih rendah. Peluang yang dimiliki adalah dekat dengan lokasi pasar. Sedangkan ancaman yang dimiliki adalah persaingan produk dari luar daerah baik nasional maupun internasional. Strategi pengembangan yang bisa diterapkan oleh industri kecil tas di Kecamatan Jati Kabupaten Kudus adalah strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal atau stabil, artinya strategi untuk memperluas usaha dengan cara membangun di lokasi yang lain, dan meningkatkan jumlah produksi dan menambah jasa. Pada industri kecil tas di Kecamatan Jati dapat meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar dengan cara promosi dan mempublikasikan produknya. Selain itu menerapkan strategi yang lebih  defensive  yaitu  menghindari  kehilangan penjualan dan profit. Pada industri kecil tas di Kecamatan Jati berarti pengusaha tas dapat memperkuat kerjasama antar pengusaha tas lainnya misalnya dengan pembentukan kelompok usaha bersama atau koperasi usaha.   Abstract ___________________________________________________________________ Business development strategies is a plan for a comprehensive and integrated on an industrial efforts are needed in order to expand its business in order to achieve industry goals effectively and efficiently. Business development strategy is also an effort to anticipate the problems that may arise in the future is difficult to ascertain and may provide direction for the implementation of the operations of the industry. The purpose of this research is to identify and analyze the strengths, weaknesses, opportunities and threats owned small handbag industry and to recommend appropriate development strategy used. The method used in this paper is a descriptive method against 95 employers bags. The variables studied are capital, labor, technology and marketing. The analytical method used is descriptive method of analysis and SWOT analysis. Research results show that the small bag industry in Jati Subdistrict of Kudus Regency has a strength that is formed due to the ease of interaction a small bags industrial centers in Jati Subdistrict. While the weaknesses of the innovation and design of the product is still low. Opportunities that are close to the market place. While the threat is owned product competition from outside the region both nationally and internationally. Development strategies that can be implemented by small handbag industry in Jati Subdistrict of Kudus Regency is the concentration strategy through horizontal integration or stable, it means a strategy to expand it’s business by constructing in another location, and improve production and increase the number of services. In the case of small industries in Jati Subdistrict can enhance product quality and expand the market by promoting and publicizing products. In addition a more defensive strategy that avoids lost sales and profits. In small bags in the industry means employers bag Jati Subdistrict can strengthen cooperation between employers other bags such as by the formation of joint venture or cooperative group effort.
ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA MAGELANG DENGAN METODE ANALISIS HIERARKI PROSES (AHP) Santika Meilani
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 4 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i4.3220

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Kota Magelang merupakan kota kecil yang hanya memiliki beberapa ribu penduduk saja. Namun, tingkat pengangguran di Kota Magelang memiliki peringkat pertama dibanding dengan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Pada tahun 2011 tingkat Pengangguran di Kota Magelang sebesar 8,2% paling tinggi di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan program altenatif mana yang dapat diprioritaskan Kota Magelang untuk mengurangi tingkat pengangguran. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer bersumber dari hasil pengisian kuesioner oleh pihak dinas terkait. Data sekunder dalam penelitian ini berupa data-data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah dan Kota Magelang dan jurnal serta literatur yang berkaitan dengan penelitian. Metode analisis yang digunakan yaitu Analitical Hierarki Process (AHP) dan diolah menggunakan expert choice versi 9.