cover
Contact Name
Hani Subagio
Contact Email
hanisubagio@upnyk.ac.id
Phone
+6287891177900
Journal Mail Official
adminjpbn@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. SWK, Ringroad, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pancasila dan Bela Negara
ISSN : -     EISSN : 27755886     DOI : https://doi.org/10.31315/jpbn.v1i1
Jurnal Pancasila dan Bela Negara merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UPN Veteran Yogyakarta.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2021): Februari" : 6 Documents clear
Aktualisasi Nilai Nilai Pancasila dan Kesadaran Bela Negara Alumni SMK N 1 Temanggung Angkatan 43 Ani Sukawati
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i1.4440

Abstract

ABSTRAKPancasila sebagai dasar negara telah disepakati bersama sejak Indonesia merdeka. Penerapan mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila serta kesadaran bela negara oleh para pemuda menjadi hal yang penting dan tidak dapat disepelekan. Dari hal tersebut, dapat diketahui bagaimana masa depan Indonesia, apakah masih eksis sebagai negara kesatuan atau malah berpotensi terpecah belah. Dalam penelitian yang dilakukan, tujuanya adalah untuk mengetahui aktualisasi pengamalan Pancasila dan bela negara oleh para pemuda alumni SMKN 1 Temanggung angkatan 43. Serta untuk mengetahui apakah terjadi singkronisasi pemikiran mengenai pemahaman mereka pada nilai-nilai baik Pancasila dengan hal yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari hari. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskripif kuantitatif dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada 30 orang responden. Responden adalah alumni SMKN 1 Temanggung angkatan 43 dari berbagai jurusan . Hasilnya, setiap pemuda sesungguhnya memiliki tekat dalam hati yang kuat untuk berbuat baik dan bersikap baik. Namun dalam kenyataanya, beberapa dari mereka masih menjadikan pemikiran atau ide-ide itu hanya ada dalam khayalan. Atau dalam kata lain, penerapan dalam kehidupan nyata masih kurang. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupu faktor eksternal. Faktor internal yang muncul dari diri sendiri sesunggunya merupakan refleksi dan akibat dari pengamatan terus menerus pada lingkungan tempat tinggal. Oleh karenanya, faktor internal dan eksternal ini saling memengaruhi satu sama lain. Pendidikan karakter memiliki andil yang besar dalam menciptakan generasi muda yang baik dalam pemikiran dan dapat menjadikan pemikiran baik tadi menjadi kenyataan dibuktikan dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan bela negara dalam kehidupan sehari hari.Kata kunci : Aktualisasi, Pancasila, Bela Negara, PemudaABSTRACTPancasila as an national principle has been mutually agreed upon since Indonesia's independence. The implementation of the values contained in Pancasila and the awareness of defending the country by the youth is important and cannot be underestimated. From this, it can be seen what the future of Indonesia is like, what its still exists as a unitary state or even has the potential to be divided. This research was conducted with the aim of knowing the actualization of the practice of Pancasila and state defense by youth alumni of SMKN 1 Temnggung class 43. As well as to find out whether there is synchronization of thoughts regarding their understanding of the good values of Pancasila with what they do in their daily lives. The research was conducted using quantitative descriptive methods by giving a number of questions to 30 respondents. The respondents were alumni of SMKN 1 Temanggung, class 43 from various departments. As a result, every youth actually has a strong determination in his heart to do good and be kind. But in reality, some people still only make those thoughts or ideas exist in delusion. Or in other words, the application in real life is still lacking. This is caused by various factors, both internal and external factors. Internal factors that arise from oneself are actually a reflection and a result of continuous observation of the environment in which they live. Therefore, these internal and external factors influence each other. Character education has a big share in creating young people who are good at thinking and can make these good thoughts a reality as evidenced by the practice of the values of Pancasila and defending the country in everyday life.Keywords: Actualization, Pancasila, State Defense, Youth
Pancasila Dasar Negara Bukan Pilar (Komunitas Pancasila Dasar NKRI Bukan Pilar) KRAP Eri Ratmanto
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i1.4457

Abstract

Kondisi masyarakat sekarang ini mengalami kebimbangan karena terdapat kelompok masyarakat yang memberikan pernyataan bahwa Pancasila adalah bagian dari 4 pilar. Menurut UUD 1945, dikatakan bahwa Pancasila adalah dasar Negara. Persoalan yang terjadi terjadi perubahan makna dan pemahaman Pancasila menjadi 4 pilar kenegaraan. Tulisan ini akan menganalisis perubahan dan perbedaan pemahaman tentang Pancasila di masyarakat. Untuk mengembalikan pengertian yang mendasar bahwa Pancasila dasar Negara Republik Indonesia, maka diperlukan berbagai macam gerakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, interpretasi, observasi, dan wawancara. Hasil ditemukan dalam kajian ini menunjukkan terjadi perbedaan pemahaman di masyarakat tentang memahami Pancasila sebagai pilar atau dasar Negara. Perbedaan ini terjadi karena ada sosialisasi yang dilakukan yang menyesatkan masyarakat dengan menyebut Pancasila sebagai bagian dari salah satu pilar kenegaraan.
Hubungan Mata Pelajaran Pancasila Di Sekolah Terhadap Penerapan Implementasi Pancasila Pada Pelajar Fatihatun Nisa'; Hanifa Rizqi Larasati; Yuana Berlianti Supratman
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i1.4435

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui penerapan pancasila nilai-nilai pancasila dalam kehidupan di lingkungan sekolah, 2) Mengetetahui apakah mata pelajaran Pancasila penting dan harus tetap ada dalam mata pelajaran wajib di sekolah, 3) Mengetahui apakah nilai-nilai pancasila masih perlu dipertahankan. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, maka dalam penelitian ini  menggunakan metode  penelitian deskriptif kualitatif.  Subyek penelitian sebanyak 27 pelajar  di Kabupaten Purworejo.  Metode pengumpulan data menggunakan  survey dengan menyebar google formulir .Hasil penelitian sebagai berikut; (1) Mayoritas pelajar di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah sudah mengimplementasikan nilai-nilai sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (2) Pelajaran Pancasila sangat berperan penting dalam pendidikan karakter pelajar sehingga mata pelajaran pancasila sangat perlu diterapkan di sekolah sebagai mata pelajaran wajib. (3) Nilai-nilai Pancasila masih perlu dipertahankan sebagai karakter dan budaya bangsa.  Dengan adanya pendidikan Pancasila, pelajar dapat mengetahui dasar negara, pedoman hidup dan implementasi dari nilai-nilai Pancasila yang masih perlu dipertahankan. Kata kunci : Pancasila , pelajaran, pelajar 
Konseptualisasi Hak dan Kewajiban Warga Negara Dalam Upaya Bela Negara Danang Prasetyo; Toba Sastrawan Manik; Dwi Riyanti
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i1.4382

Abstract

Upaya bela negara merupakan wujud pertahanan yang harus disesuaikan  dengan keadaan masa sekarang dan masa yang akan datang. Bela Negara yang sesuai untuk saat ini ialah bela Negara secara non-fisik, dengan kesadaran dan kenyataan tersebut, konsep dan praktik bela negara merupakan suatu keharusan demi keberlangsungan negara Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Tulisan ini merupakan penelitian penelitian kualitatif dengan metode kajain pustaka, data kemudian dianalisis dan dikaji secara induktif. Simpulan dari tulisan ini menegaskan bahwa bela negara merupakan sikap dan perbuatan yang ditunjukkan warga negara, kelompok, dan bangsa dalam mengupayakan yang terbaik untuk kepentingan nasional yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Konsep bela negara muncul sebagai perwujudan dari patriotimse atau nasionalisme yang harus dimiliki setiap warga Negara. Oleh karena itu, bela negara bersifat hak sekaligus kewajiban lebih didasari rasionalisasi, urgensinya, dan kompleksitas bentuk-bentuk bela negara. Penempatan bela negara sebagai hak dan kewajiban sudah sangat tepat dan kuat, sehingga bela negara tidak selalu mengandaikan, mensyaratkan atau mengkondisikan pihak lain karena bersifat kewajiban. Setiap warga negara berkewajiban untuk membela negara kapan pun dan dalam bentuk apa pun.
Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kepramukaan Remon Matius Richardo Sianturi
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i1.4407

Abstract

Praja Muda Karana atau bisa dibilang Pramuka adalah sebuah bagian dari pengembangan potensi diri dan pembentukan karakter bagi generasi milenial yang sesuai dengan Kode Kehormatan Pramuka yaitu Trisatya dan Dasadarma yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Penelitian ini akan berfokus pada pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kepramukaan di SMK Negeri 4 Sampit, pelaksanaan program kerja yang sudah ditetapkan oleh pembina atau dewan kerja ambalan, kegiatan kepramukaan disaat pandemi Covid-19 dan sebelum pandemi COVID-19 , faktor-faktor apa saja yang akan terjadi di lapangan, dan pemecahan masalah terkait faktor-faktor apa saja yang akan terjadi di lapangan. Subjek penelitian ini adalah siswa, pembina pramuka, dan guru SMK Negeri 4 Sampit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu teknik pengumpulan data secara deskriptif.
Pancasila Menurut Perspektif Generasi Muda Nimas Ayu Wulandari
Jurnal Pancasila dan Bela Negara Vol 1, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpbn.v1i1.4413

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan generasi muda tentang Pancasila pada era milenial. Selama ini penghayatan Pancasila di kalangan generasi muda dianggap mulai hilang. Penyebab hilangnya penghayatan Pancasila di kalangan generasi muda karena beberapa faktor baik dari dalam diri generasi muda maupun faktor lingkungan. Pancasila adalah dasar Negara Republik Indonesia. Pancasila secara umum dipahami sebagai kumpulan gagasan, ide-ide dasar keyakinan dan kepercayaan dalam rumusan dari segi kehidupan, berbangsa dan bernegara. Metode penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dari penelitian ini diperoleh dari Jurnal ilmiah, berita, dan wawancara terhadap generasi muda melalui melalui whatsapp (wa) atau daring. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis tekstual dan induksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa generasi muda memahami Pancasila bukan hanya sekedar dasar Negara melainkan dengan adanya Pancasila adalah sebagai pemersatu bangsa dari Sabang sampai Merauke. Namun, Pancasila belum sepenuhnya bisa dihayati dan diamalkan oleh masyarakat dan penyelenggara negara karena masih terjadi berbagai macam persoalan kebangsaan yang bertentangan dengan Pancasila.

Page 1 of 1 | Total Record : 6