cover
Contact Name
Iyad Suryadi
Contact Email
iyadsuryadi@uninus.ac.id
Phone
+6289656271757
Journal Mail Official
saefulanwar@uninus.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.530, Sekejati, Kec. Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat 40286
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Lantera: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 2988697X     EISSN : 30251567     DOI : https://doi.org/10.30999/lantera.v2i1
Core Subject : Religion,
Lantera: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam (p-ISSN 3025-1567 ; e-ISSN 2988-697X) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara Bandung. Pertama kali terbit dengan Volume 1, No. 1 pada bulan Desember 2022. Jurnal Lantera mencoba untuk ambil andil dalam menyiarkan dakwah dan komunikasi melalui tulisan-tulisan ilmiah, hasil penelitian, survey dan karya ilmiah lainnya. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember setiap tahunnya.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025): on progres" : 1 Documents clear
Problem dan Solusi Dakwah Pada Masyarakat Multikultural: Praktik Dakwah di Masjid Lautze 2 Bandung Siti Latipah; Widjaya, Cheppy Risnandar Angga
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 1 (2025): on progres
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v4i1.3766

Abstract

Kajian ini mengangkat strategi dakwah inklusif yang diterapkan di Masjid Lautze 2 Bandung dalam membina mualaf Tionghoa di tengah masyarakat multikultural. Masjid ini menjadi salah satu contoh nyata model dakwah urban yang mampu mengakomodasi keberagaman budaya, etnis, dan keyakinan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa Masjid Lautze 2 Bandung mengembangkan strategi dakwah yang personal, kultural, dan humanis. Pembinaan mualaf dilakukan secara bertahap melalui pengajian rutin, pendampingan intensif, serta pendekatan budaya yang menghargai latar belakang Tionghoa. Dakwah tidak hanya berlangsung melalui ceramah, tetapi juga melalui aksi sosial, layanan konsultasi agama, serta kolaborasi lintas iman. Strategi dakwah inklusif yang diterapkan mampu menciptakan ruang dakwah yang ramah, relevan, dan kontekstual bagi masyarakat multikultural. Model ini dapat menjadi rujukan dalam merancang strategi dakwah yang lebih terbuka, toleran, dan berkelanjutan di wilayah urban dengan kompleksitas sosial serupa.

Page 1 of 1 | Total Record : 1