cover
Contact Name
Rofiqah Al Munawwarah
Contact Email
admin@jurnal.vifada.id
Phone
+6285399929080
Journal Mail Official
admin@jurnal.vifada.id
Editorial Address
G1 No 07 Perumahan Citra Bontomarannu Kec. Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92161
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Vifada Journal of Education
ISSN : -     EISSN : 3021713X     DOI : https://doi.org/10.70184/ddvag960
Focus & Scopes Vifada Journal of Education with ISSN 3021-713X Online, welcome papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religion practices. In particular, papers which consider the following general topics are invited.The innovative work of the teachers and lecturers of the development of the education sector which is able to make a positive contribution to the schools and educational institutions the focus of this journal and these may include but are not limited to : Character Education; Education Issues and Policy; Special Need Education; Educational Technology and Curriculum; Educational Management and Leadership; Guidance and Counseling; Multicultural Education; Early-Childhood Education; Elementary Education; Non-Formal Education; Educational Psychology; Teaching and Learning; Islamic Religion; Islamic Education; Education Assessment and Evaluation.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023): July - December" : 8 Documents clear
Jenis-Jenis Pendidikan (Formal, Nonformal Dan Informal) Dalam Perspektif Islam Titi Mildawati; Tasmin Tangngareng
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/w33a8b87

Abstract

Penelitian mengangkat sebuah judul yaitu jenis-jenis pendidikan dalam perspektif hadis. Berangkat dari berbagai realita dalam kehidupan ini bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting diperoleh oleh setiap insan dalam mengendalikan dan menjadikan hidup lebih bermanfaat, bukan hanya pendidikan yang diperoleh di sekolah atau lembaga pendidikan secara formal, namun pendidikan yang paling utama diterapkan dan ditanamkan sejak diri adalah dalam keluarga, selain itu kita juga membutuhkan kehidupan sosial di masyarakat sehingga pendidikan nonformal juga menjadi salah satu pendukung kualitas kehidupan manusia. Oleh karena itu, ketiga jenis pendidikan ini formal, informal dan nonformal harus selalu bersinergi untuk mewujudkan kehidupan yang bermutu. Selanjutnya peneliti menyelesaikan persoalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana jenis-jenis pendidikan mampu merubah kehidupan manusia untuk lebih berkualitas dalam pandangan Islam? Metode yang digunakan adalah mengumpulkan data dengan mengkaji literatur lewat buku, jurnal, intenet dan artikel lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Sehingga memperoleh sebuah hasil penelitian bahwa Pendidikan formal dapat memberikan ilmu pengetahuan secara terstruktur, akurat berdasarkan teori dalam pendidikan dengan mengikuti kurikulum pendidikan yang berlaku. Menciptakan kedisiplinan waktu, pemahaman yang sistematik serta memiliki landasan dan sumber yang valid. Pendidikan nonformal dapat memberikan keterampilan atau skill diluar dari pembelajaran formal, melatih manusia untuk bersosialisasi secara di masyarakat, melatih komunikasi dan interaksi serta melatih dalam pemecahan masalah yang lebih kompleks. Pendidikan informal, pengetahuan pertama yang diperoleh secara alami dalam lingkungan keluarga, tanpa batas waktu dan dapat berlangsung hingga akhir hayat
Sejarah Pendidikan Islam di Maluku  pada Masa Awal Serta Perkembangannya Rofiqah Al Munawwarah
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/v92fnj71

