cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Kasihan, Bantul
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Manajemen Pelayanan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30631270     DOI : https://doi.org/10.47134/mpk
Core Subject : Health,
MPK is a scientific journal with the following focus and scope: Strategic Management of Health Services, Technological Innovation in Health Services, Service Quality Management, Leadership and Human Resource Development, Performance Evaluation and Improvement, Health Economics, Public Health Science, Information Technology, Health Policy, Health Education, Human Resources Management.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2026): January" : 5 Documents clear
Hubungan Lama Duduk, Posisi Duduk dan Masa Kerja dengan Keluhan Low Back Pain pada Staf Pelayanan Pos Parkir di Kawasan Megamas Manado Sigar, Sulthan Khairy; Joseph, Woodford Baren Solaiman; Kawatu, Paul Arthur Tennov
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.5182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama duduk, posisi duduk dan masa kerja dengan keluhan Low Back Pain pada staf pelayanan pos parkir di Kawasan Megamas Manado. Penelitian ini menggunakan survei analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross-sectional Study, dilaksanakan di Kawasan Megamas Manado dengan total sampel dari populasi seluruh pekerja bagian Staf Pelayanan Pos Parkir yang berjumlah 32 orang. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner, Nordic Body Map (NBM), dan Metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil penelitian berdasarkan uji korelasi Spearman’s rho ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara lama duduk dengan keluhan Low Back Pain (p-value = 0.883) dan antara masa kerja dengan keluhan Low Back Pain (p-value = 0.699). Hasil uji lainnya ditemukan hubungan yang signifikan antara Posisi Duduk dengan Keluhan Low Back Pain dengan nilai p-value = 0.005 dan koefisien korelasi (r) = 0,486. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa posisi duduk yang tidak ergonomis mempengaruhi peningkatan keparahan Low Back Pain, sedangkan lama duduk dan masa kerja tidak mempengaruhi tingkat keparahan Low Back Pain.
Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Mahasiswa dalam Memperoleh Informasi Kesehatan di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang Hikmah, Tyan
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.5289

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk perlindungan hak mahasiswa atas informasi kesehatan, mengidentifikasi hambatan dalam akses informasi di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang, serta merumuskan strategi penguatan tata kelola informasi kesehatan berbasis regulasi. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan model one-grouppre test–post test melibatkan 115 mahasiswa dari Program Studi Psikologi dan Gizi semester III dan V. Instrumen penelitian mencakup tes pengetahuan (pretest–post test) serta kuesioner skala Likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan mahasiswa dari nilai rata-ratapre test 64,64 menjadi 98,26 pada post test (p < 0,001). Evaluasi kegiatan memperlihatkan skor dominan 4 (puas) dan 5 (sangat puas) pada aspek materi, narasumber, media, dan manfaat. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan pemahaman hak mahasiswa atas informasi kesehatan. Penelitian merekomendasikan peningkatan transparansi, optimalisasi media informasi, serta penataan standar layanan kesehatan kampus untuk memperkuat perlindungan hak mahasiswa.
Determinan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji pada Remaja menurut Theory of Planned Behavior (TPB): Tinjauan Pustaka Nuraini, Desty Dwi
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.5408