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya dalam mengurangi tingkat pengangguran di Kota Magelang dapat mengutamakan pada kriteria (1) bantuan dan permodalan dari investor dengan bobot tertinggi yaitu sebesar 0,443 dan dilanjutkan dengan (2) pemberdayaan usaha ekonomi dengan bobot sebesar 0,322 dan (3) pemberdayaan masyarakat dengan bobot sebesar 0,234. Berdasarkan temuan tersebut, saran yang dapat disampaikan untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kota Magelang adalah membenahi sarana dan prasarana baik secara internal maupun eksternal merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah Kota Magelang untuk mampu mengundang investor baik dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi di Kota Magelang, serta meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar lembaga dan para pemangku kepentingan di Kota Magelang.   Abstract ___________________________________________________________________ Magelang City is a small town that only has a few thousand residents only. However, the unemployment rate in the city of Magelang has ranked first compared with regencies / cities in Central Java. In 2011 the unemployment rate of 8.2% Magelang highest in Central Java. This study aims to determine which programs can be prioritized alternative Magelang to reduce the unemployment rate. The data used in this study are primary and secondary data. Primary data sourced from the results of the questionnaires by the related department. Secondary data in this study are the data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) Central Java Province and City of Manila and journals and literature related to the research. The analytical method used is Analytical Hierarchy Process (AHP) and processed using version 9.0 expert choice. These results indicate that efforts to reduce unemployment in the city of Magelang can prioritize the criteria (1) support and capital from investors with the highest weight of 0.443, followed by (2) economic empowerment with a weight of 0.322, and (3) community empowerment with a weight of 0.234. Based on these findings, suggestions can be presented to reduce the unemployment rate in the city of Magelang is to fix the infrastructure both internally and externally is one way that can be done by the government of Magelang to be able to invite investors both within and outside the country to invest in the city of Magelang , as well as improve coordination and cooperation among agencies and stakeholders in the city of Magelang.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMISKINAN DAN STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN DI KAB. BREBES TAHUN 2009-2011 Slamet Priyo Marmujiono
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 4 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i4.3221

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pengaruh variabel pendapatan perkapita, pertumbuhan ekonomi, dan rasio ketergantungan penduduk terhadap jumlah penduduk miskin di Kab. Brebes tahun 2009-2011, serta bagaimana strategi pengentasan kemiskinan tersebut pada tahun 2011. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan data time series dan data cross section atau sering disebut dengan data panel dengan bantuan Software Eviews 6 dan Analisis SWOT. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Kab. Brebes, pendapatan perkapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Kab. Brebes, dan rasio ketergantungan penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Kab. Brebes. Berdasarkan hasil penelitian setrategi pengentasan kemiskinan dengan menggunakan analisis SWOT, maka strategi pengentasan kemiskinan melalui strategi S-O (Strength–Oppoutunities) yaitu dengan meningkatkan kinerja penanggulangan kemiskinan pemerintah daerah  yang berfokus pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan meningkatkan akses pelayanan pendidikan di Kab. Brebes. Abstract ___________________________________________________________________ The writer analyzed the variable income per capita, economic growth, and inhabitant dependency ratio which influence the in increasing of poverty in Brebes Regency. Moreover, this research is used to analyze the strategy in overcoming poverty in 2009-2011.   The writer used time series data and cross section data which are called panel data which is combined with software 6 and SWOT analysis. The result of this research indicates that variable economic growth gives negative and significant effects among the number of poverty in Brebes Regency, while income per capita and inhabitant dependency ratio give positive and significant effects. By using SWOT analysis, the writer found S-O (Strength – Opportunities) as method to pull out the poverty in Brebes Regency. This method is increasing the local government occupation which focuses on people rights accomplishment and increasing the human resources quality, for instance, by raising the education among people in Brebes Regency.
STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH, INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA SEMARANG MELALUI MICE (MEETING, INCENTIVE, CONVENTION DAN EXHIBITION) Tika Putri Pratiwi
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 4 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i4.3222

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan sektor industri dan pariwisata. Langkah awal pemerintah yang serius dalam mengolah kedua industri ini yaitu dengan menjadikan Kota Semarang sebagai salah satu destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Penelitian ini bertujuan untuk memilih strategi apa yang dapat dilakukan dalam pembangunan Kota Semarang Melalui MICE. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil pengisian kuesioner oleh pihak dinas dan Swasta. Data sekunder dalam penelitian ini berupa data-data yang diperoleh dari dinas terkait serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang dan jurnal serta literatur yang berkaitan dengan penelitian. Metode analisis yang digunakan yaituAnalitical Hierarki Process (AHP) dan diolah menggunakan expert choice versi 9.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembangunan Kota Semarang melalui MICE dapat mengutamakan pada kriteria (1) peningkatan sektor investasi dengan bobot tertinggi yaitu sebesar 0,614 dan dilanjutkan dengan (2) memperbaiki pertumbuhan ekonomi kota dengan bobot 0,260, sehingga akan membantu dalam (3) peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Semarang melalui MICE dengan bobot 0,126. Berdasarkan temuan tersebut, saran yang dapat disampaikan yaitu Memperkenalkan Kota Semarang melalui jalur promosi dengan menggunakan media-media sosal dan media elektronik. Hal tersebut merupakan salah satu alternatif membuka investasi yang lebih luas di Kota Semarang, sehingga tidak hanya masyarakat dalam negeri namun masyarakat internasional juga dapat lebih mengenal Kota Semarang. Memperbanyak even berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Kota Semarang dan lebih memperkenalkan Kota Semarang baik di dalam maupun di luar negeri. Memberikan pelatihan bagi masyarakat guna meningkatkan keahlian dan berdampak baik bagi pendapatan masyarakat Kota Semarang. Abstract ___________________________________________________________________ Semarang as the capital of Central Java province has great potential in developing the industrial and tourism sectors. The government was a serious step in the process the two industries is that by making one of Semarang as destinations MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). This study aims to choose what to do strategy development through MICE Semarang. The data used in this study is primary data and secondary data. Primary data sourced from the results of questionnaires by agencies and private parties. Secondary data in this study are the data obtained from the related department and the Central Statistics Agency (BPS) of Central Java province and the city of Semarang and journals and literature related to the research. The analytical method used is Analytical Hierarchy Process (AHP) and processed using version 9.0 expert choice. These results indicate that the development strategy through MICE Semarang can be put on the criterion (1) an increase in the investment sector with the highest weight is equal to 0.614 and was followed by (2) improve the city's economic growth with weights 0.260, so that will help in (3) an increase in income PAD through MICE Semarang and weighs 0.126. Based on these findings, recommendations are delivered Introducing Semarang namely through the promotion of bands using sosal media and electronic media. It was one of the alternatives open wider investment in Semarang, so not only community in the state but also the international community can better understand Semarang. Enhance national and even international scale held in Semarang and Semarang more introduced both at home and abroad. Provide training for community use to increase membership and good impact on people's income Semarang.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NERACA TRANSAKSI BERJALAN : STUDI KASUS INDONESIA TAHUN 1990-2011 Wulansari Fitri
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 4 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i4.3223

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Neraca transaksi berjalan (NTB) menggambarkan kondisi eksternal Indonesia. Kondisi neraca transaksi berjalan cenderung tidak seimbang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Neraca Transaksi Berjalan Indonesia. Penyesuaian dilakukan untuk memperbaiki kondisi neraca transaksi berjalan menuju keseimbangan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari bank Indonesia dan International Moneter Fund yaitu neraca transaksi berjalan Indonesia, kurs, pengeluaran pemerintah, dan pertumbuhan ekonomi dunia. Data yang digunakan adalah data tahunan dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel bebas yang mempengaruhi neraca transaksi berjalan Indonesia adalah kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan koefisien regresi sebesar 1.468. sedangkan variabel pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi dunia  tidak signifikan terhadap neraca transaksi berjalan Indonesia tahun 1990-2011. Upaya menyeimbangkan neraca transaksi berjalan dapat dilakukan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di pasar valuta asing, pengurangan pengeluaran pemerintah dalam  impor terutama impor migas, serta pembuatan peraturan yang memudahkan berkembangnya perdagangan internasional, dan pengembangan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan sebagai upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi dan perdagangan yang bersifat global. Abstract ___________________________________________________________________ Current Account representative Indonesia’s external condition. Current account tend to imbalance. This study is aim to analyze Indonesia’s Current Account determinant. Adjusment is needed to improve  Current Account  to be balance. The datas are exchange rate rupiah to US dollar, government expenditure, and world economic growth sourced from Bank Indonesia and International Monetary Fund. Annual time series data on the variables under study covering twenty-two years period are used. The ordinary least square technique used for the study.  Based on study, the positive relationship and link between exchange rate and Indonesia’s current account is established. Government expenditure and economic growth were found to have not significant impact on Indonesia’s current account balance. The policy conclusion is that the current account disequilibrium can be corrected through exchange rate stability policy in exchange market. Decrease government expenditure especially oil and gas sector, and making rules to develop international trade, and to develop cooperation in economic and trade sector for solving economic and trade problems globally.
