cover
Contact Name
Palupi Lindiasari Samputra
Contact Email
admin@iasssf.com
Phone
+6281929015392
Journal Mail Official
napbres@journal-iasssf.com
Editorial Address
Cluster Kukusan Jalan Rawa Pule 1 No 25 M, Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, 16425, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of National Paradigm - Based Resilience Strategy
ISSN : -     EISSN : 30473799     DOI : https://doi.org/10.61511/napbres.v1i2.2024
Core Subject : Social,
Aims NAPBRES aims to push forward the development of resilience strategies grounded in national contexts. It serves as a venue for pioneering research focused on how national paradigms can be utilized to bolster resilience in diverse areas. The journal seeks to uncover how national frameworks influence and enhance strategies for managing risks and adapting to changes. Focus NAPBRES is dedicated to presenting insightful research that connects national paradigms with resilience strategies. The journal places a premium on studies that explore the intersection of national policies and cultural contexts with resilience planning. Contributions that offer fresh perspectives on integrating national viewpoints into resilience strategies are highly valued. Scope This journal seeks to publish a broad range of scholarly articles, including: 1. National Paradigms in Resilience Planning: This area explores how national policies, frameworks, and governance structures influence the development and implementation of resilience strategies. It includes studies on the integration of national priorities into resilience planning and the role of national paradigms in shaping effective response mechanisms. 2. Cultural and Economic Influences: Research in this scope investigates the impact of cultural values, traditions, and economic conditions on resilience strategies. It examines how cultural norms and economic realities inform resilience planning and adaptation measures, and how these strategies are tailored to fit diverse national contexts. 3. Sector-Specific Resilience Strategies: This section focuses on resilience strategies designed for specific sectors, such as healthcare, infrastructure, disaster management, and agriculture. It looks at how national paradigms are applied within these sectors to enhance their resilience and response capabilities, addressing sector-specific challenges and opportunities. 4. Case Studies of National Initiatives: This area provides detailed analyses of national-level resilience initiatives, highlighting successful case studies and lessons learned. It includes evaluations of how different countries have approached resilience building, the effectiveness of various strategies, and the impact on national and local levels. 5. Innovative Approaches and Technologies: Research in this scope examines emerging strategies and technologies that contribute to national resilience. It includes studies on new methodologies, technological advancements, and innovative practices that improve resilience planning and risk management, and how these innovations are adopted and adapted within national frameworks.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024" : 5 Documents clear
Sistem pertahanan semesta bagi model pemberdayaan masyarakat berdasarkan konsep tata kelola polisentris Fathurrohman, Umar; Supriyadi, Asep Adang
Journal of National Paradigm-Based Resilience Strategy Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/napbres.v1i2.2024.1029

Abstract

Pendahuluan: Model tata kelola dalam sistem pertahanan menjamin tercapainya kebijakan yang ditetapkan  oleh pemerintah. Pada sistem penguatan komponen kebijakan, model pertahanan telah melibatkan beragam aktor. Namun, perlu dipahami arti dari penguatan pertahanan yang tidak dimaksudkan pada pengendalian dominasi militer, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap negara. Metode: Penelitian ini berusaha melihat sistem pertahanan yang digunakan berdasarkan tinjauan tata kelola polisentris. Metode kepustakaan kualitatif digunakan sebagai model analisis berdasarkan basis pengumpulan data. Temuan:  Tata Kelola Polisentris memberikan kemungkinan pemberdayaan bidang pertahanan dengan melibatkan banyak aktor yang terbentuk berdasarkan keseluruhan aturan tata kelola, karakteristik permasalahan, dan heterogenitas dalam pemberdayaan bidang pertahanan. Pada tahap ini telah terbentuk pola pemberdayaan daerah untuk tujuan pertahanan yang sejalan dengan kepentingan kesejahteraan rakyat. Terdapat kolaborasi antar aktor di setiap level yang tetap memperhatikan kepentingan pertahanan di setiap programnya. Kesimpulan: Penelitian terkait tata kelola polisentris dalam pemberdayaan bidang pertahanan masih sebatas analisis data sekunder. Perlu dilakukan kajian lebih mendalam agar dapat ditemukan bentuk implementasi yang tepat
Simulasi arena kantor pelayanan perpajakan (KPP) pratama Jakarta Kebon Jeruk Satu: analisis sistem perpajakan dalam antrian layanan selama pandemi covid-19 Purba, Nely Ratih; Rouli, Jouliana
Journal of National Paradigm-Based Resilience Strategy Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/napbres.v1i2.2024.1069

