cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 30891973     DOI : -
AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology 5. Islamic Politics 6. Islamic History and Civilization
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 4 (2024): Studi Islam" : 5 Documents clear
Penerapan Kompetensi Pedagogik Guru di SD Smart Indonesia 2 Pekanbaru Mahfuzah Ilma Daulay; Dianty Permatasari Manullang; Ade Irma
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore the application of teacher pedagogical competence at SD Smart Indonesia 2 Pekanbaru. Pedagogical competence is an essential ability that a teacher must have to manage the learning process effectively and be responsive to student needs. Through this competency, teachers are expected to be able to create a conducive learning environment, design innovative learning strategies, and evaluate learning outcomes appropriately. The research methods used were interviews and observations, with a focus on one of the santri guardians to gain an in-depth perspective regarding learning practices in the classroom. The research results show that teachers have implemented various strategies in learning, such as the use of varied media and different approaches according to student characteristics. However, this research also found that there were challenges, especially in mastering the material by students who varied. Some students have difficulty understanding lessons, which requires teachers to provide additional support. It is hoped that this research can provide a clear and comprehensive picture of the importance of pedagogical competence in improving the quality of education, as well as encouraging the development of teacher professionalism in the future. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan kompetensi pedagogik guru di SD Smart Indonesia 2 Pekanbaru. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan esensial yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk mengelola proses pembelajaran secara efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Melalui kompetensi ini, guru diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, merancang strategi pembelajaran yang inovatif, serta mengevaluasi hasil belajar secara tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan observasi, dengan fokus pada salah satu wali santri untuk mendapatkan perspektif yang mendalam mengenai praktik pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan berbagai strategi dalam pembelajaran, seperti penggunaan media yang bervariasi dan pendekatan yang berbeda sesuai dengan karakteristik siswa. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan, terutama dalam penguasaan materi oleh siswa yang bervariasi. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran, yang mengharuskan guru untuk memberikan dukungan tambahan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas dan komprehensif tentang pentingnya kompetensi pedagogik dalam meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong pengembangan profesionalisme guru di masa yang akan datang.
Konstruksi Gender dalam Perspektif Islam: Studi pada Tradisi dan Praktik Sosial Helma Winda
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi gender dalam perspektif Islam merupakan kajian penting yang bertujuan untuk memahami bagaimana ajaran Islam membentuk peran dan relasi antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Penelitian ini mengeksplorasi dinamika tradisi dan praktik sosial yang sering kali menjadi refleksi dari interpretasi ajaran Islam tentang gender. Dalam konteks sejarah, nilai-nilai Islam secara ideal menegaskan keadilan dan kesetaraan gender. Namun, penerapan nilai-nilai tersebut kerap kali dipengaruhi oleh budaya patriarki yang mendominasi masyarakat Muslim. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis data lapangan untuk mengidentifikasi konstruksi gender dalam ajaran Islam serta penerapannya di berbagai tradisi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teks-teks suci dalam Islam mendukung keadilan gender, interpretasi yang bias gender sering kali menjadi penyebab terbatasnya peran perempuan dalam masyarakat. Selain itu, pengaruh globalisasi dan wacana modern tentang kesetaraan gender menimbulkan tantangan baru bagi umat Islam dalam memahami dan mengadaptasi ajaran agama dengan realitas sosial kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi pemahaman tentang gender dalam Islam harus berlandaskan pada prinsip-prinsip keadilan yang inklusif dan humanis, tanpa mengesampingkan nilai-nilai utama dalam ajaran agama. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi terciptanya masyarakat Muslim yang lebih adil, setara, dan harmonis. AbstractGender construction from an Islamic perspective is an important study that aims to understand how Islamic teachings shape the roles and relationships between men and women in society. This research explores the dynamics of traditions and social practices which often reflect the interpretation of Islamic teachings on gender. In a historical context, Islamic values ideally emphasize justice and gender equality. However, the application of these values is often influenced by the patriarchal culture that dominates Muslim society. This study uses a qualitative approach with literature study methods and field data analysis to identify gender construction in Islamic teachings and its application in various social traditions. The research results show that although sacred texts in Islam support gender justice, gender-biased interpretations are often the cause of the limited role of women in society. In addition, the influence of globalization and modern discourse on gender equality poses new challenges for Muslims in understanding and adapting religious teachings to contemporary social realities. This research concludes that the reconstruction of understanding of gender in Islam must be based on inclusive and humanist principles of justice, without ignoring the main values in religious teachings. It is hoped that this can contribute to the creation of a more just, equal and harmonious Muslim society.
