cover
Contact Name
Noorika Retno Widuri
Contact Email
noorika.rw@gmail.com
Phone
+6285642543857
Journal Mail Official
sek.jurnalbaca@gmail.com
Editorial Address
Gedung BJ Habibie, Jl. M.H. Thamrin No.8, RW.1, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi
ISSN : 01259008     EISSN : 23018593     DOI : https://doi.org/10.55981/baca
Core Subject : Science,
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI (Jurnal BACA) is a scientific journal in the documentation, information, and library subject that is published consistently by The National Research and Innovation Agency (Previously this Journal was managed by Center for Scientific Data and Documentation - Indonesian Institute of Sciences (PDDI LIPI). The publishing purpose is to provide up-to-date and quality information to readers who have an interest in science and technology development in these topics. Every article published in Jurnal BACA is the result of research activities, literature review, and best practices. Jurnal BACA is published twice a year, precisely in June and December. The number of articles for each issue is at least five articles. As a reference for submitting manuscripts, the author can refer to ODLIS to determine the list of terms related to the scope and focus of the journal. Based on "Surat Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 21/E/KPT/2018" and "Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknlogi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 105/E/KPT/2022", BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi was recognized as a nationally accredited scientific journal (SINTA 2). This accreditation is valid until Vol. 46, No. 1, 2025.
Articles 302 Documents
PENULARAN DAN PENCEGAHAN AIDS Dl INDONESIA Tupan Tupan
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 5 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) pertama kali ditemukan pada tahun 1981 di Amerika serikat pada pria homoseksual di California dan pada tahun 1982 sudah ditemukan pada hemofilia, penerima tranfusi darah, pemakai obat bius secara intravena dan orang yang berhubunganseksual dengan kelompok-kelompok tersebut diatas. AIDS kini te1ah meluas menjadi pandemi dan masalah internasional. Pertambahan kasus yang cepat pada se1uruh penduduk dan penyebarannya kese1uruh negara, serta belum adanya obat dan vaksin yang efektif terhadap AIDS te1ah menimbulkan keresahan dan keprihatinan di seluruh dunia. Penyebab AIDS ada1ah suatu retro virus yang sejak tahun 1986 disebutHuman Immunodeficiency Virus (HIV) . HIV yang masuk kedalam tubuhakan menyerang sel darah putih, yaitu limposit T4 yang mempunyai peranan penting sebagai pengatur sistem imunitas. HIV mengadakan ikatan dengan CD 4 reseptor yang terdapat pada pennukaan limposit T4. Sekarang diketahui bahwa virus ini dapat langsung merusak sel tubuh yang mempunyai CD4 seperti sel glia yang terdapat pada otak, makrofag dan sel langerhans dikulit, saluran pencernaan dan saluran pernapasan. Suatu enzim, reverse transcriptase mengubah bahan genetik virus (RNA) menjadi DNA yang bisa bedntegrasi dengan sel dari hospes. Selanjutnya sel yang berkembang biak akan mengandung genetik menyebabkan infeksi oleh HIV menjadi ireversible dan berlangsung seumur hidup.
DANSA MAUT DENGAN EKSTASI Sri Purnomowati
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 5 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstasi menjadi topik yang hangat akhir-akhir ini. Para orang tua bagaikan terhenyak mendengar ramainya penggunaan obat tersebut dikalangan anak-anak muda di diskotikdiskotik. Pada mulanya penggunaannya masih terbatas di kalangan eksklusif, tetapi dengan cepat menyebar tidak hanya di kota metropolitan bahkan sampai ke daerah-daerah. Untunglah aparat pemerintah cepat tanggap dan segera mengambil tindakan dengan cara mengusut/mengejar/menemukanpengedamya dan merazia tempat-tempat hiburan malam yang dicurigai sebagai tempat transaksi ekstasi. Namun persoalan tidak selesai sampai disini. Kurangnya informasi mengenai obat tersebut memungkinkan para muda-mudi mudah tergiur iming-iming pengedar tentang khasiat ekstasi yang aduhai. Sebenamya di balik kenikmatan ekstasi mengintip bahaya maut yang siap menerkam siapapun yang terlena.Berikut ini adalah gambaran sisi-sisi gelap ekstasi yang dialami oleh remaja-remaja di luar negeri khususnya yang terjadi di lnggris dan Amerika, mudah-mudahan dapat menyadarkan para remaja dan orang tua akan bahaya penyalahgunaan ekstasi sebagai "obat dansa".
EKSTASI: OBAT PSIKOTROPIK, MANFAAT & DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN Ambar Yoganingrum
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 5 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, ekstasi merupakan obat golongan psikotropik yang paling populer. Efeknya sebagai antidepresi yaitu untuk mengatasi tekanan mental dengan memanfaatkan efek eforianya (menimbulkan kegembiraan). Obat ini banyak dicari orang untuk mengatasi rasa cemas, iekanan mental atau hanya untuk dapat lebih menikmati hiburan di tempat-tempat hiburan malam. Selain ekstasi (3,4-methylenedioxymethamphetamine) banyak lagi obat-obatan yang digolongkan dalam daftar obat psikotropik. Untuk apa sebenamya obat-obat psikotropik itu ? Obat-obat psikotropik ialah obat yang mempengaruhi fungsi psikik, kelakuan atau pengalaman. Psikotropik telah dikenal sejak jaman prasejarah, hanya nama psikotropik baru diperkenalkan sejak timbulnya suatu cabang ilmu farmakologi yaitu psikofarmakologi, yang khususnya mempelajari psikofarmaka atau psikotropik. Psikofarmakologi berkembang dengan pesat sejak ditemukannya alkaloid rauwolfia dan klorpromazin (CPZ) yang temyataefektifuntuk mengobati kelainan kejiwaan. Pengobatan dengan obat-obat psikotropik didasarkan pada pengetahuan empirik. Hal ini dikarenakan patifisiologi penyakit jiwa tidak jelas. Psikotropik hanya mengubah keadaan jiwa penderita, sehingga lebih kooperatif dan dapat menerimapsikoterapi dengan lebih baik.
ASPEK PSIKOSOSIAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN DAN KECEPATAN MEMBACA Tri Margono
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 3-4 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (September)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca merupakan suatu kegiatan seseorang untuk memperoleh informasi atau pesan dalam bentuk bahasa tulisan atau lambang-lambang.Dalam membaca, berbagai perkembangan informasi yang ada haruslah secepat mungkin bisa ditangkap dan dipahami agar tidak ketinggalan darilajunya arus informasi lainnya.
MEMBERDAYAKAN PERPUSTAKAAN DAN BUDAYA BACA INDONESIA Soekirno Soekirno
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 3-4 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (September)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Wakaf Buku Nasional dicanangkan Presiden Soeharto tanggal 7 Desember 1995 di Jakarta, bertepatan dengan Pembukaan Muktamar II Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) dan Simposium Nasional ICMI. Gerakan ini menjadi rangkaian dari gerakan menumbuhkembangkanminat baca secara nasional.
PENELITIAN DI INDONESIA Pdii Lipi
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 21 No. 3-4 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (September)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti halnya dengan kegiatan pembangunan lain, pembiayaan kegiatan dan investasi iptek yang bersumber dari APBN disalurkan melalui anggaran proyek pembangunan instansi pemerintah.
Pengembangan Audio Guide sebagai Aksesibilitas Informasi bagi Penyandang Disabilitas Netra di Perpustakaan Umum Fauziyah, Wahyu Dirga; Inawati, Inawati
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 46 No. 2 (2025): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi : (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/baca.2025.6321

Abstract

The Malang City Public Library provides special services for visually impaired library users through the Braille Corner Service (LAPOBRA), which is equipped with a braille collection and guiding blocks. However, the use of LAPOBRA has not been optimal due to a lack of mobility support facilities for visually impaired library users. The problem identified in this study is the absence of easily accessible guidance media for these users. Therefore, the development of an audio guide could serve as a valuable resource to help visually impaired library users access LAPOBRA, as this product has not yet been implemented at the Malang City Public Library. The purpose of this study is to develop an audio-based user guide as a means of educating users to improve the effectiveness of LAPOBRA orientation and accessibility. This study employs the Research and Development method with the Borg & Gall model approach, which is simplified into seven stages: research and data collection, planning, product development, initial testing, product revision, field testing, and final revision. Data were collected through observation, interviews, case studies, and questionnaires from six visually impaired library users selected through random sampling. The testing stage was conducted by media experts, subject matter experts, and visually impaired library users. The result of this research is an audio guide integrated with guiding blocks to assist visually impaired library users in accessing LAPOBRA. This audio guide explains the process of entering and exiting the service area based on the average footstep measurements of Indonesians. The results of the field test indicated a very high validity rate of 94%, demonstrating that this product is highly suitable for use. The creation of this product facilitates independent access to LAPOBRA for visually impaired library users and enhances their mobility in obtaining information.
Ruang Wisata Literasi dalam Mendukung Pengembangan Desa Wisata di Kawasan Borobudur Prakoso, Aditha Agung; Nugroho, Ardiyanto Hadi; Prasetyo, Hendi
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 46 No. 2 (2025): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi : (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/baca.2025.7900

Abstract

Literacy tourism is a type of tourism activity that focuses on education. This tourism activity provides new experiences and knowledge and serves as a medium of information for tourists about tourist destinations. As a Super Priority Tourism Destination, the Borobudur area has unresolved issues, such as the low length of stay and the movement of tourist activities still centered in the temple area. The existence of Village Economic Centers (Balai Ekonomi Desa/Balkondes) as alternative tourism dispersed across 20 tourism villages in the Borobudur Area is currently seen as inadequate as a supporting tourist attraction and is frequently overlooked. This research aims to develop literacy tourism activities in the Borobudur area by revitalizing the Balkondes building as a literacy tourism space to support alternative tourist attractions and proposing alternative design concepts based on artificial intelligence (AI). This research employs a descriptive qualitative approach, utilising data collection methods that include observation, in-depth interviews with three informants, documentation, and a review of previous studies. Data analysis was conducted by synthesising the theory of literacy tourism and literacy tourism spaces with a localisation perspective, as well as data processing using Text-to-Image-based Gencraft AI. This research resulted in the integration of the concept of literacy tourism with the use of AI technology in the design of cultural tourism spaces in Balkondes, offering an approach to revitalising abandoned spaces while presenting an innovative model of tourism space that combines educational, social, and interpretive functions.
Analisis Kinerja Perpustakaan SMKN 2 Bandung menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard Saputra, Dimas; Hadiapurwa, Angga; Wulandari, Yayu
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 46 No. 2 (2025): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi : (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/baca.2025.11365

Abstract

This study aims to evaluate the performance of the SMKN 2 Bandung library using the Balanced Scorecard (BSC) framework. The research method employed is a case study with a qualitative, descriptive design. Data were collected through the BSC instrument, observation, and in-depth interviews. Informants were selected using a purposive sampling technique, which included the principal, librarian, and students. Data analysis was conducted using thematic and descriptive analysis methods. The study's results indicate several significant challenges across the four BSC dimensions. The financial sector shows that library funding accounts for less than 5% of the school budget, which is primarily focused on textbooks, neglecting facilities, staff training, and digital infrastructure. The customer dimension recorded 41.94% of students complained about a lack of non-academic books (motivational, history) and an inconvenient location, although 54.84% were satisfied. Internal processes were hindered by the SLIMS digital system (one computer for 2,000 students), which hampers e-book access, as well as inefficient asset management. The learning and growth section revealed that one librarian was managing 2,000 students (far from the ideal ratio of 1:500) and lacked technical training. This study concludes that the library performance of SMKN 2 Bandung is suboptimal. This performance is hampered by critical challenges across all four dimensions of the BSC, negatively impacting its support for vocational education. The study recommends strategic improvements, including reallocating funds for digital facilities and infrastructure, diversifying collections to reflect student interests, and enhancing human resource capacity through recruitment and technical training.
Mapping Indonesian Library and Information Science Research in 2022: A Bibliometric Analysis Nurhayati, Euis Sri; Mardhotillah, Annisa Ilmi; Rahmi, Rahmi
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 46 No. 2 (2025): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi : (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/baca.2025.12147

Abstract

This paper scrutinizes the dissemination of research outcomes in the library and information science domain in SINTA-endorsed journals in 2022—the research aimed to unearth novel developments in the field within Indonesia. A quantitative bibliometric approach was employed for this study. The research included 342 papers from 20 journals indexed in SINTA 2-6. Järvelin & Vakkari’s (2022) categorization scheme was used to evaluate the data. The Cohen’s Kappa reliability test resulted in a value of 0.24, reflecting an adequate level of agreement.The study revealed that user education and information literacy instruction were the most frequently discussed topics. Research on interactive (user-centric) Information Retrieval; live or test collection text retrieval methods (inclusive of Cross-Lingual Information Retrieval/CLIR); and retrieval methods for other media types (such as image, video, music, multimedia, and hypermedia) is expected to cease in 2022. The research identified 338 authors contributing to the papers, with Diponegoro University emerging as the most prolific institutional contributor with 45 papers. Qualitative methodology was predominantly used, and keyword analysis results were grouped into 8 clusters. The study concludes that the spread of research themes is uneven, and several unexplored topics warrant attention for future research endeavors.

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 46 No. 2 (2025): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi : (Desember) Vol. 46 No. 1 (2025): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 45 No. 2 (2024): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 45 No. 1 (2024): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) 2024: SPECIAL ISSUE - DATA IN BRIEF FOR REPOSITORI ILMIAH NASIONAL Vol. 44 No. 2 (2023): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 44 No. 1 (2023): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) 2023: SPECIAL ISSUE - FESTSCHRIFT FOR BLASIUS SUDARSONO Vol. 43 No. 2 (2022): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 43 No. 1 (2022): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 42 No. 2 (2021): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 42 No. 1 (2021): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 41 No. 2 (2020): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 41 No. 1 (2020): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 40 No. 2 (2019): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 40 No. 1 (2019): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 39 No. 2 (2018): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 39 No. 1 (2018): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 38 No. 2 (2017): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 38 No. 1 (2017): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 37 No. 2 (2016): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 37 No. 1 (2016): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 36 No. 2 (2015): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 36 No. 1 (2015): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 35 No. 2 (2014): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 35 No. 1 (2014): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 34 No. 2 (2013): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 34 No. 1 (2013): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 33 No. 2 (2012): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 33 No. 1 (2012): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 31 No. 1 (2010): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Agustus) Vol. 30 No. 2 (2009): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 30 No. 1 (2009): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Agustus) Vol. 29 No. 1 (2005): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 28 No. 2 (2004): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 28 No. 1 (2004): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 27 No. 2 (2003): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Agustus) Vol. 27 No. 1 (2003): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (April) Vol. 26 No. 1-2 (2001): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Maret-Juni) Vol. 25 No. 3-4 (2000): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (September-Desember) Vol. 25 No. 1-2 (2000): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Maret-Juni) Vol. 24 No. 3-4 (1999): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (September-Desember) Vol. 24 No. 1-2 (1999): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Maret-Juni) Vol. 23 No. 1-3 (1998): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Maret-September) Vol. 22 No. 5-6 (1998): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Maret) Vol. 23 No. 4 (1998): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 22 No. 3-4 (1997): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (September) Vol. 21 No. 6 (1997): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Maret) Vol. 21 No. 3-4 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (September) Vol. 21 No. 1-2 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Juni) Vol. 21 No. 5 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) Vol. 20 No. 6 (1996): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 20 No. 3-4 (1995): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 20 No. 5 (1995): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember) More Issue