cover
Contact Name
DWI ATMOKO
Contact Email
atmokodwi120@gmail.com
Phone
+6285722699017
Journal Mail Official
jitkbhamada@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cut Nyak Dhien No. 16, Kalisapu, Slawi, Kab. Tegal
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal)
ISSN : 20884435     EISSN : 23553863     DOI : https://doi.org/10.36308/jik.v15i2
Core Subject : Health, Social,
JITK Bhamada adalah untuk diterbitkan, menyebarluaskan, dan membahas berbagai tulisan tentang penelitian kesehatan, yang membantu pendidik, pelaksana penelitian kesehatan, peneliti, dan membuat agar lebih efektif. JITK Bhamada dalam menerima artikel akan menyaring untuk keaslian, relevansi penelitian dan perbaikan pelayanan kesehatan. Setelah penyaringan awal artikel akan dikirim ke mitra bestari untuk diminta ulang isi artikel. Editor akan memutuskan menerima artikel dengan mempertimbangkan rekomendasinya dari mitra bestari yang telah ditunjuk. Editor berhak untuk mengubah artikel yang disetujui perlu, misal dengan memperpendek isi artikel atau menghilangkan bagan dan tabel.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2015)" : 12 Documents clear
PERBANDINGAN PERSEPSI PENDERITA TUBERKULOSIS PARU TERHADAP BAHAYA PENYAKIT, MANFAAT PENGOBATAN DAN PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT DI PUSKESMAS KABUPATEN TEGAL Risnanto .; Woro Hapsari; Untung Purbowaseso
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia telah menerapkan strategi DOTS di seluruh dinas kesehatan.Kabupaten Tegal telah melaksanakan program DOTS dan pada tahun 2004 cure rate mencapai 87,09% (target nasional >85%), error rate 2,7% (target nasional <5%) dan CDR 66,2%, hal ini telah mencapai target nasional (60%) dan pada tahun 2005 meningkat menjadi 76,82% dan ini berarti telah mencapai target global (70%) (Dinkes Tegal, 2006). Namun demikian, pencapaian tersebut belum merata di seluruh puskesmas. Permasalahan yang muncul berkaitan dengan pencapaian indikator tersebut diantaranya adalah penderita tidak mengalami konversi pada fase intensif dan kasus drop out yang menjadi salah satu kendala keberhasilan program pemberantasan TB paru. Kegagalan dan ketidakteraturan dalam pengobatan dapat terjadi karena penderita TB belum memahami bahwa obat harus ditelan sekaligus dalam waktu 6 bulan. Persepsi penderita terhadap bahaya penyakit, manfaat pengobatan dan peran PMO mempunyai peranan penting dalam memunculkan kemungkinan melakukan tindakan pengobatan.Tujuan: Mengkaji perbandingan persepsi penderita TB selama menjalani masa pengobatan di Puskesmas Kabupaten Tegal. Secara khusus, bertujuan: 1) Mengkaji persepsi penderita TB terhadap bahaya penyakit, manfaat pengobatan dan peran PMO, 2) Mengkaji perbandingan persepsi pada penderita TB di puskesmas dengan cure rate di atas dan di bawah standar nasional.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus dan hasil penelitian disajikan secara deskriptif. Subjek penelitian adalah penderita TB di Puskesmas Kabupaten Tegal dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Triangulasi sumber digunakan untuk meningkatkan keabsahan data.Hasil: Persepsi penderita terhadap bahaya penyakit, manfaat pengobatan dan peran PMO tidak sama. Bervariasinya persepsi ini diakibatkan adanya faktor pemicu terhadap persepsi penderita itu sendiri. Faktor pemicu tersebut adalah pengalaman, interaksi keluarga dan sosial, penjelasan petugas dan pandangan dari informan yang bersangkutan. Penjelasan petugas kepada PMO masih minimal.Kesimpulan: Persepsi informan atas bahaya penyakit pada puskesmas cure rate rendah dan tinggi sudah baik. Persepsi atas manfaat pada puskesmas cure rate rendah dan tinggi dikategorikan cukup. Persepsi informan terhadap peran PMO pada puskesmas cure rate rendah dikategorikan kurang, sedang pada cure rate tinggi dikategorikan cukup
PENGARUH TERAPI VISUAL TEKNIK PICTURE EXCHANGE COMMUNICATION (PEC) TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA RESEPTIF DAN EKSPRESIF PADA ANAK AUTISME DI SD PURBA ADHI SUTA PURBALINGGA Rahmaya Nova Handayani; Murniati Murniati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v6i2.218

Abstract

Autisme merupakan gangguan perkembangan berupa gangguan bahasa, komunikasi,perilaku dan interaksi sosial. Ada beberapa terapi yang dapat disarankan untuk mengatasiautisme antara lain adalah terapi visual.Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh dan perbedaan antara anak autisme yangdiberi dan tidak diberi terapi PEC.Rancangan penelitian adalahpre post test control group. Responden dibagi menjadi 2kelompok dengan pembagian 8 responden sebagai kelompok intervensi terapi visual teknikPEC, dan 7 responden kelompok kontrol. Intervensi dilakukan setiap 1 minggutiga kali yaituhari Senin, Rabu, Jumat dengan waktu 20-30 selama 2 bulan. Analisis data yang digunakanyaitupaired t-test design dan un-paired t-test (independent t-test).Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh dan perbedaankemampuan bahasa reseptif dan ekspresif sebelum dan sesudah dilakukan terapi visual PECpada anak autisme di SD Purba Adhi Suta Purbalingga.

Page 2 of 2 | Total Record : 12