Abstract

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah masuknya Islam di Maluku  dan untuk mendeskripsikan sejarah pendidikan Islam di Maluku di masa awal. Para ahli berpendapat bahwa kedatangan Islam di Maluku melalui tiga periode, yaitu: 1) Periode awal, dimulai pada abad ke-7, saat pedagang Timur Tengah membeli rempah-rempah; 2) Periode pertengahan, dimulai pada abad ke-11, yang ditandai dengan munculnya nama-nama Arab; 3) Periode penerimaan, ditandai dengan diterimanya Islam oleh Kerajaan Ternate pada akhir abad ke-15. Terlepas dari perbedaan pendapat dengan segala konsekuensinya ternyata semua pakar sejarah sepakat, bahwa kedatangan Islam di Maluku (termasuk Maluku Utara) melalui jalur perdagangan laut dan dilakukan dengan cara-cara damai. Maluku menjadi begitu penting dalam jaringan perdagangan laut (dunia) karena menghasilkan buah pala dan cengkih yang merupakan dua komoditi dagangan yang sangat dibutukan ketika itu. Sedangkan proses pengislaman dilakukan melalui dua jalur yakni jalur “atas” dan jalur “bawah”. Jalur atas yang dimaksudkan adalah proses pengislaman melalui usaha dari para penguasa ketika itu. Sedangkan yang dimaksudkan dengan jalur bawah adalah proses pengislaman melalui usaha perorangan atau melalui masyarakat pada umumnya. Zainal Abidin saat kembali dari Jawa ke Ternate, Ia membawa beberapa ulama untuk mengembangkan agama Islam di kerajaannya, salah satunya adalah Tuhubahanul. Sultan Zainal Abidin juga berperan mengembangkan Islam di kerajaannya. Salah satunya dengan mendirikan beberapa sekolah Islam. Para pengajar dari sekolah Islam yang dibangun oleh Sultan Zainal Abidin berasal dari Jawa kemudian mendirikan madrasah Islam pertama di Ternate. Karena tidak banyaknya sumber yang menjelaskan pendidikan Islam formal di sana, maka penulis menyimpulkan bahwa pada awalnya pendidikan Islam formal di Maluku khususnya di Maluku Utara  adalah dengan sistm pesantren sesuai dengan apa yang dipelajari oleh Sultan Zainal Abidin saat di Jawa.
Gender dalam Perspektif Pendidikan Islam Ondeng , Syarifuddin; Usman , Syahruddin; Munawwarah, Rofiqah Al
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/vr3q6150

Abstract

This article discusses the concept of gender in an Islamic perspective and analyzes gender issues that often arise. The problem of Islamic education that is often highlighted by the West is the issue of gender equality and the role and participation of women in education among Muslims. The issue of gender equality in the field of education, then raises various criticisms of Islamic teachings which are considered not to provide space for women in the world of education, because most of the teachings of Islam are considered too masculine and in favor of men. This article concludes that the concept of gender in Islam is based on the principle of equality in value and dignity, with recognition of differences in roles and balanced responsibilities. Although there are differences in interpretation among Islamic scholars and thinkers, the essence of Islamic teachings emphasizes respect for the rights and roles of both sexes in society. Issues in gender are gender equality and gender injustice
Pengaruh Jarak Tempat Tinggal Siswa Terhadap Keaktifannya Mengikuti Kegiatan Belajar Pratisti, Wiwien Dinar; Saputro, Adi
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/2023wi1win

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tempat tinggal siswa terhadap keaktifan mereka dalam mengikuti kegiatan belajar. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan sampel sejumlah siswa dari berbagai latar belakang jarak tempat tinggal berbeda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara singkat, dan kuesioner untuk mengukur tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas maupun kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jarak tempat tinggal siswa dengan tingkat keaktifannya dalam mengikuti kegiatan belajar. Siswa yang tinggal lebih dekat dengan sekolah cenderung lebih aktif dibandingkan siswa yang tinggal lebih jauh. Temuan ini memberikan implikasi bahwa lokasi tempat tinggal merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Model Eksperimen Pendidikan Berkarakter untuk Metode Pengajaran Adaptif dan Inovatif Sulasna, Endang; Syukur, Abdul
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/mne40v61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model eksperimen pendidikan berkarakter yang mendukung metode pengajaran adaptif dan inovatif di lingkungan pendidikan dasar dan menengah. Pendidikan berkarakter merupakan fondasi penting dalam membentuk kepribadian siswa yang berintegritas, tangguh, dan bertanggung jawab. Dalam menghadapi tantangan era digital dan perubahan sosial yang cepat, dibutuhkan pendekatan pengajaran yang fleksibel serta mampu menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa secara individual. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam proses belajar melalui metode eksperimen yang mendorong partisipasi aktif, refleksi kritis, serta inovasi dalam pembelajaran. Hasil uji coba model menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek keaktifan belajar, sikap sosial, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan ini memberikan kontribusi dalam merancang strategi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter peserta didik secara holistik.
Jenis-Jenis Pendidikan (Formal, Nonformal Dan Informal) Dalam Perspektif Islam Mildawati , Titi; Tangngareng, Tasmin
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/w33a8b87

Abstract

Penelitian mengangkat sebuah judul yaitu jenis-jenis pendidikan dalam perspektif hadis. Berangkat dari berbagai realita dalam kehidupan ini bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting diperoleh oleh setiap insan dalam mengendalikan dan menjadikan hidup lebih bermanfaat, bukan hanya pendidikan yang diperoleh di sekolah atau lembaga pendidikan secara formal, namun pendidikan yang paling utama diterapkan dan ditanamkan sejak diri adalah dalam keluarga, selain itu kita juga membutuhkan kehidupan sosial di masyarakat sehingga pendidikan nonformal juga menjadi salah satu pendukung kualitas kehidupan manusia. Oleh karena itu, ketiga jenis pendidikan ini formal, informal dan nonformal harus selalu bersinergi untuk mewujudkan kehidupan yang bermutu. Selanjutnya peneliti menyelesaikan persoalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana jenis-jenis pendidikan mampu merubah kehidupan manusia untuk lebih berkualitas dalam pandangan Islam? Metode yang digunakan adalah mengumpulkan data dengan mengkaji literatur lewat buku, jurnal, intenet dan artikel lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Sehingga memperoleh sebuah hasil penelitian bahwa Pendidikan formal dapat memberikan ilmu pengetahuan secara terstruktur, akurat berdasarkan teori dalam pendidikan dengan mengikuti kurikulum pendidikan yang berlaku. Menciptakan kedisiplinan waktu, pemahaman yang sistematik serta memiliki landasan dan sumber yang valid. Pendidikan nonformal dapat memberikan keterampilan atau skill diluar dari pembelajaran formal, melatih manusia untuk bersosialisasi secara di masyarakat, melatih komunikasi dan interaksi serta melatih dalam pemecahan masalah yang lebih kompleks. Pendidikan informal, pengetahuan pertama yang diperoleh secara alami dalam lingkungan keluarga, tanpa batas waktu dan dapat berlangsung hingga akhir hayat
Sejarah Pendidikan Islam di Maluku  pada Masa Awal Serta Perkembangannya Munawwarah, Rofiqah Al
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/v92fnj71

Abstract

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah masuknya Islam di Maluku  dan untuk mendeskripsikan sejarah pendidikan Islam di Maluku di masa awal. Para ahli berpendapat bahwa kedatangan Islam di Maluku melalui tiga periode, yaitu: 1) Periode awal, dimulai pada abad ke-7, saat pedagang Timur Tengah membeli rempah-rempah; 2) Periode pertengahan, dimulai pada abad ke-11, yang ditandai dengan munculnya nama-nama Arab; 3) Periode penerimaan, ditandai dengan diterimanya Islam oleh Kerajaan Ternate pada akhir abad ke-15. Terlepas dari perbedaan pendapat dengan segala konsekuensinya ternyata semua pakar sejarah sepakat, bahwa kedatangan Islam di Maluku (termasuk Maluku Utara) melalui jalur perdagangan laut dan dilakukan dengan cara-cara damai. Maluku menjadi begitu penting dalam jaringan perdagangan laut (dunia) karena menghasilkan buah pala dan cengkih yang merupakan dua komoditi dagangan yang sangat dibutukan ketika itu. Sedangkan proses pengislaman dilakukan melalui dua jalur yakni jalur “atas” dan jalur “bawah”. Jalur atas yang dimaksudkan adalah proses pengislaman melalui usaha dari para penguasa ketika itu. Sedangkan yang dimaksudkan dengan jalur bawah adalah proses pengislaman melalui usaha perorangan atau melalui masyarakat pada umumnya. Zainal Abidin saat kembali dari Jawa ke Ternate, Ia membawa beberapa ulama untuk mengembangkan agama Islam di kerajaannya, salah satunya adalah Tuhubahanul. Sultan Zainal Abidin juga berperan mengembangkan Islam di kerajaannya. Salah satunya dengan mendirikan beberapa sekolah Islam. Para pengajar dari sekolah Islam yang dibangun oleh Sultan Zainal Abidin berasal dari Jawa kemudian mendirikan madrasah Islam pertama di Ternate. Karena tidak banyaknya sumber yang menjelaskan pendidikan Islam formal di sana, maka penulis menyimpulkan bahwa pada awalnya pendidikan Islam formal di Maluku khususnya di Maluku Utara  adalah dengan sistm pesantren sesuai dengan apa yang dipelajari oleh Sultan Zainal Abidin saat di Jawa.
Gender dalam Perspektif Pendidikan Islam Ondeng , Syarifuddin; Usman , Syahruddin; Munawwarah, Rofiqah Al
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/vr3q6ondeng

Abstract

This article discusses the concept of gender in an Islamic perspective and analyzes gender issues that often arise. The problem of Islamic education that is often highlighted by the West is the issue of gender equality and the role and participation of women in education among Muslims. The issue of gender equality in the field of education, then raises various criticisms of Islamic teachings which are considered not to provide space for women in the world of education, because most of the teachings of Islam are considered too masculine and in favor of men. This article concludes that the concept of gender in Islam is based on the principle of equality in value and dignity, with recognition of differences in roles and balanced responsibilities. Although there are differences in interpretation among Islamic scholars and thinkers, the essence of Islamic teachings emphasizes respect for the rights and roles of both sexes in society. Issues in gender are gender equality and gender injustice

Page 1 of 1 | Total Record : 8