cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 4 (2010)" : 8 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATRIKS Ranak Lince
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.363

Abstract

Matriks adalah susunan berbentuk persegi panjang dari bilangan-bilangan menurut baris dan kolom serta ditempatkan dalam kurung (kurung biasa atau kurung siku). Materi ini merupakan salah satu pokok materi matematika yang dipelajari di SMA. Mempelajari matriks sangat rumit karena materinya dimulai dari definisi sampai pada menyelesaikan persamaan linear dengan menggunakan matriks. Atas dasar tersebut, maka penelitian ini bermaksud untuk mengetahui tentang kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matriks. Populasi penelitian ini yaitu semua siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Mengkendek yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas XII IPA1 sebanyak 23 orang dan kelas XII IPA2 sebanyak 23 orang. Oleh karena populasi penelitian ini sangat terbatas, maka populasi sekaligus sebagai sampel penelitian dengan jumlah siswa 46 orang. Ini berarti sampel yang digunakan adalah sampel total. Data hasil penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrument tes yaitu tes uraian sebanyak 10 nomor soal. Tes diberikan kepada siswa untuk dikerjakan, kemudian diperiksa dan diberi skor, dan selanjutnya dianalisis. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif berupa skor rata-rata, skor tertinggi, skor terendah, dan pengkategorian yang dimaksudkan untuk mendeksripsikan karakteristik responden. Hasil analisis penelitian diperoleh bahwa kemampuan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Mengkendek dalam menyelesaikan soal-soal matriks tergolong tinggi dengan skor rata-rata 82,86. Ini berarti siswa kelas XII SMA Negeri 1 Mengkendek secara umum sudah menguasai konsep matriks khususnya dalam menyelesaikan soal-soal operasi matriks.
REKAYASA PERANGKAT LUNAK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENERIMAAN DOSEN YAYASAN PENDIDIKAN DIPANEGARA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Marsellus Oton Kadang
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.364

Abstract

Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pengambil keputusan yang komprehensif dengan memperhitungkan hal-hal yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. AHP dapat diimplementasikan dalam penerimaan dosen, khususnya penerimaan dosen tetap Yayasan Pendidikan Dipanegara. Rancangan aplikasi penerimaan dosen difokuskan pada 4 parameter berupa variable operasional yaitu tingkat pendidikan, pengalaman mengajar, test potensi akademik dan test micro teaching. Hasil pengujian perangkat lunak dengan pendekatan “white box testing” dan dilanjutkan dengan test case, didapatkan nilai R=V(G)=IP sebesar 34. Ini berarti bahwa aplikasi yang dirancang bebas kesalahan logika dan siap untuk diimplementasikan.
KEEFEKTIFAN METODE KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR KOSAKATA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 PALOPO Yosep Tandiongan
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.365

Abstract

Pembelajaran kooperatif word square adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif berupa kotak-kotak kata yang berisi kumpulan huruf. Pada kumpulan huruf tersebut terkandung konsep-konsep yang harus ditemukan oleh siswa sesuai dengan pertanyaan yang berorientasi pada tujuan pembelajaran. Pembelajaran tipe Word Square berisi pertanyaan yang sesuai dengan pengertian-pengertian penting suatu konsep atau sub konsep. Pertanyaan pertama berupa pertanyaan yang jawabannya berupa kunci yang dalam mata pelajaran bahasa Indonesia seringkali menggunakan istilah atau kosakata. Pertanyaan kedua harus terkait dengan pertanyaan pertama dan merupakan lanjutan dari pengertian tersebut. Begitu seterusnya, sehingga semua pertanyaan sudah mewakili konsep yang akan dipelajari. Setelah itu siswa berdiskusi untuk mendapatkan jawaban dan menemukannya pada kotak-kotak Word Square. Pada akhir pembelajaran, siswa menyimpulkan materi bahasan yang telah didiskusikan. Penerapan pembelajaran kooperatif word square dalam penelitian ini didesain melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang pelaksanaannya terdiri dari dua siklus. Tiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar kosakata siswa kelas VII SMP Negeri 5 Palopo, dengan menggunakan Metode Kooperatif Tipe Word Square, secara khusus kosakata yang berkaitan dengan kosakata kajian. Hasil penelitian diperoleh data kenaikan persentase pencapaian ketuntasan belajar klasikal, pada siklus I 67,75% dan sikulus II 84,38%, sedangkan keaktifan klasikal pada siklus I 65,63% dan siklus II 76,56%. Dengan demikian baik pencapaian ketuntasan hasil belajar maupun keaktifan siswa mengalami peningkatan dalam dua siklus. Simpulan penelitian ini bahwa melalui metode kooperatif tipe word square dapat meningkatkan penguasaan kosakata kajian kelas VII/1 SMP Negeri 5 Palopo, keaktifan dan motivasi belajar siswa serta kinerja guru baik, hal ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari rata-rata kelas 75% menjadi 83,75% dengan ketuntasan klasikal 68,75% menjadi 84,38%. Sesuai dengan kesimpulan hasil penelitian di atas, maka saran dari penelitian ini adalah hendaknya guru bahasa Indonesia menerapkan metode kooperatif tipe word square pada materi kosakata, karena metode ini memudahkan siswa dalam memahami kosakata yang dipelajari.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN PEMBICARA DI GEREJA Srivan Palelleng
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.366

