cover
Contact Name
Tyson Jeidi Jeri Supit
Contact Email
tysonsupit@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkardia@gmail.com
Editorial Address
8RPM+CPF, Kakaskasen, Tomohon Utara, Tomohon City, North Sulawesi
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29862019     DOI : https://doi.org/10.69932/kardia
Adapun yang menjadi Fokus dan Ruang Lingkup dalam Jurnal KARDIA adalah: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) 2. Teologi Historika 3. Teologi Sistematika 4. Teologi Sosial dan Publik 5. Teologi Digital dan Internet of Things 6. Teologi Kontekstual 7. Misiologi Biblikal & Praktikal 8. Etika Kristen 9. Pendidikan Kristiani dalam Gereja, Keluarga & Sekolah
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2023): Februari 2023" : 5 Documents clear
Mengurai Kisah Kain dan Habel dalam Pemaknaan Kaum Pentakostal Manurung, Kosma; Wondal, Ray
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i1.1

Abstract

Abstract: The story of Cain and Abel in Genesis 4:1-16 is an interesting story to study and examine because this is the story of the brotherhood of the first family in the Bible. This story also contains the story of the heinous savagery committed by Cain who was so willing to kill his only brother at that time which the Bible describes as the story of the first murder. This research intends to unravel the story of Cain and Abel in the meaning of the Pentecostals. It is hoped that the selection of a descriptive qualitative method and literature review will provide an accurate description of the colors in Adam's family, the description of the story of Cain and Abel in the Genesis 4:1-16 passage, as well as the meaning of the Pentecostals for this story. It is concluded that for Pentecostals the story of Cain and Abel is an important warning for believers to continue to maintain a personal relationship with God, an exhortation to seek and maintain harmony in the family, there are consequences for every action, and this story also talks about the legacy left behind for the next generation.Abstrak: Kisah Kain dan Habel dalam Kejadian 4:1-16 adalah sebuah kisah yang menarik untuk dikaji dan dicermati karena ini merupakan kisah persaudaraan dari keluarga pertama yang ada di Alkitab. Kisah ini juga berisikan kisah kebiadaban keji yang dilakukan oleh Kain yang begitu tega menghabisi adiknya satu-satunya waktu itu yang diterangkan oleh Alkitab sebagai kisah pembunuhan pertama. Penelitian ini bermaksud mengurai kisah Kain dan Habel dalam pemaknaan kaum Pentakostal. Pemilihan metode kualitatif deskriptif dan kajian literatur diharapkan mampu memberikan gambaran yang cermat terkait warna-warni dalam keluarga Adam, uraian kisah Kain dan Habel dalam perikop Kejadian 4:1-16, serta pemaknaan dari kaum Pentakostal terhadap kisah ini. Disimpulkan bahwa bagi kaum Pentakostal kisah Kain dan Habel ini merupakan sebuah peringatan penting bagi orang percaya untuk terus menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan, sebuah desakan untuk mengusahakan dan memelihara kerukunan di keluarga, ada akibat untuk setiap tindakan, serta kisah ini juga berbicara tentang legacy yang ditinggalkan untuk generasi selanjutnya.
Strategi Pemuridan dalam Pembinaan Spiritualitas ASN Kristiani Yeniretnowati, Tri Astuti; Perangin Angin, Yakub Hendrawan
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i1.2

Abstract

Abstract: This research is focused on formulating discipleship strategies in the spiritual development of ASN Christians, so that in their work they can have an impact to contribute to building the community, region, nation and carrying out God's mission calling according to the field of duty and work. The method in this study uses qualitative methods (grounded research). The process began with establishing a theoretical framework, creating research questions, interviewing informants (7 people), recapitulating the results of the interviews, conducting analysis, comparing the results of interviews with ASN KTB participants that the researchers had formed and carrying out the KTB for 2 to 4 months as many as 4 people. The results of the study show that: First, Discipleship is very important to be carried out in Christian ASN as a strategy for spiritual development, discipleship must be immediately developed in a Christian ASN environment oriented towards the main goal of serving God through the calling of work that God bestows and continue to strive to maintain commitment together - together so as to achieve the goal of implementing the discipleship. Second, the strategy for overcoming obstacles in the ASN KTB so that it can continue until the goal is achieved. Third, the Christian ASN KTB has a sizable positive impact both as an increase in the maturity of personal spirituality, improving performance in the organization and increasing dedication and service to the community, country and to God, which have been felt by the participants of the Christian ASN KTB that have been running. Fourth, Christian ASN KTB discipleship methods can be carried out in various ways through various methods.Abstrak: Penelitian ini difokuskan pada perumusan strategi pemuridan dalam pembinaan spiritual ASN Kristiani, sehingga dalam pekerjaannya dapat memberikan dampak untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat, daerah, bangsa serta menjalankan panggilan misi Allah sesuai bidang tugas dan pekerjaannya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif (grounded research). Prosesnya dimulai dengan menetapkan kerangka teori, membuat pertanyaan penelitian, wawancara dengan informan (7 orang), merekap hasil wawancara, melakukan analisis, membandingkan dengan hasil wawancara dari peserta KTB ASN yang telah peneliti bentuk dan melaksanakan KTB selama 2 sampai 4 bulan sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Pemuridan sangat penting untuk dilaksanakan pada ASN Kristiani sebagai strategi pembinaan spiritual, pemuridan harus segera dikembangkan di lingkungan ASN Kristiani dengan berorientasi kepada tujuan utama untuk melayani Tuhan melalui panggilan pekerjaan yang Tuhan anugerahkan dan terus berupaya mempertahankan komitmen bersama – sama sehingga tercapai tujuan dari pelaksanaan pemuridan tersebut. Kedua, Strategi untuk mengatasi kendala dalam KTB ASN agar dapat terus berjalan sampai tercapainya tujuan. Ketiga, KTB ASN Kristiani memberikan dampak positif yang cukup besar baik sebagai peningkatan pendewasaan spiritualitas pribadi, meningkatkan kinerja dalam organisasi serta peningkatan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, negara dan kepada Tuhan, telah dirasakan oleh para peserta KTB ASN Kristiani yang telah berjalan. Keempat, Metode pemuridan KTB ASN Kristiani dapat dilakukan secara bervariasi melalui berbagai metode.
Tiga Fase Padang Gurun dalam Kehidupan Daud: Suatu Refleksi terhadap Pemimpin Kristen Silitonga, Chardo Nardy
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i1.3

Abstract

Abstract: Christian leadership has its own uniqueness compared to secular leadership. God is a person who works either directly or indirectly in the selection, testing and improvement of a Christian leader. Various dynamics occur in the life of a Christian leader and it is a certainty that ups and downs are often found in the formation of the character of a Christian leader. Various leadership problems are also experienced by Christian leaders, both internal and external problems of a Christian leader. The purpose of this study is to take a reflection for Christian leaders through three wilderness phases in David's life, namely the period before the anointing to become king, the period of waiting to become king and his reign as king over the united kingdom of Israel. This study uses an approach to the study of the Bible and literature. From this research, it will be seen that in David's life experience there was a process from God that he had to go through in his existence as a king of Israel. In the process David experienced the wilderness phase of his life. In each phase of the wilderness there were various challenges faced both physically and spiritually. In the end, everything went well and David was still pleasing to God and of course what happened to David could be reflected in the life of the Christian leaders of the time.Abstrak: Kepemimpinan Kristen memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan kepemimpinan sekuler. Allah merupakan pribadi yang bekerja baik secara langsung atau tidak langsung dalam pemilihan, pembentukan, pengujian dan koreksi terhadap seorang pemimpin Kristen. Berbagai dinamika terjadi dalam kehidupan seorang pemimpin Kristen dan merupakan suatu kepastian bahwa sering ditemukan pasang surut dalam pembentukan karakter mereka. Berbagai persoalan kepemimpinan juga dialami para pemimpin Kristen baik itu persoalan yang berasal dari internal maupun eksternal dari seorang pemimpin Kristen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengambil suatu refleksi bagi pemimpin Kristen melalui tiga fase padang gurun dalam kehidupan Daud yaitu masa sebelum pengurapan menjadi raja, masa penantian untuk menjadi raja dan masa pemerintahannya sebagai raja atas kerajaan Israel bersatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Alkitab dan literatur. Dari penelitian ini akan terlihat bahwa dalam pengalaman kehidupan Daud ada proses dari Tuhan yang harus dia lalui dalam keberadaannya sebagai seorang raja Israel. Dalam proses tersebut Daud mengalami fase padang gurun di dalam kehidupannya. Dalam setiap fase padang gurun tersebut ada berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi baik secara fisik dan spiritual. Namun pada akhirnya semua berhasil dilewati dengan baik dan Daud tetap berkenan dihadapan Allah dan tentunya apa yang dialami oleh Daud tersebut dapat direfleksikan dalam kehidupan pemimpin Kristen zaman sekarang.
Memaknai Secara Teologis tentang Garam Dunia Matius 5:13: Hidup Berdampak dan Menjadi bagian dari Agen Perubahan Trisnaningtyas, Vendyah; Nugroho, Eko; Sembiring, Lena Anjarsari
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i1.4

Abstract

Abstract: Jesus' words about the Salt of the world in Matthew 5:13 are a meaningful expression, so to understand them cannot be through literal or literal knowledge. In this article, the author uses a descriptive method, namely with a literature approach by collecting data and analyzing Matthew 5:13. Through the case of how as a salt generation in Christianity and everyday life and in ministry. Based on this research, it is concluded that the meaning of salt not only refers to the inherent identity of followers of Jesus Christ wherever they go and wherever they are. But it's more about how to be a part of and create a salt generation in the Christian life.Abstrak: Perkataan Yesus tentang Garam dunia dalam Injil Matius 5:13 merupakan suatu ungkapan bermakna, sehingga untuk memahaminya tidak boleh melalui pengetahuan secara harafiah atau literal. Dalam artikel ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu dengan pendekatan literatur dengan mengumpulkan data-data dan menganalisis Matius 5:13. Melalui kasus bagaimana sebagai salt generation dalam kekristenan dan kehidupan sehari-hari serta dalam pelayanan. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa makna garam bukan saja menunjuk kepada identitas pengikut Yesus Kristus yang melekat kemanapun mereka pergi dan dimanapun mereka berada. Akan tetapi lebih kepada bagaimana menjadi bagian dan mewujudkan salt generation dalam kehidupan kekristenan.
Kajian Ekofeminisme: Diskursus Ekologis dalam Bingkai Teologi Feminis Yornan Masinambow
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i1.5

Abstract

Abstract: The purpose of this article is to describe analytically-critically the feminist theology (of women) and nature (ecology) that produces the conceptual movement of ecofeminism. Women and nature both suffer from injustice and oppression, and therefore the ecofeminism movement makes a theologically constructive contribution. A qualitative method is used in this article with a content analysis approach in discussing and then analyzing phenomena related to ecology and feminism. The results of this study show that ecofeminism fights for the life of creation from the Creator, especially nature and women who experience subordination through existing hierarchical structures. Ecofeminism also emphasizes the importance of humans to maintain and preserve nature as well as possible. Ecofeminism offers an attitude to be transformative, cooperative, and participatory in building a harmonious world equally between nature and humans, both women and men.Abstrak: Tujuan dari artikel ini adalah menjabarkan secara analitis-kritis tentang teologi feminis (perempuan) dan alam (ekologi) yang menghasilkan gerakan konseptual ekofeminisme. Perempuan dan alam sama-sama mendapatkan ketidakadilan dan penindasan, dan oleh karenanya gerakan ekofeminisme ini memberikan kontribusi yang konstruktif secara teologis. Metode kualitatif digunakan dalam artikel ini dengan pendekatan analisis konten dalam mendiskusikan kemudian menganalisa fenomena terkait ekologi dan feminisme. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekofeminisme memerjuangkan kehidupan ciptaan dari Sang Pencipta khususnya alam dan perempuan yang mengalami subordinasi lewat struktur hierarkis yang ada. Ekofeminisme juga menekankan bahwa pentingnya manusia untuk memelihara dan melestarikan alam sebaik mungkin. Ekofeminisme menawarkan sikap untuk menjadi transformatif, kooperatif, dan partisipatif dalam membangun dunia yang harmonis secara setara antara alam dan manusia baik perempuan maupun laki-laki.

Page 1 of 1 | Total Record : 5