cover
Contact Name
Gatot Prayoga
Contact Email
gatotprayoga@bkpsl.org
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalbkpsl@gmail.com
Editorial Address
Secretariat of Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management), Environmental Research Center (ERC-IPB) Building, Floor 4, IPB Dramaga Campus, Bogor, 16680 West Java, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
(Journal of Environmental Sustainability Management)
Core Subject : Science, Social,
The Journal of Environmental Sustainability Management (JPLB) published manuscripts/articles which are original work or research in the field of environmental management in a broad sense encompassing physical, chemical, biological, socio-economic, socio-cultural, community health, environmental health, and law.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "JPLB, Vol 3, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
Konsentrasi C-organik dan substrat sedimen di perairan Pelabuhan Belawan Medan Yuni Yolanda; Hefni Effendi; B Sartono
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.3.2.300-308

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi C-organik dan substrat pada sedimen di perairan Pelabuhan Belawan, serta melihat korelasi antar keduanya. Lokasi penelitian dilakukan di DLKr dan DLKp Pelabuhan Belawan Medan dengan pengambilan sampel secara random sampling sebanyak 10 sampel. Analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi C-organik berkisar 0,26–2,74%. Konsentrasi substrat pasir 61–99%, lumpur 1–29%, dan liat 0–18%. C-organik memiliki korelasi positif terhadap nilai interpretasi substrat lumpur (0,769), namun berkorelasi negatif terhadap substrat pasir (-0,816). Semakin halus substrat sedimen, kandungan C-organik akan semakin meningkat.
Pengembangan payment for development right (PDR) untuk konservasi air pada lahan milik di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Yedida Barus; Hikmat Ramdan
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.3.2.331-345

Abstract

Hak-hak yang melekat pada lahan milik, tak jarang dapat merugikan kawasan lain. Payment for Development Right (PDR) ialah program bersifat sukarela dan insentif, yang mengkompensasi pemilik jasa ekosistem dengan tujuan melindungi secara permanen lahan, namun tetap mempertahankan kepemilikan dan manajemen swasta. Program PDR ini banyak memberikan keuntungan pada negara yang telah mengimplementasikannya. Di Indonesia program ini belum pernah diterapkan, maka dilakukanlah penelitian ini yang bertujuan: 1) Menganalisis kondisi wilayah, 2) Mengestimasi nilai manfaat jasa ekosistem air yang berasal dari lahan milik, dan 3) Menyusun rekomendasi implementasi PDR. Besar nilai PDR yang dihitung bagi tutupan lahan pertanian, perkebunan, dan sawah bernilai lebih besar dibandingkan dengan Willingness to Pay (WTP) masyarakat pengguna jasa ekosistem. Berdasarkan hasil analisis regresi, WTP masyarakat dipengaruhi secara nyata oleh besar pendapatan masyarakat. Kondisi selama penelitian dirangkum dalam faktor-faktor SWOT, dan diperoleh faktor SWOT tertinggi pada kelompok internal yaitu Strength, dan pada kelompok eksternal yaitu Threat. Kedua faktor ini menjadi dasar dari rekomendasi pengimplementasian program PDR, yakni dengan mengadakan program pra-PDR yang diharapkan dapat meningkatkan pengertian masyarakat akan jasa ekosistem, mempersiapkan kelembagaan, sistem regulasi, serta pendataan jasa lingkungan pada daerah tersebut.
Makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas perairan Pulau Penyengat, Kepulauan Riau Y Rosdatina; Tri Apriadi; W R Melani
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.3.2.309-317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, berdasarkan keberadaan makrozoobentos. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling, yang terdiri dari 5 stasiun yaitu: daerah pelabuhan, pemukiman penduduk, reklamasi, ekosistem mangrove dan tempat pembuangan sampah sementara. Pengukuran parameter fisika dan kimia perairan serta pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan sebanyak 3 kali ulangan pada setiap stasiun. Analisis kualitas perairan berdasarkan makrozoobentos menggunakan indeks AMBI (A Marine Biotic Index). Hasil penelitian menggambarkan bahwa parameter fisika dan kimia perairan Pulau Penyengat masih memenuhi baku mutu. Makrozoobentos yang dijumpai sebanyak 14 spesies terdiri dari 6 kelas. Indeks keanekaragaman pada setiap stasiun tergolong rendah, indeks keseragaman tergolong sedang-tinggi, sedangkan indeks dominansi tergolong rendah. Berdasarkan indeks AMBI, perairan Pulau Penyengat tergolong tidak tercemar.
Analisis sumber utama emisi gas rumah kaca pada perkebunan kelapa sawit dengan pendekatan life cycle assessment Danang Harimurti; Hariyadi Hariyadi; E Noor
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.3.2.318-330

Abstract

Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia mengalami peningkatan pesat. Dibalik perkembangan pesat komoditas kelapa sawit, bermunculan masalah dan isu negatif mengenai perkebunan kelapa sawit sebagai penyebab kerusakan lingkungan dan peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis emisi GRK yang ditimbulkan dari kegiatan perkebunan kelapa sawit dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). LCA adalah suatu metode untuk melakukan analisis dan evaluasi secara menyeluruh dari dampak lingkungan dalam siklus hidupnya. Tahapan metode LCA adalah goal and scope definition, life cycle inventory, life cycle impact assessment, dan life cycle interpretation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi GRK yang ditimbulkan dalam kegiatan perkebunan kelapa sawit selama 1 siklus berbeda-beda. Emisi GRK yang ditimbulkan pada fase TM (umur tanaman >3 tahun) menjadi yang terbesar dengan rata-rata 1887,64 kg CO2-eq/Ha, sementara emisi GRK pada fase TBM (umur tanaman 0-3 tahun) sebesar 989,63 kg CO2-eq/Ha. Sumber terbesar penyumbang emisi berasal dari kegiatan pemupukan. Pada fase TM, kegiatan pemupukan menyumbang emisi GRK sebesar 920,22 kg CO2-eq/Ha dengan jenis pupuk paling dominan menyumbang emisi GRK adalah pupuk urea dan MOP yaitu sebesar 369,67 kg CO2-eq/Ha dan 179,56 kg CO2-eq/Ha.
Model of sustainable land management (study at Bukit Sepuluh Ribu area of Bungursari Sub-District, Tasikmalaya City, West Java) Dadan Ramdhani; Suyud Warno Utomo; Hasrol Thayib; Yuki Wardhana
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.3.2.346-353

Abstract

This study is associated with the increased pressure on hill resources due to land conversion that causes environmental degradation and leads to environmental unsustainability. The evenly spread hill known as Bukit Sepuluh Ribu, is a source of community life. The hill formed by the eruption of a volcano, has a land cover, namely close to forest vegetation. The study location is in Bukit Sepuluh Ribu area that has ecological, hydrological, geological and aesthetic environmental function. The concept of community empowerment through Agro-ecosystem can be a solution, thus the utilization of the hill is economically profitable and environmentally sustainable. There are land use unsuitability referring to the existing spatial plan (682.9 Ha), namely high densely settlement area (264.67 Ha), other agriculture (359.21 Ha) and mining areas (58.51 Ha), Through the concept of appropriate community empowerment in accordance with the rules and typology of hill areas can provide the potential benefits of ecosystems and produce products of economic value without damaging them. The concept of empowerment through dryland agro-ecosystem by combining forest-based agriculture activities is one of the solutions to the problem of land management.

Page 1 of 1 | Total Record : 5