cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 3 (2020)" : 4 Documents clear
KARAKTERISTIK MUTU GELATIN CEKER AYAM SEBAGAI ALTERNATIF GELATIN HALAL Miskiyah - Miskiyah; Kirana Sanggrami Sasmitaloka; Elmi Kamsiati; Juniawati Juniawati; Agus Budiyanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 3 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i3.850

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan asal hewani yang peranannya cukup penting dalam proses produksi pangan yang berfungsi sebagai pengemulsi, penstabil, memperbaiki tekstur produk pangan, dan pengental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu gelatin ceker ayam yang diekstraksi dengan perlakuan kombinasi basa dan asam. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan jenis pelarut ekstraksi: Perendaman pada NaOH 0,2% dan asam asetat 5% (A); Perendaman pada NaOH 0,1% dan asam sitrat 5% (B); dan Perendaman pada NaOH 1% dan Asam sitrat 5% (C). Analisis produk gelatin meliputi kadar lemak, kadar protein, kekuatan gel, pH,dan kandungan logam. Penggunaan pelarut asam dan basa untuk menghidrolisis ceker ayam menghasilkan gelatin dengan karakteristik mutu yang berbeda nyata (p<0,05). Proses produksi gelatin menggunakan perlakuan perendaman NaOH 0,2% dan asam asetat 5% menunjukkan karakteristik yang paling baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Gelatin tersebut mempunyai karakteristik yang memenuhi standar SNI gelatin (06-3735:1995) dan lebih baik dibandingkan gelatin komersial.
LIFE CYCLE ASSESSMENT KOMODITI PERIKANAN DI MUNCAR BANYUWANGI, JAWA TIMUR Addinia Nur Ar Rachmah; Anas Miftah Fauzi; Bustami Bustami
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 3 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i3.809

Abstract

Potensi perikanan yang besar di kawasan perikanan Muncar Banyuwangi menjadikannya sebagai dasar munculnya berbagai industri perikanan. Perkembangan industri ini memiliki dampak yang signifikan tehadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi input dan output yang dihasilkan dari proses produksi, menghitung besaran dampak dan merumuskan strategi perbaikannya. Penilaian daur hidup atau Life Cycle Assessment (LCA) merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis dampak lingkungan yang disebabkan oleh pengadaan bahan baku, proses produksi dan penggunaan produk. LCA terdiri dari 4 tahap sesuai dengan ISO 14040 yaitu Goal and Scope Definition, Inventory analysis, Life Cycle Impact Assessment dan Life Cycle Interpretation. Studi LCA dalam penelitian ini menggunakan pembatasan masalah Cradle to Gate. Penilaian siklus hidup produk perikanan berfokus pada pemanasan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi Gas Rumah Kaca (GRK) merupakan dampak potensial terbesar yang dihasilkan oleh industri pengolahan perikanan. Emisi CO2eq dari pabrik pengalengan ikan sebesar 86,86 CO2eq/tahun, sedangkan dari industri pengasinan ikan sebesar 28,76 CO2eq/tahun. Total emisi CO2 dari kegaiatan pengolahan hasil perikanan sebesar 115.62 CO2eq/tahun. Sumber penghasil emisi berasal dari solar Industrial Diesel Oil (IDO), solar Automotive Diesel Oil (ADO) dan listrik. Upaya penurunan dampak lingkungan dilakukan dengan pertama, menggunakan energi listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi. Kedua, dengan mengolah limbah industri perikanan seperti minyak ikan menjadi biodiesel yang lebih ramah lingkungan untuk diversifikasi penggunaan solar pada unit proses. Ketiga, dengan mengefisienkan sistem produksi melalui perubahan pola perilaku maupun standar dalam pelaksanaan produksi.
ANALISIS PENERAPAN SNI ISO 9001:2015 MELALUI JUMLAH KETIDAKSESUAIAN PRODUK, PROSES DAN PELAYANAN PADA PT. X Ganjar Sidik Gandara; Sawarni Hasibuan
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 3 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i3.833

Abstract

SNI ISO 9001:2015 adalah standar Sistem Manajemen Mutu yang salah satu fokusnya adalah  tindakan korektif untuk mengendalikan ketidaksesuaian (nonconformity), tetapi pada kenyataanya timbul suatu pertanyaan, karena dari data jumlah ketidaksesuain pada perusahaan tempat dilakukannya penelitian ini, menunjukan angka yang cukup  tinggi yaitu rata-rata106 kasus/tahun. Tujuan penelitian ini menganalisa jumlah ketidaksesuaian serta menentukan klausul SNI ISO 9001:2015 yang berpengaruh sehingga bisa menentukan usulan perbaikan.  Metode penelitian termasuk jenis deskriptif analisis yaitu dengan menggunakan data sekunder yang bersifat kualitatif berupa data ketidaksesuaian pada perusahaan dan data primer yaitu hasil observasi / audit pemenuhan klausul SNI ISO 9001:2015, sedangkan analisis dilakukan menggunakan teori GKM (Gugus Kendali Mutu) dengan menggunakan diagram pareto, diagram sebab akibat, dan metode 4M + 1E serta dilakukan analisa korelasi untuk menguji hubungan antara jumlah ketidaksesuaian dengan pemenuhan persyaratan SNI ISO 9001:2015, selanjutnya langkah perbaikan menggunakan metode risk assessment melalui wawancara. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa klausul SNI ISO 9001:2015 yang paling banyak berpengaruh terhadap jumlah ketidaksesuaian (pareto 85.5%) adalah Klausal 8.1 Perencanaan dan Pengendalian Operasi, Klausul 7.1.3 Infrastruktur dan Klausul 7.2 Kompetensi. Rekomendasi pengendalian diantaranya update prosedur, penegasan tugas penanggungjawab ISO departemen, set KPI pelaksanan training dan monitoring preventive maintenance melalui sistem.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA ANTARA COCOA BUTTER ALTERNATIVE (CBA) DENGAN LEMAK KAKAO UNTUK PENGEMBANGAN STANDAR NASIONAL INDONESIA Reno Fitri Hasrini; Ning Ima Arie Wardayanie
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 3 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i3.838

Abstract

Cocoa butter alternative (CBA) atau alternatif lemak kakao memegang peranan penting dalam industri pengolahan cokelat atau konfeksioneri. CBA terdiri dari Cocoa Butter Equivalents (CBE), Cocoa Butter Replacers (CBR), Cocoa Butter Substitutes (CBS) yang terbagi berdasarkan komposisi kimia dan kompatibilitas dengan lemak kakao. Belum ada standar nasional dan internasional yang mengatur dan membedakan karakteristik ketiga produk tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik CBE, CBR dan CBS dan dianalisis untuk pengembangan konsep Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Alternatif Lemak Kakao. Metode penelitian adalah sampling dan membeli produk CBE, CBR dan CBS ke industri-industri. Analisis terhadap CBE, CBR dan CBS dilakukan untuk mengetahui karakteristiknya serta membandingkannya dengan SNI 3748:2009 Lemak Kakao.  Parameter mutu yang dianalisis adalah titik leleh, kadar air, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan iod, dan asam lemak trans. Hasil analisis menunjukkan bahwa CBE, CBR, CBE mempunyai kisaran rerata titik leleh sebesar 18,5-34,11 °C, kadar air 0,12-0,17%, kadar asam lemak bebas 0,06-0,10%, bilangan peroksida 0,21-2,65 mek O2/kg, bilangan iod 2,15-38,7 gram I2/100 g, dan asam lemak trans 0,4-0,11%. Parameter titik leleh, kadar air, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan bilangan iod CBE, CBR dan CBS memenuhi semua syarat mutu SNI 3748:2009 Lemak Kakao. Nilai asam lemak trans CBA memenuhi syarat WHO (2010). Konsep RSNI Alternatif Lemak Kakao (CBA) yang diusulkan berdasarkan analisis tersebut adalah titik leleh 32-45 °C untuk CBR dan CBS, untuk CBE tidak ditetapkan, kadar air maksimum 0,3%, kadar asam lemak bebas maksimum 0,3 %, bilangan peroksida maksimum 3,0 mek O2/kg, bilangan iod untuk CBE, CBR dan CBS maksimum 40, 60 dan 20 gram I2/100 g berturut-turut. 

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue