cover
Contact Name
Mamat Rahmat
Contact Email
almikanika@uika-bogor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
almikanika@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Sholeh Iskandar No.Km.02, RT.01/RW.010, Kedungbadak, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Almikanika
ISSN : 26551950     EISSN : 26854872     DOI : https://doi.org/10.32832/almikanika
Almikanika journal Berisi hasil-hasil penelitian, studi lapangan, pemikiran atau gagasan yang berkaitan dengan Teknik Mesin yang tidak terbatas pada Energi, Mekanika Struktural, Material & Manufacturing, dan Mekatronika.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 4 (2019): Oktober" : 6 Documents clear
DESAIN PROTOTIPE BEJANA TEKAN (PRESSURE VESSEL) ALAT PEMBUAT TELUR ASIN DENGAN MAXIMUM ALLOWABLE WORKING PRESSURE (MAWP) 5 BAR Adam, Adam Maulana
ALMIKANIKA Vol 1 No 4 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v1i4.5118

Abstract

Bejana tekan adalah suatu wadah yang digunakan untuk penyimpanan fluida baik gas maupun cairan yang bertekanan. Perancangan prototipe bejana tekan horizontal ini dapat membantu produksi telur asin agar mempercepat dan mempermudah pada saat proses pengolahan. Tujuan dari alat penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ketebalan pelat bejana tekan serta mengetahui kekuatan kontruksi Bejana Tekan (Pressure Vessel) pada posisi horizontal yang berjudul "Desain Prototipe Bejana Tekan (Pressure Vessel) alat pembuat telur asin dengan Maximum Allowable Working Pressure (MAWP) 5 Bar”. Dalam perhitungan dan perancangan menggunakan formula dari standar ASME Boiler and Pressure Vessel Code Section VIII Division 1. Perancangan pressure vessel menggunakan material untuk dinding (shell) bejana, kepala (head) bejana dan nozzle ASTM 304L (A774) mempunyai nilai tegangan izin material vessel S = 115 MPa. Dengan tekanan perancangan = 0,5 MPa, dimensi panjang bejana tekan = 400 mm, tebal pelat shell dan head = 4 mm, tebal nozzle = 4 mm, diameter dalam () = 250 mm. Dan dari perhitungan ASME Section VIII Divison I ketebalan shell yang didapat untuk bejana tersebut adalah 0,6778 mm, ketebalan dinding kepala (head) bagian sisi kanan dan kiri didapat 0,6760 mm, dan ketebalan nozzle yang diapat adalah 0,2726. Pressure Vessel dinyatakan aman karena tekanan kerja yang terjadi pada saat pengujian adalah 0,5 MPa < 2,90 MPa tekanan kerja maksimum yang di ijinkan.
ANALISA UJI IMPACT FRAME GOKART BERBASIS KECEPATAN Yusnayadi, Moch Muchtar
ALMIKANIKA Vol 1 No 4 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v1i4.5194

Abstract

ANALISA UJI TABRAK FRAME GOKART DENGAN METODE EXPLICYT DYNAMIC PADA SOFTWARE ANSYS
PEMANFAATAN SERAT SABUT KELAPA SEBAGAI MATERIAL PENGGANTI ABS PADA KOMPOSIT RESIN POLYESTER UNTUK APLIKASI FRAME DRONE Nasution, Andre Yahya
ALMIKANIKA Vol 1 No 4 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v1i4.5195

Abstract

ABSTRACT            Modern technology in drone frame construction materials is required to be able to find materials that are lightweight but have high durability (strength). Materials with this character have many benefits, especially as the main material for the drone frame body. In this study, the mechanical characteristics of coconut fiber composites with variations in fiber direction are described which aims to determine the tensile strength, strain, fracture strength and ductility values by utilizing waste material from coconuts. The first step in making this coconut fiber reinforced composite is using a glass mold measuring 30 x 20 x 0.5cm. The coconut fiber used as a reinforcement for this composite uses Yukalac 235 brand resin with polyester resin type 157 BTQN-EX and Methyl Etyl Ketone Peroxide (MEKPO) catalyst. The ratio between matrix and fiber is 85%: 15% and 70%: 30%. Standard specimens using ASTM D3039 except for the thickness of the specimen. The test was carried out 5 times from the variations, namely matrix, parallel fiber direction composite and cross fiber direction composite. Composite testing was carried out at the Lipi Cibinong Biomaterials Laboratory. Based on the results of the study, it can be concluded that the tensile strength of the matrix is 30.30 MPa and the strain is 2.35%. Meanwhile, 15% parallel fiber has a tensile strength of 29.46 MPa and a strain of 2.36% and 30% parallel fiber has a tensile strength of 30.31 MPa and a strain of 2.38% which is almost the same as the matrix. Composites with cross fiber direction variation have the lowest tensile strength value with 15% cross fiber which is only 26.04 MPa and the strain is 2.29% and 30% cross fiber has a tensile strength value of 27.17 MPa and the strain is 2.31%. The greatest tensile strength and strain occur in composites with variations in the direction of parallel fibers. On the other hand, the use of coconut fiber can be used as an environmentally friendly composite material for drone frames.
KARAKTERISTIK SIFAT FISIK MATERIAL POLIMER "PPLO” BERDASARKAN FRAKSI BERAT TERHADAP VARIASI CUACA Budiyanto, Nur Rochman; Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi
ALMIKANIKA Vol 1 No 4 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik material polimer Plastic Bag and Oil terhadap pengaruh variasi paparan kondisi cuaca dengan fraksi berat sebagai perbandingan komposisi. Tahap pertama pembuatan spesimen dengan fraksi berat masing masing spesimen 50%,60%,70%,80% dan 90% dengan kategori spesimen High Density Polyethylen Hitam, High Density Polyethylen Putih, PP (Polypropylene) dan Campuran dengan komposisi pendukungnya yaitu limbah minyak pelumas. Selanjutnya dilakukannya peleburan dengan temperature pada ruang bakar ≥250°C dan dilakukannya penuangan pada cetakan spesimen dari bahan besi dan alumunium. Tahap berikutnya dilakukan uji Weathering dan uji kekerasan metode Brinell. Pengujian Weathering mengacu pada ASTM D1435 Standard Practice for Outdoor Weathering of Plastics dan pengujian kekerasan metode Brinell. Hasil penelitian didapat terjadi perubahan warna pada spesimen dan penurunan berat spesimen hanya 1% setelah mengalami paparan cuaca dengan rata -rata RH tertinggi sebesar 82,20% dan saat penyinaran matahari kelembapan udara terendah adalah 61,90% RH selama 15 hari. Nilai kekerasan spesimen setelah uji weathering, spesimen 1 memperoleh nilai kekerasan tertinggi yaitu fraksi 90%:10% sebesar 10,5%, pada spesimen 2 nilai kekerasan tertinggi yaitu fraksi 70%:30% sebesar 14,4,%, selanjutnya spesimen 3 memperoleh nilai tertinggi pada fraksi 70%:30% sebesar 9,1% dan spesimen 4 mendapatkan nilai tertinggi pada fraksi 70% : 30% sebesar 7,9%. Hasil pengujian menunjukkan pengaruh pada karakteristik spesimen terhadap bentuk fisik maupun hasil dari nilai kekerasan spesimen.Kata kunci :  Fraksi Berat, Hardness Brinell, High Density Polyethylene, Polypropylene (PP), Temperature, Weathering.
EVALUASI PEMANFAATAN ENERGI TERHADAP PEMENUHAN KRITERIA BANGUNAN HIJAU PADA GEDUNG SIT ALIYA MENGGUNAKAN EDGE Laksono, Andito
ALMIKANIKA Vol 1 No 4 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v1i4.5263

Abstract

 Penggunaan energi mengalami peningkatan karena kebutuhannya juga semakin lama semakin meningkat serta dapat membahayakan lingkungan. Green building merupakan adalah suatu bangunan berkelanjutan yang mengacu pada struktur serta pemakaian proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya selama siklus hidup bangunan tersebut. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui pemenuhan konsep bangunan hijau gedung SIT ALIYA terhadap penggunaan energi dengan sistem sertifikasi EDGE (Excellence In Design For Greater Efficiencies). Pengukuran dilakukan sesuai dengan meliputi kriteria yang tersedia pada gedung SIT ALIYA dari 33 kriteria kredit untuk mengetahui hasil efisiensi energi pada gedung SIT ALIYA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan mengumpulkan data yang dilaksanakan di gedung SIT ALIYA untuk memperoleh data mengenai kriteria green building berdasarkan sistem sertifikasi Excellence In Design For Greater Efficiencies. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil analisa, SIT ALIYA memiliki beberapa kriteria kredit pada pengukuran efisiensi energi seperti (EDE01), (EDE02), (EDE09), (EDE10), (EDE23), dan (EDE24). Dengan nilai standar kriteria bangunan hijau sebesar 38,56% dan ini melampaui batas minimum 20%. Dan diketahui bahwa Gedung SIT ALIYA mengonsumsi energi sebesar 76 kWh/m2/Tahun berdasarkan analisa standar EDGE.
UJI KINERJA KOMPOR BIOMASSA "PREME SEHAT ENERGI” BERBAHAN BAKAR PELLET KAYU Aryanto, Fajar Tri
ALMIKANIKA Vol 1 No 4 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v1i4.5299

Abstract

Kebutuhan bahan bakar fosil terus meningkat seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu untuk mengatasi kebutuhan yang tinggi bahan bakar biomassa dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil disebabkan karena biomassa merupakan sumber energi terbaharukan Pada penelitian ini menggunakan kompor biomassa dengan variasi lubang yang berbeda yaitu adalah 84 lubang, 98 lubang, 112 lubang. Sedangkan bahan bakar kayu yang di gunakan adalah briket kayu yang mempunyai nilai kalor 4500 kkal/kg. Metode penelitian yang digunakan adalah water boiling test (WBT). Dari hasil penelitian kompor biomassa ini diperoleh waktu yang dibutuhkan untuk penyalaan atau Startup adalah 2,52 menit untuk variasi 84 lubang, 2,55 menit untuk variasi 98 lubang dan 3,07 menit untuk variasi 112 lubang. Sedangkan waktu api menyala paling lama adalah 30,36 menit untuk variasi 84 lubang, kemudian waktu 28,43 menit untuk variasi 98 lubang dan 26,20 menit untuk variasi 112 lubang. Untuk efisiensi termal dengan presentase paling tinggi adalah 51% untuk variasi 84 lubang, 49% untuk variasi 98 lubang dan 48% untuk variasi 112 lubang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplai udara yang lebih dalam proses pembakaran dapat menyebabkan nilai efisiensi termal rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6