cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6221-7394422
Journal Mail Official
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
Jl. Ciledug Raya Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI
Published by LEMIGAS
ISSN : 20893396     EISSN : 25980300     DOI : 10.29017/LPMGB.58.1.1610
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi (LPMGB) merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS untuk menyebar luaskan informasi terkait kegiatan penelitian, pengembangan rekayasa teknologi dan pengujian laboratorium di bidang migas. Naskah dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri migas dari dalam dan luar negeri
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB" : 5 Documents clear
Karakteristik dan Potensi Batuan Sumber Hidrokarbon dari Conto Permukaan di Daerah Pemalang, Jawa Tengah Praptisih; Yoga Andriana Sendjaja; Vijaya Isnaniawardani; Anggoro Tri Mursito
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan pada singkapan batulempung di daerah Pemalang, Jawa tengah bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi batuan sumber hidrokarbon. Metode yang digunakan adalah penelitian di lapangan dan laboratorium. Penelitian di lapangan meliputi pengamatan litologi dan pengambilan conto batulempung. Analisa di laboratorium terdiri dari analisa TOC dan pirolisis Rock Eval. Hasil analisa TOC terhadap terhadap 11 conto batulempung menunjukkan nilai TOC sebesar 0,59-1,86 %. Tmaks 410-502oC menunjukkan tingkat kematangan belum matang hingga paska matang. Nilai HI berkisar antara 1-115 mgHC/TOC. Potensi hidrokarbon di daerah penelitian menunjukkan kategori material organik rendah dengan kerogen yang termasuk type III. Kualitas batuan sumber berdasarkan nilai HI termasuk dalam kategori gas prone.
Analisis Fasies Sedimen Batulempung Airbenakat Sub-Cekungan Jambi, Cekungan Sumatra Selatan Berdasarkan Profil Penampang Stratigrafi di Daerah Sungai Rotan, Tanjung Barat Aviv Ramadya Akbar; Hari Wiki Utama
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batulempung Airbenakat yang terendapkan pada kala Miosen Tengah - Miosen Akhir memiliki potensi hidrokarbon yang baik dengan sejarah eksplorasi dan produksi yang panjang. Analisis fasies sedimen dan kontribusinya terhadap sekuen stratigrafi merupakan metode pendekatan yang digunakan dalam eksplorasi yang berguna untuk membantu mengetahui distribusi fasies, interpretasi suksesi pengendapan, dan interpretasi sistem minyak dan gas bumi yang termasuk fasies batuan penutup dan batuan reservoar. Analisis fasies sedimen perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi dan lingkungan pengendapan daerah penelitian yang diperkuat dengan data pemetaan geologi, analisis profil batuan, dan pengukuran penampang stratigrafi detil pada daerah Sungai Rotan, Tanjung Jabung Barat, Jambi. Hasil analisis pada fasies Batulempung Airbenakat penampang profil SR-1 didapatkan fasies batulempung dengan pola progradasi, dan profil SR-2 dan SR-3 di dapatkan fasies batulempung dengan pola sedimen agradasi dan di atasnya dari profil tersebut diendapkan fasies batupasir dengan pola sedimen progradasi. Berdasarkan hasil analisis fasies dengan struktur sedimen laminasi, perlapisan, lentikuler, dan perlapisan bergelombang, diyakini fasies ini terbentuk pada lingkungan pengendapan Mouth Bar. Berdasarkan data analisis fasies sedimen tersebut, sehingga dapat mengetahui sekuen pengendapannya berupa Clastical Turbidite. Karakteristik fasies Batulempung Aribenakat ini diyakini memiliki kemampuan sebagai penyusun dalam sistem minyak dan gas bumi di Sub-Cekungan Jambi.
Identifikasi Struktur Geologi Bawah Permukaan Menggunakan Metode Horizontal Gradient, Euler Deconvolution and Second Vertical Derivative. Studi Eksplorasi Panas Bumi Baturaden, Jawa Tengah Edy Wijanarko; Djoko Sunarjanto; Dian Nur
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan eksplorasi geothermal untuk mencari potensi sumber energi panasbumi telah dilakukan di daerah Baturaden dan sekitarnya menggunakan metode Horizontal Gradient (HG) Euler Deconvolution (ED) dan Second Vertical Derivative (SVD). Pengukuran alir bahang dan analisis data gravitasi atau gayaberat telah dilakukan untuk menggambarkan profil struktur geologinya seperti sesar, konfigurasi batuan dasar dan instrusi batuan beku. Keberadaan sistem panas bumi diidentifikasi dari keberadaan struktur geologi yang mengontrol daerah tersebut. Penentuan kontak batuan di bawah permukaan bumi dan perkiraan kedalaman anomali serta jenis struktur sesar telah dilakukan. Hasil studi menunjukkan puncak reservoir terdapat pada kedalaman mulai dari 400 m ke bawah. Kedalaman reservoir dangkal panasbumi yang teridentifikasi kurang dari 750 m terdapat di Baturaden, Limpakuwus, Gunung Cendana, Rempowah, yang merupakan daerah dengan nilai alir bahang tinggi (> 12, 50 HFU). Terdapat dua daerah prospek panasbumi yang terletak di wilayah Baturaden - Limpakuwus di bagian Utara dan wilayah Gunung Cendana dan di bagian Selatan daerah penelitian. Integrasi data gayaberat dengan model geologi daerah penelitian diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi untuk eksplorasi dan pengembangan panasbumi daerah Baturaden - Gunung Cendana dan sekitarnya.
Monitoring Perubahan Saturasi Minyak Residual dengan Metode Pemodelan Single Well Tracer Test Aznil Arif Rahman; Dike Fitriansyah Putra
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saturasi minyak residual secara kuantitatif dapat ditentukan dengan metode logging dan coring akan tetapi metode tersebut mempunyai keterbatasan radius investigasi yang kecil. Oleh karena itu, metode Single Well Tracer Test (SWTT) menjadi alternatif yang lebih baik karena memiliki radius investigasi 10-30 ft dari lubang sumur. Namun pengukuran Sor dengan metode SWTT menjadi tidak efektif apabila parameter yang digunakan tidak optimal sehingga menimbulkan keliruan dalam interpretasi. Observasi parameter untuk mengetahui pengaruh hasil pengukuran hasil Sor terhadap konsetrasi chemical tracer pada SWTT perlu dilakukan. Konsentrasi MeOH pada overflush serta shut-in time digunakan sebagai acuan untuk mengetahui efektivitas injeksi surfaktan, yaitu perubahan Sor sebelum dan setelah injeksi surfaktan. Prinsip SWTT adalah menginjeksikan Ethyl Acetate (EtAc) ke dalam lubang sumur, kemudian berdasarkan reaksi hidrolisis antara EtAc dan H2O menghasilkan produk berupa Ethyl Alkohol (EtOH) sebagai secondary tracer. Reaksi ini terjadi hingga titik kesetimbangan. EtAc Yang tersisa akan larut di dalam minyak dan tidak dapat larut di dalam air sedangkan EtOH akan larut di dalam air. Akibatnya EtOH akan lebih mudah bergerak daripada EtAc sehingga kumulatif produksi EtAc dan EtOH pada peak concectration berbeda (retardation factor). Perbedaan ini menjadi indikator pengukuran Sor apabila +semakin besar retardation factor maka semakin besar pula Sor yang didapatkan. Begitupun sebaliknya, apabila retardation factor kecil maka Sor juga akan kecil. Simulator STARS merupakan produk yang dikeluarkan oleh Computer Modeling Group (CMG), pemodelan dapat mencakup multicomponent, multiphase, chemical flooding, chemical reaction model dan single well tracer test, simulator ini dapat mengetahui tingkah laku fluida reservoir pada media berpori yang homogen maupun heterogen. Setelah dilakukan analisis yang mengacu pada kurva permeabilitas relatif, maka skenario 1 case 10 merupakan skenario terbaik karena didapatkan kan Sor 0,4. Adapun parameter yang digunakan adalah konsentrasi EtAc , 0,0025 mole fraction, MeOH 0,011 mole fraction dan shut in time 2,5 hari. Setelah injeksi surfaktan diperoleh Sor 0,26. Ini berarti terjadi perubahan 14% Sor menurun setelah injeksi surfaktan yang membuktikan kesuksesan metode SWTT dalam memonitor efektivitas injeksi surfaktan. berdasarkan peak concentration EtAc diikuti oleh penurunan Sor. sebaliknya penurunan konsentrasi EtOH diikuti oleh kenaikan Sw.
Perbandingan Uji Densitas Menggunakan Metode ASTM D1298 dengan ASTM D4052 pada Biodiesel Berbasis Kelapa Sawit Nurmajid Abdurrojaq; Rossy D. Devitasari; Lies Aisyah; Nur A. Faturrahman; Saepul Bahtiar; Widi Sujarwati; Cahyo S. Wibowo; Riesta Anggarani; Maymuchar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parameter densitas merupakan salah satu karakteristik yang penting, baik dari aspek perhitungan kandungan energi maupun faktor konversi satuan dalam jual-beli. Secara eksperimen laboratorium, terdapat dua metode acuan untuk mengukur densitas bahan bakar, yaitu ASTM D1298 dan ASTM D4052. Penelitian ini menyajikan perbandingan hasil pengukuran densitas antara metode manual, ASTM D1298, maupun metode otomatisasi pada ASTM D4052, menggunakan sampel biodiesel berbasis kelapa sawit. Hasil pengukuran densitas biodiesel pada berbagai temperatur, termasuk pengukuran pada temperatur acuan spesifikasi biodiesel di Indonesia, yaitu 40oC, dan temperatur densitas standar internasional, yaitu 15oC. Hasil penelitian menunjukkan, suhu observasi mempengaruhi nilai densitas dari biodiesel. Semakin rendah suhu pengujian maka semakin besar nilai densitas yang dihasilkan, yang teramati pada 2 metode pengujian ini. Pengukuran densitas dengan metode ASTM D1298 memiliki kekurangan untuk suhu observasi yang lebih rendah dari 18°C karena memanfaatkan kondisi visual oleh penglihatan. Dengan metode tersebut pengujian suhu dibawah 18°C untuk mengukur densitas biodiesel berbasis kelapa sawit mengalami bias pembacaan skala hidrometer akibat kondisi pengujian yang mendekati titik kabut biodiesel.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 58 No. 1 (2024): LPMGB Vol. 57 No. 3 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 2 (2023): LPMGB Vol. 57 No. 1 (2023): LPMGB Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 2 (2022): LPMGB Vol. 56 No. 1 (2022): LPMGB Vol. 55 No. 3 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 2 (2021): LPMGB Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB Vol. 54 No. 3 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 2 (2020): LPMGB Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB Vol. 53 No. 3 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 2 (2019): LPMGB Vol. 53 No. 1 (2019): LPMGB Vol. 52 No. 3 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 2 (2018): LPMGB Vol. 52 No. 1 (2018): LPMGB Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 2 (2017): LPMGB Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB Vol. 50 No. 3 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 2 (2016): LPMGB Vol. 50 No. 1 (2016): LPMGB Vol. 49 No. 3 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB Vol. 48 No. 3 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 2 (2014): LPMGB Vol. 48 No. 1 (2014): LPMGB Vol. 47 No. 3 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 2 (2013): LPMGB Vol. 47 No. 1 (2013): LPMGB Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB Vol. 44 No. 3 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 2 (2010): LPMGB Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB Vol. 43 No. 3 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 2 (2009): LPMGB Vol. 43 No. 1 (2009): LPMGB Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB Vol. 41 No. 3 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB Vol. 41 No. 1 (2007): LPMGB Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB Vol. 39 No. 3 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB Vol. 38 No. 1 (2004): LPMGB Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB Vol. 24 No. 2 (1990): LPMGB Vol. 24 No. 1 (1990): LPMGB Vol. 23 No. 3 (1989): LPMGB Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB Vol. 21 No. 3 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB Vol. 21 No. 1 (1987): LPMGB Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 2 (1986): LPMGB Vol. 20 No. 1 (1986): LPMGB Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 2 (1985): LPMGB Vol. 19 No. 1 (1985): LPMGB Vol. 18 No. 3 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 2 (1984): LPMGB Vol. 18 No. 1 (1984): LPMGB Vol. 17 No. 2 (1983): LPMGB Vol. 15 No. 1 (1981): LPMGB Vol. 14 No. 3 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 2 (1980): LPMGB Vol. 14 No. 1 (1980): LPMGB More Issue