Abstract

Pendahuluan: Pandemi Covid-19 berperngaruh pada sistem pelayanan yang terjadi pada KPP Pratama Kebon Jeruk Satu Jakarta. Sistem pelayanan yang diberlakukan adalah pelayan terbatas, khususnya pada sistem antrian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari perubahan sistem pelayanan ruang publik, khususnya pada karakteristik sistem antrian, lama waktu tunggu pelanggan, dan faktor dari kebijakan yang diberlakukan. Metode: Kolaborasi dua metode penelitian digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif yang didasarkan pada sistem waawancara, observasi, kumpulan data sekunder. Penelitian juga memberlakukan adanya simulasi yang menggunakan software arena. Temuan: Hasil temuan analisis ditemukan melalui diagram fishbone, yang menunjukkan terkait empat strategi alternatif mengenai waktu tunggu pelayanan perpajakan. Empat strategi ini berkaitan dengan alternatif perbaikan lokasi pelayanan, alternatif penambahan petugas lapangan, efisisensi waktu kerja, dan pembaharuan proses kerja setiap petugas lapangan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui pentingnya strategi dalam perbaikan sistem pelayanan, khususnya perpajakan di Indonesia. Perbaikan sistem melalui simulasi arena didapati hasil adanya efisiensi waktu tunggu melalui penurunan sebesar 50% pada kategori produktivitas & kualitas, 45,7%, pada kategori orang, lalu kategori tempat sebesar 40,7%, dan kategori proses sebesar 24,9%.
Transformasi aktivisme digital menuju aktivisme riil: Kajian atas garuda biru dan unjuk rasa 22 Agustus 2024 Puspitasari, Maria
Journal of National Paradigm-Based Resilience Strategy Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/napbres.v1i2.2024.1096

Abstract

Introduction: Digital activism is one of the faces of democracy, especially as a reflection of participation. Social media flooded with 'emergency warning' Garuda Biru Pictures on a navy-blue background after Parliament/House rejects Court Decision on August 21, 2024. It reflected democracy that was in turmoil and transitioning to real social activism, namely a demonstration at the Parliament Digital activism is one of the faces of democracy, especially as a reflection of participation. Social media flooded with 'emergency warning' Garuda Biru Pictures on a navy-blue background after Parliament/House rejects Court Decision on August 21, 2024. It reflected democracy that was in turmoil and transitioning to real social activism, namely a demonstration at the House the next day. In the context of democracy, this reflects awareness and resistance of the planned the Constitutional Court's (MK) legal ruling. This study aims to reveal the content of messages on social media about how netizens interpret democracy. Second is how the interpretation turns into demonstration activism. Methods: A qualitative approach is used to describe the two main objectives of the study by exploring them through text observations on several X Twitter accounts for the period August 21-24, 2024, supported by interviews with two informants who are experts in the field of democracy and digital activism as a way of triangulating data and methods. Finding: The results of the study show that digital activism is a form of active participation in interpreting democracy in daily life. Social media showed as the effective channel for expressing meaning and disappointment regarding democratic practices. Second, digital activism can transform into real activism when there are several prerequisites, first there is a disillusionment towards the weakening of democracy, Cumulative disillusionment becomes the driving force of real activism. And social media becomes a channel to mobilize netizens to move to uphold democracy in overseeing. And there is a sequential historical moment that harmed the nation. Conclusion: The conclusion is democracy interpreted as freedom of expression including carrying out effective mobilization for real activism demonstrations and has an impact on efforts to save democracy by cancelling the DPR's plan to withdraw the Constitutional Court's decision. The change of a digital activism into a real-tangible activism occurs when there is a disillusionment and a historical moment that makes many people aware that the nation is being harmed.
Strategi inovasi program rehabilitasi pada penyalahguna narkotika di Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat ketahanan lembaga Badan Narkotika Nasional Hartini, Tutik; Sutoyo, Johannes
Journal of National Paradigm-Based Resilience Strategy Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/napbres.v1i2.2024.1217

Abstract

Pendahuluan: Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading sector dalam penanganan narkotika harus terus diperkuat lembaganya agar dapat menjalankan fungsinya untuk melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).  Rehabilitasi merupakan salah satu fungsi pencegahan dimana upaya ini bertujuan mencegah sekaligus memulihkan penyalahguna narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki BNN serta merumuskan strategi pengembangan program rehabilitasi yang inovatif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan utama penelitian berjumlah 6 (enam) orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menjadi kekuatan BNN adalah kemitraan/rujukan, anggaran, fasilitas, dan lokasi yang strategis. Kemudian faktor kelemahannya adalah promosi program, petugas rehabilitasi, program rehabilitasi, serta SOTK dan perizinan klinik rehabilitasi BNN. Sementara itu untuk peluang yang dimiliki BNN adalah kepercayaan masyarakat, tren penyalahgunaan zat, dan persepsi manfaat rehabilitasi. Faktor yang menjadi ancaman adalah persepsi hambatan rehabilitasi, lembaga rehabilitasi di luar BNN, dan penemuan kasus narkotika yang sulit. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi inovasi program rehabilitasi yang menjadi prioritas untuk memperkuat ketahanan lembaga BNN adalah membuat algoritma layanan rehabilitasi rawat jalan, peningkatan kemampuan petugas, dan peningkatan promosi program rehabilitasi yang lebih informatif dan terintegrasi.
Strategi perdagangan internasional sawit Indonesia menghadapi penerapan renewable energy directive (RED) oleh Uni Eropa (UE) dengan pendekatan intelijen kompetitif Muzahid, Ahmad; Samputra, Palupi Lindiasari
Journal of National Paradigm-Based Resilience Strategy Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/napbres.v1i2.2024.1406

Abstract

Pendahuluan: Uni Eropa memberlakukan kebijakan RED yang berkaitan dengan penerapan keberlanjutan terhadap sumber energi terbarukan dalam. Dalam kajian sebelum RED II menempatkan produk sawit sebagai salah satu penghasil emisi akibat penggunaan Indirect Land Use Change (ILUC). Hal ini tidak hanya menimbulkan permasalahan pada kuantitas ekpor minyak sawit Indonesia, akan tetapi preseden yang ditimbulkan dari Kebijakan oleh UE tersebut terhadap minyak sawit Indonesia di pasar global. Tujuan penelitian untuk mengetahui apa saja motivasi UE dalam menerapkan kebijakan RED dari sisi sosial, politik dan lingkungan, serta strategi perdagangan Indonesia dengan menggunakan pendekatan intelijen kompetitif. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan melakukan pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Analisis menggunakan pendekatan intelijen kompetitif, Teori Berlian dari Porter, PESTLE dan selanjutnya dilakukan analisis SWOT. Hasil penelitian: Motif kebijakan RED tidak hanya akibat faktor lingkungan, namun juga terkait dengan politik dan ekonomi. Kesimpulan: Dalam menghadapi RED Strategi perdagangan Internasional sawit Indonesia dapat dilakukan dengan mengembangkan jalur hilirisasi sawit dalam negeri, mengembangkan SDM, meningkatkan pengawasan dalam implementasi regulasi terkait industri sawit, selanjutnya mengedapankan industri sawit berkelanjutan sebagai counter terhadap kampanye negatif dan kebijakan RED, dengan mengusung dampak sosial yang ditimbulkan dari kebijakan RED jika ekspor sawit ke UE dihentikan, sebagai bagian dari standarisasi berkelanjutan yang memenuhi unsur ekonomi, lingkungan dan sosial. Selain itu, juga dipertimbangkan untuk mengoptimalkan pasar baru, terutama negara-negara yang mengalami peningkatan kebutuhan minyak nabati khususnya sawit, seperti India, Pakistan dan China.

Page 1 of 1 | Total Record : 5