cover
Contact Name
Nurbaity Bustamam
Contact Email
nurbaity.bustamam@gmail.com
Phone
+6282165551099
Journal Mail Official
jurnalsuloh@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tgk Hasan Krueng Kale, Desa Kopelma Darussalam, Kec Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Suloh
ISSN : 24075809     EISSN : 27145484     DOI : 10.24815
Jurnal Suloh is an open access journal by the Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents research and development in the field of Guidance and Counselling In School and Outside School, Psychology Counseling, Career Counseling, Marriage and Family Counseling, Special Needed Child and Mental Health. From the years 2014-2017, Jurnal Suloh published once a year, in Desember. From 2018 onwards, it publishes two times a year in Juni and December.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017" : 3 Documents clear
Evaluasi Profesionalisme Guru . Basri
Jurnal Suloh Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i1.13019

Abstract

Guru profesional dituntut memiliki seperangkat kemampuan kompetensi guru. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 dinyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Berlakunya undang-undang dan peraturan tersebut menuntut para guru untuk meningkatkan profesionalisme. Kinerja guru dapat dilihat dari rasa tanggung jawab menjalankan tugas profesinya akan memegang tanggung jawab moral. Semua Ini akan terlihat dalam kepatuhan dan loyalitas dalam menjalankan tugas kependidikannya di kelas dan di luar kelas. Tiga komponen untuk penilaian kinerja guru secara teknis, yaitu (1) mengamati kelas (observasi Kelas), (2) memeriksa program kerja, khususnya RPP, dan (3) melakukan validasi data melalui triangulasi. Kinerja profesional juga dapat dilihat dari aspek peningkatan kualitas (1) belajar dengan memberdayakan berbagai aspek; (2) penguasaan, aplikasi, dan produk Ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti menulis buku, karya ilmiah, penelitian, membuat alat peraga, penerapan teknologi; (3) kontribusi guru dalam pekerjaan; (4) pelaksanaan strategi atau teknologi baru dalam belajar seperti e-learning, lesson study, pembelajaran kuantum, konstruktivisme; (5) memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana pembelajaran seperti internet; dan (6) motivasi terus berkembang untuk kemajuan dan kualitas pembelajaran, administrasi, pengembangan diri, yang menyebabkan perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran.Keywords: evaluasi dan profesionalisme guru.
Kompetensi Profesional Guru BK Dalam Implementasi Asessmen BK Pada Guru BK di SMA Favorit Kota Banda Aceh Ummul Hanifah
Jurnal Suloh Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i1.13020

Abstract

Kompetensi guru BK adalah kemampuan atau kecakapan seorang konselor yang memenuhi syarat dengan memiliki wewenang melaksanakan kewajiban secara bertanggungjawab dan professional sesuai bidangnya didalam konteks kependidikan. Keberadaan konselor disekolah sangat bermanfaat apabila guru BK mampu megimplementasikan kinerjanya secara efektif sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Bentuk implementasi kompetensi professional bagi guru BK yaitu mampu berperan aktif dalam meningkatkan keahliannya baik secara administrasi dan juga terampil dalam menyelesaikan persoalan siswa disekolah dengan berbagai teknik yang relevan. Fenomenologi dibeberapa sekolah favorit di kota Banda Aceh menggambarkan bahwa implementasi kinerja guru BK belum memenuhi standarisasi keahlian, hal ini terbukti dari hasil observasi menunjukkan guru BK masih belum memahami peran asesmen BK yang bisa membantu kemudahan guru BK dalam bekerja disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru BK dalam mengimplementasikan asesmen, dengan indikator menguasai hakikat asesmen, memilih teknik asesmen sesuai kebutuhan, menyusun instrumen untuk mengungkap masalah konseli, mengadmistrasikan asesmen, mengakses data untuk kepentingan pelayanan, mengungkapkan hasil asesmen dengan tepat serta menampilkan tanggung jawab sesuai asas BK dalam praktik layanan. Metode yang digunakan dalam layanan penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas (6) enam guru BK pada (3) tiga SMA Favorit Di kota Banda Aceh yaitu SMUN 3, SMUN 4 dan SMUN 10. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak (6) enam orang guru BK tersebut belum terlalu berkompeten sepenuhnya dalam mengimplementasikan asesmen secara umum. Disarankan kepada guru BK yang bersangkutan agar dapat meningkatkan kompetensi mereka terkait asesemen secara khusus atau pelayanan BK secara umum baik dalam mengikuti pelatihan, mencari informasi sebanyak-banyaknya serta memperbanyak bahan bacaan tentang asesmen agar dapat memberikan pelayanan yang sesuai kebutuhan disekolah. Keywords: Kompetensi professional, guru bimbingan dan konseling, asesmen bimbingan dan konseling
Keputusan Perempuan Menikah Dini Di Desa Pulo Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar Afri Rahmadia Marta
Jurnal Suloh Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i1.13015

Abstract

The decision is a process that begins with a plan, implementation up to the control stage. In making decisions to get married early women are often faced with several factors that cause women to think wisely in determining the right decisions. These factors include education, economy, the culture of the local community, peers, parents, and mass media. The purpose of this study was to find the main factors that caused women to decide to get married early. The research method used is descriptive with a qualitative approach. The research subjects were village women who were married at an early age. Data collection techniques carried out by interview and observation methods. Processing and data analysis techniques utilized qualitative descriptive analysis. The results showed that the decision of village women to get married early was dominated by the factors of education and culture of the local community that is thick with Islamic religious culture. Non-formal education that is followed up to class II traditional boarding schools provides knowledge about marriage through the books taught by the Tengku. The existence of peers in married neighborhoods also encourages women to carry out marriages at an early age. Keywords: Women, Early Marriage, Decision ABSTRAK Keputusan merupakan suatu proses yang diawali dengan suatu perencanaan, pelaksanaan hingga pada tahap kontrol. Dalam pengambilan keputusan untuk menikah dini perempuan sering dihadapkan pada beberapa faktor yang menyebabkan perempuan harus berpikir bijak dalam menentukan keputusan yang tepat. Faktor tersebut meliputi pendidikan, ekonomi, budaya masyarakat setempat, teman sebaya, orangtua, dan media massa. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan faktor utama yang menyebabkan perempuan memutuskan untuk menikah dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah perempuan desa yang telah menikah pada usia dini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan perempuan desa untuk menikah dini didominasi oleh faktor pendidikan dan budaya masyarakat setempat yang kental dengan budaya religius islami. Pendidikan non formal yang diikuti hingga kelas II pesantren tradisional memberikan pengetahuan mengenai pernikahan melalui kitab yang diajarkan oleh para Tengku. Keberadaan teman sebaya di lingkungan tempat tinggal yang telah menikah juga mendorong perempuan untuk melaksanakan pernikahan di usia dini.Keywords: Keputusan, Perempuan, Menikah Dini.

Page 1 of 1 | Total Record : 3