cover
Contact Name
Servo Kocu
Contact Email
jppapuabaru@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jppapuabaru@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Sentani Jayapura, Kampus FKIP Universitas Cenderawasih
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Journal of Education Papua Baru
ISSN : -     EISSN : 29863643     DOI : -
JOURNAL OF EDUCATION PAPUA BARU is published by the faculty of teacher training and education, Cenderawasih university. Written in English or Indonesian, the articles can be conceptual or result of research. The articles can be related to education matters in general, or related to teaching method, teaching strategies, material development, assessment, and innovation of the following areas: 1. English language education 2. Indonesian language education 3. Social science education 4. Science education 5. Math education 6. Physical education 7. Childhood education 8. Elementary education 9. Character education 10. Educational technology 11. Management in education 12. Teacher development
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 1 (2024)" : 6 Documents clear
Women’s Rebellion against Patriarchal Society as Reflected in Ayu Utami’s Si Parasit Lajang and Pengakuan Eks Parasit Lajang Anastasia Sidharta
Journal of Education Papua Baru Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67761/jepb.v3i1.3520

Abstract

This study examines the influence of patriarchal culture in Indonesia and the active response of feminist literary criticism through the analysis of Ayu Utami's novels "Si Parasit Lajang" and "Pengakuan Eks Parasit Lajang." Using qualitative research method, consisting of primary and secondary data such as bibliography and content analysis, the research reveals the resistance of women against the patriarchal society. The analysis indicates that the novels are an expression of gender equity and the struggles that women and other form of marginalized constituents in Indonesian society encounter. The novels endeavor not only to generate this comprehension of feminist ideas but also awake in women consciousness of their identity and a readiness to assert their identities. The results imply education reform, suggesting the integration of literary works into the approved program to test the students’ language proficiency and, in addition, to interest students in the complex situations illustrated in literature. In conclusion of this study, research can take steps forward in analytic skill improvement. Key words: women, rebellion, against, patriarchal, society, feminism
PANCASILA DAN TOLERANSI PADA TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT KOTA JAYAPURA Helen Yuliance Ester Wabiser; Yan Dirk Wabiser
Journal of Education Papua Baru Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67761/jepb.v3i1.4289

Abstract

Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, merupakan miniatur Indonesia dengan beragam suku, budaya, dan agama. Pancasila, sebagai dasar negara, berperan penting dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama. Tujuan penelitian yakni mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dalam tradisi keagamaan masyarakat Jayapura dan tantangan yang dihadapi dalam praktik toleransi. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif, di mana pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya untuk mempromosikan toleransi, masih ada kesenjangan antara idealisme Pancasila dan kenyataan di lapangan. Penelitian ini sekiranya bisa memberikan kontribusi pada pengembangan pemahaman tentang kerukunan umat beragama di Indonesia. Kata kunci: Pancasila, Toleransi, Tradisi Keagamaan.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GALERI WALK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP N 1 ABEPURA Kritistina Edowai; Yan Dirk Wabiser
Journal of Education Papua Baru Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67761/jepb.v3i1.4288

Abstract

Abstract: The study aims to measure how effective the Gallery Walk learning model is in creating critical thinking skills of class VIII students at SMP N 1 Abepura. By using a quasi-experimental method and comparing two class groups, this study found a significant increase in the critical thinking skills of students who participated in Gallery Walk learning. This result shows that this learning model can be a good choice to improve students' critical thinking skills. Keywords: Effectiveness, Gallery Walk Learning Model, Critical Thinking Skills Penelitian bertujuan untuk mengukur seberapa efektif model pembelajaran Galeri Walk dalam menciptakan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMP N 1 Abepura. Dengan menggunakan metode kuasi-eksperimen dan membandingkan dua kelompok kelas, penelitian ini menemukan adanya peningkatan yang cukup berarti pada kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran Galeri Walk. Hasil ini menunjukkan jika model pembelajaran ini bisa menjadi pilihan yang baik guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Kata kunci: Efektifitas, Model Pembelajaran Galeri Walk, Kemampuan Berpikir Kritis
MEDIA CONGKLAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI MATERI BILANGAN DENGAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MURID SDN MUHARA 02 KABUPATEN BOGOR Megawati
Journal of Education Papua Baru Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67761/jepb.v3i1.3572

Abstract

Abstract: This study was motivated by the low mathematical numeracy comprehension skills of students. Therefore, an appropriate and effective approach is needed. The approach can be in the form of more interactive and meaningful learning. The objectives of the research are first, to determinate the improvement of mathematical numeracy skilla by using Congklak media model for primary school students. Secondly, to determine the effectiveness of using Congklak media through TGT learning model on students counting ability. This research is a quantitative study. The intrument used is a test question. The findings of this study have revealed that the mean mathematics attainment for students who took the post-test was 80,8, falling in the bracket of 80-89 (high). In contrast, prior to using the Congklak media and the TGT model, the everage pre-test result was 43,2, which corresponded to the range of 0-54 (very low). There is difference in the average value of 37,6. In other words, the use of Congklak media and TGT learning model has an influence on improving students numeracy skills. Keyword: Congklak, Numeracy, Local Wisdom, TGT Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman numerasi matematis murid. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang tepat dan efektif. Pendekatan tersebut dapat berupa pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna. Tujuan dari penelitian adalah pertama, untum mengetahui peningkatan kemampuan berhitung matematika dengan menggunakan media congklak melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Turnament(TGT) pada murid SD. Kedua, untuk mengetahui efektifitas penggunaaan media congklak melalui model pembelajaran TGT terhadap kemampuan berhitung murid. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Intrumen yang digunakan adalah soal tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika yang mengikuti post-testadalah 80,8 yang berada pada interval 80-89 (tinggi). Sedangkan sebelum menggunakan media congklak dan model TGT diperoleh rata-rata hasil pre-test sebesar 43,2 yang berada pada interval 0-54(sangat rendah). Terdapat selisih nilai rata-rata sebesar 37,6. Dengan kata lain, penggunaan media congklak dan model pembelajran TGT memiliki pengaruh dalam meningkatkan kemampuan numerasi murid. Kata Kunci: Congklak, Numerasi, Kearifan Lokal, TGT
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL TERBUKA PADA MATERI LINGKARAN DI SMP NEGERI HUBAKMA KABUPATEN YALIMO Hamdani; Happy Lumbantobing; Ronaldo Kho
Journal of Education Papua Baru Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67761/jepb.v3i1.5599

