cover
Contact Name
Aminah
Contact Email
aminah@usk.ac.id
Phone
+6285370328875
Journal Mail Official
aminah@usk.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala, Kopelma Darussalam, Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh 24415 Prov. Aceh, Indonesia.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Journal of Political Sphere
ISSN : -     EISSN : 27461955     DOI : 10.24815
Core Subject : Humanities, Social,
The Journal of Political Sphere is published by the Political Science Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. This multidisciplinary journal focuses on political science, governance, and public policy in Indonesia and Asia. It features both theoretical and empirical research aimed at advancing and disseminating scholarly knowledge about the region. The journal covers various topics including political science, Indonesian and Asian politics, governance issues, public policy, decentralization, political parties, and national and local elections. It also publishes research notes, conference and workshop announcements, seminar notices, and book reviews. The Journal of Political Sphere is released biannually, in June and December.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
KETERWAKILAN POLITIK PEREMPUAN DALAM LEMBAGA LEGISLATIF (STUDI KASUS : FAKTOR PEMENANGAN CALEG PEREMPUAN TERPILIH DPRK ABDYA 2019 ) Wandi Syahputa; Muliawati Darkasyi; Iqbal Ahmady
Journal of Political Sphere Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Journal of Political Sphere

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jps.v2i1.22525

Abstract

ABSTRAKKeterwakilan perempuan di ranah politik dapat dimaknai sebagai bentuk partisipasi berpendapat sehingga kebijakan yang dihasilkan akan memuat kepentingan semua pihak, baik ditingkat lokal, nasional, maupun internasional. Dalam proses demokrasi persoalan partisipaasi perempuan yang lebih besar, representasi, dan akuntanbilitas menjadi prasyarat mutlak bagi terwujudnya demokrasi yang lebih bermakna. Pada pemilihan legislatif Aceh Barat Daya Tahun 2019 berhasil meloloskan satu orang calon legislatif prempuan dikursi legislatif Aceh Barat Daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran partai politik dalam menjamin keterwakilan perempuan di kursi legislatif dan faktor pemenangan calon legislatif perempuan terpilih di pileg Abdya 2019. Adapun dalam penelitian ini menggunakan tiga teori pendekatan dalam melihat faktor pemeanangan, yaitu teori oligarki, teori institusional dan konsep kebijakan affirmative action sebagai alat analisis menjawab permasalahan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif sebagai pendekatan penelitian. Hasil dari penelitian ini, bahwa peran partai dalam menjamin keterwakilan perempuan pada lembaga legislatif berhasil dilakukan oleh Partai Aceh. Dengan mengupayakan partai sebagai pendorong keterwakilan perempuan di legislatif dan juga peran yang dilakukan partai untuk mengusung perempuan di wilayah dapil strategis, kemudian ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi pemenangan dari calon perempuan yaitu pengaruh figur dibelakang calon legislatif perempuan, kesolidan tim sukses dan faktor finansial. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tindak afirmasi untuk menjamin keterwakilan perempuan di legislatif hanya berhasil diterapkan oleh Partai Aceh, dimana mereka cenderung lebih unggul dalam mendorong kesiapan kader perempuannya. Adapun faktor pemenangan caleg perempuan terpilih didasari oleh pengaruh figur dibelakang dari perempuan yaitu orang tuanya yang seorang pengusaha dan mempunyai jaringan politik yang cukup baik. Oleh karena itu diharapkan perlu adanya pembenahan dan keseriusan dari semua partai politik untuk menjadikan politik affirmasi perempuan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu agar golongan tertentu (gender ataupun profesi) memperoleh peluang yang setara dengan golongan lain dalam bidang yang sama.Kata Kunci: Perempuan, Pemilu Legislatif, Pemenangan
ANALISIS PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PENYALURAN BANTUAN SOSIAL COVID-19 OLEH PARTAI AMANAT NASIONAL (PAN) DI KOTA BANDA ACEH Tary Chintia Yosalinda; Effendi Hasan; Novitasari Novitasari
Journal of Political Sphere Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Journal of Political Sphere

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jps.v2i1.22524

Abstract

ABSTRAKCOVID-19 merupakan singkatan dariCoronavirus Diseas 2019, Penyakit yang ditemukan pertama kali pada awal Desember 2019 di Wuhan Cina. Sejak pertama kali muncul di China Covid-19 telah menyebar ke 188 negara dan wilayah di dunia. Indonesia termasuk salah satu Negara yang mengalami dampak Covid-19. Penyebaran Covid-19 di Indonesia begitu cepat maka terdampak pada daerah lainnya dengan salah satu penyebaran virus covid-19 terjadi di Provinsi Aceh. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Partai Politik juga memiliki tanggung jawab dan berperan untuk memberantas penyebaran hingga membantu beban yang dialami masyarakat. Partai Politik dan pengurus disetiap daerah juga terjun kelapangan untuk membarantas penyebaran covid-19 dengan mengampanyekan bahaya Covid-19 kepada masyarakat dan cara-cara penularannya. Padahal sebagian besar masalah masyarakat merupakan tanggung jawab legislative. Partai politik yang melakukan kampanye diluar masa kampanye dapat diberikan sanksi tegas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pandangan tokoh masyarakat terhadap Bantuan sosial oleh Partai PAN di massa Pandemi Covid 19. Adapun pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data primer melalui wawancara langsung dengan informan, sedangkan data sekunder melalui dokumentasi/kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pandemic Covid-19 menimbulkan kepedulian partai dari seluruh para kader pusat hingga daerah menyerap aspirasi hingga membantu masyarakat yang kesulitan dalam bidang ekonomi dan sosial. Bentuk kepedulian partai sesuai dengan teori partai politik yang di dalamnya mencakup aspirasi masyarakat selama masa pandemi. Sehingga bentuk kepedulian ini muncul atas dasar tujuan partai yang berfokus meringankan beban masyarakat dan memberikan citra positif kepada masyarakat dari partai politik untuk dikenang di masa pandemi covid-19. Dari hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan Kampanye di tengah masa pandemi covid-19 dan ini merupakan upaya dari Pencitraan yang dilakukan oleh partai mengharapkan akan menimbulkan citra positif dari masyarakat terhadap partai PAN.Kata Kunci: Covid 19, Partai Politik, Kampanye, Pencitraan Politik
Peran Elite Dalam Rekrutmen Eks-Kombatan Gerakan Aceh Merdeka Dan Dampaknya Terhadap Pelembagaan Partai Aceh Pasca Pemilu 2019 Amri Wahid Hidayat; Ari Ganjar Herdiansyah; R. Widya Setiabudi Sumadinata
Journal of Political Sphere Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Journal of Political Sphere

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jps.v2i1.22521

Abstract

Partai politik dewasa ini mengalami masalah kelembagaan partai politik yang belum baik. Tidak terkecuali pada partai lokal Aceh seperti partai Aceh. Sebagai partai hasil dari transformasi sebuah organisasi yang menuntut kemerdekaan, partai ini mengalami masalah dalam program rekrutmennya yang mana kader-kader yang ada didalamnya adalah mantan kombatan GAM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan akan menganalisa peran dari elite eks kombatan GAM dalam rekrutmen politik yang terjadi didalam partai Aceh dan pengaruhnya terhadap pelembagaan partai. Partai Aceh sendiri hingga saat ini belum melakukan rekrutmen terbuka dan kaderisasi berjenjang. dengan kata lain, partai Aceh masih menggunakan pola rekrutmen tertutup. Sehingga secara pelembagaan, partai Aceh belum tercukupi dari segi sumber daya manusia (kader) dan mempengaruhi pada pelembagaan partai yang tidak baik. Lemahnya pelembagaan partai ini diakibatkan oleh kurangnya kemampuan PA dalam beradaptasi dengan tatanan demokrasi yang menuntut partai politik untuk terbuka dan melakukan kaderisasi yang berjenjang untuk memunculkan kader-kader yang kompeten dan professional. Peran dan pengaruh elite kombatan GAM dalam rekrutmen politik di PA adalah dalam pengambilan keputusan terkait dengan pelaksanaan dan penyusunan program rekrutmen terbuka dan kaderisasi yang akan dilakukan PA sendiri besar pengaruh dan peran pimpinan PA saat ini yang berlatar elite GAM.Kata Kunci: Elite, Rekrutmen politik, Pelembagaan
PASS MARKETING POLITIK FADHIL RAHMI PADA PEMILU DPD RI TAHUN Manda Merisa; Effendi Hasan; Ardiansyah zain
Journal of Political Sphere Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Journal of Political Sphere

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jps.v2i1.22522

Abstract

Provinsi Aceh merupakan provinsi di Indonesia yang ikut serta melaksanakan pemilu serentak tahun 2019, salah satunya adalah pemilihan anggota DPD RI periode 2019- 2024. Fadhil Rahmi yang merupakan pendatang baru di dunia politik langsung terpilih sebagai anggota DPD RI Periode 2019-2024. Kemenangan Fadhil Rahmi tidak terlepas dari penerapan strategi pass marketing politik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pass marketing yang digunakan Fadhil Rahmi dan pengaruh marketing politik UAS terhadap perolehan suara Fadhil Rahmi. Jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi pass marketing yang digunakan Fadhil Rahmi yaitu menggunakan tokoh agama, IKAT, dan figur UAS dalam menyampaikan pesan politiknya. Pengaruh UAS terhadap perolehan suara Fadhil Rahmi dimana UAS mampu mempengaruhi pemilih tradisional, meningkatkan popularitas dan elektabilitas seorang Fadhil Rahmi. Kesimpulan dari penelitian ini Strategi marketing politik yang dilakukan Fadhil Rahmi dan anggota tim pemenangannya sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai upaya yang dilakukan Fadhil Rahmi dengan cara strategi pass marketing politik yaitu menggunakan individu yang berpengaruh dalam masyarakat. Saran diharapkan agar menjadi motivasi dan pembelajaran bagi calon kandidat lain yang sedang mengalami kesulitan dalam meraih dukungan dan simpati masyarakat luas.Kata Kunci: Fadhil Rahmi, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Strategi Politik, Pass Marketing
Degradasi Budaya Akibat Asimilasi Pada Masyarakat Melayu Tamiang: Analisis Praktik Sosial Pierre Bourdieu Sigit Suryanda; Faradilla Fadlia; Iqbal Ahmady
Journal of Political Sphere Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Journal of Political Sphere

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jps.v2i1.22523

Abstract

ABSTRAKAsimilasi identik dengan pembauran suatu kebudayaan. Asimilasi dapat menyebabkan berkembang dan majunya sumber daya manusia, hal ini dikarenakan masyarakat lokal yang lebih menerima masyarakat pendatang dan lebih terbuka dengan setiap hal baru, selain itu asimilasi menciptakan toleransi yang besar di suatu daerah. Seharusnya asimilasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di suatu daerah, namun berbeda dengan yang terjadi di Aceh Tamiang. Asimilasi yang terjadi mengakibatkan pudarnya budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis degradasi budaya akibat asimilasi yang terjadi pada suku pribumi Tamiang pasca masuknya masyarakat pendatang di Aceh Tamiang. Dalam Penelitian ini penulis menggunakan teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu sebagai alat analisis terhadap fenomena degradasi budaya pada masyarakat pribumi Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Penelitian ini dilakukan di Aceh Tamiang, Aceh, Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa pasca masuknya masyarakat pendatang menyebabkan degradasi budaya yang berdampak tidak hanya hilangnya budaya asli, namun juga mengancam eksistensi masyarakat Tamiang. Karena masyarakat Tamiang tidak memiliki keahlian dalam berdagang mengakibatkan mereka tersisihkan dari wilayah kota (daerah tengah). Masyarakat suku asli Tamiang pada dasarnya menggantungkan hidupnya dengan bertani dan berkebun, karena sebab itu masyarakat suku asli Tamiang hanya mendominasi di wilayah hulu dan hilir, namun menjadi minor pada wilayah kota dimana adalah pusat perdagangan dan ekonomi.Kata Kunci: Degradasi Budaya, Suku Tamiang, Praktik Sosial, Aceh Tamiang

Page 1 of 1 | Total Record : 5