cover
Contact Name
Kartika Sari
Contact Email
kartikasari@usk.ac.id
Phone
+6285370486687
Journal Mail Official
jurnalpsikologi@usk.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran - Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Tanoh Abee - Kopelma Darussalam Banda Aceh, Provinsi Aceh, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah
ISSN : 26146428     EISSN : 26559161     DOI : https://dx.doi.org/10.24815/s-jpu
Seurune, Unsyiah Psychology Journal receives manuscripts that focused on psychological research and applied psychology. Humanities studies related to psychological science are the scope that also considered in Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: Januari 2023" : 5 Documents clear
Proses Makna Hidup Pada Mahasiswa Prasejahtera Nurul Aisah; Kevin Harry Anugerah Cunong; Reinita Nathania; Indarta Wira; Leticia Virginia Santoso; Muhammad Ridho Darmananda
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 6, No 1: Januari 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v6i1.26417

Abstract

Kemiskinan memberikan berbagai dampak negatif pada mahasiswa seperti tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup, merasa cemas, stress, serta berbagai permasalahan kesejahteraan psikologis. Kondisi tersebut menyebabkan mahasiswa dari keluarga prasejahtera kesulitan untuk menemukan makna hidupnya. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat membantu individu menemukan makna hidup dalam penderitaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pencarian makna hidup pada mahasiswa prasejahtera. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi proses pencarian makna hidup pada mahasiswa prasejahtera secara mendalam. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling pada Yayasan Sosial X yang memberikan beasiswa pada mahasiswa prasejahtera. Pengambilan data dilakukan dengan cara FGD dan semi structured interview kepada empat partisipan. Kemudian analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat fase dalam proses pencarian makna hidup mahasiswa prasejahtera yaitu fase awal, peralihan, pencarian, dan akhir. Keempat fase tersebut sangat berkaitan dengan religiusitas dan pembelajaran masa lalu. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa prasejahtera berada pada tahapan mengeksplorasi meaning in life yang telah ditemukan.
Memaafkan Ayah Yang Melakukan Poligami Pada Remaja di Aceh Nucke Yulandari
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 6, No 1: Januari 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v6i1.27780

Abstract

Keluarga yang ideal berfungsi sebagai salah satu sumber penting untuk remaja mendapat bimbingan dan kasih sayang, akan tetapi remaja yang ayahnya berpoligami memiliki permasalahan psikologis yang kompleks dalam periode tertentu sehingga menunjukkan sikap bermusuhan pada ayah. Penyelesaian konflik antara remaja dan ayahnya yang berpoligami bukan hal sederhana. Memaafkan merupakan cara yang efektif untuk mengatasi permasalahan antar individu karena di dalam memaafkan melepaskan individu dari pikiran negatif serta dapat menyembuhkan luka batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika memaafkan remaja pada ayah yang melakukan poligami. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari dua remaja (satu laki-laki dan satu perempuan) dengan kriteria remaja berusia antara 14 -17 tahun dan memiliki ayah berpoligami. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengambilan data purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden berada pada tahap yang sama dalam memaafkan yaitu pada work phase. Partisipan laki-laki tidak kecewa karena ayahnya berpoligami dan satu partisipan perempuan sudah mampu menerima kenyataan terhadap poligami yang dilakukan oleh ayahnya. Beberapa faktor lain dalam penelitian ini yang memengaruhi perilaku memaafkan pada remaja adalah tipe kepribadian, religiusitas, kualitas hubungan dengan ayah dan empati.
Dinamika Adiksi Perokok Dalam Usahanya Untuk Berhenti Merokok Anastasia Laura Kristianto Taufick; Andrea Dean Nugroho; Angelina Arum Wulandari; Daniel Thaddeus Budiman; Arya Brillianto Wibisono; Faniel Johana Leda
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 6, No 1: Januari 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v6i1.26269

