cover
Contact Name
LAILATUL RIF'AH
Contact Email
rifah.lala12@gmail.com
Phone
+6282234437947
Journal Mail Official
ahmad.zaenuri@unkafa.ac.id
Editorial Address
Jl KH Syafii no 07 desa Suci Kec Manyar Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JADID
ISSN : 28287797     EISSN : 2828917X     DOI : https://doi.org/10.33754/jadid.v4i01
This Journal specializes in studying the theories and practices of quranic and islmic communication is intended to express original researches and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics Tafsir Quran Pemikiran Islam dalam Quran Hemeneutik Komunikasi Islam Broadcasting Strategi Dakwah Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): September" : 6 Documents clear
STILISTIKA AL QURAN: GAYA BAHASA UNGKAPAN NASIHAT DALAM SURAT LUQMAN AYAT 12-19 Lailatul Mas’udah
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i2.472

Abstract

Abstrak: Pendidkan merupakan komponen terpenting dalam  kehidupan manusia, pendiidkan merupakan pembeda dan pemisah antara makhluk ciptaan Allah yang ada di bumi antara manusia dan binatang. Kewajiban melakukan pendiidkan dan mencari ilmu sebagai dasarnya telah diwajibkan oleh Rasulullah, bahkan Rasulullah menenkankan kewajiban untuk melakukan pendidikan bagi seorang manusia adalah mulai lahir ke dunia dalam buaian ibu sampai manusia mati terkubur di liang lahat. Begitu pentingnya sebuah pendiidkan bagi kehidupan manusia, pembahasan yang berkaitan dengan pendidikan seperti tidak pernah menemukan titik akhir, selalu berkembang dan dinamis. Pembahsan yang berkaitan dengan pendidikan akan selalu menarik dikulik dari berbagai segi, mulai dari metode, unsur-unsur, karakter dan  lain sebagainya. Dalam penelitian ini, mencoba membongkar sebuah makna pendidikan dalam al Quran melalui anlaisa bahasa yang terkandung dalam lafad-lafad yang terdapat dalam surat luqman. Berbagai aspek yang terkandung dalam surat Luqman, di antaranya adalah kisah Luqman dan wasiat-wasiat kepada anaknya. Melalui  analisa bahasa dari kajian stilistikamencoba memahami makna pendidikan dalam surat Luqman yang menteladani pesan-pesan yang disampaikan Luqman kepada anaknya sebagai model pendidikan orang tua terhadap anaknya. Metodode penilitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah  qualitatif dengan pendekatan  Ulumul quran  dan tafsir dengan konsep  Maudhui  atau temamtik yang   bersifat Library research.  Melalui metode dan pendekatan ini, diharpakan menghasilkan sebuah konsep pendidikan keluarga yang dilandasi dari kandungan al Quran melalui kisah Luqman dengan pesan-pesannya dan mampuh memberikan sumbangsih inovasi penyampaian pendidikan orang tua terhadap putra putrinya dengan baik, meyenangkan dan sarat hikmah.
TASBIH SEBAGAI SOLUSI PROBLEMATIKA SOSIAL DALAM TAFSIR SAFWATU TAFASIR KARYA ALI AL SHOBUNI Lailatul RIF'AH
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i2.474

Abstract

 Abstrak: Penelitian ini berusaha merumuskan sebuah solusi dalam mengurai problematika kehidupan sosial dengan mengambil penafsiran dari kitab tafsir Safwatu Tafasir karya Ali Al Shobuni yang berfokus pada pengamalan tasbih sebagaimana dicontohkan dalam kisah nabi- nabi terdahulu. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah Ulumul al Quran bersifat library research, selain itu juga menggunakan pendekatan metode tafsir tematik (mawdu'iy) dengan berbagai ranah kajiannya untuk menganalisa teks-teks yang terdapat dalam al quran yang berkaitan dengan lafaz pembahasan serta yang berkaitan dengan derivasi lafaz tersebut sehingga memberikan gambaran penafsiran yang berkesesuaian. Berdasarkan enam ayat yang terdapat dalam surah Al Baqarah(30,32), (Al Anbiya(87),Al Furqan(58),Taha(33,130), kajian tasbih dalam al Quran tersebut dapat menghasilkan sebuh konsep yang konprehensip sehubungan dengan eksistensi serta aplikasi tasbih yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tasbih juga dapat dianggap sebagai solusi dalam berbagai permasalahan kehidupan manusia, utamanya kehidupan sosial karena dengan bertasbih manusia bisa lebih dekat kepada Allah. Solusi sosial yang didapatkan dalam penelitian ini, berdasarkan pada kisah sabab nuzul turunnya ayat kepada Nabi Muhammad dan nabi sebelumnya yang mendapat hambatan secara sosial dalam menghadapi kaum dan ummatnya. Sehingga sifat yang dapat diterapkan adalah kesabaran, kekuatan dan optimism.Kata Kunci : Problem, Solusi, Sosial, Tasbih
AYAT-AYAT SUFISTIK MENURUT SANTRI MAMBAUS SHOLIHIN Nur Faizin; Churil Hilda Miflah Sofyan; Dian Khofidotur Rohmah; Lia Nur ‘Aini
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i2.475

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemahaman santri-santri terhadap ayat-ayat sufistik, bagaimana pemahaman santri-santri terhadap ayat-ayat sufistik ini?Dengan adanya penelitian ini, maka diharapkan dapat memberikan penjelasan terutama dalam pemahaman santri-santri terhadap ayat-ayat sufistik yang nantinya diharapkan dapat menjaga kemurnian Al-Quran. Adapun metodologi penelitian ini ditulis dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara kemudian data- data yang diperoleh, di analisis secara Deskriptif dengan beberapa langkah, yaitu: melakukan ketekunan pengamatan data yang diperoleh, serta menyesuaikan data yang diperoleh dengan sumber referensi dan literatur yang mendukung.
Penafsiran Ayat Siang Dan Malam Menurut Fakhruddin Al-Razy Silvinatin Al Masithoh; Kharolina Rachmawati
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i2.477

Abstract

Dalam artikel ini dijelaskan, bahwasannya Allah menunjukkan salah satu kekuasaanNya yakni menciptakan terjadinya siang dan malam. Terjadinya siang dan malam memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini pasti dialami oleh seluruh makhluk hidup di bumi ini. Dari kejadian siang dan malam ini, maka manusia khusunya dapat mengetahui waktu dan menjadikan patokan dari peristiwa-peristiwa tertentu. Siang dan malam terjadi karena bumi berputar pada porosnya. Karena inilah di sebagian bumi mengalami gelap dan terang. Jika saja bumi tidak berputar maka, bagian bumi yang mengalami siang akan menjadi kering kerontang karena hanya mendapatkan sinar matahari. Sehingga tidak akan kehidupan yang baik. Siang dan malam juga memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam al-Qur’an juga terdapat ayat-ayat yang membahas tentang siang dan malam. untuk memahami makna dan maksud adari penciptaan tersebuut, maka dibutuhkan tafsir. Tafsir yang sejalan dengan pembahasan ini adalah tafsir ‘Ilmi. Dalam kajian ini, kami membahas tafsir mafatih al-Ghaib karya Fakhrudiin al-Razy.Kata kunci; Siang-Malam, Bumi, al-Razy
ISLAM DAN ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL Ahmad Zaenuri
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i2.500

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang etika berkomunikasi yang terdapat dalam ajaran Islam, Islam merupakan ajaran rahmat bagi umat manusia, sehingga dalam hal berkomunikasi Islam mengatur umatnya dengan tujuan agar terjadi komunikasi yang harmonis dan hubungan sosial yang baik, sehingga setiap individu-individu merasa aman dan nyaman ketika melakukan kerjasama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Media sosial merupakan media baru yang setiap orang dapat menjadi wartawan untuk membuat informasi dan menyebarkannya, sehingga diperlukan kesadaran diri dan etika dalam menggunakan media sosial.Keyword: Media Sosial, Islam
ISTIDRAJ PERSPEKTIF TAFSIR AL TABARI Dinda Listiani; Misbahul Munir
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 1 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v1i2.626

Abstract

Manusia diberikan kenikmatan oleh Allah tetapi tidak banyak dari mereka yang bersyukur. Nikmat yang diberikan seringkali disalahgunakan untuk perbuatan maksiat. Banyak diantara mereka yang semakin mendapatkan nikmat semakin terjerumus dalam ketidak-taat-an. Mereka tidak sadar bahwa harta, jabatan, status sosial yang dimilki adalah bentuk istidraj Allah kepadanya. Tulisan ini mengekspolarasi tentang istidraj yang terjadi pada umat manusia, yang mana mereka sering tidak merasakan jika sedang mengalaminya. Penulis menggali tema istidraj dari sumber aslinya yakni al Quran dan kemudian melihatnya dari kacamata Mufassir Imam Ibnu Jari Al Tabari. Tulisan ini menggunakan jenis penelitian kuliatatif dengan menggunakan daya kepustakaan (library research) yaitu mengumpulkan data-data dan informasi dari berbagai macam literatur pustaka. Teknis analisa data yang digunakan adalah dengan teknis teori tafsir maudhui. Adapun hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kata istidraj dalam al Quran secara redaksional (term) ditemukan dalam dua ayat, yakni surah al-Qalam (68):44-45 dan surah al-A’raf (7):182. Sedangkan secara konseptual tema istidraj ditemukan dalam lima ayat, yakni al-An’am (6):44, al-Zumar (39):49, al-Ankabut (29):66, al-Baqarah (2):211, dan Ali Imran (3):178. Menurut al-T?bari adalah hukuman berupa tipu daya kenikmatan duniawi yang diberikan kepada manusia yang mendustakan dan berbuat maksiat kepada Allah, sehingga mereka beranggapan bahwa hukuman tersebut adalah sebuah bentuk kenikmatan, pada akhirnya mereka terjerumus ke dalam kenikmatan tersebut dan semakin lupa kepada Allah. Kemudian Allah akan menarik sedikit demi sedikit ke arah kebinasaan dan Allah akan siksa mereka secara tiba-tiba dari arah yang tidak mereka ketahui. Selain itu penulis menemukan tanda-tanda seseorang yang terkena istidraj, yakni: Selalu mendustakan Allah tetapi kenikmatan terus mengalir, selalu mengingkari nikmat Allah, tidak mengetahui hakikat nikmat yang diberikan dan bersikap sombong. Keywords: Istidraj, Tafsir Al-T?bari, Tafsir.

Page 1 of 1 | Total Record : 6