cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): Desember" : 7 Documents clear
Pengaruh Suhu Pembakaran terhadap Karakteristik Listrik Keramik Film Tebal Berbasis Fe2O3–MnO–ZnO untuk Termistor NTC Puspita Sari; Dani Gustaman Syarif; Wiendartun Wiendartun
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4536

Abstract

Pembuatan keramik film tebal berbasis Fe2O3–MnO–ZnO untuk termistor NTC dari campuran Fe2O3 50% mol, MnO 25% mol, dan ZnO 25% mol telah dilakukan. Campuran serbuk Fe2O3, MnO dan ZnO yang telah digerus dicampurkan dengan organic vehicle (OV) untuk membentuk pasta. Kemudian pasta dilapiskan di atas substrat alumina menggunakan teknik screen printing  untuk membentuk film tebal. Film tebal mentah yang diperoleh, dibakar pada suhu yang berbeda yaitu 1000°C, 1100°C, dan 1200°C selama 2 jam. Sebelum dilakukan pengukuran resistansi, film tebal dilapisi perak terlebih dahulu sebagai kontak logam.  Resistansi termistor diukur pada suhu 40°C–200 oC dengan beda suhu sebesar 5 oC. Analisis struktur kristal dan struktur mikro film tebal masing – masing dilakukan dengan menggunakan X – Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil analisis karakteristik listrik termistor yang dibakar pada suhu 1000 °C, 1100 °C, dan 1200 °C menghasilkan konstanta termistor berturut – turut sebesar 7700 K, 6995 K, dan 5701 K. Ketiga suhu pembakaran menghasilkan nilai konstanta termistor yang memenuhi kebutuhan pasar. Analisis struktur kristal menggunakan XRD  menunjukkan bahwa keramik film tebal memiliki dua struktur yaitu struktur spinel kubik dan hematit heksagonal. Analisis struktur mikro menggunakan SEM  menunjukkan bertambahnya ukuran butir sesuai dengan meningkatnya suhu pembakaran dengan ukuran butir film tebal yang dibakar pada suhu 1000 °C, 1100 °C, dan 1200 °C berturut – turut adalah 1.3 μm, 2.0 μm, dan 2.4 μm. 
Rancang Bangun Penerima Sinyal Berbasis Komunikasi Nirkabel Untuk Monitoring Kualitas Air Rahadian Sri Pamungkas; Lilik Hasanah; Goib Wiranto
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4537

Abstract

Sebagian besar pengusaha tambak udang atau ikan di Indonesia tidak mengetahui bagaimana keadaan tambaknya. Hal ini karena kurangnya informasi yang tersedia dari kondisi tambak mereka masing-masing. Maka dari itu perlu adanya penyedia informasi keadaan tambak secara detail untuk memaksimalkan potensi dari tambak tersebut. Informasi tersebut dapat berupa parameter kualitas air seperti pH, konduktifitas, oksigen terlarut (Disolved Oxigen, DO), dan temperatur. Dalam kegiatan ini telah dilakukan perancangan dan pembuatan sistem monitoring kualitas air. Sistem yang dibuat terdiri atas sensor, sistem elektronik, komunikasi nirkabel, dan data logger. Dengan teknologi komunikasi nirkabel menggunakan XBEE PRO tentu akan jauh mempermudah pemantauan kondisi tambak. Sinyal yang dikirim dari pengirim sinyal diterima dalam bentuk paket data pada penerima sinyal. Langsung diolah menjadi data sesuai parameter. Dengan bantuan modem GSM/GPRS SIM908 yang dipasang pada perangkat keras menjadikan alat tersebut memiliki kemampuan untuk mengirimkan data yang telah diolah ke server agar ditampilkan di aplikasi android, web, maupun via SMS (Short Message Service).
Sistem Kontrol Robot Arm 5 DOF Berbasis Pengenalan Pola Suara Menggunakan Mel-Frequency Cepstrum Coefficients (MFCC) dan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) WS Mada Sanjaya; Dyah Anggraeni
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4277

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang menggambarkan implementasi pengenalan pola suara untuk mengontrol gerak robot arm 5 DoF dalam mengambil dan menyimpan benda. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Mel-Frequency Cepstrum Coefficients (MFCC) dan Adaptive Neuro-Fuzzy Inferense System (ANFIS). Metode MFCC digunakan untuk ekstraksi ciri sinyal suara, sedangkan ANFIS digunakan sebagai metode pembelajaran untuk pengenalan pola suara. Pada proses pembelajaran ANFIS data latih yang digunakan sebanyak 6 ciri. Data suara terlatih dan data suara tak terlatih digunakan untuk pengujian sistem pengenalan pola suara. Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan, untuk data suara terlatih sebesar 87,77% dan data tak terlatih sebesar 78,53%. Sistem pengenalan pola suara ini telah diaplikasikan dengan baik untuk mengerakan robot arm 5 DoF berbasis mikrokontroler Arduino.
Perbandingan Dosis Serap Berkas Foton 16 MV Pada Berbagai Jenis Phantom menggunakan Metode Monte Carlo - EGSnrc Ridwan Ramdani; Freddy Haryanto
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4538

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan dosis serap berkas foton 16 MV pada berbagai jenis material phantom dengan menggunakan simulasi Monte Carlo-EGSnrc. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan dosis serap pada berbagai jenis medium phantom yaitu jaringan lunak, paru-paru, tulang dan pmma serta pada medium non homogen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan simulasi Monte Carlo BEAMnrc dan DOSXYZnrc yang merupakan pengembangan dari EGSnrc. BEAMnrc digunakan untuk memodelkan dan mensimulasikan kepala linac dengan SSD 100 cm dan Field size 10x10 cm2. DOSXYZnrc digunakan untuk memodelkan phantom 40x40x40 cm3 dan mensimulasikan dosis serap pada phantom tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa kedalaman pada dosis maksimum masing-masing adalah 2.7 cm untuk jaringan lunak, 9 cm untuk paru-paru,  1.5 cm untuk tulang dan 2,5 cm untuk pmma. Untuk medium non homogen dibuat dengan menyisipkan masing-masing paru-paru dan tulang setebal 10 cm di phantom air pada kedalaman 15 cm. Penyisipan tersebut menyebabkan perubahan dosis serap untuk seluruh daerah phantom. Penambahan paru-paru setebal 10 cm menghasilkan rentang faktor koreksi 0,97 – 1,19, sedangkan penambahan tulang setebal 10 cm menghasilkan rentang faktor koreksi 0,82-1,03.
Preparasi Polimer Hibrid dengan Metode Sol-Gel dan Penerapannya untuk Komponen Mikro-Optik Pina Pitriana; Rahmat Hidayat
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4539

Abstract

Polimer hibrid merupakan gabungan antara polimer organik dan anorganik. Penggabungan tersebut diharapkan akan menghasilkan sifat unggul dari bahan organik dan anorganik yang dapat dimanfaatkan untuk aplikasi. Polimer hibrid dapat digunakan untuk membuat pola dalam aplikasi mikro optik seperti pandu gelombang. Dalam penelitian ini dibuat variasi film tipis polimer hibrid dengan variasi konsentrasi berat fotoinisiator dan termoinisiator, selain itu dibuat pola pandu gelombang dengan proses fotopolimerisasi. Pembuatan polimer hibrid dilakukan dengan metode sol-gel dan fotopolimerisasi. Proses sol-gel menghasilkan rantai polimer anorganik, sedangkan proses fotopolimerisasi menghasilkan rantai polimer organik. Setelah proses fotopolimerisasi, rantai organik dan anorganik akan berikatan silang (cross-linking). Spektrum reflektansi dari film tipis polimer hibrid sebelum, sesudah fotopolimerisasi dan setelah post-bake terdapat perbedaan fasa gelombang yang menunjukkan perbedaan ketebalan film. Sampel dengan variasi konsentrasi berat Irgacure 819 sebesar 0,3%wt dan 2%wt mengalami penyusutan volume film masing-masing 2,44% dan 4,93%. Sampel dengan penambahan variasi konsentrasi berat Dicumyl peroxide sebesar 1%wt dan 10%wt mengalami penyusutan volume film masing-masing 8,34% dan 5,83%. Pola pandu gelombang dihasilkan dengan proses fotopolimerisasi yang diikuti dengan proses etching, menghasilkan pandu gelombang dengan bentuk struktur kanal persegi yang baik dan tidak terputus-putus. Hal tersebut mengindikasikan proses polimerisasi rantai organik telah berjalan dengan baik dan dapat bertahan setelah dilakukan etching.
Pemetaan Lapisan Akuifer Formasi Makats Daerah Tanah Hitam Distrik Abepura Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Virman Virman; Bagus Endar B. Nurhandoko
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4534

Abstract

Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang sangat besar nilainya bagi semua mahluk hidup. Bagi kehidupan manusia, air merupakan salah satu kebutuhan dasar seperti minum, masak, mandi, mencuci, air juga dibutuhkan dalam proses industri. Pada umumnya pemenuhan kebutuhan air dilakukan dengan pemanfaatan air tanah. Air tanah lebih terlindung dari polusi atau pencemaran dan penyebarannya tidak merata di bawah permukaan. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memetakan lapisan akuifer di Daerah Tanah Hitam Distrik Abepura. Daerah penelitian  memiliki topografi yang tidak datar dan secara geologi termasuk dalam formasi Makats. Formasi tersebut tersusun oleh batulanau dan batulempung, sisipan napal dan konglomerat. Bagian bawah dari formasi ini jenis batuannya berupa tuf dan breksi gunungapi.  Kegiatan penelitian bertujuan untuk memetakan sebaran akuifer menggunkan metode geolistrik tahanan jenis, konfigurasi Schlumberger. Berdasakan hasil pengukuran dan intepretasi data geolistrik maka di Daerah Tanah Hitam Distrik Abepura lapisan akuifer berada pada kedalaman antara  40 hingga 60 m.  Hal ini didasarkan pada munculnya nilai tahanan jenis antara 4.34 ohm hingga 30.1 ohm m, akuifer yang berkembang berupa litologi pasir tufaan
Transformasi Pseudogravitasi Data Anomali Magnetik untuk Melokalisir Sumber Rembesan Minyak di Daerah Cipari Kebupaten Cilacap Sehah Sehah; Sukmaji Anom Raharjo; Pujo Priyadi
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4535

Abstract

Transformasi pseudogravitasi terhadap data anomali magnetik telah dilakukan untuk melokalisir sumber rembesan minyak di Desa Cipari Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap. Daerah penelitian membentang pada posisi 108,757° – 108,776°BT dan 7,423° – 7,438°LS. Penerapan transformasi pseudogravitasi ini bertujuan untuk memperjelas lokasi target anomali bawah permukaan. Berdasarkan peta kontur pseudogravitasi dan informasi geologi daerah penelitian, maka dilakukan pemodelan terhadap data anomali magnetik lokal menggunakan Mag2DC for Windows. Berdasarkan hasil pemodelan diperoleh beberapa benda anomali bawah permukaan yang diinterpretasi sebagai batuan beku basaltik (c = 0,0051), perselingan pasir dan lempung dengan sisipan napal dari formasi Halang (c = 0,0014), breksi basaltik dari formasi Kumbang (c = 0,0035), perselingan batupasir dan batulempung dengan sisipan breksi dari formasi Halang (c = 0,0036), batulempung dari formasi Tapak (c = 0,0015), perselingan batupasir dan batulempung dengan sisipan napal dan breksi dari formasi Halang (c = 0,0030), serta perselingan batupasir dan batulempung dari formasi Halang (c = 0,0020). Fosil foraminifera plantonik sebagai sumber rembesan minyak diperkirakan berada di dalam batuan-batuan sedimen tersebut, dimana cairan minyak mengalir dari batuan-batuan tersebut menuju ke reservoir (source rock). Berdasarkan hasil interpretasi, reservoir terletak di atas batuan beku basaltik dengan posisi 108,762°BT dan 7,431°LS serta kedalaman 132,09 meter di bawah topografi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7