cover
Contact Name
Irawan Wibisono
Contact Email
irawan.wibisono@uwhs.ac.id
Phone
+62895395190079
Journal Mail Official
jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Editorial Address
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG Jln Subali Raya No 12, Kraprak, Semarang Barat Telepon (024) 7612988, Fax (024) 7612944 Email : jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
ISSN : 26568640     EISSN : 26847272     DOI : https://doi.org/10.33660/jipmk.v6i2
Core Subject : Health,
merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang ilmu dan teknologi kesehatan yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam JIPMK (Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan) Universitas Widya Husada Semarang, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 99 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN MATA PADA LANSIA DI KOTA SEMARANG Putri, Aninda; Rochmayani, Dewi Sari
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 1 (Maret) (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i1.135

Abstract

Kesehatan mata pada lanjut usia (lansia) umumnya terjadi karena kemampuan mata untuk secara aktif berfokus pada objek yang dekat perlahan-lahan berkurang dikarenakan usia. Di desa Kedung Jangan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen selama ini mempunyai kegiatan posyandu lansia, namun hanya sebatas melakukan kegiatan senam lansia dan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol dan asam urat. Dari studi pendahuluan 10 lansia tidak mengetahui tentang kesehatan mata dan belum pernah mendapatkan pemeriksaan mata dan banyak yang mengeluh mengalami gangguan penglihatan. Mengingat pentingnya kesehatan mata pada lansia yang akan berdampak bagi kondisi lansia secara umum, maka sangat perlu untuk dilakukan pemberian informasi terkait kesehatan mata pada lansia. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan informasi tentang kesehatan mata, pemeriksaan tajam penglihatan (visus), dan pemberian frame kacamata secara gratis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti sebanyak 50 lansia, dari mulai mengerjakan soal pre test, penyampaian materi, dan mengerjakan post test. Sebelum diberikan pengetahuan sebagian besar subyek belum memahami deteksi dini gangguan penglihatan, hal ini ditunjukkan dengan skor pengetahuan baik sebelumnya 0% menjadi 75%, skor pengetahuan cukup sebelumnya 16% menjadi 23% dan skor pengetahuan kurang sebelumnya 84% turun menjadi 2%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang kesehatan mata pada lansia di Kedung Jangan Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Setelah kegiatan ini diharapkan agar para lansia yang mengikuti kegiatan ini dapat menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat di sekitarnya terutama para lansia.
PKM SOSIALISASI PERAN FISIOTERAP DAN DOKTER DI APLIKASI FISDOK DI DESA BANJARSARI KECAMATAN GAJAH KABUPATEN DEMAK Sugiharto, Sigit; -, Kuswardani
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i2.86

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu di Desa Banjarsari tentang layanan fisioterapi pada aplikasi FisDok hasil karya mahasiswa Universitas Widya Husada Semarang Program Studi Diploma Tiga Fisioterapi. Fokus dari pelaksanaan PKM ini adalah upaya sosialisasi  tentang peran fisioterapi dan dokter pada aplikasi FisDok. Target khusus dari kegiatan PKM ini adalah mengajarkan sistem pendampingan pada para ibu kader di desa Banjarsari Kecamatan Gajah Kabupaten Demak tentang pentingnya peran fisioterapi dan dokter pada aplikasi FisDok. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan pendampingan mulai dari melakukan penyuluhan dan diskusi, sosialisasi dan aplikasi bentuk pelyanan fisioterapi dan dokter pada para kader di Desa Banjrsari. Anggaran dan jadwal pelaksanaan pengabdian masyarakat yang diajukan sudah sangat relevan atau sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. Rencana kegiatan program PKM ini adalah a) Pra survei lapangan, b) Persiapan alat dan bahan pelatihan, c) Persiapan metode pelatiahan, d) Sosialisasi dan pelatihan senam hamil, e) Pendampingan, f) evaluasi, g) Pembuatan program keberlanjutan. Berdasarkan hasil sosialisasi dan pelatihan didapatkan hasil yang signifikan yaitu para ibu kader dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di aplikasi FisDok dan menyebarluaskan ke masyarakat desa Banjarsari.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN LANSIA MENURUNKAN HIPERTENSI Dwi Retnaningsih
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i2.14

