cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3 (2013)" : 5 Documents clear
PROSES PEMBUATAN BIHUN DARI GANYONG (Canna edulis KERR) DAN ANALISIS KUALITASNYA Reno Fitri Hasrini; Fitri Hasanah
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i3.120

Abstract

Sifat fungsional tepung ganyong sangat cocok untuk dimanfatkan menjadi bihun. Pengembangan bihun ganyong juga dilakukan untuk menguji kecocokan SNI 01-2975-2006 Bihun dengan bihun yang berasal dari tepung non beras. Kajian ini diharapkan dapat memberi informasi keunggulan dan keragaman karakteristik bihun non beras, serta dapat sebagai bahan usulan revisi dalam penetapan standar nasional bihun agar dapat mewadahi semua jenis bihun yang berasal dari berbagai bahan baku. Perlakuan dalam penelitian ini adalah rasio pencampuran tepung ganyong dan air sebanyak 3 macam 1:0,75; 1:1; 1:1,5. Analisis yang dilakukan sesuai SNI 01-2975-2006 Bihun yaitu keadaan (bau, rasa dan warna), benda asing, daya tahan, kadar air, abu, protein, BTP (sulfit), cemaran logam (Pb, Cu, Zn, Hg), cemaran Arsen (As), cemaran mikroba (ALT, E.coli dan kapang). Hasil dari penelitian ini adalah keadaan (bau, rasa dan warna) dari bihun ganyong masih dalam keadaan normal menurut SNI 01-2975-2006 Bihun meskipun demikian warna yang dihasilkan masih sedikit lebih gelap dibandingkan bihun dari beras sehingga direkomendasikan untuk memperluas atau memperjelas kisaran warna dalam revisi SNI 01-2975-2006 Bihun. Sedangkan parameter lain seperti benda asing, daya tahan, kadar air, BTP, cemaran logam, cemaran arsen dan cemaran mikroba dari bihun ganyong telah memenuhi syarat mutu SNI 01-2975-2006 Bihun. Untuk parameter kadar abu dan kadar protein bihun ganyong tidak memenuhi syarat mutu SNI 01-2975-2006 Bihun sehubungan dengan sifat alaminya sehingga direkomendasikan untuk merevisi parameter syarat mutu tersebut agar SNI 01-2975-2006 Bihun dapat mewadahi bihun non beras.
KESESUAIAN MUTU PRODUK UNGGULAN UKM SEKTOR PANGAN TERHADAP STANDAR NASIONAL INDONESIA Suminto Suminto; Ellia Kristiningrum; wahyu widyatmoko; danar agus susanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i3.125

Abstract

Standar memberikan kontribusi yang baik diantaranya membantu kompetisi perusahaan menjadi lebih besar, membantu akses pasar ekspor, membantu memberikan praktek bisnis terbaik, membantu operasi perusahaan menjadi lebih efisien dan berkembang, memberikan kredibilitas dan kepercayaan serta pengakuan konsumen, standar memberikan bahasa tunggal dalam industri untuk mutu. Namun standar sebagai bagian dari teknologi, seringkali terlewatkan dan bahkan dipandang sebelah mata oleh pelaku usaha. Dari hasil Penelitian BSN (2011), diperoleh data mengenai kendala yang dihadapi UKM dalam menerapkan standar adalah adanya persyaratan mutu yang sulit untuk dipenuhi dan biaya pengujian yang relatif mahal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian produk-produk unggulan UKM dengan SNI, mengusulkan syarat mutu dalam SNI yang sesuai untuk produk unggulan UKM dan mengusulkan metode untuk pembinaan UKM dalam penerapan standar.Penelitian ini dimulai dengan memilih produk unggulan UKM sektor pangan di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat, yang selanjutnya dilakukan pencarian SNI dan LPKyang selanjutnya dilakukan pengujian produk untuk mengetahui kesesuaiannya dengan SNI. Berdasarkan analisa hasil penelitian, dapat direkomendasikan untuk SNI produk bakpia kacang hijau, keripik singkong dan keripik tempe perlu dilakukan kaji ulang terkait persyaratan mutu dan cara penulisan standar. Persyaratan mutu dalam SNI tersebut hendaknya dipilih hanya yang merupakan titik kritis untuk produk tersebut, misalnya cemaran mikroba dan cemaran kimia. Khusus untuk produk keripik singkong dan keripik tempe goreng ditambahkan parameter bilangan oksidasi minyak goreng. Selain itu, masih perlu dilakukan sosialisai SNI produk kepada pengusaha skala UKM.
PERBAIKAN AKUISISI DATA PADA METODE PERBANDINGAN DALAM KALIBRASI PENGUKUR ALIRAN JENIS TURBIN Jalu Ahmad Prakosa; Bernadus H. Sirenden
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i3.121

Abstract

KESESUAIAN SNI 12-0179-1987 BAGI PENDERITA DISABILITAS DI INDONESIA Febrian Isharyadi; Desinta Rahayu Ningtyas
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i3.126

Abstract

Kursi kerja merupakan fasilitas mendasar yang dipergunakan dalam melakukan pekerjaan. Kursi kerja yang baik adalah kursi kerja yang ergonomis dan sesuai dengan antropometri manusia baik itu untuk populasi normal maupun penyandang disabilitas. Di Indonesia telah tersedia Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait kursi kerja yaitu SNI 12-0179-1987 : Kursi Baja Untuk Kantor. Permasalahannya apakah SNI tersebut telah mengakomodasi kebutuhan bagi penderita disabilitas terkait kursi kerja. Penelitian dilakukan dengan membandingkan antara data antropometri penyandang disabilitas dengan spesifikasi dalam SNI 12-0179-1987. Data diperoleh hasil observasi dan kompilasi hasil dari desk study terkait dengan data-data yang diperlukan dalam pembuatan ukuran kursi kerja yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara data antropometri penyandang disabilitas di Indonesia dengan spesifikasi dalam SNI 12-0179-1987. Perbedaan rata-rata masing-masing bagian kursi dengan spesifikasi dalam SNI 12-0179-1987 adalah 19,7 mm hingga 269 mm untuk pria dan 26,7 mm hingga 206,9 mm untuk wanita. Beberapa data antropometri penyandang disabilitas berbeda cukup jauh dengan spesifikasi ukuran bagian kursi dalam SNI 12-0179-1987 yaitu untuk bagian panjang dudukan perbedaan rata-rata sebesar 145,5 mm untuk pria dan 119,5 mm untuk wanita serta untuk bagian tinggi sandaran kursi perbedaan rata-rata sebesar 269 mm untuk pria dan 206,9 mm dari batas minimum yang dipersyaratkan dalam SNI 12-0179-1987. Adapun ada beberapa spesifikasi dalam SNI 12-0179-1987 yang memiliki nilai spesifikasi minimum di atas dari rata-rata data antropometri penyandang disabilitas di Indonesia yaitu pada pria adalah spesifikasi ukuran lebar dudukan sedangkan pada wanita adalah spesifikasi tinggi dudukan, lebar dudukan dan tinggi lengan. Sedangkan antropometri lebar bahu belum terakomodasi dalam SNI 12-0179-1987. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan SNI 12-0179-1987 dikaji ulang dengan mengakomodasi kebutuhan bagi penyandang disabilitas sehingga kebutuhan penyandang disabilitas dapat terpenuhi
UPAYA METROLOGIS UNTUK PENINGKATAN LABORATORIUM PRAKTIK MAHASISWA SEBAGAI PENYEDIA JASA KALIBRASI Budhy Basuki; Jimmy Pusaka
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i3.122

Abstract

Semakin bertumbuhnya perekonomian yang ditandai dengan peningkatan aktivitas industri dan perdagangan di Kalimantan khususnya di provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, belum diikuti oleh kemampuan layanan jasa kalibrasi yang dapat diakses oleh pihak industri yang memerlukannya. Untuk itu telah dilakukan penelitian tentang kebutuhan layanan jasa kalibrasi dari pihak industri di kedua wilayah tersebut, dan potensi laboratorium yang ada untuk dikembangkan menjadi laboratorium kalibrasi yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian kemungkinan pengembangan ini diarahkan ke laboratorium yang digunakan untuk praktik pengukuran bagi mahasiswa teknik di sejumlah perguruan tinggi dengan memperhatikan faktor sarana, prasarana, sdm, dan dokumen pendukung. Sebagai hasil, tercatat dua laboratorium perguruan tinggi yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi laboratorium kalibrasi berdasarkan standar ISO/IEC 17025.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue