cover
Contact Name
Khurin In Ratnasari
Contact Email
khurininratnasari@gmail.com
Phone
+6282331288750
Journal Mail Official
khurininratnasari@gmail.com
Editorial Address
Dusun Krajan 1 RT :02 RW : 13 Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
As-sunniyyah
ISSN : -     EISSN : 28092538     DOI : https://doi.org/10.62097/assunniyyah.v3i02.1532
Jurnal As-sunniyyah Merupakan jurnal tentang publikasi hasil penelitian, pengabdian dan karya ilmiah mahasiswa IAI Al-Falah As-sunniyyah Kencong Jember yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan sebagai media komunikasi dan informasi ilmiah dibidang ilmu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak, Bimbingan Konsling , Ekonomi, Hukum, Hukum keluarga islam dan Pendidikan Bahasa Arab. Jurnal ini diharapkan dapat membantu para dosen dan mahasiswa dalam menginformasikan / mempublikasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah lainnya kepada berbagai komunitas ilmiah di seluruh Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 02 (2022): Maret" : 6 Documents clear
Problematika Penilaian Afektif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Taufiq Akbar, Imam; Sahlan, H. Moh.; Purwanto, Heri
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 02 (2022): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian afektif adalah penilaian yang mencakup karakteristik perilaku, seperti sikap, perasaan, emosi, minat, dan nilai. Penerapan penilaian afektif selama ini dianggap sulit dan rumit dibandingkan dengan asesmen domain lainnya. Khususnya pada Pendidikan Agama Islam yang berperan dalam mengembangkan keimanan dan ketakwaan siswa, serta membentuk perilaku siswa yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Artikel ini membahas masalah penilaian afektif dalam PAI. Temuan dari artikel ini adalah guru PAI belum menerapkan penilaian afektif secara serius dan tidak mengetahui bagaimana menerapkan penilaian afektif yang tepat. Cara guru PAI menerapkan penilaian afektif sangat beragam, namun tidak didasarkan pada instrumen penilaian dalam menilai aspek afektif siswanya. Hal ini menimbulkan berbagai kendala yang menghambat penerapan penilaian afektif. Kendala ini muncul dari guru PAI itu sendiri maupun dari siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan solusi yang tepat agar penilaian afektif dapat berjalan secara efektif dan efisien serta hasilnya sesuai dengan keadaan siswa yang sebenarnya. Oleh karena itu, disarankan bagi guru PAI untuk memahami lebih dalam bagaimana menerpan penilaian afektif secara tepat.
Peran Organisasi Massa Perempuan (Muslimat Nu) dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Jember Syaikhu, Ach.; Syaifullah, M. Agus; Nilna Ghina, Nabila; Ratu Balqis, Rizqiyah
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 02 (2022): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan moderasi beragama. Perlibatan wanita secara aktif dalam usaha mewujudkan masyarakat beragama yang toleran juga sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran organisasi massa perempuan (Muslimat NU) dalam proses mewujudkan moderasi agama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian adalah peran Muslimat NU Cabang Jember telah menggambarkan cukup detail indikator utama kerukunan umat beragama yang terdiri atas toleransi, kesetaraan, dan kerja sama. Hal ini dapat terlihat dari program kerja PC Muslimat NU sendiri seperti adanya pengajian, dan rutinitas yang lain dan bentuk sinergitas bersama organisasi terkait untuk mewujudkan moderasi beragama seperti tergabungnya Muslimat NU Cabang Jember ke dalam forum Sila Emas.
Peran Kreativitas Siswa dalam Kemampuan Memecahkan Masalah Fisika pada Pembelajaran Kontekstual Hariyanto, Hariyanto
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 02 (2022): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar merupakan aktivitas yang berlangsung dengan melibatkan bermacam- macam komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang salah satunya adalah kreativitas siswa. Untuk itu perlu dilakukan usaha perbaikan pengajaran yang lebih mendasar yang menyangkut tentang proses pemecahan masalah dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini untuk menjawab permasalahan bagaimanakah pengaruh kreativitas siswa terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika pokok bahasan optic fisis dalam pembelajaran kontekstual. Populasi adalah seluruh siswa kelas XI Siswa MAN 3 Jember, sedangkan sampel yang diambil adalah siswa kelas XI-A. Data penelitian dikumpulkan dengan metode tes, yaitu tes kreativitas dan tes kemampuan memecahkan masalah. Data dianalisis dengan analisis korelasi regresi sederhana diperoleh hasil penelitian sebagai berikut Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kreativitas siswa terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika pokok bahasan optic fisis dengan koefisien korelasi r = 0,752 dan diperoleh hubungan fungsional antara kreativitas dengan kemampuan memecahkan masalah yang dinyatakan dengan garis linier^Y =8,37 + 0,85 X . Hasil penelitian ini juga menunjukkan makin tinggi kreativitas makin tinggi pula kemampuan memecahkan masalah dalam pelajaran fisika. Dengan demikian usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu diarahkan pada pengembangan potensi kreativitas dalam pembelajaran.
Implementasi Student Centered Learning dalam Kegiatan Praktikum Fisika Dasar Siswa Hariyanto, Hariyanto
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 02 (2022): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengimplementasikan student centered learning dalam praktikum fisika dasar. Berdasarkan pengalaman di jurusan fisika selama ini, kendala yang dijumpai adalah masih banyak siswa yang belum dapat mandiri dalam melaksanakan kegiatan praktikumnya karena lebih banyak menunggu penjelasan dari guru dan kurang berinisiatif dalam menyelesaikan masalah praktikumnya. Student centered learning (SCL) merupakan strategi pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subyek aktif dan mandiri yang bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya. Memperhatikan karakteristik praktikum yang lebih mengarah pada pengembangan keterampilan ilmiah (hard skills dan soft skills) siswa dalam mengidentifikasi gejala dan menyelesaikan masalah perlu dilakukan pendekatan pembelajaran yang inovatif yang dapat mengembangkan keterampilan ilmiah siswa secara maksimal. Untuk mengatasi keadaan tersebut, telah diujicobakan suatu mekanisme implementasi SCL dalam praktikum fisika dasar yang diharapkan dapat mengoptimalkan keterampilan praktikum siswa. Efektivitas mekanisme kegiatan praktikum dengan pendekatan SCL tersebut dilihat berdasarkan sejauhmana sasaran yang diinginkan tersebut tercapai. Hasil implementasi student centered learning dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Atribut-atribut student centered learning yang dapat diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar meliputi: kerja kelompok, diskusi, menulis, presentasi, dan pemecahan masalah. 2) Atribut-atribut softs skills siswa yang bersesuaian dengan atribut-atribut student centered learning yang diintegrasikan ke dalam praktikum fisika dasar adalah: kerjasama merupakan penekanan dari kegiatan kerja kelompok, manajemen diri merupakan penekanan dari kegiatan diskusi, komunikasi tulis merupakan penekanan dari kegiatan menulis, komunikasi lisan merupakan penekanan dari kegiatan presentasi, berfikir kritis dan analitis merupakan penekanan dari pemecahan pemecahan masalah. 3) Mekanisme implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar melalui kegiatan yang meliputi: pralaboratorium, praktikum, pelaporan, dan presentasi. Implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar tersebut dapat mendukung keterampilan praktikum. Mekanisme implementasi SCL dalam praktikum fisika dasar tersebut cukup efektif dalam membekali keterampilan praktikum yang harus dimiliki siswa. 4) Mekanisme implementasi student centered learning dalam praktikum fisika dasar tersebut cukup efisien digunakan, karena siswa maupun guru praktikum dapat menggunakan waktu dan peralatan praktikum yang tersedia dengan baik.
Kesulitan Pemecahan Masalah Fisika pada Siswa MAN 3 Jember Hariyanto, Hariyanto
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 02 (2022): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi kesulitan pemecahan masalah fisika pada siswa MAN 3 Jember. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan menyebarkan angket. Responden terdiri dari 120 siswa yang berasal dari kelas XII IPA 1. Dilakukan pula wawancara pada beberapa guru serumpun dan siswa. Berdasarkan hasil penyebaran angket, diperoleh 26% siswa mengalami kesulitan pada materi Suhu dan Kalor, 25% Optik, 21% Fluida Statik, 17% Elastisitas dan Hukum Hooke, dan 11% Kinematika. Kesulitan tersebut salah satunya disebabkan pembelajaran bagi siswa yang kurang maksimal dalam bentuk hands on activity. Sebanyak 88% siswa mengatakan bahwa pembelajaran fisika yang sering dialami adalah dengan metode ceramah. Siswa mengalami kesulitan belajar fisika dalam menyelesaikan permasalahan pada soal sebesar 32%, kesulitan memahami konsep dan rumus 26%, kesulitan menggunakan persamaan atau rumus dalam soal 18%, kesulitan menganalisis grafik dan gambar 17%, dan kesulitan menyimpulkan materi yang telah dipelajari 7%. Kesulitan tersebut terlihat ketika siswa memecahkan permasalahan pada soal kinematika serta suhu dan kalor. Diperoleh dari hasil angket, bahwa 76% siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan pada soal dengan alasan lupa atau tidak paham, sebesar 19% siswa kurang memahami solusi pemecahan masalah pada soal, dan hanya sebesar 5% siswa mampu memecahkan permasalahan pada soal.
Mengembangkan Kecerdasan Spiritual dan Sosial Melalui Evaluasi Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa MAN 2 Jember Wahidah, Nur; Afida, Ifa
AS-SUNNIYYAH Vol 1 No 02 (2022): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intelligence is the ability to understand the world, think rationally, and use effective resources when faced with challenges. the contents of the Act above indicates that the function of education as a formation of personality that reflects the values of high nobility is more focused to form students who are intelligent spiritual and intelligent in social. Developed spiritual intelligence through evaluation of learning result of Islamic education of student MAN 2 Jember is to develop spiritual intelligence on the behavior of believers and cautious, and than develop spiritual intelligence on grateful behavior. whereas To develop social intelligence through evaluation of learning result of Islamic education of student MAN 2 Jember is develop social intelligence on honest, The attitude of discipline, responsibility attitude, Caring attitude (tolerance and gotongroyong), Good manners and The attitude of self-confidence.

Page 1 of 1 | Total Record : 6