cover
Contact Name
Rafi'atun Najah Qomariah
Contact Email
tarbawi.stitdarulhijrah@gmail.com
Phone
+6285349255725
Journal Mail Official
tarbawi.stitdarulhijrah@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cindai Alus RT.08 RW.03, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan
ISSN : 24601101     EISSN : 27753395     DOI : https://doi.org/10.62748/tarbawi.v11i02
Core Subject : Religion, Education,
Tarbawi is a periodical journal published by Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Hijrah Martapura Kalimantan Selatan, which contains research results from lecturers, educational staff, education observers, and others. The Tarbawi Scope focuses on discussing contemporary Islamic education issues such as local wisdom, urban, and multiculturalism. The Tarbawi journal is open, allowing anyone to submit research results in the form of articles directly. This journal specifically publishes research results related to Islamic education issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 01 (2019): Tarbawi" : 4 Documents clear
EPISTEMOLOGI ARAB-ISLAM MUHAMMAD ABID AL-JABIRI Rahmadi S,Fil.I
Tarbawi Vol 7, No 01 (2019): Tarbawi
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v7i01.10

Abstract

Permasalahan mendasar umat Islam saat ini ketika mereka mendudukkan epistemologi bayani sebagai representasi tunggal dan menolak penalaran yang lebih luas. Karena itulah, Al-Jabiri memandang diperlukan sikap yang lebih kritis dalam melihat sejarah dan keberanian untuk melampaui ideologi, yaitu dengan memasuki ranah epistemologi. Gambaran yang penulis peroleh, epistemologi bayani mendasarkan sumbernya pada teks wahyu, sementara epistemologi irfani pada pengalaman, dan epistemologi burhani pada realitas. Metode epistemologi bayani bersifat qiyasiyah, metode epistemologi irfani bersifat dzauqiyah dan riyadhah, sedangkan epistemologi burhani dengan abstraksi, argumentasi kritis, dan demonstrasi. Pendekatan yang dilakukan bayani adalah kebahasaan, ’irfani intuitif, dan burhani filosofis-saintis. Al-Jabiri mengatakan bahwa Islam yang ada pada zaman Nabi adalah Islam yang realistis. Islam yang menjawab realitas saat itu. Dengan pemahamannya ini, Al-Jabiri ingin melegitimasi epistemologi burhani. Wacana Alquran, menurutnya, adalah wacana nalar bukan keyakinan gnostik. Analisa Al-Jabiri ini juga menggiring kita untuk melihat wacana Islam autentik. Secara tidak langsung seakan dia mengatakan tidak ada yang autentik dari ketiga epistemologi ini. Tetapi juga dengan pemahaman bahwa Islam adalah realitas, menguatkan kecenderungannya kepada epistemologi burhani.
أهمية معرفة الفروق الفردية اللغوية في تعليم مهارة القراءة Anida Yuspa
Tarbawi Vol 7, No 01 (2019): Tarbawi
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v7i01.11

Abstract

"هناك اختلاف بين الأفراد في الحديث والقراءة والكتابة حتى في حالة انتمائهم لوسط اجتماعي واحد. وللطلبة كفائاة لغوية مختلفة، فلا بد للمدرس من اختيار واستخدام الطريقة أو الاستراتيجية التعليمية المناسبة لهم. وينبغي على المدرس تقديم التشجيع في كل لقاء من اللقاءات التعليمية، ولا يمل في تقديمها لأن الطلبة يحتاجون إلى تشجيع مستمر."
EPISTEMOLOGI PHENOMENOLOGIK Syahrudi Ramli
Tarbawi Vol 7, No 01 (2019): Tarbawi
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v7i01.12

Abstract

Ismail al Faruqi dalam salah satu tulisannya yang berjudul Islamisasi ilmu­ilmu Sosial mengatakan bahwa para ilmuwan sosial Barat dengan nada sombong menyatakan bahwa penelitian-penelitian mareka bersifat objektif, padahal mareka terjerumus ke dalam bias dan objetivitas yang mareka klaim hanyalah impian. Apalagi Antropologi merupakan ilmu sosial yang paling mencolok menganggap obyek penelitiannya masyarakat-masyarakat "primitif” di luar masyarakat Barat, masyarakat yang dijajah yang tak mampu tak mampu mengangkat tangan secara kritis terhadap para penjajahnya. (al Faruqi, 1991:7) Memang faham yang berkembang saat itu mengandung etnocentrisme Barat yang menganggap budaya Barat sebagai superior. Bagian dunia lain tentu saja inferior. Rasionalisme menjadi dasar perkembangan antropologi, setidak-tidaknya pada tingkat awalnya. Oleh sebab itu dalam melihat dunia lain, misalnya masyarakat Timur, mareka ini, yakni kaum antropolog, bertitik tolak pada nilai-nilai yang berkembang di lingkungannya sendiri, yang pada waktu itu sedang beranjak dalam proses industrlisasi. Masyarakat lain dianggap primitif. Masyarakat primitif adalah masyarakat yang masih percaya kepada magis dan adanya dunia supernatural. Semuanya itu dianggap tidak rasional.
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS TIK MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY LEARNING DENGAN PEER ASSESSMENT DI KELAS VIII SMP NEGERI SE-KOTA BANJARMASIN Asy’ari dan M. Rizki Zulkarnain
Tarbawi Vol 7, No 01 (2019): Tarbawi
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v7i01.9

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3 3. Populasinya adalah siswa kelas VIII SMPN se-Kota Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 265 orang. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional.

Page 1 of 1 | Total Record : 4