cover
Contact Name
Besti Novianda
Contact Email
bestinovianda@eb.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edaj@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Economic Development Analysis Journal
ISSN : 22526560     EISSN : 25022725     DOI : -
Core Subject : Economy,
Focus and Scope Economic Development Analysis Journal is a scientific journal who published by Department of Economic Development, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. this journal published four times per year on February, May, August, and November and start publishing since 2012. The journal scope is related to the research in developing countries such as a development studies, poverty adequate, inequality, unemployment studies, behavioural economics, human development problems and others economics issues. Economics Development Analysis Journal also publish an articles related to the branch of development studies, such as, industry economics, international trade, bank and financial institutions, agriculture economics, financial studies, digital economics, small and medium enterprises, and tourism economics. It also published the study of development policy such as monetary economics, public economics, macro economics, micro economics, and economics policy. Therefore, this journal also received an articles related to spatial studies such as Urban, Regional, Development planning and Rural economics. Base on the scope, Economics Development Analysis Journal welcome a multidicipline articles who related to the economics and development studies.
Articles 585 Documents
STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH, INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA SEMARANG MELALUI MICE (MEETING, INCENTIVE, CONVENTION DAN EXHIBITION) Tika Putri Pratiwi
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i1.3522

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan sektor industri dan pariwisata. Langkah awal pemerintah yang serius dalam mengolah kedua industri ini yaitu dengan menjadikan Kota Semarang sebagai salah satu destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).Penelitian ini bertujuan untuk memilih strategi apa yang dapat dilakukan dalam pembangunan Kota Semarang Melalui MICE. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil pengisian kuesioner oleh pihak dinas dan Swasta. Data sekunder dalam penelitian ini berupa data-data yang diperoleh dari dinas terkait serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang dan jurnal serta literatur yang berkaitan dengan penelitian. Metode analisis yang digunakan yaituAnalitical Hierarki Process (AHP) dan diolah menggunakan expert choice versi 9.0.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembangunan Kota Semarang melalui MICE dapat mengutamakan pada kriteria (1) peningkatan sektor investasi dengan bobot tertinggi yaitu sebesar 0,614 dan dilanjutkan dengan (2) memperbaiki pertumbuhan ekonomi kota dengan bobot 0,260, sehingga akan membantu dalam (3) peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Semarang melalui MICE dengan bobot 0,126.Berdasarkan temuan tersebut, saran yang dapat disampaikan yaitu Memperkenalkan Kota Semarang melalui jalur promosi dengan menggunakan media-media sosal dan media elektronik. Hal tersebut merupakan salah satu alternatif membuka investasi yang lebih luas di Kota Semarang, sehingga tidak hanya masyarakat dalam negeri namun masyarakat internasional juga dapat lebih mengenal Kota Semarang. Memperbanyak even berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Kota Semarang dan lebih memperkenalkan Kota Semarang baik di dalam maupun di luar negeri. Memberikan pelatihan bagi masyarakat guna meningkatkan keahlian dan berdampak baik bagi pendapatan masyarakat Kota Semarang.Abstract___________________________________________________________________Semarang as the capital of Central Java province has great potential in developing the industrial and tourism sectors. The government was a serious step in the process the two industries is that by making one of Semarang as destinations MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).This study aims to choose what to do strategy development through MICE Semarang. The data used in this study is primary data and secondary data. Primary data sourced from the results of questionnaires by agencies and private parties. Secondary data in this study are the data obtained from the related department and the Central Statistics Agency (BPS) of Central Java province and the city of Semarang and journals and literature related to the research. The analytical method used is Analytical Hierarchy Process (AHP) and processed using version 9.0 expert choice.These results indicate that the development strategy through MICE Semarang can be put on the criterion (1) an increase in the investment sector with the highest weight is equal to 0.614 and was followed by (2) improve the city's economic growth with weights 0.260, so that will help in (3) an increase in income PAD through MICE Semarang and weighs 0.126.Based on these findings, recommendations are delivered Introducing Semarang namely through the promotionof bands using sosal media and electronic media. It was one of the alternatives open wider investment inSemarang, so not only community in the state but also the international community can better understandSemarang. Enhance national and even international scale held in Semarang and Semarang more introducedboth at home and abroad. Provide training for community use to increase membership and good impact onpeople's income Semarang.
ANALISIS PENERIMAAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP KINERJA KUALITAS PELAYANAN PASAR TRADISIONAL KOTA SEMARANG : STUDI KASUS PASAR JOHAR Tri Esti Chotimah
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i1.3523

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Penerimaan retribusi pasar setiap tahun mengalami peningkatan, namun jika dilihat dari target yang di tetapkan retribusi pasar belum mencapai target di setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pemungutan retribusi pasar di Kota Semarang belum optimal. Salah satu usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam mengelola retribusi pasar ini adalah memberikan pelayanan kepada pedagang sesuai dengan apa yang telah mereka bayarkan kepada pemerintah. Permasalahan yang dikaji yaitu penerimaan retribusi pasar yang selalu meningkat apakah sudah diimbangi dengan kualitas pelayanan pasar yang baik dari Dinas Pasar Kota Semarang kepada pedagang pasar Johar.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Untuk mengukur baik buruknya kualitas pelayananan dapat dilihat dari fasilitas fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Penelitian ini menggunakan 286 sampel berdasarkan rumus slovin dari populasi sebesar 6087. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian diperoleh fasilitas fisik Pasar Johar masih belum terjaga dengan baik karena keadaan di pasar Johar kurang terjaga kebersihannya, kurangnya penataan kios dan los yang rapi, masih terdapat jalan yang berlubang, masih ada beberapa kios dan los yang rusak dan ketidakteraturan tempat parkir yang membuat kemacetan di sekitar pasar. Dilihat dari keandalannya kurangnya kesiapan Dinas Pasar dalam menolong pedagang. Ketanggapan Dinas Pasar dalam menanggapi keluhan pedagang juga masih kurang, dilihat dari jaminan Dinas Pasar sudah cukup terampil dalam melayani pedagang dan indikator empati, Dinas Pasar masih kurang maksimal karena hanya menampung aspirasi pedagang.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penerimaan retribusi pasar selalu meningkat namun penerimaan yang selalu meningkat ini belum diiringi dengan kualitas pelayanan pasar yang baik dari Dinas Pasar Kota Semarang kepada pedagang Pasar Johar. Sarannya Dinas Pasar seharusnya lebih memaksimalkan pelayanan dengan cara melakukan pembenahan fasilitas Pasar Johar Kota Semarang seperti perbaikan serta penataan kios dan los pedagang yang rusak, perbaikan jalan yang berlubang, menyediakan tempat pembuangan sampah di setiap tempat berjualan dan penertiban parkir. Abstract___________________________________________________________________Market acceptance retribution each year has increased, but when viewed from the retribution specified target market has not hit the target in each year. This suggests that the implementation of market fee collection in the city of Semarang is not optimal. One of the efforts made by local governments in managing this is retribution market providing services to merchants in accordance with what they have paid to the government. The problems are studied, namely acceptance retribution ever increasing market if it is balanced with a good quality of service market from the Market Office Semarang to market traders Johar.The data used in this study are secondary data and primary data. For good measure pelayananan poor quality can be seen from the physical facilities, reliability, responsiveness, assurance and empathy. This study used a sample of 286 Slovin formula based on the population of 6087. The sampling technique using random sampling. Data collection methods used were interviews and documentation. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis method.The results were obtained physical facilities Johar Market is still not well preserved because of the situation in the market is less Johar kept clean, the lack of arrangement of stalls and los neat, there are still holes in the road, there are still some stalls and los damaged and irregularities which make the parking lot congestion around the market. Judging from the lack of reliability of readiness Market Office in helping merchants. Office Market Responsiveness in response to complaints traders are still lacking, but seen from the indicators warranties, Office of Market already quite skilled in serving merchants and when seen from the indicators of empathy, Office market is still less than the maximum because only the aspirations of tradersThe conclusion of this study that the acceptance market is increasing but increasing acceptance is not always accompanied by a good quality of service market from the Market Office Semarang to Johar Market traders. This is the suggestion of the Office Market research should be to maximize the service in a way to reforms facility Johar Market Semarang such as repairs and structuring market stalls and traders los damaged, repair potholes, providing landfills in any place selling and parking enforcement.
ANALISIS PENERIMAAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP KINERJA KUALITAS PELAYANAN PASAR TRADISIONAL KOTA SEMARANG : STUDI KASUS PASAR JOHAR Tri Esti Chotimah
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i1.3524

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Penerimaan retribusi pasar setiap tahun mengalami peningkatan, namun jika dilihat dari target yang di tetapkan retribusi pasar belum mencapai target di setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pemungutan retribusi pasar di Kota Semarang belum optimal. Salah satu usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam mengelola retribusi pasar ini adalah memberikan pelayanan kepada pedagang sesuai dengan apa yang telah mereka bayarkan kepada pemerintah. Permasalahan yang dikaji yaitu penerimaan retribusi pasar yang selalu meningkat apakah sudah diimbangi dengan kualitas pelayanan pasar yang baik dari Dinas Pasar Kota Semarang kepada pedagang pasar Johar.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Untuk mengukur baik buruknya kualitas pelayananan dapat dilihat dari fasilitas fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Penelitian ini menggunakan 286 sampel berdasarkan rumus slovin dari populasi sebesar 6087. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian diperoleh fasilitas fisik Pasar Johar masih belum terjaga dengan baik karena keadaan di pasar Johar kurang terjaga kebersihannya, kurangnya penataan kios dan los yang rapi, masih terdapat jalan yang berlubang, masih ada beberapa kios dan los yang rusak dan ketidakteraturan tempat parkir yang membuat kemacetan di sekitar pasar. Dilihat dari keandalannya kurangnya kesiapan Dinas Pasar dalam menolong pedagang. Ketanggapan Dinas Pasar dalam menanggapi keluhan pedagang juga masih kurang, dilihat dari jaminan Dinas Pasar sudah cukup terampil dalam melayani pedagang dan indikator empati, Dinas Pasar masih kurang maksimal karena hanya menampung aspirasi pedagang.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penerimaan retribusi pasar selalu meningkat namun penerimaan yang selalu meningkat ini belum diiringi dengan kualitas pelayanan pasar yang baik dari Dinas Pasar Kota Semarang kepada pedagang Pasar Johar. Sarannya Dinas Pasar seharusnya lebih memaksimalkan pelayanan dengan cara melakukan pembenahan fasilitas Pasar Johar Kota Semarang seperti perbaikan serta penataan kios dan los pedagang yang rusak, perbaikan jalan yang berlubang, menyediakan tempat pembuangan sampah di setiap tempat berjualan dan penertiban parkir. Abstract___________________________________________________________________Market acceptance retribution each year has increased, but when viewed from the retribution specified target market has not hit the target in each year. This suggests that the implementation of market fee collection in the city of Semarang is not optimal. One of the efforts made by local governments in managing this is retribution market providing services to merchants in accordance with what they have paid to the government. The problems are studied, namely acceptance retribution ever increasing market if it is balanced with a good quality of service market from the Market Office Semarang to market traders Johar.The data used in this study are secondary data and primary data. For good measure pelayananan poor quality can be seen from the physical facilities, reliability, responsiveness, assurance and empathy. This study used a sample of 286 Slovin formula based on the population of 6087. The sampling technique using random sampling. Data collection methods used were interviews and documentation. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis method.The results were obtained physical facilities Johar Market is still not well preserved because of the situation in the market is less Johar kept clean, the lack of arrangement of stalls and los neat, there are still holes in the road, there are still some stalls and los damaged and irregularities which make the parking lot congestion around the market. Judging from the lack of reliability of readiness Market Office in helping merchants. Office Market Responsiveness in response to complaints traders are still lacking, but seen from the indicators warranties, Office of Market already quite skilled in serving merchants and when seen from the indicators of empathy, Office market is still less than the maximum because only the aspirations of tradersThe conclusion of this study that the acceptance market is increasing but increasing acceptance is not always accompanied by a good quality of service market from the Market Office Semarang to Johar Market traders. This is the suggestion of the Office Market research should be to maximize the service in a way to reforms facility Johar Market Semarang such as repairs and structuring market stalls and traders los damaged, repair potholes, providing landfills in any place selling and parking enforcement.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR TEKSTIL INDONESIA PERIODE 2007-2011 Wahyu Setianto
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i1.3525

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Ekspor non migas Indonesia merupakan ekspor unggulan selain dari sektor migas. Salah satu komoditi ekspor non migas Indonesia dihasilkan oleh sektor industri manufaktur yang merupakan salah satu sektor unggulan Indonesia saat ini. Sektor industri manufaktur juga berperan serta dalam penyerapan tenaga kerja di indonesia. Sektor industri manufaktur juga berkontribusi terhadap ekspor Indonesia. Sektor industri tersebut adalah industri tekstil.Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda dengan data time series berdasarkan bulanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa krisis global berpengaruh positif terhadap ekspor tekstil yaitu sebesar 15243,70. Nilai tukar berpengaruh negatif terhadap ekspor tekstil yaitu sebesar -66,07903. Harga tekstil berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor tekstil Indonesia yaitu sebesar 24,04699 hal ini karena ketika harga bahan baku dapat ditekan maka harga barang jadinya relatif bisa bersaing dalam perdagangan internasional sehingga jumlah konsumen juga dapat meningkat.Variabel krisis global (dummy), nilai tukar dan harga tekstil secara bersama-sama berpengaruh secara nyata terhadap ekspor tekstil di indonesia dengan probabilitas sebesar 0,000000.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel krisis global (dummy) berpengaruh positif terhadap ekspor tekstil, nilai tukar berpengaruh negatif terhadap ekspor tekstil Indonesia, harga bahan baku berpengaruh positif terhadap ekspor tekstil. Variabel krisis global, nilai tukar dan harga tekstil berpengaruh secara nyata terhadap ekspor tekstil. Abstract___________________________________________________________________Export of Indonesia's non oil and gas export is a leading oil & gas sector apart from. One of the non oil and gas export commodities Indonesia generated by sector manufacturing industry which is one of the leading sectors of Indonesia at the moment. Industrial manufacturing sector also plays a role in the absorption of labor in Indonesia. Industrial manufacturing sector also contribute to exports. The industry sector is the textile industry.The research method used is the method of multiple linear regression analysis with time series data based on monthly basis. Results of the study showed that the global crisis positively influential textile exports which amounted to 15243,70. Exchange rates the negative effect of the textile exports which amounted to-66,07903. Positive and influential textile prices significantly to export textiles Indonesia namely of 24,04699 this is because when the price of raw materials can be pressed then the relative prices of goods would be able to compete in international trade so that the number of consumers can also increase.The global crisis is variable (dummy), exchange rates and the price of textiles together movers and shakers in the real against the export of textiles in indonesia with a probability of 0,000000.The conclusions of this research shows that the global crisis is variable (dummy) positive effect on exports of textiles, the exchange rates affect negatively to Indonesia's textile exports, the price of raw materials the positive effect of the textile exports. Variable of the global crisis, exchange rates and prices in the real effect of the textile exports of textiles.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NERACA TRANSAKSI BERJALAN : STUDI KASUS INDONESIA TAHUN 1990-2011 Wulansari Fitri
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i1.3526

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Neraca transaksi berjalan (NTB) menggambarkan kondisi eksternal Indonesia. Kondisi neraca transaksi berjalan cenderung tidak seimbang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Neraca Transaksi Berjalan Indonesia. Penyesuaian dilakukan untuk memperbaiki kondisi neraca transaksi berjalan menuju keseimbangan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari bank Indonesia dan International Moneter Fund yaitu neraca transaksi berjalan Indonesia, kurs, pengeluaran pemerintah, dan pertumbuhan ekonomi dunia. Data yang digunakan adalah data tahunan dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel bebas yang mempengaruhi neraca transaksi berjalan Indonesia adalah kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan koefisien regresi sebesar 1.468. sedangkan variabel pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi dunia tidak signifikan terhadap neraca transaksi berjalan Indonesia tahun 1990-2011. Upaya menyeimbangkan neraca transaksi berjalan dapat dilakukan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di pasar valuta asing, pengurangan pengeluaran pemerintah dalam impor terutama impor migas, serta pembuatan peraturan yang memudahkan berkembangnya perdagangan internasional, dan pengembangan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan sebagai upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi dan perdagangan yang bersifat global. Abstract___________________________________________________________________Current Account representative Indonesia’s external condition. Current account tend to imbalance. This study is aim to analyze Indonesia’s Current Account determinant. Adjusment is needed to improve Current Account to be balance. The datas are exchange rate rupiah to US dollar, government expenditure, and world economic growth sourced from Bank Indonesia and International Monetary Fund. Annual time series data on the variables under study covering twenty-two years period are used. The ordinary least square technique used for the study. Based on study, the positive relationship and link between exchange rate and Indonesia’s current account is established. Government expenditure and economic growth were found to have not significant impact on Indonesia’s current account balance. The policy conclusion is that the current account disequilibrium can be corrected through exchange rate stability policy in exchange market. Decrease government expenditure especially oil and gas sector, and making rules to develop international trade, and to develop cooperation in economic and trade sector for solving economic and trade problems globally.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA TALUN MELALUI MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Hanifa Fitrianti
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i1.3559

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah. Kabupaten Pati merupakan kabupaten yang mengesankan, kaya sumber daya, memiliki gunung, tanah, pantai, dan laut. Upaya pengembangan sumber daya di sektor ini belum optimal membuat berpenghasilan rendah dari sektor ini. Sektor ini perlu pembangunan yang lebih baik. Desa Talun penelitian Peneliti sebagai desa wisata yang mengumumkan bupati. Tujuan penelitian ini ini untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) desa Talun dan membuat rencana strategis pembangunan desa Talun. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer yang mengumpulkan dari daerah dan data sekunder lainnya. Research identifikasi obyektif berdasarkan survei dan wawancara hasil. Rekomendasi Talun pembangunan desa berdasarkan analisis SWOT. Rencana strategis berdasarkan kekuatan dan strategi opporturnity, kelemahan dan strategi peluang, kekuatan dan strategi ancaman, dan kelemahan dan strategi ancaman.. Abstract ___________________________________________________________________ Tourism is one sector which can be develop as a local income source. District of Pati is an impressive district, rich of resources, has mountain, land, beach, and sea. Attempt of resources development in this sector not optimal make low income from this sector. This sector needs better development. Researcher research Talun village as a tourism village that announce by regent. This research’s objective to identify strength, weakness, opportunity, and threat (SWOT) of Talun village and make a strategic plan of Talun village development. Type of this research use quantitative and qualitative method. This research use primary data that collect from area and other secondary data. Research’s objective identification based on survey and interview result. Recommendation of Talun village development based on SWOT analysis. Strategic plan based on strength and opporturnity strategy, weakness and opportunity strategy, strength and threat strategy, and weakness and threat strategy.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI PADI DI KECAMATAN MASARAN, KABUPATEN SRAGEN Joni Arman Damanik
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i1.3560

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Kecamatan Masaran adalah salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sragen yang memiliki pendapatan per kapita yang tinggi di Kabupaten Sragen tahun 2010-2011, akan tetapi tingkat kesejahteraan masyarakatnya tahun 2011 masih rendah. Permasalahan yang dikaji yaitu, pengaruh faktor-faktor luas lahan, jumlah tenaga kerja, dan biaya produksi dalam mempengaruhi pendapatan petani padi di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Populasi penelitian ini berjumlah 71 petani padi di 4 desa, berdasarkan jumlah produksi padi tertinggi. Pegambilan sampel dilakukan dengan proportionate stratified random sampling. Variabel terikat (Y) adalah pendapatan petani, sedangkan variabel bebas (X) adalah luas lahan sebagai X1, jumlah tenaga kerja sebagai X2, dan biaya produksi sebagai X3. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan bahan kepustakaan. Data yang dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif, regresi linier berganda, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama luas lahan, jumlah tenaga kerja, dan biaya produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani padi di Kecamatan Masaran dibuktikan dari hasil uji F sebesar 860,3790 dan nilai prob. F-hitung (0,000000) < alpha 10%. Nilai R2 = 0,974699, berarti bahwa 97,4699 persen pengaruh variabel luas lahan, jumlah tenaga kerja, dan biaya produksi terhadap pendapatan petani padi dan selebihnya 2,5301 persen dipengaruhi oleh faktor lain. Secara parsial variabel luas lahan (X1) dan variabel biaya produksi (X3) berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan variabel jumlah tenaga kerja (X2) berpengaruh  tetapi tidak signifikan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa variabel luas lahan dan variabel biaya produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani padi. Sedangkan variabel jumlah tenaga kerja memiliki pengaruh tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan petani padi di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Saran yang berkaitan dalam hasil penelitian ini yaitu hendaknya para petani padi dapat meningkatkan produktivitasnya dengan memanfaatkan segala faktor-faktor produksi yang dimilikinya secara efisien. Hendaknya pengelolaan tanaman padi dilaksanakan lebih baik lagi dengan cara melakukan pergantian tanaman pada lahan agar kesuburan lahan tetap terjaga dan menyediakan lumbung padi pasca panen.   Abstract ___________________________________________________________________ Subdistrict Masaran is one of the districts contained in Sragen which has a high per capita income in Sragen in 2010-2011, but the level of welfare in 2011 is still low. The problems are studied, namely, the influence factors of land area, the amount of labor and production costs in influencing the income of rice farmers in the District Masaran, Sragen. The purpose of this study was to analyze the effect of independent variables on the dependent variable. The population of this research consisted of 71 rice farmers in 4 villages, based on the amount of the highest rice production. Pegambilan samples was done by proportionate stratified random sampling. The dependent variable (Y) is the income of farmers, while the independent variable (X) is the land area as the X1, the number of workers as X2, and X3 production costs as. Data collection techniques used in this study is the observation, interviews, and the literature. Data were analyzed using descriptive analysis, multiple linear regression, and the classical assumption. The results showed that the land together, the amount of labor and production costs and a significant positive effect on the incomes of rice farmers in the district Masaran evidenced from the results of the F test at 860.3790 and value prob. F-count (0.000000) <10% alpha. Value of R2 = 0.974699, means that 97.4699 percent of the land area of ​​influence of variables, number of workers, and the cost of production of the income of rice farmers and the rest 2.5301 percent is influenced by other factors. Partial variable land area (X1) and variable production costs (X3) and a significant positive effect, while a variable amount of labor (X2) but no significant effect. Based on the above results, it can be concluded, that the land area of ​​the variables and the variable cost of production and a significant positive effect on the incomes of rice farmers. While the variable amount of labor has significant influence but not the income of rice farmers in the District Masaran, Sragen. Suggestions relating to the results of this research that should be rice farmers can increase productivity by utilizing all factors of production are owned efficiently. Rice crop management should be better implemented in a way to turn the plant on land that soil fertility is maintained and provide post-harvest rice granary.© 2014 Universitas Negeri Semarang.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN SUB SEKTOR PERIKANAN LAUT DI LIMA KECAMATAN DI KABUPATEN REMBANG Putri Ameriyani
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i1.3561

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Perikanan laut sub-sektor adalah sektor utama di Kabupaten Rembang. Sebuah perkembangan yang belum dikelola perikanan laut dan tingkat kemiskinan yang tinggi di Kabupaten Rembang, perlu untuk merencanakan pengembangan perikanan laut sub-sektor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komoditas yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, untuk mengetahui komoditas potensial yang akan dikembangkan, untuk mengetahui daerah-daerah yang memiliki infrastruktur yang lengkap yang akan direkomendasikan sebagai pusat manufaktur, untuk mengetahui perencanaan dan pengembangan perikanan laut sub-sektor Kabupaten Rembang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Penelitian ini merupakan studi dengan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Metode analisis data menggunakan Location Quotient, Shift Share, Tipologi Klassen, Schallogram, serta analisis Overlay. Kelautan perikanan komoditi yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif adalah layang-layang ikan di Sarang, Kragan, dan kecamatan Rembang; komoditas ikan bawal hitam di Sarang, Kragan, dan kecamatan Sluke; ikan kembung komoditas di kecamatan Sarang dan Kragan; komoditas ikan selar di kecamatan Sarang dan Kragan; komoditas tembang ikan di kecamatan Sarang dan Kragan; komoditas tuna di kecamatan Sarang dan Kragan; komoditas cumi-cumi di kecamatan Sarang dan Kragan; komoditas ikan teri di Kaliori, Rembang, dan kecamatan Sluke; komoditas ikan lainnya di Rembang, Kragan, dan kecamatan Sarang. Kabupaten Rembang memiliki komoditas potensial yang akan mengembangkan ikan Petek, ikan pari, dan lain-lain; Sarang Kecamatan memiliki komoditas potensial ikan terbang; Kragan Kecamatan memiliki komoditas potensial ikan bawal hitam, ikan tenggiri, dan cumi-cumi; Kaliori Kecamatan memiliki komoditas potensial ikan teri; Sluke Kecamatan memiliki komoditas potensial hitam ikan bawal dan ikan teri. Sementara kecamatan yang merekomendasikan untuk menjadi pusat manufaktur kecamatan Rembang dan Kaliori. Kelautan perikanan komoditi yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif di setiap kecamatan dapat digunakan sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pembangunan ekonomi. Dengan perencanaan pengembangan perikanan laut sub-sektor itu diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang dalam mengoptimalkan perikanan laut berdasarkan potensi masing-masing kecamatan. Abstract ___________________________________________________________________ Marine fisheries sub-sector is the main sector in Rembang Regency. An unoptimal development of marine fisheries and high poverty level in Rembang Regency, it is necessary to plan the development of marine fisheries sub-sector. The purpose of this research is to know commodities that have comparative and competitive advantages, to know potential commodities that will be develop, to know areas which have complete infrastructure that will be recommended as a center for manufacturing, to know planning and development of marine fisheries sub-sector Rembang Regency. The data that is used in this study is secondary data. This research is a study with a combination of quantitative and qualitative methods. Methods of data analysis using Location Quotient, Shift Share, Typology Klassen, Schallogram, as well as Overlay analysis. Marine fisheries commodities that have comparative and competitive advantages is a fish kite in Sarang, Kragan, and Rembang sub-districts; black bawal fish commodities in Sarang, Kragan, and Sluke sub-districts; commodities kembung fish in the Sarang and Kragan sub-districts; commodities selar fish in Sarang and Kragan sub-districts; commodities tembang fish in Sarang and Kragan sub-districts; commodities of tuna in the Sarang and Kragan sub-districts; commodities of squid in Sarang and Kragan sub-districts; commodities of teri fish in Kaliori, Rembang, and Sluke sub-districts; other commodities of fish in Rembang, Kragan, and Sarang sub-districts. Rembang Regency has the potential commodity which will be develop Petek fish, ray fish, and etc; Sarang sub-district have the potential commodities of flying fish; Kragan sub-district has the potential commodities of black bawal fish, tenggiri fish, and squid; Kaliori sub-district has potential commodities of teri fish; Sluke sub-district has potential commodities of black bawal fish and teri fish. While sub-district which is recommend to be the manufacturing center is Rembang and Kaliori sub-districts. Marine fisheries commodities that have comparative and competitive advantages in each sub-district can be used as a reference for regional government in an effort to increase economic development. By planning the development of marine fisheries sub-sector it is expected to assist the Local Government of Rembang Regency in optimizing marine fisheries based on the potential of each sub-district.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPOR BAWANG PUTIH DI INDONESIA TAHUN 1980-2012 fika marisa
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 2 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i2.3820

Abstract

Abstrak___________________________________________________________________Hortikultura merupakan kelompok komoditas yang penting dan strategis karena merupakan kebutuhan pokok manusia. Indonesia belakangan ini mengalami masalah mengenai semakin banyaknya impor berbagai produk kebutuhan masyarakat Indonesia terutama untuk produk hortikultura dan komoditi bawang putih ada didalamnya. Hal ini dikarenakan rendahnya tingkat produksi bawang putih sementara tingkat konsumsi lebih tinggi daripada produksi yang dihasilkan.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan data time series berdasarkan tahunan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia, Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jakarta. Penelitian ini menggunakan Ordinary Least Square (OLS), pengujian secara parsial digunakan Uji t-statistik,uji F-statistik dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Selain itu dilakukan Uji Asumsi Klasik.Hasil penelitian menunjukan GDP (Gross Domestic Product) berpengaruh positif yaitu sebesar 6.85E-05. Produksi bawang putih berpengaruh negatif yaitu sebesar-0.028775. Konsumsi bawang putih berpengaruh positif yaitu sebesar 0.703765. Harga bawang putih lokal berpengaruh positif yaitu sebesar 5420.274. Kesimpulan menunjukan bahwa variabel GDP , konsumsi bawang putih, dan harga bawang putih lokal berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor bawang putih. Sedangkan  produksi bawang putih berpengaruh negatif dan signifikan terhadap impor bawang putih.Abstract___________________________________________________________________Horticulture is an important and strategic commodity group because it is the basic human needs . Indonesia recently experienced problems regarding the increasing number of various import products for the Indonesian people, especially horticultural products and commodities garlic . The method used is quantitative research based on annual time series data . The data in this research were obtained from the Central Bureau Statistics ( BPS ) , Director General Crops of Food and Horticulture, Jakarta. The research using Ordinary Least Square  ( OLS ) method, partial test used t-test statistic,F-statistic test and Coefficient of Determination Test ( R2 ).  The results of this research are positive effect of GDP (Gross Domestic Product) on import of garlic is equal to 6.85E - 05. Production of garlic has negative effect import of garlic is equal to -0.028775. Consumption of garlic has positive on import of garlic which is equal to 0.70376. Domestic price of garlic has positive effect on import of garlic is equal to 5420,274 . The conclusion of this study indicates  that GDP (Gross Domestic Product), consumption of garlic, and domestic price of garlic variable has positive effect and significant on the import of garlic, infact production of garlic variable has negative effect and significant on import of garlic.
ANALISIS KAUSALITAS GRANGER ANTARA PDRB, INVESTASI DAN BELANJA MODAL DI PROVINSI JAWA TENGAH chanistya astari
Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 2 (2014): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v3i2.3828

Abstract

Tujuan ini dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan yang akan diuji dengan metode Granger kausalitas dengan variabel FDI, investasi domestik, belanja modal, dan Gross Nilai di Provinsi Jawa Tengah di 1982-2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder berupa dokumentasi data penelitian dari BPS dan instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kausalitas Granger dengan menggunakan E-views program bantuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investasi asing atau penanaman modal dalam negeri mempengaruhi kemajuan ekonomi suatu daerah seperti yang terlihat dari meningkatnya nilai Gross Value. Namun, dalam dan luar negeri, tidak saling berpengaruh dengan belanja modal. Investasi asing memiliki hubungan satu arah dengan Gross Value, dan FDI memiliki hubungan dua arah dengan investasi dalam negeri. Untuk mengembangkan peran investasi dalam pertumbuhan ekonomi di suatu daerah, fasilitas yang disediakan oleh pemerintah harus mendukung baik dari segi ekonomi, kondisi keamanan di negara itu, serta kualitas dan kelengkapan infrastruktur. Dengan keuntungan dari investor asing atau capital expenditure pemerintah, diharapkan dapat meningkatkan nilai Gross Value, dan meningkatkan perekonomian.This purpose of this study was to analyze the relationship that will be tested by the method of Granger causality with FDI variables, domestic investment, capital spending, and Gross Value in Central Java province in 1982-2012. The data used in this study is secondary data. Secondary data in the form of documentation of research data from BPS and related agency. The analysis method used is Granger causality analysis using E-views program assistance.  The results of this study  shows that foreign investment or domestic investment affect economic advancement of a region as seen from the increasing value of Gross Value. However, domestic and foreign, are not mutually influential with capital expenditures. Foreign investment has a one-way relationship with Gross  Value, and FDI has a two-way relationship with domestic investment. To develop the role of investment in economic growth in an area, the facilities provided by the government must support both in terms of economy, security conditions in the country, as well as the quality and completeness of the infrastructure. With the gains from foreign investors or government capital expenditure, is expected to boost the value of Gross Value, and boost the economi.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2024): Economics Development Analysis Journal Vol 13 No 1 (2024): Economics Development Analysis Journal Vol 12 No 4 (2023): Economics Development Analysis Journal Vol 12 No 3 (2023): Economics Development Analysis Journal Vol 12 No 2 (2023): Economics Development Analysis Journal Vol 12 No 1 (2023): Economics Development Analysis Journal Vol 11 No 4 (2022): Economics Development Analysis Journal Vol 11 No 3 (2022): Economics Development Analysis Journal Vol 11 No 2 (2022): Economics Development Analysis Journal Vol 11 No 1 (2022): Economics Development Analysis Journal Vol 10 No 4 (2021): Economics Development Analysis Journal Vol 10 No 3 (2021): Economics Development Analysis Journal Vol 10 No 2 (2021): Economics Development Analysis Journal Vol 10 No 1 (2021): Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 4 (2020): Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 3 (2020): Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 2 (2020): Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 1 (2020): Economics Development Analysis Journal Vol 8 No 4 (2019): Economics Development Analysis Journal Vol 8 No 3 (2019): Economics Development Analysis Journal Vol 8 No 2 (2019): Economic Development Analysis Journal Vol 8 No 1 (2019): Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 4 (2018): Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 3 (2018): Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 2 (2018): Economics Development Analysis Journal Vol 7 No 1 (2018): Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 4 (2017): Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 3 (2017): Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 2 (2017): Economics Development Analysis Journal Vol 6 No 1 (2017): Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 4 (2016): Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 3 (2016): Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 2 (2016): Economics Development Analysis Journal Vol 5 No 1 (2016): Economics Development Analysis Journal Vol 4 No 4 (2015): Economics Development Analysis Journal Vol 4 No 3 (2015): Economics Development Analysis Journal Vol 4 No 2 (2015): Economics Development Analysis Journal Vol 4 No 1 (2015): Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 4 (2014): Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 3 (2014): Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 2 (2014): Economics Development Analysis Journal Vol 3 No 1 (2014): Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 4 (2013): Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 3 (2013): Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 2 (2013): Economics Development Analysis Journal Vol 2 No 1 (2013): Economics Development Analysis Journal Vol 1 No 2 (2012): Economics Development Analysis Journal Vol 1 No 1 (2012): Economics Development Analysis Journal More Issue