Abstract

Adiksi rokok adalah kondisi Ketika individu tidak bisa lepas dari kebiasaan merokok. Kondisi ini mengakibatkan individu terus bergantung dengan rokok, meskipun mengetahui efek negatifnya bagi kesehatan, keuangan, sosial, dan lain-lain. Penelitian ini berfokus pada perokok aktif yang sedang berupaya untuk berhenti merokok selama beberapa waktu guna mengetahui dinamika yang terjadi pada perokok aktif dewasa awal dan mengetahui cara yang paling efektif untuk berhenti dari kebiasaan merokok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan partisipan. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang dengan teknik pengumpulan data wawancara dan self report. Hasil pada penelitian ini menunjukan adanya 3 siklus besar bagi individu yang ingin keluar dari adiksi rokok. Siklus pertama merupakan pemicu berhenti merokok yang bersumber dari internal maupun eksternal, siklus kedua adalah proses berhenti merokok yang mana individu akan menemukan cara berhenti dan dihadapkan pada hambatan-hambatan yang juga berasal internal dan eksternal, siklus ketiga adalah hasil usaha yang terbagi menjadi 3 hasil yaitu menggunakan alternatif pengganti rokok, proses transisi, dan aktif merokok. Pada prosesnya dalam berhenti individu akan melewati 3 siklus ini yang memiliki hambatan yang berbeda-beda.
Batasan Kekerasan Psikologis Dalam Pacaran Pada Dewasa Awal Veronica Yeo; Olivia Hadiwirawan
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 6, No 1: Januari 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v6i1.29102

Abstract

Kekerasan dalam berpacaran menempati urutan kedua dalam kasus kekerasan terhadap perempuan. Pencatatan kasus kekerasan psikologis memiliki kendala dalam melihat perilaku sebagai bagian dari kekerasan psikologis. Belum ada batasan yang jelas yang digunakan dalam mendeskripsikan kekerasan psikologis, terutama terkait latar belakang yang memunculkan perilaku kekerasan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi batasan kekerasan psikologis dalam pacaran. Metode pengambilan data menggunakan Diskusi Kelompok Terarah dan proses analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menemukan bahwa kekerasan dapat digolongkan sebagai kekerasan psikologis ketika perilaku memberikan dampak psikologis serta terdapat konteks situasi yang dirasakan sebagai kekerasan psikologis. Kategori dalam tema dampak psikologis adalah emosi negatif, gambaran diri yang buruk serta rasa ketergantungan. Sedangkan, kategori dalam tema konteks situasi kekerasan psikologis adalah kepercayaan, penerimaan, kebebasan, penghinaan dan komunikasi. Temuan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan awal dalam mengembangkan pengukuran terkait perilaku kekerasan psikologis dalam hubungan pacaran.
Dinamika Wanita Dewasa Awal yang Lajang Dalam Menyikapi Romantic Loneliness Nabila Marfuatunnisa; Harnadia Firsya Difa; Laura Thessalonica Oko; Novita Sariling Ling; Rebecca Hananiah
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 6, No 1: Januari 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v6i1.26415

Abstract

Wanita dewasa awal yang belum menikah dipercaya memiliki rasa kesepian dikarenakan kurangnya keintiman pada diri individu, dimana pasangan menjadi salah satu sumber utama keintiman pada dewasa awal. Namun, penelitian terdahulu memiliki pandangan yang berbeda terkait romantic loneliness, ada yang mengatakan bahwa romantic loneliness diantara wanita lajang lebih tinggi, ada juga yang mengatakan romantic loneliness diantara wanita yang sudah menikah tingkatnya lebih tinggi. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana wanita lajang menyikapi romantic loneliness yang dialami, pandangan keluarga dan kerabat, serta kriteria dan harapan mereka untuk pasangan. Penelitian ini melibatkan 4 wanita dewasa awal lajang berusia 30 hingga 34 tahun, sedang tidak berpacaran namun ingin menikah. Data dikumpulkan menggunakan wawancara, dan dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif analisis tematik yang merupakan analisis dengan menggunakan teori sebagai acuan melakukan koding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita lajang yang memiliki romantic loneliness memiliki harapan dalam mengakhiri masa lajangnya. Dimana dapat disimpulkan bahwa wanita lajang ketika merasakan kesepian, para wanita lajang dapat mengatasi romantic loneliness dengan cara terlibat dengan aktivitas bersama orang lain atau sendiri me-time, berpikir positif atas kesepiannya karena memiliki social support, dapat berekspresi dengan bebas dan kepercayaan dengan Tuhan. Sehingga dilihat dari dinamika diatas, romantic loneliness tidak menetap karena wanita dewasa lajang dapat mengatasi romantic loneliness.

Page 1 of 1 | Total Record : 5