Perkembangan Pemikiran Politik Islam Moch. Zainul Hasan; Yusuf Hanafi
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pemikiran politik Islam dalam sejarah dan praksisnya, dengan fokus pada empat dimensi utama. Pertama, Historiografi Perkembangan Pemikiran Politik Dalam Lintasan Sejarah Islam mengkaji bagaimana pemikiran politik Islam berkembang dari masa klasik hingga modern, dimulai dari konsep-konsep politik pada era Khulafaur Rasyidin hingga periode kontemporer. Kedua, dalam pembahasan Relasi Agama dan Negara (din wa daulah), penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara ajaran Islam dan institusi negara, dengan menyoroti pandangan para pemikir politik Islam tentang peran agama dalam tata kelola pemerintahan. Ketiga, Problematika Legislasi dan Formasi Syariat Islam menyoroti tantangan dalam penerapan hukum syariat dalam sistem politik modern, serta debat seputar relevansi syariat dalam konteks negara bangsa. Terakhir, dalam pembahasan Demokrasi dalam Praktik Politik Islam, penelitian ini akan melihat sejauh mana konsep demokrasi dapat diadaptasi dalam kerangka politik Islam, dengan mengkaji implementasi nilai-nilai demokrasi dalam praktik pemerintahan di negara-negara Muslim. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang bagaimana pemikiran politik Islam beradaptasi dan bertransformasi seiring berjalannya waktu, serta bagaimana berbagai permasalahan dalam tata kelola negara dapat diatasi dengan perspektif Islam AbstractThis study aims to analyze the development of Islamic political thought in history and practice, focusing on four main dimensions. First, Historiography of the Development of Political Thought in the Trajectory of Islamic History examines how Islamic political thought developed from classical to modern times, starting from political concepts in the era of the Khulafaur Rasyidin to the contemporary period. Second, in the discussion of the Relationship between Religion and State (din wa daulah), this study explores the relationship between Islamic teachings and state institutions, by highlighting the views of Islamic political thinkers on the role of religion in governance. Third, Problematics of Legislation and the Formation of Islamic Sharia highlights the challenges in implementing sharia law in modern political systems, as well as debates around the relevance of sharia in the context of nation states. Finally, in the discussion of Democracy in Islamic Political Practice, this study will look at the extent to which the concept of democracy can be adapted within the framework of Islamic politics, by examining the implementation of democratic values in the practice of governance in Muslim countries. Overall, this study provides a deeper perspective on how Islamic political thought adapts and transforms over time, and how various problems in state governance can be overcome with an Islamic perspective
Kajian Q.S. Al-Ma’arij Ayat 19-20 Dalam Tafsir Al-Misbah Dan Al-Azhar Arrohman Kenedi Arsina
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah kajian Q.S. al-Ma’arij ayat 19-20, didalamnya mengandung tentang sifat keluh kesah pada manusia, kemudian ditafsrikan melalui Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Ketertarikan untuk melakukan penelitian ini didasari atas keluhan-keluhan yang terjadi dikehidupan sehari-hari. Selain itu juga, bagaimana pandangan mufassir khususnya mufassir di Indonesia yaitu M. Quraish Shihab dan Buya Hamka dalam menyikapi sifat keluh kesah dengan corak tafsir yang sama. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; 1) Bagaimana Penafsiran M. Quraish Shihab dan Hamka tentang sifat keluh kesah dalam al-Qur’an? 2) Bagaimana pandangan M. Quraish Shihab dan Hamka dalam mengatasi sifat keluh kesah?. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan atau Library Research, tentunya memiliki dua jenis sumber yakni sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir al-Azhar karya Hamka, sedangkan sumber sekundernya adalah berupa literatur-literatur tafsir, jurnal, skripsi, dan karya ilmiah lainnya yang mendukung penelitian ini. Corak dari kedua tafsir sama-sama Adabi Ijtim<a’I atau budaya kemasyarakatan. Penulis memperoleh kesimpulan pemahaman bahwa sifat keluh kesah ini adalah salah satu tabiat buruk yang diciptkan Allah SWT, yang mana jika tidak mampu untuk mengendalikannya akan berdampak buruk dan apabila digunakan dengan semestinya akan berdampak baik pada diri manusia. Menurut Quraish Shihab sifat keluh kesah adalah naluri manusia untuk mencapai kebahagiaan sifat ini akan menjadi tercela apabila manusia salah ketika menggunakannya , sedangkan menurut Hamka sifat keluh kesah ini akan mengiringi manusia kedalam penyakit kejiwaan ketika berlarut dalam keluhan terhadap masalah yang menimpanya. Quraish Shihab dan Hamka berpendapat obat dari sifat keluh kesah yang berlebihan ialah bersabar dan bersyukur. AbstractThis research is a study of Q.S. al-Ma'arij verses 19-20, which contains the nature of complaining in humans, then interpreted through Tafsir al-Misbah by M. Quraish Shihab and Tafsir al-Azhar by Buya Hamka. The interest in doing this research is based on the complaints that occur in everyday life. In addition, how the views of mufassirs, especially mufassirs in Indonesia, namely M. Quraish Shihab and Buya Hamka in addressing the nature of complaints with the same style of interpretation. The formulation of the problem in this study are; 1) How is the interpretation of M. Quraish Shihab and Hamka about the nature of complaining in the Qur'an? 2) How is the view of M. Quraish Shihab and Hamka in overcoming the nature of complaining?. This type of research is a type of library research, of course it has two types of sources, namely primary sources and secondary sources. Primary sources are Tafsir al-Misbah by M. Quraish Shihab and Tafsir al-Azhar by Hamka, while secondary sources are in the form of tafsir literature, journals, theses, and other scientific works that support this research. The style of the two interpretations are both Adabi Ijtim<a'I or societal culture. The author concludes that the nature of complaining is one of the bad traits created by Allah SWT, which if it is unable to control it will have a bad impact and if used properly it will have a good impact on humans. According to Quraish Shihab, the nature of complaining is a human instinct to achieve happiness, this nature will become despicable if humans are wrong when using it, while according to Hamka, this complaining nature will lead humans into mental illness when they complain about the problems that afflict them. Quraish Shihab and Hamka argue that the cure for excessive complaining is to be patient and grateful.
GREEN SUKUK DALAM PERSFEKTIF AL-QURAN (KAJIAN TAFSIR AL-MUNIR) Rio Chaniado Anggara; Nurwahidin; Mulawarman Hanase; Riza Shintia
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi ekonomi syariah beberapa tahun belakangan ini menunjukkan perkembangan yang signifikan, peluncuran lembaga keuangan syariah serta produk-produk keuangan syariah menjadi tolak ukur terhadap perkembangan ekonomi syariah di indonesia. Berbagai penggiat keuangan syariah mulai dari lembaga swasta maupun pemerintahan ikut andil dalam perkembangan keuangan syariah, salah satunya yaitu green sukuk. Green Sukuk merupakan surat berharga syariah negara yang diterbitkan menggunakan prinsip green economy demi kelestarian lingkungan. Produk yang menggunakan prinsip syariah dasar hukumnya berasal dari Al-quran dan hadist. Kajian dalam penelitian ini menguraikan tafsir yang berkaitan dengan ayat-ayat yang berhubungan dengan green sukuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kajian ilmu tafsir pada produk green sukuk yang menjadi perhatian penting dalam lingkup perekonomian terkhusus bagi perkembangan keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uraian tafsir pada surah Al-A’raf ayat 58, Al-A’raf ayat 56, Ar-rum ayat 41 serta surah Al-Baqarah ayat 205 yang menunjukkan larangan terhadap perusakan lingkungan dan kesesuaian praktik green sukuk yang bertujuan kepada pemeliharaan lingkungan dan alam menjadikan produk green sukuk kombinasi yang efektif, bukan hanya halal tetapi juga thayyib. AbstractThe existence of sharia economy in recent years has shown significant development, the launch of sharia financial institutions and sharia financial products has become a benchmark for the development of sharia economy in Indonesia. Various sharia financial activists ranging from private and government institutions have taken part in the development of sharia finance, one of which is green sukuk. Green Sukuk is a state sharia security issued using the principle of green economy for environmental sustainability. Products that use sharia principles have legal basis from the Al-Quran and Hadith. The study in this research describes the interpretation related to the verses related to green sukuk. The purpose of this study is to find out how the study of interpretation on green sukuk products is an important concern in the scope of the economy, especially for the development of sharia finance. The results of the study show that based on the description of the interpretation of Surah Al-A'raf verse 58, Al-A'raf verse 56, Ar-rum verse 41 and Surah Al-Baqarah verse 205 which shows the prohibition of environmental destruction and the suitability of green sukuk practices aimed at maintaining the environment and nature makes green sukuk products an effective combination, not only halal but also thayyib.

Page 1 of 1 | Total Record : 5