ANALISIS EFISIENSI FAKTOR–FAKTOR PRODUKSI USAHA TANI PADI DI KECAMATAN UNDAAN KABUPATEN KUDUS Arif Miftachuddin
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i1.3510

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Kabupaten kudus mempunyai produktifitas padi rendah di banding beberapa kabupaten lain dijawa tengah yang memiliki luas lahan lebih kecil dari kabupaten kudus, produktifitas padi kabupaten kudus pada tahun 2011 adalah 55,31 kw dari luas panen sebesar 23.149 ha. Kecamatan undaan dipilih karena memiliki luas lahan terbesar di kabupaten kudus dan didukung dengan adanya pengairan teknis. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana efisiensi teknis, harga (alokatif) dan ekonomi dalam penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani padi di Kecamatan Undaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efisiensi teknis, harga (alokatif) dan ekonomi dalam penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha tani Padi di Kecamatan Undaan.Sampel penelitian yaitu berjumlah 99 petani di 16 Desa di Kecamatan Undaan. Variabel dalam penelitian ini adalah luas lahan (X1), bibit (X2), pupuk (X3), pestisida (X4), tenaga kerja (X5) dan hasil produksi (Y). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Data yang dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dan efisiensi.Dari hasil penelitian diperoleh, bahwa dari hasil penghitungan efisiensi diperoleh nilai efisiensi teknis sebesar 0,75. Efisiensi harga sebesar 28,06 dan efisiensi ekonomi sebesar 21,04, nilai return to scale sebesar 0,27 dan nilai R/C rasio 2,54.Kesimpulan dari penelitian ini adalah efisiensi teknis, efisiensi harga dan efisiensi ekonomi pada usaha tani padi di Kecamatan Undaan masih belum efisien, Return To Scale menunjukan kondisi Decreasing Return To scale, R/C rasio menunjukan usaha tani padi masih menguntungkan untuk di kelola dan dikembangkan. Saran kepada para petani padi hendaknya memanfaatkan faktor-faktor produksi yang dimilikinya secara proporsional agar dapat mencapai efisiensi teknis, melakukan penambahan faktor produksi NPM supaya mencapai efisiensi harga, dan melakukan penambahan faktor produksi serta dimanfaatkan secara maksimal sesuai dgn proporsi agar tercapai efisiensi ekonomi, kondisi sehingga usahatani yang dijalankan dapat memberikan keuntungan. Kondisi Decreasing Return To scale perlu dilakukan pembinaan, penyuluhan dan pelatihan supaya para petani padi mampu memproduksi secara maksimal untuk mencapai tingkat produksi yang efisien. Abstract___________________________________________________________________Holy district has rice productivity is low on appeal a few other districts of Central dijawa that has a land area smaller than the Holy district, rice productivity Holy district in 2011 is a vast harvest of 55,31 kw of 23.149 ha. Urgent district was chosen because it has the largest land area in the County and supported by the existence of the technical irrigation. The issues examined in this research is how the technical efficiency, price (alokatif) and economy in the use of production factors on rice farming in Urgent. The purpose of this research is to know the technical efficiency, price (alokatif) and economy in the use of production factors on Rice farmer in Urgent.Sample research namely totaled 99 farmers in 16 villages in Kecamatan Urgent. The variable in this study are land area (X 1), seeds (x 2) (X 3), fertilizer, pesticides (X 4), labor (X 5) and output (Y). Method of data collection methods used are questionnaire, interview and documentation. The Data were analyzed using descriptive quantitative analysis method and efficiency.From the results obtained, that the results of the calculation efficiency obtained technical efficiency of value 0.75. The price of efficiency and economic efficiency of 28,06, 21,04 return to scale, the value of 0.27 and R/C ratio 2,54.The conclusion of this research is technical, efficiency pricing efficiency and economic efficiency at a venture peasantry rice in sub-district undaan still not efficient, return to " scale doubles " show the condition of decreasing return to " scale doubles ", r / c the ratio of show business is still profitable to rice farmers in managed and developed.Advice to rice farmers should take advantage of the factors of production are owned, proportionally in order to achieve efficiency technical, adding that production factor npm reached the efficiency of the prices of and to increase the production factor and utilized maximally in accordance with the proportion of the economy, so as to achieve efficiency condition so that usahatani executed can give an advantage.The condition of decreasing return to training, " scale doubles " needs to be done counseling and training so that farmers rice capable of producing in to achieve maximum production level that efficient..
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN CILACAP Azis Pratomo
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i1.3511

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kecamatan yang berpotensi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu berupa data times series dengan periode waktu tahun 2008-2012 yang bersumber dari BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS Kabupaten Cilacap dan jurnal serta literatur yang berkaitan dengan penelitian. Metode analisis yang digunakan yaitu Tipologi Klassen, Analisis Location Quotient (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Analisis Overlay, Analisis Skalogram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cilacap dan kawasan kerjasamanya adalah Kawasan Barat dengan pusat pertumbuhan ekonomi Kecamatan Majenang, Kawasan Tengah dengan pusat pertumbuhan Kecamatan Gandrungmangu, Kawasan Timur dengan pusat pertumbuhan Kecamatan Kesugihan, untuk pengembangannya perlu dengan meningkatkan investasi guna mengembangkan sektor unggulan yang berdaya saing kompetitif dan komparatif, sehingga menopang Kecamatan Hiterlandnya untuk tumbuh dan berkembang. Abstract___________________________________________________________________This study aims to determine the potential districts as the centers of economic growth in Cilacap. The data used in this study is secondary data in the form of data times series with the time period of 2008-2012 are sourced from BPS Central Java, and Cilacap BPS journals and literature related to the research. The analytical method used is Typology Klassen, Analysis of Location Quotient ( LQ ), Model Growth Ratio ( MRP ), Overlay Analysis, Analysis Schallogram. The results of this study indicate that the center of economic growth in Cilacap and it’s cooperation, the center of the western region 's economic growth is in Majenang subdistrict, the center of the central region’s economic growth is in Gandrungmangu subdistrict, the center of East region’s economic growth is in Kesugihan subdistrict, for its development needs to increase the investment in order to develop seed sector become competitive and comparative, so it can sustain the District Hiterland to grow and develop.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2024): Economics Development Analysis Journal Vol 13 No 1 (2024): Economics Development Analysis Journal Vol 12 No 4 (2023): Economics Development Analysis Journal Vol 12 No 3 (2023): Economics Development Analysis Journal Vol 12 No 2 (2023): Economics Development Analysis Journal Vol 12 No 1 (2023): Economics Development Analysis Journal Vol 11 No 4 (2022): Economics Development Analysis Journal Vol 11 No 3 (2022): Economics Development Analysis Journal Vol 11 No 2 (2022): Economics Development Analysis Journal Vol 11 No 1 (2022): Economics Development Analysis Journal Vol 10 No 4 (2021): Economics Development Analysis Journal Vol 10 No 3 (2021): Economics Development Analysis Journal Vol 10 No 2 (2021): Economics Development Analysis Journal Vol 10 No 1 (2021): Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 4 (2020): Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 3 (2020): Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 2 (2020): Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 1 (2020): Economics Development Analysis Journal Vol 8 No 4 (2019): Economics Development Analysis Journal Vol 8 No 3 (2019): Economics Development Analysis Journal Vol 8 No 2 (2019): Economic Development Analysis Journal Vol 8 No 1 (2019): Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 4 (2018): Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 3 (2018): Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 2 (2018): Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 1 (2018): Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 4 (2017): Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 3 (2017): Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 2 (2017): Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 1 (2017): Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 4 (2016): Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 3 (2016): Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 2 (2016): Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 1 (2016): Economics Development Analysis Journal Vol 4 No 4 (2015): Economics Development Analysis Journal Vol 4 No 3 (2015): Economics Development Analysis Journal Vol 4 No 2 (2015): Economics Development Analysis Journal Vol 4 No 1 (2015): Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 4 (2014): Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 3 (2014): Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 2 (2014): Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 4 (2013): Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 3 (2013): Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 2 (2013): Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 1 (2013): Economics Development Analysis Journal Vol 1 No 2 (2012): Economics Development Analysis Journal Vol 1 No 1 (2012): Economics Development Analysis Journal More Issue