cover
Contact Name
Irawan Wibisono
Contact Email
irawan.wibisono@uwhs.ac.id
Phone
+62895395190079
Journal Mail Official
jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Editorial Address
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG Jln Subali Raya No 12, Kraprak, Semarang Barat Telepon (024) 7612988, Fax (024) 7612944 Email : jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
ISSN : 26568640     EISSN : 26847272     DOI : https://doi.org/10.33660/jipmk.v6i2
Core Subject : Health,
merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang ilmu dan teknologi kesehatan yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam JIPMK (Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan) Universitas Widya Husada Semarang, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
PENDAMPINGAN PADA SISWA SEKOLAH PERTAMA TENTANG KEPERCAYAAN DIRI (ACNE VULGARIS) DI SMPN 31 SEMARANG Windyastuti - -
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.2

Abstract

Tujuan : Memberikan informasi dan edukasi tentang pencegahan acne vulgaris dan penanganannya. Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan dalam perawatan wajah yang terkena acne vulgarisTarget : Terbentuk TIM UKS yang terdiri dari guru, komite sekolah dan siswa. Guru, siswa dan komite sekolah mampu menjelaskan kepada siswa yang bermasalah tentang acne vulgaris dan Pengobatan secara herbal yang dapat digunakanMetode : Tahap perencanaan dimulai dengan koordinasi dengan pihak sekolah tentang pelaksanaan Tim Usaha Kesehatan Sekolah, diadakan sosialisasi pembentukan tim kesehatan sekolah dan pembinaan pengurus UKS di SMPN 31 Semarang. Pelaksanaan Untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa yang mempunyai masalah kesehatan acne vulgaris di SMPN 31 Semarang dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat pada diri sendiri melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan melalui kegiatan UKS. Pendidikan Kesehatan di SMPN 31 Semarang. Pendidikan kesehatan adalah upaya yang diberikan berupa bimbingan atau tuntunan kepada guru dan siswa tentang kesehatan yang meliputi seluruh aspek kesehatan pribadi (fisik, mental dan sosial) agar kepribadiannya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.Hasil kegiatan : Terbentuk tim kesehatan sekolah, UKS, berjalannya kegiatan yang dilakukan oleh anggota tim UKS, kemandirian anggota UKS dalam memberikan solusi terutama tentang masalah kesehatan acne vulgaris.Kata kunci : Pendampingan, siswa, kepercayaan diri
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KESEHATAN TUBUH PETANI LEBIH PENTING DARI KESEHATAN TANAMAN Sri Suparti; Untung Suparman
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.4

Abstract

Petani tidak terlepas dari tanaman, masyarakat kecik dengan mengutamakan tanaman supaya hasil panen berlimpah, untuk melindungi tanaman dari serangan hama petani aktif dalam pemakaian pestisida hingga kurang peduli dampak pestisida terhadap  kesehatan tubuhnya. Tujuan memberikan pengetahuan tentang risiko mengutamakan tanaman dibandingkan dengan tubuh petani, pengetahuan tentang dampak pestisida bagi tubuh petani. Metode Pengabdian masyarakat digunakan dalam Pengabdian masyarakat ini mengugunakan metode yang langsung (direct communication/face to face communication)Hasil menunjukan petani kategori tua 36 orang (43.9%), pendidikan rendah  40 orang (48.8%) yang mengalami sakit 16 orang (19.5%) yang melakukan pemeriksaan 7 orang(8.5%) kebiasaan merokok 37 orang (45.1%) memakai APD masuk  kategori buruk 59 orang (72.0%). Dilakukan pemeriksaan mata mengenai katarak yang menderita 24 orang(29.3%), pengelolaan pestisida kategori buruk 50 orang (61.0%), semua masyarakat memakai pestisida untuk melindungi tanaman dari seranngan  hama, masa kerja kategori lama  60 orang (73.2%).Kesimpulan didapat lebih mengutamakan tanaman untuk hasil yang sesuai dengan harapan dibandingkan dengan kesehatan tubuh petani. Kebiasaan merokok 45.1% dan pemakaian APD ketegori buruk 72%. Paparan pestisida pada petani 82 orang (100%) mengunakan pestisida untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Pemeriksaan kesehatan mata  24 orang (29.3%) mengalami katarak. Sebaiknya kesehatan tubuh di utamakan. Meminimalisasi pemakainan pestisida, lakukan pengelolaan dengan baik dan biasakan memakai APDKata kunci : Kesehatan, Tanaman, Petani Farmer can not be separated from the plant. Kecik society improve the growth of the plant,and the priority is abundant crops. For protecting the plant from insects,farmer use pestisides,but many of them forget with their healthy.Aims :The aims of this counseling are to give knowledge about the risk of forgotten the body health compared with the plant health,and also about the impact of pesticides for farmer’s health.Methode :This counseling uses direct communication method or face to face communication.Result :The result of this counseling are category old farmer 36 people(43,9%),low education 40 people(48,8%) there is 16 people sick(19,5%) has examination 7 people(8,5%),smoking activity 37 people(45,1%),people with APD is bad category 59 people(72,0%),eye examinations there are 24 people with cataract(29,3%),waste management were bad category 50 people(61,0%),in field society use pesticides for protecting the plant from insects,there are 60 people (73,2%) were monitoring the body health.Conclution:There are caring the plant more preferred than caring the body health.,smoking activity 45,1% and use APD bad category 72%, pesticides contact 82 people(100%) use pesticides for protecting the plant from insects. Eye Examination 24 people(29,3%) are cataract,priority the body health,use lowest pesticides,use the best APD.Key:Healthy,Plant,Farmer
DAMPAK PENDAMPINGAN PENCEGAHAN DIARE DI SD N I KARANGANYAR KOTA SEMARANG Ambar Dwi Erawati; Rinayati Rina Rinayati; Sri Ning Wahyuning
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.5

Abstract

Kegiatan pendampingan pencegahan diare di latar belakangi tingginya kejadian diare pada anak di kota Semarang. Untuk mengurangi angka kesakitan diare kususnya di kelurahan Karanganyar, pelaksana pengabdian melakukan pendampingan pencegahan diare di SD Karanganyar. Pendampingan yang dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang diare kepada guru dan siswa SD Karanganyar kelas 1 dan 2, Pendampingan cara cuci tangan yang benar sebelum dan sesudah makan, pendampingan di kantin dan penjual disekitar sekolah cara mengemas makanan sehat. Pendampingan dikatakan berhasil jika memenuhi indikator yaitu berkurangnya kejadian Diare di wilayah Kelurahan Karanganyar. Hasil kegiatan akan dipublikasikan pada jurnal nasional ber ISSN. Kata Kunci : Diare, Pendampingan, KaranganyarDiarrhea prevention assistance activities in the background of the high incidence of diarrhea in children in the city of Semarang. To reduce the morbidity of diarrhea, especially in the Karanganyar village. Mentoring is done by providing counseling about diarrhea to teachers and students of SD Karanganyar classes 1 and 2. Assistance in correct hand washing before and after meals, mentoring in the canteen and sellers around the school how to package healthy food. Assistance is said to be successful if it meets the indicator, namely the reduced incidence of diarrhea in the Karanganyar sub-district. The results of the activities will be published in the ISSN national journal.Keywords: Diarrhea, Mentoring, Karanganyar
PKM PELATIHAN PIJAT BAYI BAGI KADER POSYANDU DI WILAYAH KELURAHAN TAMBAKHARJO KEC.SEMARANG BARAT Masfufatun Jamil; Cempaka Kumala Sari; Rifki Trijayanti Siwi
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.6

Abstract

ABSTRAK     Anak usia 0-5 tahun adalah generasi emas (golden periods) dimana anak pada usia tersebut terjadi proses tumbuh kembang yang optimal, sehingga bayi atau anak perlu diberikan stimulasi pijat bayi agar tumbuh kembangnya bisa maksimal. Orang tua khususnya Ibu sebaiknya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anaknya, dengan cara melakukan pijat bayi. Bayi pertama kali belajar berkomunikasi lewat sentuhan orangtua. Maka, meskipun masih sangat kecil, bayi sudah bisa menikmati dan memaknai pijatan yang diberikan.     Di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa masih dipegang perannya oleh dukun bayi. Selama ini, pemijatan tidak hanya dilakukan pada saat bayi sehat, tetapi juga pada bayi sakit atau rewel dan sudah menjadi rutinitas perawatan bayi setelah lahir. Orang yang harus mengetahui tumbuh kembang anak adalah orang tua, selain itu petugas posyandu balita yang menimbang dan memeriksa kesehatan anak. Kader kesehatan Posyandu balita yang memberikan penyuluhan kepada Ibu dan anak harus punya ilmu yang cukup tentang tumbuh kembang dan bagaimana cara mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.Kata kunci : Pelatihan pijat bayi, Kader pos pelayanan terpadu (Posyandu)(ABSTRACT)     Children aged 0-5 years are a generation of gold (golden periods) where children at that age occur the optimal growth process, so that the baby or child needs to be stimulated by baby massage so that the growth can be maximal. Parents, especially mothers, should create a safe and comfortable environment for their children, by doing a baby massage. Babies first learn to communicate through a parent's touch. So, even though it is still very small, babies can enjoy and interpret the massage given.     In Indonesia the implementation of baby massage in the village community is still held by the baby shaman. During this time, massage is not only done when the baby is healthy, but also in sick or fussy babies and has become a routine baby care after birth. People who need to know the growth and development of children are parents, besides the toddler posyandu officers who weigh and check the health of their children. Toddler Posyandu health cadres who provide counseling to mothers and children must have sufficient knowledge about growth and development and how to achieve optimal growth and development.Keywords: baby massage training, integrated service post (Posyandu)
REVITALISASI POSYANDU BALITA DAN PELATIHAN KADER DALAM MENDETEKSI RISIKO KEKURANGAN ENERGI PROTEIN DI RW VII KELURAHAN TAMBAK HARJO Tri Sakti Widyaningsih
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.1

Abstract

Kader kesehatan adalah orang yang berperan aktif dalam peningkatan derajat kesehatan di wilayah kelurahan Tambakharjo kecamatan Semarang Barat. Sesuai permasalahan yang dihadapi mitra tersebut, upaya yang dilakukan antara lain mengadakan pelatihan tentang peningkatan pemahaman posyandu balita, meningkatkan kemampuan kader dalam mendeteksi kekurangan energi protein di masyarakat.Tujuan PKM ini adalah mengajarkan sistem pendampingan kader posyandu balita dan adanya sinergi antara kader, pelayan kesehatan dan orang tua dalam upaya peningkatan kesehatan anak di masyarakat.Metode pada kegiatan PKM ini yaitu diawali dengan penjajagan di RW VII yang dilanjutkan dengan surat ijin kegiatan yang ditujukan kepada Kelurahan Tambakharjo, setelah mendapat persetujuan maka pelaksaan pelatihan kader dilaksanakan pada Sabtu, 31 Agustus 2018 yang diikuti oleh kepala kelurahan Tambakharjo, 9 kader posyandu, ketua RT 1,2,3,4 dan Ketua RW VII. Setelah diadakan pelatihan maka kader dapat mendeteksi dini Kekurangan Energi Protein pada anak selama 1 bulan yang sudah didapatkan hasil dan selanjutnya dapat dievaluasi.Dalam deteksi dini selama 1 bulan didapatkan 4 dari 20 balita yang berada dalam indikator anak mengalami kekurangan energi protein dan berada dalam garis pita kuning dengan feses berwarna hitam, 2 anak yang fesesnya berada pada type 5-7 yaitu feses yang mempunyai kandungan air berlebih. Dan posyandu 5 meja dapat berjalan kembali.Kata Kunci : Revitalisasi Posyandu, pelatihan kader, deteksi dini masalah nutrisi, Kekurangan Energi Protein (KEP)
UPAYA PENCEGAHAN BULLYING MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI ASERTIF PADA KELOMPOK SISWA DI SMP MUHHAMDIYAH 8 SEMARANG Khusnul Aini; Mari Yati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.8

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di SMP Muhammadiyah 8 Semarang, adalah beberapa kali terjadi kasus bullying diantara para siswa. Pihak sekolah sudah melakukan upaya melalui guru BK dengan pendataan kasus serta pemanggilan terhadap korban dan pelaku, namun belum adanya upaya khusus untuk mengatasi bullying di sekolah. Dengan latar belakang tersebut yang menjadi alasan perluya dilakukan pengabdian masyarakat sebagai upaya untuk mencegah kejadian bullying di sekolah melalui pelatihan komunikasi asertif pada siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan asertif kelompok siswa dalam komunikasi asertif untuk mencegah kejadian bullying di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari 2 kegiatan yaitu yang pertama adalah sosialisasi tentang pencegahan bullying dan dilanjutkan dengan pelatihan asertifbyang terdiri dari 5 sesi. Peserta dalam kegiatan ini adalah 51 siswa yang dibagi dalam 3 kelompok. Dari hasil pengkajian awal ditemukan data bahwa 100% siswa pernah mengalami bullying di sekolah. Setelah dilakukan pelatihan komunikasi asertif terjadi perubahan sikap asertif siswa dari 33,3% menjadi 80%. Latihan komunikasi asertif efektif dalam meningkatkan kemapuan asertif siswa sebagai asalah satu upaya untuk mencegah kejadian bullying di sekolah. Semua pihak baik sekolah maupun orang tua meningkatkan kepedulian terhadap kejadian bullying serta memberikan pendampingan kepada siswa sehingga angka bullying dapat ditekan dan kemampuan asertif ditingkatkan. Kata Kunci : asertif, pencegahan, bullying ABSTRACTBased on the results of a preliminary study conducted at Muhammadiyah, 8th Junior High School Semarang, there were several cases of bullying among students. The school has been making efforts through counseling teachers, with data collection as well as called the case against the victim and the perpetrator, but there has been no special effort to overcome bullying at school. From this background which is the reason for the need for community service as an effort to prevent bullying in schools through training assertive communication in students.  The purpose of this community service activity is to increase the assertiveness of students in assertive communication to prevent bullying in schools. This community service activity consists of 2 activities, the first is the socialization of prevention of bullying and continued with assertive training which consists of 5 sessions. Participants in this activity were 51 students divided into 3 groups. From the results of the study it was found that 100% of students had experienced bullying at school. After conducting assertive communication training there was a change in student assertiveness from 33.3% to 80%. Assertive communication exercises are effective in increasing students' assertive abilities as an effort to prevent bullying in schools. All parties, both schools and parents, need to increase awareness of the incidence of bullying and provide assistance to students so that the number of bullying can be suppressed and assertive abilities are improved. Key words : assertive, prevention, bullying

Page 1 of 1 | Total Record : 6