Abstract

Sistem informasi yang menyangkut masalah penjadwalan yang akan meningkatkan produktifitas,efektifitas dan efisiensi kerja. Masalah yang dihadapi gereja saat ini khususnya untuk proses pencatatan nama pembicara, maupun sistem penjadwalannya yang terjadi masih dilakukan dengan cara konvensional (Manual). Hal ini seringkali menimbulkan masalah, seperti kurangnya efektifitas dan efisiensi dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM), waktu, dan masih banyak lainnya, karena selain proses pencatatan yang kompleks, tingkat kesalahan yang dihasilkan cukup tinggi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem yang siap diimplementasikan di gereja untuk kegiatan penjadwalan pembicara. Sistem ini dapat memberi keuntungan bagi penggunanya baik dari segi kemudahan penggunaan sistem, kualitas informasi dan manfaat informasi yang dihasilkan sistem.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA KELAS IV SD DI KABUPATEN TANA TORAJA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA Perdy Karuru
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.367

Abstract

Soal cerita matematika merupakan bentuk soal yang permasalahannya dijabarkan dalam bentuk soal cerita dan dalam penyelesaiannya diperlukan suatu keterampilan untuk memahami masalah yang terdapat di dalamnya. Permasalahan yang diangkat dalam suatu soal cerita pada umunya adalah permasalahan yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menyelidiki kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang meliputi menuliskan aspek yang diketahui dan ditanyakan, menuliskan model matematika, menyelesaikan model matematika, dan menarik kesimpulan dari hasil penyelesaian model matematika. Dengan menggunakan tes sebanyak 25 butir soal yang diberikan kepada 100 orang siswa kelas IV SD di Kabupaten Tana Toraja, diketahui bahwa kemampuan siswa menuliskan aspek yang diketahui dan titanyakan tergolong tinggi dengan skor rata-rata 83, kemampuan siswa menuliskan model matematika dikategorikan sedang dengan skor rata-rata 76,5, kemampuan siswa menyelesaikan model matematika dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 84,3, dan kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan dari hasil penyelesaian model matematika tergolong sangat rendah dengan skor rata-rata 52. Secara umum kemampuan siswa kelas IV SD di Kabupaten Tana Toraja dalam menyelesaikan soal cerita matematika dapat dikategorikan sedang dengan skor rata-rata 77,67. Hal ini terlihat dari 100 siswa yang mengikuti tes hanya 40 orang atau 40% siswa yang kemampuannya tergolong tinggi dan sangat tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK AGRODYKE TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TAMARILLO (CYPHOMANDRA BETACEA SENDT ) Driyunitha Driyunitha
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.370

