cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2020): Mei" : 3 Documents clear
Berteologi Secara Kontektual Ipit, Akiong
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/yqghzz46

Abstract

Abstract: Contextual theology is one method of theology that can be used by God's servants, in order to convey the Gospel (good news) to traditional communities who still strongly adhere to customs and culture in local wisdom, besides that, by contextual theology the church can walk together. -together and can preserve customs and culture which are the heritage of our ancestors, especially the Dayak people. It is hoped that this article can bridge differences of opinion between indigenous communities and the church.Keywords: Theology, God, ContextualAbstrak: Berteologi secara kontekstual merupakan salah satu metode berteologi yang bisa digunakan oleh hamba-hamba Tuhan, dalam rangka mendaratkan Injil (kabar baik) kepada masyarakat tradisional yang masih kuat memegang adat dan budaya dalam kearifan lokal, disamping itu dengan berteologi secara kontektual maka gereja bisa berjalan bersama-sama dan dapat melestarikan adat dan kebudayaan yang merupakan warisan leluhur, khususnya masyarakat bangsa Dayak. Dengan adanya tulisan ini diharapkan dapat menjembatani perbedaan pendapat antara masyarakat adat dan gereja.Kata Kunci : Berteologi, Tuhan, Kontekstual
Dampak Pembatasan Ibadah di Gereja pada Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Keuangan Gereja Persekutuan Pengabar Injil (GAPPIN) Imanuel Mulai Hendi; Hinadaka, Jon Jusuf
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/vge06p86

Abstract

Abstract: Since the emergence of the corona outbreak in various parts of the world, putting the world in a global emergency because of the impact generated by covid-19 that causes restrictions in activities in order to inhibit the spread of the coronavirus. So that the impact of covid-19 not only impacts human health on death, but also impacts the economic sector, financial sector, industrial sector and various other life sectors. Therefore, the church continues to strive so that the church can support the church vinansially so that the financing in the oprasional church is still fulfilled. In church services the impact of COVID causes restrictions on worship where previously worship was carried out in the church conventionally, now worship is carried out in a limited semi-conventional way in the sense that there is worship online there is also worship face-to-face by applying health protocols. The same was also treated in the ministry at imanuel's Fellowship of Gospel Preachers (GAPPIN) Church. Because of this restriction of worship caused a decrease in the financial income of the church, because the average financial income of the church is obtained from the kegitan worship held through the offerings of the congregation so that when the congregation is restricted to worship then automatically the church's income decreases. Another impact is that during covid-19 gappin imanuel church began to also decrease in giving tithe offerings.Keywords: restrictions on worship and church financesAbstrak: Sejak munculnya wabah corona di berbagai belahan dunia, menempatkan dunia dalam darurat global karena dampak dihasilkan oleh covid-19 yang menyebabkan diberlakukannya pembatasan dalam beraktivitas dalam rangka menghambat penyebaran virus corona. Sehingga dampak dari covid-19 tidak hanya berdampak kepada kesehatan manusia terhadap kematian, tetapi juga berdampak kepada sektor ekonomi, sektor keuangan, sektor industri dan berbagai sektor kehidupan yang lainnya. Dalam pelayanan gereja dampak covid menyebabkan terjadinya pembatasan beribadah dimana sebelumnya ibadah dilakukan di gereja secara kovensional, kini ibadah dilakukan secara terbatas semi konvensional dalam pengertian ada yang ibadah secara online ada juga ibadah secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal yang sama juga diperlakukan di dalam pelayanan di Gereja Persekutuan Pengabar Injil (GAPPIN) Imanuel Mulai. Oleh karena pembatasan ibadah ini menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan keuangan gereja, karena rata-rata pendapatan keuangan gereja didapatkan dari kegitan ibadah yang diadakan melalui persembahan jemaat sehingga ketika jemaat dibatasi untuk beribadah maka secara otomatis pula pendapatan gereja mengalami penurunan. Dampak lain adalah selama covid-19 jemaat GAPPIN Imanuel Mulai juga berkurang dalam memberikan persembahan perpuluhan. Oleh karena itu pihak gereja terus mengupayakan supaya jemaat dapat mensuport gereja secara vinansial sehingga pembiayaan dalam oprasional gereja tetap terpenuhi.Kata Kunci : Pembatasan Ibadah Dan Keuangan Gereja
VISI ALLAH: Suatu Kunci untuk Pencapaian Tujuan Besar dalam Pelayanan Pemimpin Rohani Yang Berkenan Kepada Allah Benjamin, Yoel
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/5fbf5e22

Abstract

Abstract: The growth of the church and all the servants of God in this world, whatever, must begin with a vision: Without vision: people live arbitrarily. The vision of God, always tested with tests and suffering. Paul knew clearly what God's vision was for his life. Paul was called to serve other nations, but he was dominated by other concepts of thought. That vision is really very important, and we must hold fast to the vision that God has given. We need to learn from biblical examples, about people who have visions, like Abraham, Joseph, Moses and Paul. If one organization, institution or person goes far from the vision that God has given them, then they will experience all kinds of problems like Paul's. God is not a human who must repent. He is also not a human child who can lie. If He says something of a vision, He is sovereign to follow, both to the point of being. vision will be tested through many problems and problems, through many challenges and other unpleasant things. In general, that vision will bring us into conflict with other people who try to get you out of that vision and say that your vision is not from God. Even certain actions will be directed at us, while we move into the vision that God has given us. It is part of God's examination process in connection with the vision that has been given to us. Keywords: Vision, Test, Paul, God, Moses.Abstrak: Pertumbuhan gereja dan segala pelayan Tuhan di dunia ini, apapun, haruslah dimulai dengan visi: Tanpa visi: orang-orang tinggal dengan seenaknya. Visi dari Tuhan, selalu diuji dengan ujian-ujian dan penderitaan. Paulus tahu jelas apa visi Allah untuk kehidupannya. Paulus dipanggil untuk melayani bangsa-bangsa lain, tetapi dia dikuasai oleh konsep pemikiran yang lain. Visi itu sungguh sangat penting, dan kita harus berpegang erat pada visi yang Allah sudah berikan. Kita perlu belajar dari contoh-contoh Alkitab, mengenai orang-orang yang memiliki visi, seperti Abraham, Yusuf, Musa dan Paulus. Jika satu organisasi, institusi atau pribadi melangkah jauh dari visi yang Allah berikan kepada mereka, maka mereka akan mengalami segala jenis persoalan seperti yang dialami Paulus. Tuhan bukanlah manusia yang harus bertobat. Dia juga bukan anak manusia yang dapat berdusta. Jika Dia mengatakan sesuatu visi, Dia berdaulat untuk diikuti, baik sampai pada titik komanya. visi akan diuji melalui banyak masalah dan persoalan, melalui banyak tantangan dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya. Pada umumnya visi itu akan membawa kita ke dalam konflik dengan orang-orang lain yang berusaha agar saudara ke luar dari visi tersebut dan mengatakan bahwa visi saudara itu bukan dari Allah. Bahkan beberapa tindakan tertentu akan ditujukan kepada kita, sementara kita bergerak ke dalam visi yang Allah sudah berikan kepada kita. Itu merupakan bagian dari proses ujian Allah sehubungan dengan visi yang telah diberikan kepada kita.Kata kunci: Visi, Ujian, Paulus, Allah, Musa.

Page 1 of 1 | Total Record : 3