cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
gabbah@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan
ISSN : 30263905     EISSN : 30263913     DOI : https://doi.org/10.62017/gabbah.v2i1
Core Subject : Agriculture,
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan merupakan jurnal yang mewadahi artikel hasil penelitian dan kajian bidang pertanian, peternakan, ketahanan pangan, kebijakan pertanian, ilmu tanah dan tanaman, teknologi dan industri pertanian, ekonomi pertanian, dan agribisnis. Jurnal ini adalah jurnal pertanian dan perternakan yang bersifat peer-review dan terbuka. Terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan Januari, April, Juli dan Oktober diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 2 (2026): januari" : 3 Documents clear
Analisis Karakteristik Sensori pada Kue Sus Hasil Subtitusi Tepung Komposit: Sistematik Literatur Review Bayu Meindrawan; Vega Yoesepa Pamela; Zenny Aulia Zahwa; Chairunisa Maharani; Felda Adzra Musyarofah; Karina Aditia Ningrum; Ahmad Azis Nurrahman; Elisha Firli Nurjanah; Tegar Attar Ardiansyah
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v3i2.6366

Abstract

Kue sus (cream puff ) merupakan produk pastry bertekstur flaky (beremah dan berlapis) yang dibuat dari adonan choux paste.dengan tepung terigu sebagai bahan utama pembentuk struktur. Namun, gandum sebagai bahan baku tepung terigu tidak dibudidayakan di Indonesia sehingga pemenuhannya bergantung pada impor. Salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan tersebut adalah pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai tepung komposit, yakni campuran tepung dari umbi-umbian, kacang-kacangan, atau serealia. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa penggunaan tepung komposit dapat memengaruhi karakteristik kue sus, namun belum ada kajian yang merangkum secara sistematis hasil temuan tersebut. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis berbagai studi mengenai substitusi tepung komposit pada kue sus. Metode yang digunakan berupa Systematic Literature Review (SLR) dari database Google Scholar dan Crossref menggunakan protokol PRISMA. Ditemukan 10 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dengan pendekatan PICOS. Hasil kajian menunjukkan bahwa substitusi tepung komposit memengaruhi parameter organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa) dengan kecenderungan yang bervariasi antar jenis tepung. Rentang substitusi optimal berada pada 10–35%. Substitusi rendah (10–25%) umumnya mampu mempertahankan mutu sensori yang mendekati kue sus konvensional, sedangkan substitusi sedang (25–35%) memberikan hasil terbaik pada penggunaan tepung ganyong, MOCAF, dan oat. Selain tetap diterima secara organoleptik, kue sus berbahan tepung komposit memiliki keunggulan gizi berupa peningkatan kadar serat, protein, vitamin, dan aktivitas antioksidan.
Karakterisasi struktur sel epidermis dan stomata pada tanaman jagung (Zea mays) dan tebu (Sachharum officinarum) Suri Raihan Safriani
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v3i2.6458

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkarakterisasi struktur sel epidermis dan stomata famili Poaceae pada tanaman jagung (zea mays) dan tebu (Saccharum officinarum). Metode deskriptif komparatif digunakan untuk menggambarkan struktur sel epidermis dan stomata daun jagung dan tebu. Pengamatan berdasarkan sayatan membujur sel epidermis pada permukaan bawah daun dengan menggunakan mikroskop cahaya binokuler pada pembesaran 100x. Hasil penelitian menunjukkan kedua jenis tanaman ini memiliki karakter sel epidermis dan stomata yang relatif sama. Sel epidermis berbentuk persegi panjang yang tersusun seperti dinding bata, dinding sel bergerigi, tipe stomata graminae, stomata memiliki sel dua tetangga yang tersusun paralel dan sel penjaga berbentuk halter. Akan tetapi daun jagung memiliki ukuran sel epidermis dan stomata yang lebih besar dibandingkan pada daun tebu.
Pengaruh Kondisi Lingkungan Kandang terhadap Produktivitas Ayam Kampung di Desa Baumata, Kabupaten Kupang Aditya Pamungkas
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v3i2.7245

Abstract

Kondisi iklim mikro kandang merupakan faktor krusial yang menentukan keberhasilan performa produksi dan kesejahteraan unggas di daerah tropis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kondisi mikroklimat kandang terhadap perilaku dan performa ayam kampung di Desa Baumata. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan secara langsung dengan pengukuran suhu udara, kelembaban, serta pengamatan respon fisik ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu mikro di dalam kandang berkisar antara 30–34°C dengan kelembaban relatif (RH) yang cukup tinggi sebesar 70–85%. Berdasarkan rata-rata data observasi tersebut, hasil perhitungan menunjukkan nilai Temperature-Humidity Index (THI) mencapai 86,4. Nilai ini mengindikasikan bahwa ternak sedang mengalami cekaman panas (heat stress) tingkat berat karena berada jauh di atas zona termonetral ayam yang ideal (18–28°C). Lingkungan yang ekstrem tersebut memicu respons fisiologis yang intensif berupa perilaku panting sebagai upaya pembuangan panas tubuh, serta berdampak langsung pada penurunan konsumsi pakan hingga level 60–80 g/ekor/hari. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan kandang di lokasi penelitian tidak ideal bagi produktivitas ayam kampung akibat tingginya suhu dan kelembaban. Oleh karena itu, diperlukan upaya modifikasi konstruksi kandang serta perbaikan manajemen sirkulasi udara guna meminimalisir kerugian produksi dan menjaga kesehatan ternak dari dampak cekaman panas kronis di wilayah tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 3