cover
Contact Name
LAILATUL RIF'AH
Contact Email
rifah.lala12@gmail.com
Phone
+6282234437947
Journal Mail Official
ahmad.zaenuri@unkafa.ac.id
Editorial Address
Jl KH Syafii no 07 desa Suci Kec Manyar Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JADID
ISSN : 28287797     EISSN : 2828917X     DOI : https://doi.org/10.33754/jadid.v4i01
This Journal specializes in studying the theories and practices of quranic and islmic communication is intended to express original researches and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics Tafsir Quran Pemikiran Islam dalam Quran Hemeneutik Komunikasi Islam Broadcasting Strategi Dakwah Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 01 (2021): MARET" : 5 Documents clear
FENOMENA DA’I DI ERA MEDIA SOSIAL Ahmad Zaenuri
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 01 (2021): MARET
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i01.281

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menguraikan tentang kemunculan da’i dimedia sosial. Media sosial khususnya youtube telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tidak terpisahkan, hampir setiap individu mencari informasi, mendengarkan music dan ceramah agama melalui chanel youtube. Berdakwah menggunakan media sosial (youtube) merupakan langkah untuk menyampaikan ajaran Islam dengah jangkauan yang luas. Dakwah merupakan aktivitas penyamapaian ajaran Islam yang bertujuan memberikan pendidikan dan pemahaman Islam kepada masyarakat agar masyarakat menjalankan nilai-nilai ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah. Mengingat dakwah merupakan transformasi sosial yang bertujuan membangun masyarakat, maka berdakwah menggunakan media sosial (youtube) harus memperhatikan konten yang ditampilkan. Konten dakwah yang disampaikan mesti bersifat membangun dan menghargai pemeluk agama lain, sebagaimana Islam adalah agama yang Rahmatan li al-‘Alamin.Keyword: Da’i, Youtube, Dakwah
FAKTOR KONFLIK DALAM MASYARAKAT PERSPEKTIF AL-QURAN: KAJIAN TEMATIK-SOSIOLOGIS Nur Faizin
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 01 (2021): MARET
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i01.282

Abstract

Abstrak: Kehidupan dalam masyarakat yang multi-agama dan multi-kultural merupakan wilayah yang rawan terjadi konflik di tengah-tengah mereka. Beragam faktor dapat menjadi penyebab terjadinya konflik, dan bahkan hanya sekedar permasalahan yang sepele belaka. Agama dari perspektif sosiologi sering digambarkan sebagai candu masyarakat. Seolah-olah agama adalah sesuatu yang sangat menakutkan, karena agama telah menjadi penyebab terjadinya konflik dan memotivasi terjadinya konflik yang keras. Penelitian ini berusaha menggambarkan motif-motif konflik dari sudut pandang al-Quran. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah analisis kualitatif dan tematik. Objek kajian ini adalah ayat-ayat al-Quran, khususnya ayat-ayat al-Quran yang turun setelah hijrahnya Nabi Muhammad Saw di mana umat Islam tinggal dalam budaya dan pengikut agama-agama yang beragam, Yahudi dan Nasrani. Tulisan ini menemukan bahwa konflik adalah sunnatullah di muka bumi ini. Faktor-faktor yang memicu munculnya konflik itu dapat dikelompokkan menjadi faktor yang universal atau global dan faktor-faktor yang bersifat parsial.
KONSTRUKSI DAKWAH DALAM MENUMBUHKAN SIKAP OPTIMISME DAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN DI RUTAN KABUPATEN GRESIK Mohammad Rofiq
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 01 (2021): MARET
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i01.334

Abstract

Abstrak; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik bekerjasama dengan pihak Rutan Kelas II B Kabupaten Gresik untuk melakukan kerjasama dalam bidang dakwah. Kegiatan dakwah di lembaga Rutan itu ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran rohaniah warga binaan dan ia bisa membuka lembaran hidup yang baru dan menjadi lebih baik lagi. Oleh sebab itu, tujuan dakwah di kalangan warga binaan ini harus senada dan seirama, untuk itu para pendakwahnya harus menelaah dan mempelajari sistem pemasyarakatan terlebih dahulu sebelum melakukan dakwahnya. Materi dakwah yang menjadi bahan berdakwah di kalangan warga binaan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan dakwah di kalangan masyarakat lainnya. Akan tetapi warga binaan itu dalam situasi dan kondisi yang jauh berbeda dengan mitra dakwah lainnya, maka hal itu menuntut adanya materi dakwah yang khusus dan yang relevan dengan keadaannya. Artikel ini mencoba menjawab bagaimanakah konstruksi dakwah di kalangan warga binaan di Rutan Kabupaten Gresik dan upaya-upaya apa yang dilakukan oleh pendakwah untuk meningkatkan sikap optimisme dan kemandirian warga binaan di Rutan Kabupaten Gresik tersebut.Kata Kunci: Konstruksi Dakwah, Warga Binaan, Optimisme. 
TAREKAT; INSTITUSI PERSAUDARAAN KAUM SUFI Misbahul Munir
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 01 (2021): MARET
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i01.335

Abstract

Abstrak: Gerakan tasawuf memliki latar belakang kemunculan yang bermacam-macam. Ada yang muncul karena respon terhadap perilaku umat yang semakin hidup berfoya-foya atau hedon sehingga lahirlah gerakan tasawuf yang disebut dengan Uzlah dan bersikap Zuhud yang dipelopori oleh Imam Hasan Al Bashri (110 H). Ada juga yang muncul karena kondisi masyarakat yang terlalu mengagung-agungkan pola pikir rasional sehingga lahir gerakan Tasawuf yang bersifat filosofis seperti yang dikembangkan oleh AL Hallaj (309 H) dan Ibn Arabi (637 H). Begitu pula gerakan Tasawuf yang disebut dengan Tarekat, ia muncul karena merespon kondisi umat yang terjadi pada saat itu. Hal ini diantaranya yang akan menjadi fokus pembahasan dalam artikel ini. Selain itu tulisan ini juga akan membahas bagaimana Tarekat dapat bertransformasi menjadi sebuah intitusi persaudaraan kaum sufi dan sejauh mana gerakan Tasawuf Tarekat ini berkembang. Melalui data pustaka yang diperoleh, penulis mendapati bahwa ada dua faktor yang menjadi sebab timbulnya Tarekat, yakni faktor kultural dan faktor politik. Kemudian, seiring dengan bertambahnya minat umat Islam untuk terjun dalam dunia tarekat, akhirnya ia berkembang setidaknya menjadi delapan ajaran Tarekat. Tarekat memberikan implikasi besar terhadapat persatuan masyarakat Islam pada saat itu. Karena adanya Guru atau Mursyid yang senantiasa siap mendampingi para pelaku Tarekat untuk semakin mendekat kepada Allah dengan menggunakan metodenya masing-masing. Intensitas pertemuan para pelaku Tarekat dengan Musrsyidnya inilah yang akhirnya membentuk rasa solidaritas dan persaudaraan (ukhuwah) yang tinggi diantara mereka.Keyword : Tarekat, tasawuf, persaudaraan, institusi, sufi
MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (KAJIAN TAFSIR SURAT AL-BAQARAH : 143) Arif Budiono
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 01 (2021): MARET
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i01.336

Abstract

Abstrak : Kata wasat memiliki makna baik dan terpuji, berlawaan dengan kata al-tarf  yang artinya pinggir, kata ini berkonotasi negatif sebab yang berada dipinggir akan mudah tergelincir.  Dalam Alquran, Kata wasat}a hanya ditemukan 3 kali dalam Alquran, yakni wasat}an (surat al-Baqarah : 143),  awsat}a (surat al-Qalam: 28) dan wust}a> (surat al-Baqarah: 238). Dari ketiga ayat di atas, Alquran berbicara tentang moderasi cakupannya bersifat umum/global. Di antara moderasi yang di inginkan adalah moderasi dalam akidah, ibadah dan syiar agama, hubungan sosial dan kemasyarakatan, akhlaq, pendidikan dan lain-lain. Wasatiyyah adalah konsep keseimbangan dalam menjalani kehidupan, baik dalam dimensi duniawi atau ukhrawi, dengan ikhtiar penyesuaian secara obyektif terhadap situasi yang sedang dihadapi, berdasarkan petunjuk dan ketentuan agama. Bentuk konkret sikap moderat dalam beragama adalah keseimbangan antara ruh dan jasad, dunia dan akhirat, agama dan negara, individu dan masyarakat, ide dan realitas, yang lama dan yang baru, akal dan naqal (teks keagamaan), agama dan ilmu, modernitas dan tradisi, dan seterusnya. Indikator prinsip moderasi beragama adalah adanya kerjasama dan kesepakatan saling toleran terhadap perbedaan yang ada. Kata kunci : Ummah Wasat}an, Moderasi, beragama

Page 1 of 1 | Total Record : 5