Abstract

Pertumbuhan bibit tamarillo selain ditentukan oleh faktor genetik juga oleh faktor lingkungan tumbuh. Komposisi media tanam dan pemberian pupuk organik merupakan salah satu alternatif untuk menciptakan media tumbuh yang baik bagi pertumbuhan bibit tamarillo. Percobaan ini dilaksanakan di Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi selatan yang berada pada ketinggian sekitar 900 m dpl dengan tipe iklim B menurut Schmidt – Ferguson. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam terdiri atas 4 taraf dan faktor kedua adalah beberapa konsentrasi pemberian pupuk organik Agrodyke terdiri atas 5 taraf, dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara komposisi media tanam dengan pupuk organik agrodyke terhadap luas daun bibit tamarillo. Secara tunggal komposisi media tanam tanah + pupuk kandang kambing + sekam padi (1 : 2 : 1) berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah , diameter batang, luas daun , volume akar, dan berat kering tanaman. Pengaruh tunggal pupuk organik agrodyke berpengaruh terhadap volume akar dan luas daun.
PENENTUAN KEBUTUHAN HARA TANAH SAWAH DI KABUPATEN TANA TORAJA DAN TORAJA UTARA DENGAN METODE PERANGKAT UJI TANAH SAWAH (PUTS) Herniwati Herniwati
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.371

Abstract

Metode PuTS merupakan salah satu cara yang praktis diaplikasikan dalam menentukan kebutuhan hara tanaman padi sawah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengaplikasi metode PuTS dalam penentuan kebutuhan hara tanaman padi sawah pada beberapa wilayah di kabupaten Tana Toraja dan kabupaten Toraja Utara. Dilaksanakan pada 11 wilayah di kabupaten Tana Toraja dan 3 wilayah di Kabupaten Toraja Utara. Pengambilan contoh tanah komposit dilakukan dengan cara zig-zag, diambil setelah panen dan menjelang pengolahan tanah pertama. Selanjutnya dilakukan penentuan kadar hara N, P dan K serta pH dengan metode PuTS. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis hara tanaman berdasarkan pada beberapa wilayah pengamatan menunjukkan status hara N yang beragam, sementara status hara P umumnya rendah dan status hara K tergolong sedang sampai tinggi. Berdasarkan status hara tanah maka kebutuhan hara tanaman dalam bentuk pupuk Urea juga beragam yaitu 150 – 300 kg Urea/ha, pupuk SP-36 relatif seragam yaitu 100 kg SP36/ha, dan kebutuhan pupuk KCl umumnya 50 kg KCl/ha. Disarankan untuk mensosialisasikan alat PuTS pada tingkat penyuluh dan petani untuk menentukan kebutuhan hara spesifik lokasi. Diharapkan agar penggunaan alat PuTS dapat berkembang secara luas di kabupaten Tana Toraja dan kabupaten Toraja Utara
THE DIFFICULTY LEVEL FOR THE READING TEXTS OF SMA PELITA RANTEPAO Nehru P. Pongsapan
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v1i4.372

Abstract

In grading and selecting the teaching materials for reading, there is a tendency that teachers just refer to the levels as elementary, intermediate, and advance. They tend not to pay attention to the proficiency of the learners. Consequently, the achievement of the learners in reading course is low or high, because the materials are too easy or difficult for them. That is why a teacher must be able to select suitable materials in accordance with his learners’ interest, fluency and comprehension. Based on the background above, the problems of this study can be formulated as follows: What is the difficulty level of the reading texts for the second year students of SMA Pelita Rantepao ? The research objective is to find out the difficult levels of the reading texts for the second year students of SMA Pelita Rantepao. The finding of this research will provide useful information, which is expected to be beneficial or give contribution to the users as well as the government and syllabus designer to teach reading texts. Research method used to this research is descriptive. The indicators that have been used to measure the difficulty level of reading text for the second year students of SMA Pelita Rantepao are as follows: If the mean score obtained by the students less than 44 per cent, the text is described as being at the Frustrational reading level, between 44 to 53 percent, the text is described as being at the Instructional reading level, and over 53 per cent, the text is described as being at the Independence reading level. The population of the research is the second year student of SMA Pelita Rantepao academic year 2009/2010. They consist of 97 students. therefore the writer took 30 students randomly as sample. To analyze the data, the writer used mean percentage technique. The result of 30 students is 42.11% and falls into Frustrational Level. The difficulty level of the reading text for the second year students of SMA Pelita Rantepao falls into frustrational reading level. It means that the reading text is very difficult for the students.

Page 1 of 1 | Total Record : 8