Syafriani Syafriani
Kesehatan Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Pencegahan Penyakit Pediculosis Capitis Pada Santriwati di PondokPesantren Assalam Putri Andriani; Muhammad Nizar Syarif Hamidi; Syafriani Syafriani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i3.377

Abstract

Pediculosis capitis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah, terutama pada lingkungan komunal seperti pondok pesantren. Infestasi kutu kepala dapat menimbulkan rasa gatal, gangguan tidur, infeksi sekunder, hingga menurunkan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencegahan penyakit pediculosis capitis pada santriwati di Pondok Pesantren Assalam. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 69 responden yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup empat aspek pencegahan, yaitu kebersihan lingkungan, kepadatan hunian, kontak langsung, dan personal hygiene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar santriwati memiliki kebersihan lingkungan kategori kurang (59,4%), seluruh responden berada pada kategori kepadatan hunian tidak padat (100%), perilaku kontak langsung sebagian besar berada pada kategori tidak mencegah (68,1%), dan personal hygiene sebagian besar tergolong belum baik (62,3%). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kepadatan hunian sudah memenuhi standar, perilaku santriwati terkait kebersihan diri dan pencegahan kontak langsung masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan edukasi kesehatan berkelanjutan, peningkatan sarana sanitasi, serta pengawasan lingkungan asrama untuk menurunkan risiko penularan pediculosis capitis.
Hubungan Stres Kerja dan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang Kota Tahun 2025 Suci Septiani; M.Nizar Syarif Hamidi; Syafriani Syafriani
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v2i1.65

Abstract

Gejala kelelahan kerja ditandai dengan menurunnya kesiagaan dan gejalah subyektif berupa perasaan lelah. Perawat yang bekerja di rumah sakit berpotensi memiliki risiko bahaya kelelahan kerja. Menurut International Nursing Review tahun 2025, mengungkapkan bahwa perawat di seluruh dunia mengalami tingkat kelelahan kerja yang tinggi yaitu 33% perawat di seluruh dunia mengalami kelelahan kerja. Berdasarkan surveiĀ  Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tahun 2024, menunjukkan bahwa 50,9% perawat di Indonesia mengalami kelelahan kerja.Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat rawat inap di RSUD Bangkinang kota. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 165 responden yang diambil menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kelelahan kerja perawat rawat inap di RSUD Bangkinang kota, dengan p value 0,003. Ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada perawat rawat inap RSUD Bangkinang kota, dengan p value 0,020.