Abstract

Abtrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik kategori tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal terbuka (open-ended problem) pada materi lingkaran di SMP Negeri Hubakma Kabupaten Yalimo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek enam peserta didik kelas VIII yang dipilih secara purposif berdasarkan hasil tes awal, yaitu dua subjek kategori tinggi, dua subjek kategori sedang, dan dua subjek kategori rendah. Instrumen penelitian meliputi peneliti sebagai instrumen utama, tes berpikir kreatif matematis, pedoman wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta pengecekan keabsahan melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek kategori tinggi mampu memunculkan indikator kefasihan, keluwesan, keaslian, dan elaborasi meskipun masih ditemukan kekeliruan kecil pada hasil akhir. Subjek kategori sedang mampu memunculkan kefasihan dan keluwesan, tetapi keaslian serta elaborasi belum konsisten. Subjek kategori rendah terutama memperlihatkan kefasihan, sedangkan keluwesan, keaslian, dan elaborasi belum berkembang secara memadai. Temuan ini menegaskan bahwa soal terbuka pada materi lingkaran dapat digunakan untuk memetakan profil berpikir kreatif matematis sekaligus menunjukkan perlunya pembelajaran yang lebih sering memberi ruang bagi peserta didik untuk menemukan lebih dari satu strategi penyelesaian. Kata kunci: berpikir kreatif matematis, soal terbuka, open-ended problem, lingkaran, matematika SMP. Abstract: This study aims to describe students' creative mathematical thinking ability in the high, moderate, and low categories when solving open-ended problems on circle material at SMP Negeri Hubakma, Yalimo Regency. This research employed a descriptive qualitative approach involving six eighth-grade students selected purposively based on an initial test: two students in the high category, two in the moderate category, and two in the low category. The instruments consisted of the researcher as the main instrument, a creative mathematical thinking test, interview guidelines, observation, and field notes. The data were analyzed through data condensation, data display, conclusion drawing, and validity checking through prolonged observation, increased persistence, and time triangulation. The findings indicate that students in the high category were able to demonstrate fluency, flexibility, originality, and elaboration, although minor computational errors were still found. Students in the moderate category demonstrated fluency and flexibility, but originality and elaboration were not yet consistent. Students in the low category mainly demonstrated fluency, while flexibility, originality, and elaboration were not sufficiently developed. These findings suggest that open-ended circle problems can be used to map students' creative mathematical thinking profiles and highlight the need for mathematics instruction that provides more opportunities for students to develop multiple solution strategies. Keywords: creative mathematical thinking, open-ended problems, circles, junior high school mathematics.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SD NEGERI INPRES VIM 3 KOTARAJA KOTA JAYAPURA Rosiyanti; Agnes Aryesam; Putri Ellen Gracia Risamasu
Journal of Education Papua Baru Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67761/jepb.v3i1.5726

Abstract

Abtrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Inpres Vim 3 Kotaraja, Jayapura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, guru, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, pencatatan, dan perekaman, kemudian divalidasi melalui triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengadaan sarana prasarana telah tercantum dalam program kerja tahunan sekolah serta diprioritaskan berdasarkan kebutuhan pembelajaran. Penerimaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, pemanfaatan, monitoring, dan penghapusan telah dilaksanakan, tetapi pemahaman warga sekolah belum merata. Faktor pendukung meliputi ketersediaan fasilitas, dukungan anggaran, kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama guru, dan partisipasi orang tua. Faktor penghambat mencakup keterbatasan ruang penyimpanan, kekurangan sarana tertentu, pemeliharaan belum konsisten, kehilangan barang, rendahnya kesadaran masyarakat sekitar, serta keterbatasan kompetensi teknologi guru. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan yang terencana, partisipatif, dan terpantau rutin dapat memperkuat kualitas pembelajaran serta keberlanjutan fasilitas sekolah. Kata kunci: manajemen sarana prasarana, pendidikan dasar, inventarisasi, pemeliharaan, kualitas pembelajaran. Abstract: This study describes the management of educational facilities and infrastructure at SD Negeri Inpres Vim 3 Kotaraja, Jayapura. It employed a descriptive qualitative approach involving the principal, vice principal for facilities, teachers, and students. Data were collected through interviews, observation, documentation, field notes, and recording, and validated using technique, source, and time triangulation. Findings show that planning and procurement have been incorporated into the school annual work program and prioritized according to learning needs. Receiving, inventorying, storing, maintaining, using, monitoring, and disposing of facilities have been implemented; however, school members’ understanding of procedures remains uneven. Supporting factors include available learning facilities, budget support, principal leadership, teacher collaboration, and parental participation. Inhibiting factors include limited storage space, insufficient facilities, inconsistent maintenance, loss of property, low community awareness, and limited teacher technological competence. The study confirms that planned, participatory, and regularly monitored facility management can strengthen learning quality and facility sustainability. Keywords: facility management, primary education, inventory, maintenance, learning quality.

Page 1 of 1 | Total Record : 6