Abstract

Abstrak Pada saat ini ada pergeseran penyebab terjadinya kematian, yaitu yang sebelumnya penyakit menular berubah menjadi penyakit yang tidak menular. Penyakit Hipertensi adalah penyakit, gangguan pada pembuluh darah, sehingga mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan seluruh tubuh. Risiko penyakit darah tinggi meningkat antara lain karena faktor usia, keturunan, kebiasaan merokok, konsumsi garam berlebih, kolesterol, stres dan berat badan berlebih atau obesitas. Suatu praktik memijat titik-titik tertentu pada tangan dan kaki atau disebut dengan pijat reflesi,  bermanfaat mengurangi rasa sakit pada tubuh, dapat meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi stres. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan dan memberdayakan lansia dalam melakukan terapi pijat refleksi kaki untuk menurunkan hipertensi dan meningkatkan keharmonisan lansia. Metode ceramah tentang konsep hipertensi. Melakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan pijat refleksi. Menggunakan metode demonstrasi praktik pijat refleksi. Metode berikutnya dengan cara memberdayakan lansia untuk melakukan pijat refleksi. Melakukan  observasi pelaksanaan kegiatan pijat refleksi, dan evaluasi pengukuran tekanan darah. Peserta antusis mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai. Hasil pengabdian: lansia antusias mengikuti kegiatan dan dapat mengikuti kegiatan mulai dari awal sampai selesai. Lansia mampu mengikuti pelatihan pijat refleksi dengan mempraktikan ke sesama lansia. Terjalin hubungan harmonis anatara lansia. Sebagian besar peserta adalah lansia dengan hipertensi berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 32 orang (86.5%), berusia 56-65 tahun yaitu sebanyak 32 orang (86.5%) dan sebagian besar peserta riwayat pekerjaannya adalah tidak bekerja atau pengangguran sebesar 19 (51.4%). Kesimpulan: kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar dan terjalin keharmonisan antar lansia. Gambaran tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan pijat kaki, rata-rata tekanan darah sistolik sebelum adalah 145.41 mg/dl dan rata-rata sesudah dilakukan pijat kaki adalah 134.32 mg/dl. Hasil tekanan darah diastolik sebelum dilakukan pijat refleksi rata-rata 91.22 mg/dl dan setelah dilakukan pijat kaki adalah 82.70mg/dl. Kata Kunci: Lanjut usia, Hipertensi, Therapy Pijat Kaki Abstrack At this time there was a shift in the cause of death that previously transmitted diseases turn into non-communicable diseases. Hypertension was a disease, a disruption in blood vessels, so that the supply of oxygen and nutrients carried by the blood was blocked to the tissues throughout the body. The risk of high blood pressure increases partly because of age, heredity, smoking habits, excessive salt consumption, cholesterol, stress and excess weight or obesity. A practice of massaging certain points on the hands and feet or called reflexion massage, was useful to reduce pain in the body, can increase endurance, increase comfort and reduce stress. The aim of community service was to increase and empower the elderly in performing reflexology foot massage therapy to reduce hypertension and improve the harmony of the elderly. The lecture method about the concept of hypertension. Measuring blood pressure before and after a reflexology massage. Using the demonstration method of reflexology practice. The next method was by empowering the elderly to do reflexology. Observing the implementation of reflexology, and evaluating blood pressure measurements. Antusis participants follow the activities from beginning to finish. Results of dedication: elderly people were enthusiastic about participating in activities and can participate in activities starting from the beginning to the end. The elderly are able to attend reflexology training by practicing to fellow seniors. A harmonious relationship exists between the elderly. Most of the participants were elderly with hypertension of female sex as many as 32 people (86.5%), aged 56-65 years as many as 32 people (86.5%) and the majority of work history participants were unemployed or unemployed by 19 (51.4%). Conclusion: service activities run smoothly and harmony exists among the elderly. The description of blood pressure before and after foot massage, the average systolic blood pressure before was 145.41 mg / dl and the average after foot massage was 134.32 mg / dl. The results of diastolic blood pressure before reflexology were on average 91.22 mg / dl and after foot massage was 82.70mg / dl. Keywords: Elderly, Hypertension, Foot Massage Therapy
PKM Promkes Kelompok Masyarakat Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi COVID-19 di Kelurahan Bangetayu Wetan Supriyanti, Endang; Prihati, Dyah Restuning; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i1.50

