Science: Indonesian Journal of Science
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Articles
23 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 3 (2025)"
:
23 Documents
clear
Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise dengan Semi Fowler Positioning terhadap Penurunan Dyspnea pada Pasien Post Long Covid-19
Ayu Pratama, Desta;
Karel Lina, Ratu;
Trioclarise, Rovika;
Sariana, Erna
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i3.368
Penyakit coronavirus atau Covid 19 adalah penyakit yang disebabkan oleh novel coronavirus. Pasca-Covid 19 adalah penyakit berkelanjutan yang masih hidup dan diderita pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 selama 12 minggu. Salah satu masalah pasca Covid-19 adalah sesak napas., yatu kondisi tidak nyaman yang membuat paru-paru sulit untuk bernapas secara lengkap dan menyebabkan dispnea. Cara untuk mengembalikan pernafasan normal adalah dengan breathing exercise dalam hal ini ialah pursed lip breathing exercise dengan semi fowler positioning. Metode Penelitian: pre eksperimen dengan one group prepost test, sampel dipilih dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 11 orang. Hasil: Hasil penelitian memiliki rerata modified borg scale sebelum intervensi adalah 4,3636 dan sesudah intervensi 2,1818. Kemudian di uji dengan Uji Wilcoxon test, didapatkan p-value 0,003 (p<0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh pursed lip breathing exercise dengan semi fowler positioning terhadap penurunan dyspnea pada pasien post covid mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta III.
Hubungan Konsumsi Garam dan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi pada KelompokUsia Dewasa 45-59 Tahun di Dusun LengkokDesa Kualu Nenas Wilayah Kerja Puskesmas Tambang
Mawaddha, Mardha Tillah;
Nurman, Muhammad;
Mayasari, Endang
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i3.372
Data WHO (2022) mencatat sekitar 972 juta orang atau 15,4% menderita hipertensi. Salah satu faktor risiko hipertensi yang paling berpengaruh adalah konsumsi natrium atau garam dan pola makan yang tidak sehat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi garam dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia Dewasa 45-59 Tahun di Dusun Lengkok Desa Kualu Nenas Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22-28 oktober 2025 di Dusun Lengkok Desa Kualu Nenas wilayah kerja UPT. Puskesmas Tambang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 218 orang responden kelompok masyarakat usia dewasa (45-59 tahun) dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner dan alat pengukuran tekanan darah (Sphygmomanometer). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara perilaku konsumsi garam (p value = 0,003) dan pola makan (p value = 0,002) dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa (45-59 tahun) di Dusun Lengkok Desa Kualu Nenas wilayah kerja UPT. Puskesmas Tambang. Diharapkan kepada responden untuk mengubah pola hidupnya kearah yang lebih sehat, terutama tidak konsumsi garam berlebihan, mengurangi frekuensi konsumsi makan berlemak.
Gambaran Pencegahan Penyakit Pediculosis Capitis Pada Santriwati di PondokPesantren Assalam
Andriani, Putri;
Hamidi, Muhammad Nizar Syarif;
Syafriani, Syafriani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i3.377
Pediculosis capitis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah, terutama pada lingkungan komunal seperti pondok pesantren. Infestasi kutu kepala dapat menimbulkan rasa gatal, gangguan tidur, infeksi sekunder, hingga menurunkan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencegahan penyakit pediculosis capitis pada santriwati di Pondok Pesantren Assalam. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 69 responden yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup empat aspek pencegahan, yaitu kebersihan lingkungan, kepadatan hunian, kontak langsung, dan personal hygiene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar santriwati memiliki kebersihan lingkungan kategori kurang (59,4%), seluruh responden berada pada kategori kepadatan hunian tidak padat (100%), perilaku kontak langsung sebagian besar berada pada kategori tidak mencegah (68,1%), dan personal hygiene sebagian besar tergolong belum baik (62,3%). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kepadatan hunian sudah memenuhi standar, perilaku santriwati terkait kebersihan diri dan pencegahan kontak langsung masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan edukasi kesehatan berkelanjutan, peningkatan sarana sanitasi, serta pengawasan lingkungan asrama untuk menurunkan risiko penularan pediculosis capitis.