cover
Contact Name
Febri Dristyan
Contact Email
fdristyan@gmail.com
Phone
+6282273841417
Journal Mail Official
inflasijemp@gmail.com
Editorial Address
Jl Nusa Indah No 47
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan
ISSN : -     EISSN : 30481449     DOI : -
Core Subject : Economy,
"Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Perbankan" adalah sebuah publikasi akademis yang bertujuan untuk menjadi platform bagi penelitian, analisis, dan pembahasan terkait isu-isu ekonomi, manajemen, dan perbankan. Jurnal ini menyediakan ruang bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pemikiran, ide, dan temuan terbaru mereka dalam berbagai aspek bidang-bidang tersebut. Dengan cakupan yang luas, jurnal ini menerima dan menerbitkan artikel-artikel yang mencakup berbagai topik dalam bidang ekonomi, manajemen, dan perbankan, termasuk tetapi tidak terbatas pada: teori ekonomi, kebijakan fiskal dan moneter, manajemen strategis, manajemen sumber daya manusia, keuangan perusahaan, perbankan, ekonomi internasional, pembangunan ekonomi, dan inovasi bisnis.
Articles 46 Documents
Rencana Manajemen Strategik Polda Sumbar 2025–2030: Analisis Swot Dan Rekomendasi Kebijakan Novriadi Fernando; Syafwandi Syafwandi
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 2 (2025): Inflasi - November
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i2.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan Rencana Manajemen Strategik Polda Sumatera Barat periode 2025–2030 melalui analisis SWOT sebagai dasar perumusan kebijakan keamanan publik yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan pendekatasn kualitatif menggunakan metode studi kasus di Polda Sumatera Barat, dengan sumber data primer berupa wawancara dan observasi, serta data sekunder dari literatur dan dokumen resmi. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor total faktor internal (IFAS) adalah 2,59 dan faktor eksternal (EFAS) adalah 2,70, yang menempatkan Polda Sumbar pada Kuadran I (strategi agresif). Kekuatan utama meliputi konektivitas struktural dengan Renstra Polri nasional, jejaring kerja sama lintas sektor, dan komitmen peningkatan SDM, sedangkan kelemahan mencakup tingginya angka kriminalitas, keterbatasan fasilitas, serta manajemen data yang belum optimal. Peluang terbesar berasal dari sinkronisasi program keamanan publik dengan kebijakan provinsi dan dukungan teknologi informasi, sementara ancaman utama adalah dinamika sosial-ekonomi serta potensi konflik politik lokal.
Kinerja Keuangan Lembaga Zakat Daerah: Studi Empiris Pengelolaan Dana ZIS di BAZNAS Kabupaten Boyolali Vikry Nadhiva; Khoirul Umam; Ani Qotuz Zuhro’ Fitriana
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 2 (2025): Inflasi - November
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i2.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai kinerja keuangan BAZNAS Kabupaten Boyolali dengan mengacu pada laporan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) selama tahun 2021–2024. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kuantitatif berbasis data sekunder, yang diperoleh dari laporan penerimaan, distribusi dana, serta laporan posisi keuangan BAZNAS dalam kurun empat tahun tersebut. Evaluasi dilakukan melalui analisis rasio efektivitas, efisiensi, dan pertumbuhan guna melihat sejauh mana lembaga mampu menghimpun serta menyalurkan dana ZIS secara optimal. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa tingkat efektivitas BAZNAS Boyolali sangat tinggi, tercermin dari besarnya porsi dana yang sukses disalurkan kepada mustahik. Rasio efisiensi juga berada dalam kategori baik, ditandai dengan rendahnya biaya operasional dibandingkan total penerimaan. Di sisi lain, rasio pertumbuhan penerimaan dan penyaluran dana menunjukkan pola peningkatan dari tahun ke tahun, meskipun sempat terhambat selama periode pemulihan ekonomi pasca pandemi. Secara umum, kinerja keuangan BAZNAS Boyolali dinilai stabil, transparan, dan akuntabel, serta mencerminkan pengelolaan ZIS yang profesional. Meski demikian, peningkatan sistem digitalisasi laporan dan perluasan program pemberdayaan produktif masih diperlukan agar manfaat penyaluran dana lebih berkelanjutan.  
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Akademik Berdasarkan Perspektif Mahasiswa Lidia Yesa Mega Wijayanti; Qoni’ah Diah Amalia; Yusrika Dwi Susilawati
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 2 (2025): Inflasi - November
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i2.303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas pelayanan akademik berdasarkan perspektif mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi angkatan 2023. Permasalahan utama yang ditemukan adalah ketidaknyamanan mahasiswa terhadap pelayanan akademik, terutama pada aspek kecepatan layanan, aksesibilitas Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), serta perhatian staf dan dosen wali terhadap mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner pendukung. Analisis data dilakukan dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,3% mahasiswa pernah mengalami gangguan SIAKAD, 41,7% menilai staf belum cukup tanggap, dan 83,3% mengetahui adanya keluhan mahasiswa lain terhadap pelayanan akademik. Berdasarkan temuan tersebut, disusun beberapa strategi perbaikan, yaitu optimalisasi SIAKAD, pelatihan service excellence bagi staf, penyederhanaan SOP administrasi, penguatan peran dosen wali, serta pengembangan sistem pengaduan digital. Dengan implementasi strategi ini, diharapkan Fakultas Ekonomi dapat mewujudkan pelayanan akademik yang lebih cepat, responsif, dan berorientasi pada kepuasan mahasiswa.
Navigating Non-Tariff Barriers: Strategic Approaches to Indonesian Halal Product Exports in the Middle East Abu Hasan; Dwi Alifatul Rulliana; Eka Putri Lestari; Dwi Agustin; Salsabila Auliya; Putri Catur Ayu Lestari
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 3 No. 1 (2026): Inflasi - Mei 2026
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v3i1.286

Abstract

The global halal industry has emerged as a strategic sector in international trade, offering significant opportunities for Indonesia as the country with the largest Muslim population in the world. Despite its substantial production potential, the performance of Indonesian halal product exports to Middle Eastern markets remains constrained by various non-tariff barriers. This study aims to analyze the dynamics of non-tariff barriers and identify strategic approaches adopted to strengthen Indonesian halal product exports to the Middle East. A qualitative research design employing content analysis was used to examine data collected from policy documents, academic literature, industry reports, and media publications related to halal trade and export activities. The findings indicate that non-tariff barriers are primarily manifested through differences in halal certification standards, technical regulations, sanitary and phytosanitary requirements, and complex administrative procedures. These barriers increase compliance costs, prolong export processes, and reduce the competitiveness of Indonesian halal products in international markets. The study also reveals that Indonesian exporters, particularly Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), face significant challenges related to certification harmonization, regulatory understanding, and financial capacity. To address these challenges, the government and business actors have implemented several strategic initiatives, including halal diplomacy through Mutual Recognition Arrangements (MRA), strengthening domestic halal certification institutions, providing technical assistance and export training programs, and expanding international trade promotion activities. The study concludes that non-tariff barriers function not only as regulatory constraints but also as critical determinants of export competitiveness. Therefore, greater harmonization of halal standards, enhanced international cooperation, and continuous capacity development are essential for improving the position of Indonesian halal products in Middle Eastern markets.
Enhancing Competitive Advantage and Service Quality Through Human Resource Performance Optimization: The Case of Dominance Coffee Ade Trinanda; Charissa Dewi Syandra; Nathania Risma Nabilah
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 3 No. 1 (2026): Inflasi - Mei 2026
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v3i1.292

Abstract

This study examines how integrating human resource management and operational process control enhances service quality and competitive advantage in a Banyuwangi-based coffee shop case. The main problems identified include increased waiting time, irregular queues during peak hours, and fluctuating service consistency. The proposed solution combines attitude-based recruitment, staged training, a collaborative work culture, category-specific Service Level Agreements (SLA) for serving time, queue management based on receipt order, an expediter role, and routine briefings. The research aims to assess the impact of an integrated HR–operations approach on responsiveness, reliability, and empathy, while formulating a scalable, continuous-improvement model. Preliminary results indicate improved serving-time consistency, reduced bottlenecks during peak load, and more positive customer perceptions of service reliability. These findings highlight the importance of a feedback loop between operations and digital marketing through employees’ dual roles as content creators to accelerate service improvements.
The Birth of the ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA): A Historical Inquiry into China’s Power, Motivations, and Strategies Luerdi Luerdi
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 3 No. 1 (2026): Inflasi - Mei 2026
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v3i1.301

Abstract

ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) has been one of the world’s influential free trade cooperations since its inception in 2010, making the region of Southeast Asia, together with China, a large and dynamic regional market. China acted as an important actor in the formation of the ACFTA. This research sought to deepen China’s role, tracing back to the formation of such cooperation, particularly its economic power, motivations, and strategies driving the free trade cooperation. This research employed a qualitative method with a case study approach and economic liberalization theory. The results indicate that China’s economic power was a major factor for ASEAN member states to agree on the formation of the ACFTA. In addition, China’s motivations and strategies in expanding economic influence aligned with the interests of ASEAN to enhance trade liberalization and regional economic integrity.