Abstract

Adaptasi kebiasaan baru adalah tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Salah satu upaya untuk mewujudkan penerapan  adaptasi kebiasaan baru oleh semua masyarakat adalah dengan sosialisasi yaitu memberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Masyarakat kelurahan Bangetayu Wetan belum tahu tentang arti dari adapatasi kebiasaan baru karena belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang perilaku adaptasi kebiasaan baru. Kelurahan Bangetayu Wetan terletak sekitar 18 KM dari Universitas Widya Husada Semarang, merupakan kelurahan dengan kasus konfirmasi positif COVID-19 cukup tinggi. Sebagian besar masyarakat tidak patuh memakai masker pada saat keluar rumah dan beranggapan bahwa new normal adalah kembali hidup normal seperti sebelum terjadi pandemi covid-19. Tujuan dari pelaksanaan PKM ini adalah upaya peningkatan pengetahuan dan mengembangkan perilaku sehat untuk mencegah penularan COVID -19 khususnya di wilayah RT 11 RW 02 Bangetayu Wetan. Setelah dilakukan kegiatan PKM ini terjadi peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat RT 11 RW 02 Bangetayu Wetan khususnya memakai masker dan mencuci tangan. Akan tetapi perubahan perilaku belum optimal karena masyarakat beranggapan wilayahnya masih aman dari COVID-19.
PENDAMPINGAN PADA SISWA SEKOLAH PERTAMA TENTANG KEPERCAYAAN DIRI (ACNE VULGARIS) DI SMPN 31 SEMARANG Windyastuti - -
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.2

Abstract

Tujuan : Memberikan informasi dan edukasi tentang pencegahan acne vulgaris dan penanganannya. Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan dalam perawatan wajah yang terkena acne vulgarisTarget : Terbentuk TIM UKS yang terdiri dari guru, komite sekolah dan siswa. Guru, siswa dan komite sekolah mampu menjelaskan kepada siswa yang bermasalah tentang acne vulgaris dan Pengobatan secara herbal yang dapat digunakanMetode : Tahap perencanaan dimulai dengan koordinasi dengan pihak sekolah tentang pelaksanaan Tim Usaha Kesehatan Sekolah, diadakan sosialisasi pembentukan tim kesehatan sekolah dan pembinaan pengurus UKS di SMPN 31 Semarang. Pelaksanaan Untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa yang mempunyai masalah kesehatan acne vulgaris di SMPN 31 Semarang dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat pada diri sendiri melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan melalui kegiatan UKS. Pendidikan Kesehatan di SMPN 31 Semarang. Pendidikan kesehatan adalah upaya yang diberikan berupa bimbingan atau tuntunan kepada guru dan siswa tentang kesehatan yang meliputi seluruh aspek kesehatan pribadi (fisik, mental dan sosial) agar kepribadiannya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.Hasil kegiatan : Terbentuk tim kesehatan sekolah, UKS, berjalannya kegiatan yang dilakukan oleh anggota tim UKS, kemandirian anggota UKS dalam memberikan solusi terutama tentang masalah kesehatan acne vulgaris.Kata kunci : Pendampingan, siswa, kepercayaan diri
PENGUATAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DAN PEMERIKSAAN MIOMA UTERI Jamil, Masfufatun; Andriani, Intan
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 2 (Sept) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i2.101

Abstract

Kesehatan Reproduksi yaitu keadaan  sehat  secara  menyeluruh  mencakup  fisik,  mental  dan  kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi. Salah  satu  penyakit  sistem  reproduksi  wanita  sejenis  tumor  yang  sering ditemukan yaitu mioma uteri. Mioma uteri adalah suatu tumor jinak berbatas tegas tidak berkapsul yang berasal dari otot polos dan jaringan ikat fibrous. Di Indonesia kasus mioma uteri ditemukan sebesar 2,39% -11,7% pada semua pasien kebidanan yang di rawat. Kejadian mioma uteri di Jawa Tengah tahun 2016 adalah 9,29% (Profil Kesehatan Jawa Tengah 2016). Deteksi  dini merupakan  langkah  awal  terdepan  dan paling  penting  dalam pencegahan kanker. Selain itu, untuk meningkatkan kesembuhan  penderita  mioma uteri,  kuncinya  adalah  penemuan  dini, diagnosis dini, dan terapi dini. Untuk itu, dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang Penguatan Kemandirian Masyarakat dalam Deteksi  Dan  Pemeriksaan Mioma  Uteri  Pada Ibu PKK RT/RW 03/04 Kel. Salamanmloyo Kec. Semarang Barat dengan tujuan agar dapat meningkakan pengetahuan, melakukan deteksi  serta  apabila menjumpai tanda gejala mioma uteri dapat memeriksakan lebih dini. Metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat yaitu pre tes, ceramah, demonstras, diskusi dan Tanya jawab serta evaluasi. Hasil yang didapat yaitu peningkatan pengetahuan, keterampilan serta kesadaran Ibu PKK tentang deteksi dini mioma uteri
PEMBERDAYAAN IBU PKK DALAM MENGEDUKASI PEMERIKSAAN RADIOGRAFI GENU UNTUK MENDETEKSI KASUS OSTEOARTHRITIS KABUPATEN KENDAL PROVINSI JAWA TENGAH Prayoga, Aryadiva Nugrahaning; Sulistyowati, Indah
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i2.156

Abstract

Osteoarthritis adalah suatu kondisi sendi degeneratif. Hal ini menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kaku, sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak bebas. Hal ini paling sering terjadi pada lutut, pinggul, tulang belakang dan tangan. Banyak faktor yang dapat berkontribusi terhadap berkembangnya osteoarthritis. Prosedur  radiografi  genu adalah  pemeriksaan radiologi non kontras pada genu menggunakan sinar-x untuk mengevaluasi  kelainan anatomi yang ada di genu. Proyeksi  yang  dapat  digunakan  dalam  menegakkan klinis osteoarthritis pada genu adalah proyeksi Antero-Posterior  bilateral weight bearing. Pemeriksaan radiografi genu dengan proyeksi bilateral weight bearing direkomendasikan  untuk  kasus osteoarthritis. Metode yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini adalah melakukan pendampingan dan pemberdayaan Ibu PKK dalam mengedukasi Masyarakat agar mengetahui akan pentingnya pemeriksaan radiografi Genu pada kasus OA dan mau melakukan pemeriksaan tersebut agar diagnose tepat dan mendapat pengobatan atau terapi yang sesuai. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah menambah wawasan Masyarakat khususnya PKK Kecamatan Pegandon Kab. Kendal serta memberdayakan ibu PKK untuk menjelaskan Peran Pemeriksaan Radiografi Genu Untuk Mendeteksi Kasus Osteoarthritis ( OA ) sehingga meningkatkan kesadaran untuk melakukan screening pemeriksaan radiografi Genu dengan kasus Osteoarthrtitis ( OA ).  Dari hasil kegiatan PkM yang sudah dilaksanakan oleh tim pengabdi tentang pemeriksaan Radiografi Genu untuk mendeteksi kasus Osteoarthritis (OA) maka simpulan yang diproleh ialah terdapat peningkatan pengetahuan Masyarakat tentang Osteoarthritis (OA), peningkatan pengetahuan tentang manfaat pemeriksaan dan pengetahuan tentang prosedur sebesar 94%. Serta terdapat peningkatan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan Radiografi Genu untuk mendeteksi kasus Osteoarthritis (OA) sebesar 97%.
PKM SOSIALISASI PENCEGAHAN KASUS STROKE DAN CAMPAIGN AKTIVITAS FISIK BAGI ANGGOTA PROLANIS DI PUSKESMAS HAMLAHERA SEMARANG Abidin, Zainal; Putri, Ni Ketut Dewita; Ayuningtyas, Tita Rachma
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.89

Abstract

Stroke menjadi kasus penyebab kematian pertama di Indonesia dengan angka kematian lebih dari 350 ribu per tahun. Stroke merupakan penyakit dengan gejala-gejala defisit saraf akibat gangguan aliran darah pada otak dengan beberapa faktor risiko yang dapat dicegah. Beberapa faktor risiko dari kasus ini antara lain; hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, obesitas, rokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Faktor-faktor diatas berkaitan dengan gaya hidup sedentari, pola makan yang kurang tepat, dan keduanya dapat diperbaiki untuk mencegah penyakit yang lebih serius. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kasus ini adalah peningkatan pemahaman faktor risiko dan peningakatan aktivitas fisik terprogram. Guna menjawab permasalahan penyakit kronis ini, pemerintah memiliki program dalam pemeliharaan kesehatan bagi peserta yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan dan BPJS. Salah satu program yang ada di tingkat puskesmas adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Secara umum kelompok Prolanis memiliki kegiatan rutin yang meliputi edukasi kesehatan, home visit, dan pemantauan status kesehatan secara rutin. Peserta program prolanis memiliki riwayat penyakit kronis yang diantaranya merupakan faktor risiko kasus stroke. Faktor risiko ini harus dikontrol secara rutin dan diimbangi dengan perbaikan gaya hidup salah satunya aktivitas fisik untuk meminimalisir terjadinya kasus stroke.
PEMBERDAYAAN UNIT KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL ANAK KAB SEMARANG Novita Alfiani; Oktaviani Cahyaningsih; Indah Sulistyowati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i2.34

Abstract

ABSTRAKMasa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan-tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Informasi dan Layanan Remaja (PILAR) PKBI Jawa Tengah pada tahun 2013 terdapat 64 kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja akibat dari perilaku seksual pra nikah 26 kasus berasal dari kota Semarang. Permasalahan tentang kesehatan reproduksi yang banyak terjadi di kalangan remaja merupakan sebagian kecil dari masalah kesehatan reproduksi secara keseluruhan, dimana masalah kesehatan reproduksi ini adalah termasuk dalam kewenangan bidan.       Oleh karena itu salah satu usaha yang dapat ditempuh adalah dengan membentuk dan mengaktifkan  Unit Kesehatan Sekolah. Dimana Unit Kesehatan Sekolah (UKS) ini memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu siswa untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, dengan melalui berbagai cara diantaranya dengan memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan baik dan benar, sehingga siswa dapat memperoleh informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.  Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi Remaja, Unit Kesehatan Sekolah ABSTRACT Adolescence is a transitional period between childhood and adulthood and has not yet reached the stage of mental and social maturity, so they must face conflicting emotional and social pressures. There are so many life events that will occur which will not only determine adult life but also the quality of life of the next generation, thus placing this period as a critical period. Based on data obtained from the Center for Information and Youth Services PKBI Central Java in 2013, there were 64 cases of unwanted pregnancy in adolescents as a result of pre-marital sexual behavior, 26 cases came from the city of Semarang. Problems concerning reproductive health that often occur among adolescents are a small part of the overall reproductive health problem, where this reproductive health problem is under the authority of midwives.       Therefore, one of the efforts that can be taken is to establish and activate a School Health Unit. Where the School Health Unit has a very important role to help students to increase knowledge about adolescent reproductive health, through various ways including providing education about adolescent reproductive health properly and correctly, so that students can get accountable information.  Keywords: Adolescent Reproductive Health, School Health Unit 
PKM PENYULUHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG PADA ANAK DI KRAPYAK Abidin, Zainal; Kuswardani, Kuswardani
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i2.148

Abstract

Tumbuh kembang anak merupakan hal yang sangat penting untuk menjadi perhatian bagi orang tua, banyak hal menarik dan unik yang kadang tidak diperhatikan oleh orang tua, padahal diusia dini pertumbuhan dan perkembangan anak begitu pesatnya sehingga masa anak-anak sering disebut dengan masa keemasan (golden age). Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan orang tua tentang deteksi dini tumbuh kembang khususnya pada ibu dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang yang berupa penyimpangan pertumbuhan, penyimpangan perkembangan serta penyimpangan mental emosional, misalnya sindrom down, perawakan pendek, dan gangguan autism. Tujuan dari penyuluhan deteksi dini tumbuh kembang anak di RW 06 Kelurahan Krapyak ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan lebih lanjut kepada Kader Posyandu yang nantinya dapat di informasikan kepada ibu yang memeliki balita di lingkuran Rw 06 Kelurahan Krapyak bahwa pentingnya dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang pada anak, untuk mengurangi terjadinya stunting atau keterlambatan tumbuh kembang pada anak balita. Metode yang disampaikan kepada kader Posyandu Rw 06 Kelurahan Krapyak berupa bagaimana cara yang tepat dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang pada anak balita sejak dini, supaya kader posyandu yang ada di Rw 06 Kelurahan Krapyak dapat memberikan contoh kepada ibu yang memiliki balita di lingkungan Rw 06 Kelurahan Krapyak. Setelah diberikan pelatihan dan pendampingan kepada para kader posyandu diharapkan mendapatkan hasil bahwa kader posyandu yang ada di lingkungan Rw 06 Kelurahan Krapyak memahami bagaimana cara yang benar dan tepat dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak untuk mencegah adanya stanting pada anak.

Page 1 of 10 | Total Record : 99