cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2016)" : 4 Documents clear
DETERIORATION OF BLEACHABILITY INDEX PADA CRUDE PALM OIL: BAHAN REVIEW DAN USULAN UNTUK SNI 01-2901-2006 Hasrul Abdi Hasibuan
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i1.694

Abstract

Standar mutu Crude Palm Oil (CPO) dalam SNI 01-2901-2006 adalah kadar asam lemak bebas (ALB), air dan kotoran masing-masing maksimum 5%, 0,25% dan 0,25%. Parameter lain yang dapat menentukan mutu CPO adalah deterioration of bleachability index (DOBI) namun belum ditetapkan dalam SNI CPO. Sementara itu, beberapa industri rafinasi di dalam negeri dan negara pengimpor telah mempersyaratkan DOBI sebagai syarat mutu CPO. Makalah ini meneliti tentang DOBI, hubungan DOBI terhadap parameter mutu CPO dan faktor-faktor yang mempengaruhi DOBI. Data sekunder nilai DOBI CPO diperoleh dari beberapa sumber referensi dari negara penghasil CPO yaitu Indonesia dan Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai DOBI pada CPO Indonesia masih relatif rendah (< 2). Kadar air memiliki pengaruh terhadap nilai DOBI. DOBI memiliki korelasi searah dan kuat dengan kadar karoten namun berlawanan dan lemah terhadap ALB. DOBI sangat dipengaruhi oleh kematangan dan waktu pengolahan buah serta tahapan proses pengolahan di pabrik yang disebabkan oleh pemanasan berlebih dan kontaminasi. DOBI penting dalam perdagangan CPO sehingga parameter ini perlu ditetapkan dalam SNI CPO. Berdasarkan hasil penelitian mutu CPO Indonesia dan beberapa standar diusulkan nilai DOBI CPO pada SNI minimum 2,2. Penetapan standar ini dapat mendorong produsen untuk berupaya memperbaiki dan meningkatkan mutu CPO agar berdaya saing tinggi.
PERAN AKTOR DAN PEMANGKU KEPENTINGAN BIDANG ALSINTAN DALAM PROSES PENYUSUNAN KEBIJAKAN SNI Sri Mulatsih
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i1.699

Abstract

Alsintan menjadi bagian penting dalam mekanisasi pertanian bagi petani di Indonesia, bahkan kebutuhan, mengingat kondisi alam Indonesia yang masih tergolong agraris. Pemerintah menetapkan SNI produk alsintan mengingat banyak produk Cina yang dipasarkan di Indonesia. SNI adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia, dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh BSN. Ada 11 SNI dari berbagai mesin pertanian yang sudah diperbarui. Proses penyusunan SNI bidang alsintan ini dilakukan oleh aktor yang terkait dengan alsintan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik proses pembuatan kebijakan standardisasi alsintan sebagai bagian dari kebijakan teknologi yang memfokuskan pada peran aktor-aktor yang terlibat dalam penyusunan SNI alsintan, dan memberikan gambaran tentang fenomena dalam proses penyusunan SNI bidang alsintan. Industri alsintan merupakan aktor pemangku kepentingan yang berperan mendukung dan mempengaruhi perumusan SNI wajib dan komersial menghadapi industri yang merangkap trader dari luar negeri. Hasil penelitian menggambarkan bahwa secara kelembagaan aktor yang berperan dalam bidang alsintan adalah kementrian teknis (Kementerian Perindustrian dari tingkatan Direktorat sampai dengan bengkel alsintan); BSN yang berperan besar pada proses perumusan SNI alsintan sebagai penyelenggara dan fasilitator karena tugas pokok dan fungsinya; pelaku usaha alsintan sebagai obyek dan subyek harus aktif mendukung dan mempengaruhi pemerintah dan pasar agar daya saing industri alsintan meningkat; dan Masyarakat Standardisasi Indonesia (Mastan) yang berpengaruh dalam proses perumusan SNI, karena menyalurkan kebutuhan masyarakat akan standar dan membangun jaringan ke wilayah-wilayah Indonesia untuk menyampaikan pendapat terkait standardisasi.
PENENTUAN NILAI SERTIFIKAT BAHAN ACUAN LARUTAN BUFER BORAKS UNTUK PENGUKURAN DERAJAT KEASAMAN (pH) Nuryatini Nuryatini; Sujarwo Sujarwo; Ayu Hindayani
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i1.695

Abstract

Dalam rangka pengembangan beberapa bahan acuan yang penting di Indonesia, Pusat Penelitian Kimia-LIPI telah membuat bahan acuan larutan bufer boraks yang siap untuk disertifkasi untuk pengukuran pH basa yang tertelusur ke standar bufer primer dari NIST. Bahan acuan tersertifikasi digunakan untuk memberikan ketertelusuran dan keandalan dari suatu hasil pengukuran kimia. Pada saat ini, bahan acuan tersertifikasi yang digunakan untuk pengukuran pH merupakan barang impor dengan harga yang cukup mahal. Apabila bahan acuan tersebut dapat dibuat di Indonesia, harga akan menjadi lebih murah dan bahan acuan mudah didapatkan. Larutan standar bufer boraks telah dibuat dari natrium tetraborat dekahidrat yang dilarutkan di dalam air demineral dengan konsentrasi 0,01 mol/kg. Nilai pH untuk sertifikat telah diukur dengan menggunakan pH meter yang mempunyai sensitivitas tinggi dengan teknik pengukuran dua titik kalibrasi. Uji Karakterisasi, uji homogenitas, dan uji stabilitas dari bahan acuan yang akan berkontribusi dalam penentuan nilai dan ketidakpastiannya telah dilakukan. Hasil pengukurn memberikan nilai pH 9,18 pada suhu 25 °C dengan nilai ketidakpastian diperluas 0,03 pada tingkat kepercayaan 95% dan faktor pencakupan, k = 2,0. Bahan acuan ini memberikan data yang stabil selama 2 (dua) tahun dan diharapkan dapat menggantikan bahan acuan larutan bufer standar tersertifikat yang masih merupakan barang impor.
METODE UJI TIUPAN ANGIN KOMPOR GAS SATU TUNGKU BERDASARKAN SNI 7368:2011 Himma Firdaus
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i1.696

Abstract

Uji tiupan angin merupakan salah satu klausul dalam pengujian kompor gas. Pengujian ini mengacu pada SNI 7368:2011 yang ditetapkan pemerintah sebagai SNI wajib. SNI 7368:2011 tidak menjelaskan secara detail titik pengukurannya dan hanya menyebutkan kecepatan tiupan angin yang dipersyaratkan adalah 3 m/s. Hal tersebut dapat menyebabkan pelaksanaan pengujian berbeda antara satu dengan lainnya dan berakibat pada sulitnya pengendalian mutu hasil pengujian. Kondisi tersebut dapat dicegah dengan membangun sebuah metode uji baku atau pengembangan metode uji yang tervalidasi. Penulis mengusulkan metode uji dengan membuat simulasi sembilan titik uji dengan variasi jarak kompor terhadap dinding yaitu 0.5 meter (kondisi 1) dan 1,2 meter (kondisi 2). Sumber tiupan angin diletakkan 1 meter dari kompor gas. Validasi terhadap metode uji dilakukan dengan uji presisi, uji akurasi, peta kendali dan uji kapabilitas proses (Cp). Nilai Cp pada kondisi 1 yaitu 1,51 dan pada kondisi 2 yaitu 1,66. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kedua kondisi pengukuran kapabel. Namun, jika dianalisis terhadap keseluruhan parameter kualitas (uji kapabilitas proses, peta kendali, akurasi dan presisi), maka hanya kondisi 1 dengan titik pengukuran 4 dan 5 yang dapat digunakan sebagai acuan pengukuran pada metode uji tiupan angin yang diusulkan untuk kompor gas satu tungku.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue