Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi Struktur Geologi Bawah Permukaan Menggunakan Metode Horizontal Gradient, Euler Deconvolution and Second Vertical Derivative. Studi Eksplorasi Panas Bumi Baturaden, Jawa Tengah Edy Wijanarko; Djoko Sunarjanto; Dian Nur
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 55 No. 1 (2021): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan eksplorasi geothermal untuk mencari potensi sumber energi panasbumi telah dilakukan di daerah Baturaden dan sekitarnya menggunakan metode Horizontal Gradient (HG) Euler Deconvolution (ED) dan Second Vertical Derivative (SVD). Pengukuran alir bahang dan analisis data gravitasi atau gayaberat telah dilakukan untuk menggambarkan profil struktur geologinya seperti sesar, konfigurasi batuan dasar dan instrusi batuan beku. Keberadaan sistem panas bumi diidentifikasi dari keberadaan struktur geologi yang mengontrol daerah tersebut. Penentuan kontak batuan di bawah permukaan bumi dan perkiraan kedalaman anomali serta jenis struktur sesar telah dilakukan. Hasil studi menunjukkan puncak reservoir terdapat pada kedalaman mulai dari 400 m ke bawah. Kedalaman reservoir dangkal panasbumi yang teridentifikasi kurang dari 750 m terdapat di Baturaden, Limpakuwus, Gunung Cendana, Rempowah, yang merupakan daerah dengan nilai alir bahang tinggi (> 12, 50 HFU). Terdapat dua daerah prospek panasbumi yang terletak di wilayah Baturaden - Limpakuwus di bagian Utara dan wilayah Gunung Cendana dan di bagian Selatan daerah penelitian. Integrasi data gayaberat dengan model geologi daerah penelitian diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi untuk eksplorasi dan pengembangan panasbumi daerah Baturaden - Gunung Cendana dan sekitarnya.
Kualitas Pelayanan Publik Pascareformasi Birokrasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan Edy Wijanarko; Samodra Wibawa; Didik G Suharto
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 2 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i2.3288

Abstract

Saat ini, hasil Penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan menunjukkan penurunan nilai. Hal ini terlihat dari meningkatnya keberadaan pihak ketiga dalam pengelolaan legalitas tanah. Dalam penelitian awal, beberapa informan mengeluhkan berbagai permasalahan, baik dalam bentuk kritik maupun saran ketidakpuasan terhadap penyampaian pelayanan publik akibat perubahan birokrasi yang dilakukan oleh pemerintah di Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pelayanan publik yang diberikan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan serta implementasi perubahan administrasi yang dilakukan untuk meningkatkan standar pelayanan publik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui dokumentasi dan wawancara dengan beberapa narasumber. Penelitian ini dilakukan pada April-September 2023, melibatkan 10 pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan sebagai narasumber terkait birokrasi. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan 15 orang yang mengurus dokumen legalitas tanah. Konsep kualitas pelayanan yang digunakan sebagai dasar analisis meliputi keandalan, responsivitas, jaminan, empati, dan bukti fisik. Berdasarkan temuan penelitian ini, kualitas pelayanan publik di Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan dapat dikatakan baik apabila didasarkan pada indikator kualitas pelayanan, yang dapat dibuktikan melalui ketelitian petugas, kesesuaian layanan berdasarkan SOP, dan keahlian petugas dalam menggunakan alat, yaitu layanan berbasis online dan fision.
Terumbu and Arang Formation Characterization by Using Model Based Seismic Inversion In The East Natuna Basin Guntur Adham Syah Putra; Abdul Haris; Ricky Adi Wibowo; Edy Wijanarko
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 49 No 1 (2026)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The East Natuna Basin is characterized by Miocene carbonate build-ups and fine-grained clastic sequences that form the primary reservoir and sealing intervals in the region. Within this framework, reservoir characterization of the Terumbu and Arang formations was conducted through the integration of petrophysical interpretation, sensitivity analysis, depth structure mapping, and model-based seismic inversion. Well-log analysis reveals distinct lithological contrasts between the two formations. The Terumbu carbonates exhibit very low gamma-ray values (18–24 API) and high porosity ranging from 28–37%, locally reaching 31% in the GANG-4 well. Pronounced neutron–density crossovers indicate gas-bearing intervals, particularly at depths of 6808–6831 ft and 6908–6941 ft in the GADO-3 well, where deep resistivity values increase significantly (852–1958 Ω·m). In contrast, the Arang Formation is characterized by high gamma-ray values (102–148 API), elevated clay volume (30–44%), and substantially lower porosity (<10%). P-impedance–density cross-plots show carbonate clusters within impedance values of 4500–10,000 g/cc·m/s and density ranges of 1.7–2.35 g/cc, whereas shale and shaly sand plot at higher impedance (9000–17,500 g/cc·m/s) and density (2.45–2.80 g/cc). Depth structure mapping identifies a central–northern structural high that favors reef development and fault-controlled trapping. Model-based seismic inversion highlights low-to-moderate impedance values (4100–6156 g/cc·m/s), low density (1.57–1.77 g/cc), and high inverted porosity (0.37–0.52, locally up to 0.70) within the upper Terumbu interval, confirming excellent reservoir quality. The deeper Arang interval exhibits increasing impedance and density with porosity below 11%, indicating poor reservoir potential.