cover
Contact Name
Gita Noveri Eza
Contact Email
bungarampaiunimed@gmail.com
Phone
+6285263097850
Journal Mail Official
gitanoverieza@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi PG- PAUD FIP UNIMED Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate Email : bungarampaiunimed@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Bunga Rampai Usia Emas
ISSN : 23019409     EISSN : 25027166     DOI : https://doi.org/10.24114/jbrue
Core Subject : Education,
Ruang lingkup Jurnal Bunga Rampai Usia Emas, yaitu: Penelitian dan/atau gagasan ide serta hasil pengabdian masyarakat di bidang pendidikan anak usia dini, meliputi pengembangan kognitif, fisik motorik, bahasa, nilai agama dan moral, sosial emosional, serta pengembangan seni dan kreativitas, pengelolaan PAUD, psikologi perkembangan anak, ilmu parenting, alat permainan edukatif, inovasi pembelajaran PAUD dan berbagai bidang yang berkaitan dengan anak usia dini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1: Juni 2015" : 6 Documents clear
HUBUNGAN PERANAN ORANG TUA TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI Cut Venny Luciana
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 1, No 1: Juni 2015
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.86 KB) | DOI: 10.24114/jbrue.v1i1.9282

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah serta berlangsung seumur hidup. Keutamaan pemberian pendidikan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua dan keluarga karena merekalah lingkungan yang paling dekat dan pertama bagi anak. Kerjasama antara sekolah dan orang tua merupakan hal mutlak yang tidak dapat dipisahkan. Namun, kenyataan yang dilihat dilapangan banyak sekali orang tuayang tidak memahami tanggung jawab terhadap anaknya. Mereka beranggapan bahwa ketika telah menitipkan anaknya di sekolah lepaslah tanggung jawabnya dalam mendidik anaknya. Dampak dari ketidakpedulian orang tua ini yang paling tampak adalah minat belajar anak masih rendah. Untuk menyelesaikan masalah ini penulis mencoba mengkaji hubungan peranan orang tua terhadap minat belajar anak usia dini.
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL (GOWOKAN) TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ASISI MEDAN T.A 2014/2015 Jasper Simanjuntak; Tialin Barutu
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 1, No 1: Juni 2015
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.321 KB) | DOI: 10.24114/jbrue.v1i1.9276

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional gowokan terhadap perilaku sosial anak usia 5-6 tahun di TK Asisi TA 2014/2015. Hasil pengamatan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara teori dan kenyataan pada tahapan perkembangan sosial anak, dimana kemampuan sosial anak masih belum berkembang secara maksimal. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen, yaitu only-post test control grup design. Populasi dari penelitian ini berjumlah 100 orang anak yang terdiri dari kelas A, kelas B1, B2, B3, dan B4. Sampel diambil secara random sebanyak 40 anak, yaitu 20 anak di B3 sebagai  kelas eksperimen dan 20 anak di B4 sebagai  kelas kontrol. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar tes informal yang berisi sebuah daftar jenis kegiatan atau perilaku yang akan diamati (observasi).Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pada kelas eksperimen sebesar 61,4  dengan nilai tertinggi 64 dan nilai terendah 52. Keterampilan sosial anak pada kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol yang mempunyai nilai rata-rata 42,3 dengan nilai tertinggi 50 dan nilai terendah 32. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan permainan tradisional (gowokan) berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku sosial anak, dilihat dari uji thitung  >   ttabel  (31,11 >2,021) dengan taraf α = 0.05. Dengan demikian, hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa permainan tradisional (gowokan) berpengaruh positif terhadap perilaku sosial anak usia 5-6 tahun di TK Asisi pada tahun ajaran 2014/2015.
PENGARUH KEGIATAN KOLASE TERHADAP KECERDASAN VISUAL-SPASIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA MASJID AGUNG MEDAN T.A. 2014/2015 Dorlince Simatupang; Lady Ema
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 1, No 1: Juni 2015
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v1i1.9277

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: apakah ada pengaruh kegiatan kolase terhadap kecerdasan visual-spasial anak usia 5-6 tahun di RA Masjid Agung Medan Tahun Ajaran 2014/2015? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan kolase terhadap kecerdasan visual-spasial anak usia 5-6 tahun di RA Masjid Agung Medan Tahun Ajaran 2014/2015.Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B yang ada di RA Masjid Agung Medan yang berjumlah 20anak. Pengambilan sampel dilakukan secara acak yaitu dengan undian, dimana saat pengambilan pertama yaitu kelas B1 sebagai kelas kontrol dan pengambilan kedua sebagai kelas eksperimen yaitu kelas B2. Teknik pengumpulan data melalui observasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis (Uji-t).Hasil analisis data obserbvasi akhir kecerdasan visual-spasial anak dengan menggunakan uji homogenitas, diperoleh nilai < atau 1,22 < 3,18. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa kedua data bersifat homogen. Kemudian dari uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pada taraf nyata a = 0,05 diperoleh thitung = 20,8 > ttabel = 1,733. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari kegiatan kolase terhadap kecerdasan visual-spasial anak usia 5-6 tahun di RA Masjid Agung Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Kegiatan kolase dapat dijadikan salah satu alternatif dalam mengembangkan kecerdasan visual-spasial anak usia 5-6 tahun di RA Masjid Agung Medan Tahun Ajaran 2014/2015.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK MELALUI METODE CERITA BERGAMBAR DI KELOMPOK B PAUD LESTARI PEKAN LABUHAN TAHUN AJARAN 2012-2013 Khadijah Nasution
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 1, No 1: Juni 2015
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v1i1.9284

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah melalui metode cerita dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak di PAUD Lestari Pekan Labuhan Tahun Ajaran 2012-2013.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, dimana setiap siklus diadakan 2 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 20 orang, yang terdiri dari 12 orang anak perempuan dan  8 orang anak laki-laki. Alat pengumpul data yang digunakan peneliti adalah lembar observasi. Hasil analisis siklus I diperoleh bahwa tindakan yang dilakukan peneliti belum optimal, hal ini diketahui dari jumlah anak yang mengalami perkembangan bahasa dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 pada siklus I adalah 1 anak atau sebesar 5% dan sisanya 19 anak atau sebesar 90%. Siklus II diperoleh bahwa tindakan yang dilakukan peneliti sudah optimal, hal ini diketahui dari jumlah anak yang mengalami perkembangan bahasa lebih baik dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 pada siklus II adalah 15 anak atau sebesar 75% dan sisanya 5 anak atau sebesar 25%.Dari hasil temuan penelitian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II, hal ini terlihat dari rata-rata peningkatan pencapaian perkembangan bahasa atau dengan penerapan metode cerita bergambar untuk meningkatkan perkembangan kemampuan bahasa pada Anak Usia Dini Kelompok B PAUD Lestari Pekan Labuhan dapat dikatakan berhasil.
ANAK SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL Wan Nova Listia
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 1, No 1: Juni 2015
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v1i1.9278

Abstract

Anak dilahirkan dalam keadaan suci dan bersih. Selain sebagai makhluk individu anak juga merupakan makhluk social yang mebutuhkan orang lain untuk hidup. Orang dewasa baik orangtua, guru, maupun lingkungan sekitarnya mempengaruhi kehidupan anak selanjutnya. Maka dari itu, untuk membentuk kepribadian yang baik dan dapat diterima oleh lingkungan sekitarnya maka diperlukan peran serta aktif dari orang dewasa untuk mewujudkan hal tersebut.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN BALOK DI PAUD DAHARNAS LESTARI TAHUN AJARAN 2012-2013 Mahnifra Mahnifra
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 1, No 1: Juni 2015
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v1i1.9279

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah: 1) anak belum mampu menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah, 2) anak belum mampu mengembangkan kemampuan logika matematika, 3) kurangnya kemampuan dalam menggunakan media yang sesuai dengan kemampuan kognitif anak, 4) kurangnya rangsangan dan pelatihan dari guru dalam media balok dalam meningkakan kemampuan kognitif anak.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 30 orang, yang terdiri dari 14 orang anak perempuan dan  16 orang anak laki-laki. Alat pengumpul data yang digunakan peneliti adalah lembar observasi. Temuan hasil siklus I menunjukkan bahwa perolehan nilai anak yang tergolong kurang 3,33%, yang tergolong cukup adalah 20%, yang tergolong baik adalah 66,7%, yang tergolong baik sekali adalah 10%. Dengan demikian kemampuan kognitif anak pertemuan I siklus I berada pada tingkat kategori baik sebesar 66,7%. Belum maksimalnya pada saat dilakukan siklus I dengan menggunakan kotak-kotak anak kurang tertarik dan kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, pada siklus II dilakukan dengan menggunakan balok maka diperoleh data hasil siklus II menunjukkan bahwa perolehan nilai anak yang tergolong kurang tidak ada, yang tergolong cukup tidak ada, yang tergolong baik adalah 3,33%, yang tergolong baik sekali adalah 96,7%. Dengan demikian kemampuan kognitif anak pertemuan I siklus I berada pada tingkat kategori baik sekali sebesar 96,7%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6