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada remaja dan mahasiswa menunjukkan kecenderungan meningkat seiring perubahan gaya hidup modern yang menekankan kepraktisan dan kecepatan, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan fisik maupun psikososial apabila tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun literature review mengenai perilaku konsumsi fast food pada remaja dan mahasiswa dengan menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai dasar analisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Metode yang digunakan adalah narrative literature review terhadap enam artikel penelitian empiris yang diperoleh melalui penelusuran Google Scholar dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah pada periode 2016–2024, dengan fokus pada tiga konstruk utama TPB yaitu sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control. Hasil kajian menunjukkan bahwa sikap positif terhadap fast food, khususnya persepsi rasa yang enak, kepraktisan, dan popularitas, merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong niat serta perilaku konsumsi, diikuti oleh pengaruh norma subjektif yang terbentuk melalui teman sebaya, lingkungan sosial, dan paparan media digital. Selain itu, rendahnya perceived behavioral control berkaitan dengan keterbatasan kemampuan individu dalam mengendalikan pilihan makanan sehingga meningkatkan frekuensi konsumsi fast food. Beberapa penelitian dengan desain intervensi juga menunjukkan bahwa edukasi berbasis TPB efektif dalam meningkatkan kontrol perilaku yang dirasakan, mengubah sikap, dan menurunkan perilaku konsumsi fast food pada remaja dan mahasiswa. Kesimpulannya, upaya pengendalian konsumsi fast food pada kelompok usia ini memerlukan pendekatan promosi kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada perubahan sikap, norma sosial, dan perceived behavioral control, serta dukungan lingkungan yang mendukung terbentuknya perilaku makan yang lebih sehat.
Principles of Normal Childbirth Care in Obstetrics and Gynecology Literature Dwi Andina Farzani
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.5424

Abstract

This study aims to explore and synthesize the Principles of Normal Delivery Care (Asuhan Persalinan Normal—APN) within the context of obstetric and gynecological literature to identify key concepts, clinical standards, and their practical implications for maternal and neonatal health. Using a qualitative descriptive approach through a library-based study, data were collected from peer-reviewed articles, clinical guidelines, and national midwifery standards published between 2015 and 2025. Data were analyzed inductively through thematic identification, reduction, categorization, and interpretation to generate a comprehensive understanding of APN principles. The findings reveal that normal delivery care emphasizes the physiological nature of childbirth, prioritizing safety, minimal intervention, and positive maternal experience. Recommended practices include the use of partographs, freedom of movement, non-pharmacological pain management, continuous support, delayed cord clamping, and immediate skin-to-skin contact. Conversely, routine interventions such as enemas, pubic shaving, and fundal pressure are discouraged. Psychosocial aspects—such as emotional support, hypnobirthing, and calm birthing environments—are shown to significantly improve labor outcomes. However, discrepancies persist in the consistency of APN implementation, influenced by systemic, behavioral, and institutional factors. This study concludes that effective APN practice requires not only clinical competence but also cultural sensitivity, organizational reform, and woman-centered care frameworks. The results contribute to strengthening obstetric practice standards and guiding future research toward more holistic, evidence-based maternity care.
The Role of Prenatal Screening in Early Detection of Pregnancy Problems According to Obstetrics and Gynecology Literature cFarzani, Dwi
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v3i1.5425

Abstract

This study aims to analyze the role of prenatal examination (antenatal care/ANC) in the early detection of pregnancy complications based on recent obstetric and gynecological literature. Using a qualitative descriptive approach through library research, data were collected from peer-reviewed journals, official reports, and relevant academic documents published between 2015 and 2025. The analysis involved thematic identification, data reduction, concept categorization, and inductive synthesis to obtain a comprehensive understanding of prenatal care practices. The findings reveal that structured and systematic prenatal examinations—encompassing community-based education, risk scoring tools such as the Poedji Rochjati Score Card (KSPR), laboratory screening, blood pressure monitoring, biomarker testing, ultrasound, and advanced molecular diagnostics (cfDNA and nanoflower biosensors)—significantly enhance early detection of maternal and fetal complications. Furthermore, family involvement, especially spousal participation and cadre empowerment, strengthens awareness and timely referral for high-risk pregnancies. These results underscore the integration of preventive, technological, and educational dimensions within modern prenatal care. The study concludes that prenatal examination functions as a multilayered system linking biomedical innovation with community engagement, thereby contributing to the reduction of maternal and neonatal morbidity and mortality. The findings provide valuable implications for clinical practice, health education, and policy formulation, while recommending further interdisciplinary research to expand the scope of preventive precision obstetrics.

Page 1 of 1 | Total Record : 5