cover
Contact Name
Khairul Amin
Contact Email
alqonz90@gmail.com
Phone
+6285262127813
Journal Mail Official
admin@jurnalmadaris.org
Editorial Address
Jalan Lapangan Banteng Barat No. 3-4, Jakarta 10710
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Madaris: Jurnal Guru Inovatif
ISSN : 27277656     EISSN : 27164489     DOI : 10.69548
Core Subject : Education,
Madaris: Jurnal Guru Inovatif, with ISSN 2776-5601 (print) and 2716-4489 (online), is a high-quality open-access peer-reviewed journal that is published by Direktorat GTK Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Madaris: Jurnal Guru Inovatif provides a platform that welcomes and acknowledges high-quality empirical original research papers and best practices about education written by teachers, researchers, academicians, professionals, and practitioners from all over the world.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2023)" : 7 Documents clear
Fisika Asyik Kegiatan Bongkar Pasang Melalui Aplikasi Phet Virtual Laboratory pada Listrik Dinamis Harnofa Triza
Madaris: Jurnal Guru Inovatif Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This best practice paper aims to address the problem of minimal engagement in learning physics, assess the implementation of the assembly-disassembly learning approach using the PhET Virtual Lab application in enhancing physics learning outcomes, and describe the obstacles encountered in the implementation of the assembly-disassembly learning approach within the PhET Virtual Laboratory. The subjects of this study were the students of class XII IPA1 at MAN 1 Solok. The Fun Physics Learning activity involving assembly-disassembly through the PhET Virtual Laboratory application on dynamic electricity utilized the Inquiry Learning method, where students are guided to discover and establish the foundations of scientific thinking, allowing them to engage more in self-directed learning and develop creativity in problem-solving. The issue with physics learning, especially in class XII IPA at MAN 1 Solok, has been the monotonous methods of lectures, discussions, and assignments, resulting in low learning outcomes. This is primarily due to the difficulty students face in understanding concepts related to dynamic electricity. By applying the learning concept using the PhET application, students' engagement and learning outcomes have significantly improved. This is evident in the students' enthusiasm during the learning activities, such as creating circuits, assembling and disassembling new circuits with different components, and discovering new ideas through creativity. The problem-solving in physics learning, as seen from the achievement of learning outcomes, also showed an improvement. The overall learning outcomes of the students in class XII IPA1 have exceeded the minimum mastery criteria (KKM). Therefore, the assembly-disassembly learning activity through the PhET Virtual Laboratory application can be considered successful. This indicates that the concept is a successful and innovative approach to learning Abstrak Makalah best practice ini bertujuan untuk memecahkan masalah minimnya aktivitas belajar fisika, mengetahui pelaksanaan pembelajaran bongkar pasang pada aplikasi phet virtual lab dapat meningkatkan hasil belajar fisika serta mendeskripsikan hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran bongkar pasang pada aplikasi phet  virtual laboratory . Sebagai Subjek dari penelitian ini siswa kelas XII IPA1 MAN 1 Solok. Pembelajaran Fisika Asyik kegiatan bongkar pasang melalui aplikasi Phet  virtual laboratory pada listrik dinamis ini menggunakan metode Inquiry Learning , dimana peserta didik dituntun untuk menemukan , menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah sehingga dalam proses pembelajaran  mereka lebih banyak untuk belajar sendiri, dapat mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Permasalahan belajar Fisika khususnya pada kelas XII IPA MAN 1 Solok yang selama ini terlalu monoton dengan metode ceramah, diskusi dan penugasan, sehingga output dari pembelajaran masih rendah. ini disebabkaan tak lain karena kesulitan peserta didik dalam memahami konsep tentang Listrik Dinamis. Dengan menerapkan konsep pembelajaran menggunakan aplikasi phet ternyata dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Hal ini terlihat dengan begitu semangatnya peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang diberikan,membuat suatu rangkaian, membongkar dan memasang lagi rangkaian baru dengan komponen yang baru, dan menemukan hal yang baru dalam berkreativitas. Pemecahan masalah belajar fisika dilihat dari pencapaian hasil belajar juga terdapat peningkatan dalam hasil belajar. Pencapaian hasil belajar peserta didik kelas XII IPA1 secara umum telah melampaui pencapaian KKM. Maka kegiatan pembelajaran Bongkar Pasang melalui aplikasi phet secara Virtual Laboratory yang diterapkan dapat dikatakan berhasil. Artinya gagasan tersebut merupakan inovasi pembelajaran yang berhasil dengan baik
Implementasi Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru di MAN 2 Magelang Syaiful Faizin
Madaris: Jurnal Guru Inovatif Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This scientific work aims to describe (1) the efforts of teachers at MAN 2 Magelang in developing professionalism, (2) the efforts of MAN 2 Magelang in enhancing teacher professionalism, and (3) the factors inhibiting the development of teacher professionalism at MAN 2 Magelang. This study employs a descriptive-qualitative approach. Data collection methods include interviews, observations, and document analysis. Data analysis is conducted using a descriptive-qualitative method. The results of the research indicate that (1) efforts by teachers to develop professionalism at MAN 2 Magelang include pursuing further studies at the Master's level by 6 teachers (12%), professional certification by 24 teachers (48%), participation in self-development by 23 teachers (46%), conducting scientific publications and innovative work by 9 teachers (18%), personality and social competencies have reached 80%, and library visits have reached 100%; (2) efforts by the madrasah in enhancing teacher professionalism at MAN 2 Magelang (external factors) are still low, with no encouragement for skill improvement through further studies, participation in scientific meetings and professional development, enhancement of knowledge through additional learning resources, or teacher development through supervision by the madrasah principal and supervisors; (3) inhibiting factors include (a) external factors, such as the role of madrasah leadership in the teacher professionalism development program not being optimal and budget constraints, and (b) internal factors, such as the low interest and motivation of teachers to participate in professionalism development efforts initiated by the madrasah, especially in programs for participation in scientific meetings in the form of MGMP, professional development in the form of publications, and utilization of the madrasah library collection, even though only 4 teachers or 8% are considered mismatched Abstrak Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) upaya guru MAN 2 Magelang dalam mengembangkan profesionalisme, (2) upaya MAN 2 Magelang dalam mengembangkan profesionalisme guru, dan (3) factor penghambat dalam pengembangan profesionalisme guru MAN 2 Magelang. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data dengan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) upaya guru dalam pengembangan profesionalisme di MAN 2 Magelang melalui studi lanjut S2 sebanyak 6 orang (12%), guru professional yang lulus sertifikasi sebanyak 24 orang (48%), guru yang mengikuti pengembangan diri sebanyak 23 orang (46%), guru yang melaksanakan publikasi ilmiah dan karya inovatif sebanyak 9 orang (18%), kepribadian dan social sudah mencapai 80%, kunjungan perpustakaan mencapai 100%; (2) upaya madrasah dalam pengembangan profesionalisme guru di MAN 2 Magelang (faktor eksternal) masih rendah, belum ada dorongan peningkatan keahlian melalui studi lanjut, dorongan keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah dan pengembangan profesi, peningkatan pengetahuan melalui penambahan referensi sumber belajar, pembinaan guru melalui supervisi oleh kepala madrasah dan pengawas madrasah; (3) faktor penghambat adalah (a) faktor eksternal, yaitu peran pimpinan madrasah dalam program pengembangan profesionalisme guru belum optimal dan keterbatasan anggaran madrasah, dan (b) faktor internal, yaitu minat dan motivasi guru untuk mengikuti pengembangan profesionalisme yang diupayakan pihak madrasah masih kurang, terutama dalam program pengembangan keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah dalam bentuk MGMP, pengembangan profesi dalam bentuk karya, dan pemanfaatan koleksi buku di perpustakaan madrasah, padahal guru yang mismatch hanya 4 orang atau 8% saja
Peranan Lembaga Ekonomi Islam Aspek Kajian Sejarah Sosial Politik Ekonomi Naurid Muhammad Rifa’I; Ilyasa Nur Izzati
Madaris: Jurnal Guru Inovatif Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The history of the development of Islamic Shari'a since the time of the Prophet Muhammad, is not only focused on the theological cleansing mission. However, Islamic law has become a universal law in running the wheel of life, one of which is the economy. Where the economy, is one of the characteristics of humans as intelligent creatures of God. In addition, the economy becomes a measure of the level of social status in society. During the da'wah of the Prophet Muhammad, it was recorded that the application of Islamic Sharia in the economy was regulated by establishing the Baitul Maal. Baitul Maal literally means a house to collect or store wealth. In addition, Baitul Maal functions as an institution or party that has a special task of handling all the assets of the people, both in the form of state revenues and expenditures. Thus, the concept of Baitul Maal as an Islamic economic platform is the beginning of the long history of cooperatives and banking based on Islamic law. The history of Islam in the context of economic development, and financial management, did not stop until the time of the da'wah of the Prophet Muhammad. However, it continued during the da'wah of Khulafah Al-Rasyidin (a leader who was guided by Allah SWT). It was during the leadership of Khulafah Al-Rasyidin that the Islamic government had a presidential system from 632-661 AD. Likewise, running the People's Economic Institution, which in this case is accommodated by Baitul Mal, continues to experience administrative development. It was during the time of Khulafah Al-Rashidin that economic administration and financial management based on Islamic Sharia began to be revolutionized until the government changed from the presidential term of Khulafah Al-Rashidun to the Moranki Government which began with the establishment of the Umayyad Dynasty. In fact, not only in the Islamic kingdoms of the Middle East, Islamization through the fields of Economics and Finance became one of the effective ways of da'wah in the archipelago until the establishment of the unitary state of the Republic of Indonesia today Abstrak Sejarah perkembangan Syariat Islam sejak zaman Rasulullah SAW, bukan hanya terpaku pada misi pembersihan secara Teologi saja. Namun Syariat Islam menjadi sebuah hukum yang universal dalam menjalankan roda kehidupan dimana salah satuanya adalah perekonomian. Dimana perekonomian, merupakan salah satu ciri manusia sebagai mahluk tuhan yang berakal. Selain itu perekonomian menjadi sebuah ukuran tindak tanduknya tingkat status sosial di masyarakat. Dimasa dakwah Rasulullah SAW, tercatat penerapan Syariat Islam dalam perekonomian diatur dengan cara mendirikan Baitul Maal. Secara harfiyah Baitul Maal, berarti rumah untuk mengumpulkan atau menyimpan harta. Selain itu, Baitul Maal berfungsi sebagai lembaga atau pihak yang mempunyai tugas khusus menangani segala harta umat, baik berupa pendapatan maupun pengeluaran negara . Dengan begitu, konsep Baitul Maal sebagai wadah perkonomian yang bersyariat Islam, merupakan sebab awal dari sejarah panjang koperasi dan perbankan yang berlandaskan syariat Islam. Sejarah Islam dalam konteks perkembangan ekonomi, dan manajemen keuangan, tidak berhenti sampai dimasa dakwah Rasulullah SAW saja. Namun, terus berlanjut dimasa dakwah Khulafah Al- Rasyidin (pemimpin yang mendapat petunjuk Allah SWT). Dimasa kepemimpinan Khulafah Al- Rasyidin lah, pemerintahan Islam bersistem presidensial sejak 632 – 661 M. Begitupun menjalankan Lembaga Perekonomian umat yang mana dalam hal ini diwadahi oleh Baitul Mal, terus mengalami perkembangan secara administratif. Dimasa Khulafah Al- Rasyidin lah, administrasi ekonomi dan manajemen keuangan berdasarkan Syariat Islam mulai direvolusi sampai bergantinya pemerintahan dari presidensial masa Khulafah Al- Rasyidin menuju Pemerintahan Monarki yang diawali dengan berdirinya Dinasti Umayah. Bahkan bukan hanya dikerajaan Islam Timur Tengah saja, Islamisasi melalui bidang Ekonomi dan Keuangan menjadi salah satu jalan dakwah yang efektif di Nusantara hingga berdirinya negara kesatuan republik Indonesia sekarang ini
Pembangunan Ekonomi dalam Investasi Pendidikan Ariyanto Ariyanto; Yulita Setiawati
Madaris: Jurnal Guru Inovatif Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe economic development in education investment. Economic development is an effort to create changes in values and increase income per capita and groups. Per capita income will change if education is invested thoroughly and appropriately. This study uses a qualitative research approach by applying the method of literacy studies or literature review. The data analysis process applies the Miles and Huberman model, namely the data processing is carried out sequentially starting with data reduction, data exposure, and verification. This study has data sources that come from documentation, namely written or printed sources according to the topic sourced from books, journals, and websites. The results of this study indicate that economic development has a very important role in investment in education which is managed by the government because both have similar goals Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk medeskripsikan pembangunan ekonomi dalam investasi pendidikan. Pembangunan ekonomi merupakan upaya menciptakan perubahan pada nilai-nilai dan naiknya pendapatan perkapita maupun kelompok. Pendapatan perkapita akan mengalami perubahan jika dilakukan investasi pendidikan secara menyeluruh dan tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan menerapkan metode studi literasi ataupun kajian pustaka. Proses analisis data mengaplikasikan model Miles dan Huberman, yaitu olah data dilaksanakan berurutan yang dimulai dengan reduksi data, pemaparan data, melakukan verifikasi. Penelitian ini memiliki sumber data yang berasal dari hasil dokumentasi, yaitu sumber tertulis atau tercetak sesuai dengan topik yang bersumber dari buku, jurnal, dan website. Adapun hasil penelitian ini bahwa pembangunan ekonomi memiliki peran yang sangat penting dalam investasi di bidang pendidikan yang dikelolah oleh pemerintah karena keduanya memiliki tujuan yang sejalan
Peningkatan Hasil Belajar Al-Qur'an dan Hadits Melalui Pemanfaatan Media YouDower pada Peserta Didik Kelas VIII A Siti Nurlailiyah
Madaris: Jurnal Guru Inovatif Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving Al-Qur'an Hadith Learning Outcomes Through Utilization of You Dower Media for Class VIIIA Students.  The You Dower media that is meant here is the YouTube media and Vidio ApppowerRec.  The purpose of this study was to (1) find out how to use You Dower Media as an effort to improve learning outcomes of the Qur'an Hadith in Class VIIIA students (2) improve learning outcomes in the Material of Legal Provisions for Reading Mad Silah, Badal, Tamkin and Farqi in Al  Qur'an for Class VIIIA Students through the use of Media You Dower.  This research is a Best Practice Research conducted in two stages, namely pre-action and post-action.  The technique used in analyzing the data is descriptive analysis.  Analysis was used before and after using You Dower media.  In the daily assessment after using You Dower Media on material for understanding the legal provisions for reading mad silah, badal, tamkin, and mad farqi in the Al  Qur'an, the average learning result was 79.06 with 87.50% mastery.  In the previous condition, the average learning result was 55.00 with a learning mastery of 34.38%.  So that the use of You Dower Media is allegedly able to improve learning outcomes in the material for Class VIIIA Students Abstrak Peningkatan Hasil Belajar Al Qur’an Hadits Melalui Pemanfaatan  Media  You Dower  Pada Peserta Didik Kelas VIIIA. Media You Dower yang maksud disini adalah media You tube dan Vidio AppowerRec. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui bagaimana pemanfaatan Media  You Dower  sebagai upaya meningkatkan hasil belajar Al Qur’an Hadits Pada Peserta Didik Kelas VIIIA (2) peningkatan hasil belajar Pada Materi Ketentuan Hukum Bacaan Mad Silah, Badal, Tamkin dan Farqi dalam Al Qur’an pada Peserta Didik Kelas VIIIA  melalui pemanfaatan Media  You Dower. Penelitian ini merupakan Penelitian Best Practice yang dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pra tindakan dan pasca tindakan. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data, yakni analisis deskriptif. Analisis digunakan sebelum dan setelah pemanfaatan  media  You Dower. Pada penilaian harian setelah pemanfaatan  Media  You Dower   pada materi memahami ketentuan hukum bacaan mad silah, badal, tamkin, dan mad farqi dalam al-qur'an rata-rata hasil belajar 79,06 dengan ketuntasan belajar 87,50%. Pada kondisi sebelumnya, rata-rata hasil belajar 55,00 dengan ketuntasan belajar 34,38%. Sehingga pemanfaatan  Media  You Dower  disinyalir dapat meningkatkan hasil belajar pada materi Pada Peserta Didik Kelas VIIIA
Peningkatan Hasil Belajar Menulis Cerpen Melalui Metode Song Lyrics Peserta Didik Kelas XI MIPA 3 TP 2021/2022 di MAN 2 Banjarnegara Sutiyani Sutiyani
Madaris: Jurnal Guru Inovatif Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distance or online learning makes students close to digital and virtual worlds including songs. Learning to write short stories is difficult. The purpose of this study was to improve the learning outcomes of writing short stories for students in class XI MIPA 3 TP 2021/2022 at MAN 2 Banjarnegara through the Song Lyrics Method. Based on initial data, learning outcomes are low. It was obtained data from 35 students with a very poor rating of 5.7%, 34.3% lacking, 37.1% sufficient, 22.9% good, and 0% very good with the highest score 88, lowest 56, average 74 , and completeness only reached 60%. For this reason, an appropriate learning method is needed. To overcome this problem the authors conducted a class action research using the Song Lyrics Method. The procedures carried out include planning, action, observation, and reflection. This research was carried out from June 1 to December 2021. The data obtained from the learning outcomes were analyzed using a comparative descriptive system between the initial state and the results of the inter-cycle actions. Based on the analysis and reflection of the learning process, significant final results were obtained from cycle 1 to 2. There was an increase of 17.1% of students with very good and good predicates and a decrease of 22.9% with sufficient predicate, 20% with less predicate and an increase in the highest score 5.7%, the lowest is 28.6%, the average is 20%, and the completeness is 14% Abstrak Pembelajaran jarak jauh atau on line membuat peserta didik dekat dengan digital dan dunia maya termasuk di dalamnya lagu. Pembelajaran menulis cerpen sukar.  Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar menulis cerpen peserta didik kelas XI MIPA 3 TP 2021/2022 di MAN 2 Banjarnegara melalui Metode Song Lyrics. Berdasarkan data awal hasil belajar rendah. Hal itu diperoleh data  dari 35 peserta didik berpredikat sangat kurang 5,7%  , kurang 34,3%, cukup 37,1%, baik 22,9%, dan sangat baik 0% dengan nilai tertinggi 88, terendah 56, rata-rata74, serta ketuntasan baru mencapai 60%. Untuk itu diperlukan metode pembelajaran yang tepat. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis melakukan penelitian tindakan kelas menggunakan Metode Song Lyrics. Adapun prosedur yang dilakukan meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan mulai 1 Juni s.d. Desember 2021. Data yang diperoleh dari hasil belajar yang dianalisis dengan sistem deskriptif komparatif antara keadaan awal dan hasil tindakan antarsiklus. Berdasarkan analisis dan refleksi proses pembelajaran diperoleh hasil akhir yang signifikan dari siklus 1 ke 2. Hal tersebut terdapat peningkatan sebanyak 17,1% peserta didik berpredikat sangat baik dan baik dan menurunnya 22,9% berpredikat cukup, 20% berpredikat kurang serta meningkatnya nilai tertinggi 5,7%, terendah 28,6%,rata-rata 20%,dan ketuntasan 14%
A 5-Ing Sebagai Upaya Pemulihan Kehilangan Pembelajaran pada Peserta Didik MAN 2 Banjarnegara pasca Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Ridlo Pramono
Madaris: Jurnal Guru Inovatif Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Due to the Covid-19 pandemic, students have studied from home for nearly two years using the Distance Learning (PJJ) mode. When students start attending school to attend limited face-to-face meetings (PTM), teachers feel that there is a learning loss, thus efforts to restore learning loss are needed. This study discusses how the principal's strategy deals with learning loss problems and recovery strategies that can be implemented after distance learning for students of MAN 2 Banjarnegara. Implementation of the post-PJJ recovery of learning loss program for MAN 2 Banjarnegara students includes: forming a recovery of learning loss work team, coordinating, preparing strategic plans for recovery of learning loss, making the necessary RAB, preparing infrastructure support and infrastructure, involving parents of students , carrying out monitoring, evaluation and follow-up. The strategy applied in the recovery of learning loss program is 5-ing including timing, dressing, behaving, studying and praying. The implementation of the post-PJJ recovery learning loss strategy for students of MAN 2 Banjarnegara went well, as shown by student responses, which stated that 53% of students stated that the implementation of the Post-PJJ Recovery Learning Loss program for students of MAN 2 Banjarnegara had good criteria and 42% of students said it was very good. Based on a questionnaire given to teachers and education staffs, the results obtained were 33% said it was good and 67% said it was very good Abstrak Akibat pandemi covid-19 hampir dua tahun siswa belajar dari rumah dengan mode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Manakala siswa mulai masuk sekolah untuk mengikuti pertemuan tatap muka (PTM) terbatas guru merasakan adanya learning loss, dengan demikian perlu upaya pemulihan learning loss. Penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi kepala madrasah menangani permasalahan learning loss serta strategi recovery  yang dapat dilakukan pasca pembelajaran jarak jauh pada siswa MAN 2 Banjarnegara. Pelaksanaan program recovery of learning loss pasca PJJ pada siswa MAN 2 Banjarnegara meliputi: membentuk tim kerja recovery of  learning loss, melakukan koordinasi, menyiapkan rencana starategi recovery of learning loss, membuat RAB yang diperlukan,  menyiapkan dukungan asara dan prasarana, melibatkan orang tua peserta didik ,melaksanakan monitoring, evaluasi dan tindak lanjut. Strategi yang diterapkan dalam program recovery of learning loss adalah 5-ing meliputi timing (waktu), dressing (berpenampilan), behaving (bersikap), studying (pembelajaran) dan praying (beribadah). Penerapan strategi recovery of learning loss pasca PJJ pada siswa MAN 2 Banjarnegara berjalan dengan baik ditunjukkan oleh respon siswa yang menyatakan bahwa 53% siswa menyatakan bahwa pelaksanakan program Recovery Learning Loss pasca PJJ bagi siswa MAN 2 Banjarnegara berkriteria baik dan 42% siswa menyakan sangat baik. Berdasarkan angket yang diberikan pada guru dan tenaga kependidikan  hasil yang diperoleh senada yaitu 33% menyatakan baik dan 67% menyatakan sangat baik

Page 1 of 1 | Total Record : 7